Red Shoes Ep 24 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 24 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.Sebelumnya…

Sebelumnya…

Hee Kyung minta penjelasan, kenapa Jin A ada di ruangan suaminya.

Jin A bilang, dia tidak masuk kerja selama beberapa hari, jadi dia datang untuk menyapa Hyeok Sang.

Hee Kyung : Kau bekerja di Lora. Kenapa kau datang jauh-jauh kesini hanya untuk menyapa Pimpinan Kwon?

Hyeok Sang : Mengapa kau menjadi begitu sensitif? Itu bukan masalah besar.

Jin A : Kudengar aku dipindahkan kesini jadi aku merasa aku harus datang menemui Pimpinan Kwon.

Jin A lalu menatap Hyeok Sang.

Dia pamit.

Hyeok Sang : Baik, datang lagi kapan pun kau punya waktu. Aku bahkan tidak memberimu secangkir teh.

Jin A beranjak pergi.

Setelah Jin A pergi, Hee Kyung mendekati Hyeok Sang. Dia tanya, seberapa sering Jin A datang ke sana.

Hyeok Sang heran dengan pertanyaan Hee Kyung.

Hyeok Sang : Seberapa sering? Apa maksudmu? Dia absen karena sakit dan dia datang kemari untuk memberitahuku bahwa dia telah kembali.

Hee Kyung meninggikan suaranya, tahukah kau siapa dia….

Hee Kyung berhenti bicara. Dia hampir keceplosan kalau Jemma itu Jin A, putrinya.

Hyeok Sang : Aku tidak tahu siapa dia?

Hee Kyung : Maksudku, jika karyawan rendahan sering datang ke kantor pimpinan, itu akan menyebabkan kesalahpahaman.

Hyeok Sang : Ada alasan yang jelas. Dan bahkan seorang karyawan rendahan adalah keluarga jika mereka bekerja untuk perusahaan kita. Ditambah, dia putri angkat Lady Choi, yang berarti kita akan segera menjadi mertuanya. Jadi apa masalahnya?

Hee Kyung terdiam mendengarnya.

Hyeok Sang : Apa kau mencurigaiku?

Hee Kyung : Tidak, maafkan aku.

Hyeok Sang : Sampai jumpa di rumah. Aku punya janji.

Hyeok Sang beranjak pergi.

Yu Kyung datang ke Pulls Krill56, membawa jagung bakar. Lehernya memakai kalung mutiara Hee Kyung lagi.

Yu Kyung bilang, temannya dari Gangwon-do mengirimkan jagung itu padanya.

Sun Hee : Kau punya banyak teman baik karena kau orang yang baik.

Sun Hee lalu membahas kalung itu lagi.

Dia tanya, kenapa Yu Kyung gak membiarkannya melihat kalung itu.

Sun Hee lagi-lagi bilang kalau Gun Wook mencuri kalung itu darinya.

Sontak, Ok Kyung langsung menutup mulut Sun Hee.

Sun Hee menghempaskan tangan Ok Kyung dan sewot.

Sun Hee : Apa yang aku lakukan? Aku tidak mengada-ada.

Ok Kyung : Ya, kau melakukannya! Gun Wook membelikannya kalung itu khusus untuknya. Dia membayar banyak untuk itu.

Sun Hee : Apa?

Ok Kyung : Kau memuja Gun Wook dan berkata dia seperti anak bagimu. Tapi sekarang, kau bilang dia pencuri? Apa kau menulis namamu di kalung itu? Kau punya bukti?

Ok Kyung mengode Sun Hee dengan mengedipkan matanya.

Tampaknya Ok Kyung tahu Gun Wook memang mencuri kalung itu, tapi untuk membesarkan hati Yu Kyung, dia berbohong.

Sun Hee ngeh : Kau benar. Setelah melihat lebih dekat, ini bukan milikku.

Ok Kyung : Mengapa kau begitu sedih kehilangan kalung itu? Aku akan membelikanmu yang baru.

Sun Hee : Janji?

Ok Kyung : Tentu saja.

Ok Kyung lalu tanya ke Yu Kyung kabar Jin A.

Ok Kyung : Kau sering dengar kabar darinya? Aku khawatir padanya tapi aku tidak bisa keluar dan bertanya.

