Red Shoes Ep 23 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 23 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.Sebelumnya…

Sebelumnya…

Di part sebelumnya, Hee Kyung ketahuan oleh Hyeok Sang. Tapi apakah topengnya benar-benar terbuka?

Tentu saja tidak, karena itu semua cuma bayangan Hee Kyung. *Masih terlalu cepat guys untuk terbuka. Masih episode 22.

Hyeok Sang menatap heran Hee Kyung, yeobo?

Hee Kyung tersadar.

Hyeok Sang : Kau sakit?

Hee Kyung celingukan, tapi tidak ada yang terjadi. Dia lantas mengambil flashdisk itu dengan tangan yang gemetar. Tapi Hyeok Sang memegang tangannya. Hee Kyung makin tegang.

Hyeok Sang : Kenapa tanganmu gemetar? Kau menggigit kukumu sebelumnya. Jangan rusak tangan cantik ini.

Hee Kyung : Aku akan kembali sekarang.

Hee Kyung beranjak ke pintu tapi Hyeok Sang memanggilnya lagi.

Dia kian tegang. Tapi Hyeok Sang cuma nanyain Jin A.

Hyeok Sang : Aku mendengar dia dirawat di rumah sakit setelah terjebak dalam kebakaran. Dia punya banyak ide bagus. Aku berencana untuk merebutnya, jadi bersiaplah untuk kehilangan dia.

Hee Kyung memaksakan senyumnya, lalu dia pergi.

Setelah dia pergi, wajah Hyeok Sang berubah serius. Entahlah apakah dia tahu Hee Kyung telah mengkhianatinya atau belum.

Hee Kyung buru-buru kembali ke ruangannya. Tak lupa dia mengunci pintunya.

Hee Kyung menyambungkan flashdisk berwarna biru itu ke laptopnya dan memeriksa isinya.

Terdengarlah percakapan antara dirinya dan Anggota Dewan Son.

Anggota Dewan Son : Ini tidak seperti aku seorang aktor, tapi aku harus bertindak dan menukar Pimpinan Kwon dengan anda. Tidak ada orang lain yang bisa melakukannya.

Hee Kyung : Aku tahu. Apa yang harus aku lakukan untuk anda, Anggota Dewan Son?

Tapi hanya itu. Hee Kyung heran, apa ini semuanya? Hanya ini?

Lalu terdengar ketukan di pintunya.

Hee Kyung kaget, siapa itu?

“Ini Yoon Hyun Seok.”

Hee Kyung langsung mencabut flashdisk nya dan meletakkannya di meja. Lalu dia pergi membukakan pintu.

Hee Kyung tanya ada apa.

Hyun Seok bilang dia datang untuk membahas Jin A.

Hee Kyung : Aku ingin berbicara denganmu tentang dia sebenarnya. Kau tahu klaim apa yang dia buat tentangku bukan? Apakah kau percaya padanya? Aku mencoba membunuhnya? Aku sangat malu. Bukankah dia biasanya memiliki masalah mental?

Hyun Seok : Aku tidak berpikir begitu. Kau tidak berpikir kenapa dia membuat tuduhan seperti itu?

Hee Kyung : Aku sudah bilang. Dia pasti punya masalah mental. Polisi akan mengungkap kebenaran bersama waktu. Bagaimanapun, aku berharap hubunganmu dengan Hye Bin akan terus berlanjut tanpa berubah.

Hyun Seok : Tapi Jemma….

Hye Bin datang dan terkejut melihat Hyun Seok bersama ibunya.

Hye Bin : Aku ingin makan siang denganmu. Apa yang kau lakukan di sini?

Hye Bin merangkul Hyun Seok, lalu dia menyuruh Hee Kyung membelikan mereka makan siang.

Hee Kyung : Haruskah?

Hyun Seok : Maaf, tapi aku punya rencana. Lain kali. Aku akan pergi kalau begitu.

Hyun Seok pergi.

Hye Bin : Oppa!

Hye Bin mau mengejar, tapi dia ditahan ibunya.

Hee Kyung : Hye Bin, tunggu sebentar.

Hye Bin : Ada apa, Bu?

Hee Kyung : Apakah kau mendengar sesuatu di antara karyawan? Tentang ibu… Tidak. Tentang Kim Jemma.

Hye Bin : Tentu saja. Semua orang membicarakan dia. Tapi… Benarkah? Apakah dia benar-benar menyalakan api? Betul sekali. Aku mendengar mereka menemukan mayat.

Hee Kyung terdiam mendengarnya.

Hye Bin berteriak keras, mengejutkan Hee Kyung.

Melihat reaksi Hee Kyung, Hye Bin tertawa.

Hye Bin : Aku hanya main-main denganmu.

Hyun Seok pergi menjenguk Jin A.

Dia menyibak rambut Jin A, tapi malah membangunkan Jin A.

Jin A : Apa yang kau lakukan di sini?

Hyun Seok : Bagaimana denganmu? Mengapa kau membuatku datang kesini di tengah kesibukanku? Apa kau tahu betapa sibuknya orang lain karena kau tidak masuk? Kau seharusnya tidak merugikan perusahaan seperti ini. Jadi…

Hyun Seok tersenyum, cepat sembuh dan kembali bekerja.

Jin A : Tuan Yoon.

Hyun Seok : Aku tidak mencoba membuatmu kesal. Aku hanya bercanda karena kau merasa terguncang.

Jin A : Aku tidak punya energi untuk bercanda. Aku dijebak karena pembakaran dan bahkan mungkin pembunuhan. Bagaimana kau bisa membuat lelucon sekarang?

Lalu detektif datang bersama Ki Seok.

Detektif : Kim Jemma, kau bisa pulang sekarang. Kau bebas. karena kita tidak punya cukup bukti, tapi kau tidak bebas dari kecurigaan. Kasusnya juga tidak ditutup. Kau harus datang setiap kali kita mengirim panggilan dan tunduk pada interogasi. Paham?

Detektif kemudian pergi.

Ki Seok dan Hyun Seok senang Jin A bebas.

Tapi Jin A tidak.

Jin A : Dia bilang aku belum benar-benar bersih.

Jin A lalu bertanya-tanya dalam hatinya, apa Hee Kyung yang membebaskannya karena sudah mendapat bukti.

Jin A : Aku meragukan itu.

Jin A dibawa pulang oleh Ki Seok.

Bibi Ma merasa kasihan pada Jin A.

Ki Seok : Bagaimana nenek?

Bibi Ma : Dia tidur.

Tapi kemudian terdengar suara Nyonya Choi.

Nyonya Choi : Apa seseorang disini?

Tak lama, Nyonya Choi keluar dan senang melihat Jin A sudah pulang.

Jin A : Maafkan aku, Nek.

Nyonya Choi : Kau kembali. Aku pikir kau akan lebih lama dengan ibumu. Oke, mari kita duduk. Silahkan duduk.

Mereka duduk. Nyonya Choi melihat perban di pergelangan tangan Jin A.

Nyonya Choi tanya tangan Jin A kenapa.

Jin A menatap Ki Seok, tak tahu harus berkata apa.

Ki Seok bilang, tangan Jin A terluka saat memasak.

Nyonya Choi : Astaga. Kau seharusnya lebih berhati-hati.

Ki Seok mengantarkan Jin A ke kamar.

Jin A : Aku baik-baik saja. Kau bisa kembali ke Yangsan.

Ki Seok : Tidak apa-apa.

Jin A : Aku ingin istirahat.

Ki Seok pun paham dan beranjak keluar.

Begitu Ki Seok pergi, Jin A pun menghubungi Yu Kyung.

Yu Kyung di meja kasir, saat menerima telepon Jin A.

Yu Kyung : Jemma-ya, kau baik-baik saja?

Jin A : Aku dibebaskan, jadi aku pulang.

Yu Kyung : Itu melegakan. Tunggu sebentar.

Yu Kyung pun pindah ke ruang VIP.

Yu Kyung : Lihat? Untung aku mengirimnya ke Min Daepyeonim, bukan stasiun TV. Itu sebabnya dia mengeluarkanmu.

Jin A : Aku meragukan itu.

Yu Kyung : Aku yakin itu. Itu sebabnya kau dibebaskan.