Yu Kyung : Aku sering berbicara dengannya. Aku pikir dia baik-baik saja. Jangan terlalu khawatir.

Sun Hee : Jemma dijebak karena pembakaran dan pembunuhan dan dituduh…

Ok Kyung menutup mulut Sun Hee lagi.

Sun Hee marah, lepaskan!

Ok Kyung : Kau dan mulut besarmu! Perhatikan apa yang kau katakan. Bagaimana jika seseorang mendengarmu?

Sun Hee : Aku mengatakan itu karena disini hanya ada kita.

Ok Kyung : Kau tidak berpikir sebelum mengatakan sesuatu.

Di ruangannya, Hee Kyung memikirkan Jin A yang tadi dilihatnya bersama Hyeok Sang.

Senyum Jin A, dia memikirkan itu.

Lalu dia teringat kata-kata Jin A.

Jin A : Aku berencana untuk mengambil semua yang kau punya, satu per satu. Jadi, kerahkan semua yang kau punya untuk melindungi mereka dariku.

Hee Kyung berusaha menepis pikirannya. Haha… Dia berpikir Jin A menggoda Hyeok Sang.

Lalu seketarisnya masuk memberikan berkas.

Hee Kyung menyuruh seketarisnya keluar.

Seketarisnya membisikkan sesuatu. Hee Kyung kaget dan menyuruh seketarisnya membiarkan seseorang masuk.

Seorang pria, suruhan Hee Kyung, masuk.

“Aku sudah dengar. Kau ingin tambahan uang?”

“Ada biaya tambahan terkait dengan mayat dan kami membutuhkan lebih banyak uang untuk beberapa orang untuk melarikan diri.”

“Kau bilang kau akan mengurusnya. Itu tidak cukup untuk memastikan itu sempurna.”

“Mohon pengertiannya.”

“Bagaimana dengan polisi? Kau punya kabar terbaru?”

“Dia dinyatakan tidak bersalah atas pembunuhan setelah otopsi. Itu adalah perintah yang sulit sejak awal. Karena itu adalah John Doe, tidak ada hubungannya dengan dia. Maafkan aku.”

“Kau tidak melakukan sesuatu dengan benar, tetapi kau ingin lebih banyak uang?”

“Hal-hal menjadi rumit. Lebih mudah bagi kami untuk membunuh orang saja.”

Hee Kyung mengatai mereka amatir.

Pria itu tampak kesal. Tapi dia tetap minta Hee Kyung menghubunginya jika butuh sesuatu.

*Wait, jadi yg narok tu mayat di pabrik emang si Hee Kyung yaa… Tapi Jin A bebas karena dia memang terbukti tak bersalah.

Di kamarnya, Nyonya Choi lagi menghitung keuangannya.

Lalu Bibi Ma masuk membawakan beberapa surat.

Nyonya Choi memeriksa surat2nya tapi ada satu surat untuk Jin A.

Bibi Ma bilang dia salah memberikan. Bibi Ma meminta surat itu karena mau dia taruh di kamar Jin A, tapi Nyonya Choi melihat itu surat dari kantor polisi.

Nyonya Choi membacanya. Dan dia terkejut karena itu surat panggilan dari kepolisian yang ingin memberikan beberapa pertanyaan ke Jin A.

Malamnya, Nyonya Choi di kamarnya mengomeli Ki Seok.

Nyonya Choi marah karena Ki Seok membohonginya selama ini soal sakitnya Jin A.

Ki Seok minta maaf. Dia bilang dia tidak memberitahu Nyonya Choi karena tak mau Nyonya Choi khawatir.

Nyonya Choi : Kau seharusnya tidak berbohong!

Ki Seok : Kami tidak berbohong. Kami hanya tidak memberitahumu.

Nyonya Choi, apa?

Ki Seok : Mohon maafkan kami. Jangan marah. Ini salahku.

Nyonya Choi : Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi.

Jin A pulang.

Bibi Ma langsung memberitahu Jin A soal nenek.

Jin A kaget, lalu ia pergi ke kamar nenek.

Jin A minta maaf ke nenek. Dia bilang, itu semua salahnya. Jin A mengatakan itu dengan wajah tertunduk.

Nyonya Choi menyuruh Jin A mendekat padanya. Jin A mendekat.

Nyonya Choi melihat pergelangan tangan Jin A yang diperban.