Jin A : Aku akan meneleponmu kembali, oke?

Jin A lantas menghubungi detektif.

Jin A : Detektif, ini Kim Jemma. Bagaimana aku bisa bebas? Aku ingin alasan yang tepat.

Detektif bilang itu karena mereka tak memiliki bukti kuat untuk menahan Jin A karena sudah lewat 48 jam, ditambah Jin A sakit.

“Dengan kata lain, jika kami menemukan bukti kejahatanmu, kau dapat ditangkap kapan saja.”

“Bagaimana dengan mayat? Kau sudah mengidentifikasinya?”

“Belum.”

Detektif juga bilang nomor telepon yang dipakai untuk mengontak si pemilik pabrik adalah nomor sekali pakai.

Jin A berkeras itu bukan dia.

Detektif : Kami tidak tahu itu. Kau bisa saja menggunakan telepon sekali pakai.

Jin A : Itu bukan aku. Itu adalah Min Hee Kyung. Kau sudah memeriksa teleponnya?

Detektif : Kim Jemma-ssi, kenapa kau begitu keras kepala? Kau mungkin ditangkap karena membuat tuduhan palsu.

Jin A marah, dia bilang dia mengatakan yang sebenarnya.

Detektif : Kau tidak memiliki bukti atau saksi, tapi kami harus percaya padamu?

Jin A : Semua yang aku katakan itu benar. Silakan gunakan pendeteksi kebohongan atau sesuatu untuk mengungkap kebenaran. Aku mohon. Kudengar kau juga bisa menggunakan hipnosis.

Teleponnya diputus.

Jin A nangis. Tak lama kemudian, dia membuka perban di pergelangan tangannya dan melihat luka bakarnya. Dia teringat luka bakar di pergelangan tangan ayahnya.

Jin A pun dendam.

Jin A : Aku tidak akan melupakan bekas luka ini, yang kau berikan padaku. Kau mencoba membunuhku. Aku tidak pernah bisa memaafkanmu. Aku akan membalasmu, pembalasan dendam yang begitu kejam. Aku akan menangkapmu. Aku akan membuatmu membayarnya.

Jin A nangis lagi.

Jin A sudah kembali ke kantor.

Nyampe kantor, dia langsung bertemu Hee Kyung.

Hee Kyung kaget melihat Jin A sudah masuk kantor lagi.

Jin A tersenyum menatap Hee Kyung.

Jin A : Terima kasih untuk hadiahnya.

Hee Kyung : Hadiah?

Jin A : Keranjang buah.

Hee Kyung : Betul sekali. Aku harap buahnya enak.

Jin A : Aku membuang mereka ke tempat sampah. Aku pikir, mereka beracun.

Hee Kyung : Apa yang salah dari buah itu? Aku mengirimimu yang terbaik. Lagi pula, beraninya kau mempermainkanku? Kau menyebut itu bukti rekaman?

Jin A : Kau selalu mendapatkan cuplikannya sebelum yang sebenarnya dirilis. Aku akan mengirimimu yang lebih lengkap nanti.

Hee Kyung : Nanti? Kupikir kau akan mengatakan, kau akan berhenti sekarang.

Jin A : Maaf. Aku tidak tahu siapa yang aku ikuti, tapi aku kotor dan egois. Itu sebabnya aku berencana…

Jin A pun berbisik ke telinga Hee Kyung.

Jin A : … untuk mengambil semua yang kau miliki satu per satu.

Jin A lalu kembali menatap Hee Kyung.

Jin A : Jadi kerahkan yang kau punya untuk melindungi mereka dariku.

Hee Kyung : Jaga perilakumu. Kau mau masuk penjara?

Hee Kyung balas berbisik. Dia bilang, lain kali dia akan membuat Jin A menghilang tanpa jejak.

Hee Kyung : Aku akan membunuhmu.

Jin A tampak terpukul dengan kata-kata Hee Kyung. Hee Kyung lalu beranjak pergi.

Jin A ke ruangannya. Semua mata langsung tertuju padanya.

Semua rekannya mengaku kalau mereka khawatir setelah mendengar Jin A jatuh sakit.

Jin A : Terima kasih. Aku jauh lebih baik.