Nyonya Choi : Kau menyulut api karena kesalahpahaman?

Jin A melirik Ki Seok. Ki Seok mengangguk. Lalu Jin A kembali menatap Nyonya Choi dan bilang iya atas pertanyaan Nyonya Choi.

“Itu pasti sangat menyakitkan.” ucap Nyonya Choi.

“Aku ingin menyalakan lilin.” jawab Jin A.

“Kau ingin menenangkan diri dan malah terluka. Tidak ada orang lain di sana?”

Jin A menatap Ki Seok lagi.

Ki Seok kembali mengangguk.

Jin A bilang ke nenek, tidak.

Nyonya Choi : Kau bermain dengan api dan mendapat masalah dengan polisi dan membakar pergelangan tanganmu. Kau pasti sangat kesal.

Jin A : Maafkan aku.

Nyonya Choi : Tidak apa-apa. Itulah hidup. Segala macam hal terjadi. Sekarang, tenangkan pikiranmu dan lupakan.

Jin A nangis : Maafkan aku.

Nyonya Choi : Aku menyuruhmu pindah sehingga kau bisa berhenti menangis dan berbahagialah. Berhenti menangis.

Jin A mengangguk.

Nyonya Choi lantas cerita, kalau anaknya Myung Jun juga memiliki luka bakar di pergelangan tangannya.

Nyonya Choi : Butuh waktu lama untuk sembuh, jadi sulit baginya.

Ki Seok : Kedokteran sudah sangat maju, jadi itu akan sembuh dengan baik.

Nyonya Choi : Perlakukan dia dengan baik agar tidak menimbulkan bekas.

Ki Seok mengantarkan Jin A ke kamar.

Jin A tanya Ki Seok ngomong apa ke nenek.

Ki Seok : Aku bilang kau pergi ke tempat tidur dan sarapan sendirian dan menyalakan api karena kesalahan. Aku tidak berpikir kita harus memberitahu nenek secara rinci. Kau baik-baik saja?

Jin A mengangguk, itu adalah sebuah jembatan yang akhirnya harus aku sebrangi.

Ki Seok menyuruh Jin A istirahat.

Ki Seok mau pergi, tapi Jin A bilang terima kasih.

Ki Seok berbalik dan membalas kata-kata Jin A dengan tersenyum.

Jin A juga tersenyum pada Ki Seok.

Di toko, Sun Hee protes ke Ok Kyung. Pasalnya, Ok Kyung ngasih dia kalung mutiara mainan.

Sun Hee : Kau mendapatkan ini di toko mainan di bagian alat tulis!

Ok Kyung : Apa bedanya dimana aku mendapatkannya? Itu adalah mutiara. Mengapa kau membutuhkan sesuatu yang mahal ketika kau tidak punya apa-apa.

Sun Hee sewot dikatai tidak punya apa-apa.

Mereka pun akhirnya berantem dan saling menjambak.

Tae Gil datang menghentikan mereka.

Tae Gil : Apa yang kalian lakukan! Bagaimana jika ada pelanggan masuk? Berapa usiamu? Kenapa kau masih…

Sun Hee nangis. Lalu dia berdiri dan memeluk Tae Gil.

Ok Kyung : Alasan yang bagus.. Kau menyukainya, kan? Kau bisa memeluk Tae Gil.

Tae Gil membujuk Sun Hee agar berhenti menangis.

Ok Kyung kesal melihatnya, aku benar-benar tidak bisa berkata-kata.

Di Yangsan, Sun Hee dan Tae Gil minum bersama.

Sun Hee lalu menyuapi Tae Gil camilan.

Tae Gil sudah mabuk, aku berharap kakakku hangat dan baik sepertimu.

Sun Hee senang dipuji hangat dan baik.

Tae Gil : Itu karena dia pahit terhadapku. Tapi itu bukan masalah sebenarnya. Masalah sebenarnya kakakku adalah itu. Bodoh itu, rasa bersalah yang tidak berharga.

Sun Hee : Rasa bersalah? Apakah Ok Kyung melakukan kesalahan? Astaga. Apa yang salah? Apa itu?

Tae Gil : Akulah yang… Itu aku. Akulah yang melakukan kesalahan. Itu aku. Aku menghancurkan hidup kakakku dan Jemma. Aku merusak segalanya. Itu aku. Aku pantas dihukum.

Malam semakin larut. Tapi Ok Kyung masih terjaga. Dia sedang melipat kain.

Gun Wook keluar dari kamar dan menghampiri ibunya.

Gun Wook : Kau masih bangun?

Ok Kyung : Aku tidak bisa tidur sampai semua orang pulang.

Gun Wook : Ini karena Bibi Sun Hee? Kenapa kalian berkelahi?

Ok Kyung : Ini semua salahmu. Kenapa kau mencuri kalungnya dan memberikan kalung itu pada Yu Kyung?

Gun Wook : Kau bilang kau menemukannya.

Ok Kyung menatap sewot Gun Wook.

Melihat tatapan sengit ibunya, Gun Wook mengalah dan mengakui kesalahannya dan minta maaf.

Ok Kyung lalu meraih ponselnya. Dia mau menelpon Sun Hee. Gun Wook minta Ok Kyung membiarkan Sun Hee.

Gun Wook : Dia bersama paman di restoran.

Ok Kyung kaget, apa? Dia bersama Tae Gil? Kau melihat mereka?

Gun Wook : Yu Kyung memberitahu. Mereka datang dengan sekantong penuh alkohol tepat saat restoran akan tutup.

Mendengar itu, Ok Kyung panas lagi. Dia gak terima dan langsung menghubungi Sun Hee.

Tapi teleponnya ditolak. Ok Kyung makin panas dan terus berusaha menghubungi Sun Hee tapi panggilannya lagi-lagi ditolak.

Hee Kyung sarapan bersama suami, anak dan adik iparnya.

Hye Bin : Bibi, kapan pemotongan pita untuk panti jompo?

Soo Yeon : Mengapa? Apakah kau mau datang juga?

Hye Bin : Tentu saja. Aku harus berada di sana. Lagipula aku adalah keponakanmu.

Soo Yeon : Wah, Kwon Hye Bin. Kau sudah dewasa. Tapi sekali lagi, kauu adalah penerus Lora.

Hyeok Sang sewot, siapa penerusnya? Jangan mengatakan hal-hal bodoh.

Mendengar itu, Hee Kyung langsung memasang wajah kesal.

Hye Bin masuk ke kamar orang tuanya saat Hee Kyung tengah membersihkan wajah.

Hye Bin : Eomma. Aku sangat kesal pada ayah. Aku anak satu-satunya. Apakah dia harus mengatakan itu pada bibi?

Hee Kyung : Jangan pedulikan dia. Orang tidak selalu mengerti apa pun yang mereka inginkan.

Hye Bin : Itu sebabnya aku marah. Tidak bisakah aku menikahi Hyun Seok sekarang? Ayah akan memiliki perubahan hati kemudian. Kami belum menikah atau bahkan bertunangan. Aku tidak menyukainya. Dan aku khawatir bahwa dia akan berubah pikiran.

Hee Kyung : Apa kau sangat menyukainya?

Hye Bin : Kau bilang kau menyukainya juga.

Hee Kyung : Itu benar, tapi… Mari kita pikirkan. Tidak buruk menikah dini jika kau akan menikah dengannya pula.

Hye Bin senang, ya. Biarkan aku meminjam balsem kulitmu.

Hee Kyung : Gunakan milikmu sendiri. Ini adalah milikku. Ini untuk melawan keriput. Kau masih muda.

Hye Bin : Berikan padaku.

Hye Bin memakainya.

Hye Bin tanya, kenapa Jin A belum datang.

Ye Eun bilang Jin A mengambil cuti setengah hari.

Hye Bin sinis, dia selalu mengambil setengah hari, hari sakit, hari libur… Kapan dia benar-benar bekerja?

Hyun Seok membela Jin A.

Hyun Seok : Dia menggunakan waktu istirahatnya diberikan kepadanya oleh hukum, jadi tolong jaga sikapmu Manajer Kwon.

Hye Bin kesal, apa kau di pihaknya lagi Pak Yoon?

Hyun Seok : Aku tidak memihaknya. Itulah yang sebenarnya.

Hyun Seok meminta pendapat yang lain.

Yang lain setuju dengan kata-kata Hyun Seok.

Hye Bin lalu mengajak Hyun Seok bicara.

Bersambung ke part 2…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like