Hye Bin menatap kesal Jin A. Lalu dia memberi Jin A tugas, untuk memindai berkas yang diberikannya.

Hyun Seok mendekati Hye Bin.

Hyun Seok : Aku akan melakukannya. Aku juga punya sesuatu untuk dipindai.

Hye Bin kekeuh kalau Jin A yang harus melakukannya.

Hyun Seok marah, hentikan! Dia masih sakit.

Hye Bin : Dia datang untuk bekerja. Jika kau tidak akan bekerja, berhenti saja dan tinggal di rumah.

Jin A : Aku akan melakukannya.

Jin A pergi.

Hyun Seok menyusul Jin A. Melihat Hyun Seok pergi, Hye Bin menyusul Hyun Seok.

Hyun Seok : Berikan itu padaku. Aku akan melakukannya. Aku yakin kau kesal, tapi jangan biarkan itu mempengaruhimu.

Jin A memberikan dokumen itu ke Hyun Seok.

Tapi Hye Bin datang dan marah-marah.

Hye Bin : Kim Jemma-ssi! Aku menyuruhmu melakukannya sendiri.

Hyun Seok membela Jin A.

Hyun Seok : Apa bedanya siapa yang melakukannya? Selama itu dilakukan dengan benar.

Hye Bin : Mengapa tidak masalah siapa yang melakukannya? Jemma adalah bawahanku dan kau adalah pengawas.

Hyun Seok : Siapa yang peduli tentang itu di zaman sekarang ini?

Hye Bin dan Hyun Seok berdebat.

Jin A yang malas mendengarnya, beranjak pergi.

Hye Bin : Kenapa kau selalu terlibat dengan Jemma?

Hyun Seok juga balas mengatakan hal yang sama.

Hye Bin tambah kesal.

Hyun Seok : Jangan lakukan ini. Ini kekanak-kanakan.

Hye Bin : Apa yang kekanak-kanakan?

Hyun Seok : Kau cemburu.

Hye Bin : Tidak! Ini tentang pekerjaan.

Hyun Seok mengalah dan menyuruh Jin A melakukannya sendiri tapi mereka kaget melihat Jin A tidak ada.

Seketaris Hyeok Sang masuk dan memberitahu Hyeok Sang bahwa Jin A datang untuk menemui Hyeok Sang.

Hyeok Sang : kim Jemma? Suruh dia masuk.

Jin A masuk.

Hyeok Sang tersenyum menyambut Jin A.

Hyeok Sang : Selamat datang kembali Kim Jemma-ssi. Kudengar kau terluka. Kau baik-baik saja?

Jin A : Iya.

Hyeok Sang : Kau memulai kebakaran?

Jin A : Itu bukan kebakaran besar. Aku pergi menemui seseorang disana dan itu terjadi karena kesalahan.

Hyeok Sang : Kami hampir kehilangan karyawan berbakat. Kasurnya berfungsi dengan sangat baik, jadi aku ingin mengundangmu untuk makan malam. Tapi kudengar kau terjebak dalam kebakaran. Aku khawatir.

Tiba-tiba, Jin A batuk lagi.

Hyeok Sang memberikan tisu ke Jin A tapi batuk Jin A semakin parah.

Hyeok Sang berdiri dan memegangi Jin A.

Hyeok Sang : Kim Jemma-ssi, kau baik-baik saja?

Tepat saat itu, Hee Kyung masuk dan terkejut melihat mereka.

Hyeok Sang langsung melepas pegangannya.

Jin A tersenyum menatap Hee Kyung.

Sontak lah, Hee Kyung terdiam melihat senyum evil Jin A.

Bersambung……

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Replay: The Moment Ep 7
Read More

Replay: The Moment Ep 7

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Replay: The Moment Episode 7, Simaklah recap lengkap langsung di tulisan yang ini. Jikalau Kamu…
Read More

The Penthouse 3 Ep 29

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse Season 3 Episode 29, Jika Kalian ingin tahun daftar spoilernya langsung di tulisan…
Be My Boyfriend Ep 1
Read More

Be My Boyfriend Ep 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Be My Boyfriend Episode 1, Daftar link recap lengkap tersedia di tulisan yang ini. Seorang…