Red Shoes Ep 22 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 22 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.Sebelumnya…

Sebelumnya…

Polisi sudah pergi. Hee Kyung kembali ke ruangannya. Dia habis dari ruangan Hyeok Sang.

Lalu ponselnya berdering, dari private number.

Hee Kyung : Halo?

Terdengar suara Jin A.

Jin A : Kau pasti kesal karena kau gagal membunuhku.

Hee Kyung : Membunuhmu? Kau bahkan tidak boleh bercanda tentang itu.

Jin A : Ini menakutkan. Aku berjanji akan menghapus… topeng memuakkan yang kau kenakan.

Hee Kyung : Apa yang salah denganmu? Apa yang aku lakukan?

Jin A : Jika kau tidak menyembunyikan apa pun, kesini sekarang juga. Jika tidak, aku akan mengirimkan rekaman yang aku miliki ke stasiun TV sekarang.

Hee Kyung : Beraninya kau membuat ancaman konyol seperti itu?

Jin A : Aku akan memutuskan itu konyol atau tidak.

Jin A memutus panggilannya.

Seorang kurir datang, mengantarkan kiriman buah untuk Jin A.

Setelah kurir pergi, Jin A membaca kartu ucapan yang ada di keranjang buah.

Dari Hee Kyung.

Hee Kyung : Semoga cepat sembuh. Aku harap kau akan pulih dengan cepat, Kim Jemma-ssi. Dari Min Hee Kyung..

Jin A pun marah dan melemparkan keranjang buah ke lantai.

Bersamaan dengan itu, Ki Seok masuk dan terkejut melihat apa yang dilakukan Jin A.

Ki Seok membaca memungut kartu ucapan di lantai.

Dia lalu membacanya.

Jin A terduduk lemas di kasur. Dia cerita, kalau buah itu dari Hee Kyung. Hee Kyung mengirimkannya setelah berusaha membunuhnya.

Ki Seok tak percaya, Jemma-ya.

Jin A tanya, apa Ki Seok percaya? Bahwa Hee Kyung mencoba membunuhnya.

Jin A : Aku sudah bilang. Dia menungguku dengan lilin menyala. Itu adalah jebakan.

Tepat saat itu, Tae Gil datang. Dia membawa makanan untuk Jin A tapi gak jadi masuk melihat Jin A dan Ki Seok tengah bicara.

Ki Seok berkata, kalau Jin A mungkin saja keliru.

Mendengar itu, Jin A kecewa.

Jin A : Lihat. Kau tidak percaya. Kau tidak percaya sepatah kata pun yang aku katakan.

Ki Seok : Bukannya aku tidak percaya padamu. Aku hanya tidak bisa mengerti. Mengapa dia melakukan itu padamu? Jika yang kau katakan itu benar, kau pasti tahu kenapa. Katakan padaku mengapa dia melakukan itu. Katakan padaku, Jemma-ya.

Jin A menolak. Dia bilang Ki Seok takkan ngerti.

Ki Seok : Jadi katakan padaku apa yang aku tidak tahu.

Jin A tetap menolak untuk jujur bahwa Hee Kyung adalah ibu kandungnya.

Ki Seok : Jemma-ya.

Tae Gil menutup pintu kamar Jin A lagi.

Dia masih terkejut mendengar Jin A bilang kalau Hee Kyung coba membunuh Jin A.

Tae Gil lalu beranjak pergi.

Tae Gil balik ke rumah. Sampai di rumah, dia meminum air untuk menenangkan dirinya.

Lalu dia mendengar suara Ok Kyung pulang.

Tae Gil pun langsung keluar dari dapur dan membantu Ok Kyung duduk.

Ok Kyung masih berjalan dengan kruk. Kakinya masih digips.

Ok Kyung : Kenapa kau menyuruhku pulang? Tidak bisakah kau mengatakannya melalui telepon?

Tae Gil : Ini mengerikan. Apa yang kita lakukan?

Ok Kyung : Mengapa? Apa itu?

Tae Gil : Min Hee Kyung menyalakan api dan mencoba membunuh Jemma.

Ok Kyung kaget mendengarnya, apa?

Tae Gil bilang dia denger sendiri Jin A mengatakan, bahwa Hee Kyung menyulut kebakaran dan coba membunuhnya.

Tae Gil : Aku pergi untuk membawakan buburnya seperti yang kau suruh dan mendengarnya dengan telingaku sendiri.

Ok Kyung gak nyangka Hee Kyung sejahat itu.

Tae Gil bertanya-tanya apa alasannya. Apa Hee Kyung tahu Jemma itu Jin A.

Ok Kyung : Ya. Dia datang ke toko kami juga.

Tae Gil : Menurut mu apa yang dikatakan Jemma benar? Menurut mu… Min Hee Kyung benar-benar mencoba untuk membunuh Jemma?

Ok Kyung : Siapa yang tahu apa yang dia pikirkan?

Tae Gil : Tidak mungkin. Itu tidak mungkin. Bagaimana dia bisa mencoba membunuh putrinya? Dia harus berlutut dan memohon sampai tangannya menjadi mentah.

Ok Kyung : Itu juga yang kuinginkan, astaga! Ini semua salahmu, brengsek.

Tae Gil : Apa? Apa sekarang?

Ok Kyung : mengatakan mari kita mendapatkan uang dari dia. Nasib buruk ini terjadi karena dirimu! Jika kita mengekspos mereka saat itu dan membuat bajingan itu membayar, ini tidak akan pernah terjadi.

Tae Gil : Lalu apa? Haruskah kita membiarkan Gun Wook mati? Maka Gun Wook tidak akan hidup sekarang. Dia pasti sudah mati! Kita adalah penyelamat anak-anak. Kita membayar untuk pemakaman ayah mereka dan kaumembesarkan Jemma dan Jin Ho.

Ok Kyung : Kau membawa kabur uangnya! Apa yang kau lakukan?

Tae Gil : Apa aku melakukan itu untuk diri sendiri? Itu untuk operasi Gun Wook.

Ok Kyung : Jangan salahkan Gun Wook!

Tae Gil : Pikirkan tentang apa yang kau lakukan, seharusnya untuk Gun Wook.

Ok Kyung : Keluar. Aku tidak tahan melihatmu, jadi keluarlah!

Tae Gil : Bahkan seekor ular pun akan berbalik. Kau selalu memperlakukanku dengan buruk. Aku akan pergi karena tidak tahan denganmu.

Tae Gil ngambek dan masuk ke kamarnya.

Ok Kyung : Itu bukan ular, tapi cacing! Kau pecundang!

Tae Gil membereskan pakaiannya sambil ngedumel.

Tae Gil : Bahkan lagu yang bagus pun mengganggu jika kau terus mendengarnya. Tapi dengarkan dia. Dia terus menyalahkanku. Bagus. Itu semua salah ku. Ini benar-benar salahku! Ini sangat mengganggu. Sialan.

Tae Gil lantas pergi.

Hee Kyung dan Hyeok Sang minum wine di kamar. Hyeok Sang melihat Hee Kyung sedang bahagia.

Hee Kyung bilang Hyeok Sang tak bisa menyuruhnya pergi karena masalah Anggota Dewan Son sudah selesai.

Hyeok Sang tertawa, lalu mereka bersulang.

Hyeok Sang lantas bertanya kemana Hee Kyung pergi dua jam lalu.

Hyeok Sang bilang Hee Kyung terlihat sangat lelah.

Hee Kyung menatap Hyeok Sang dan berkata dalam hatinya, sejak kapan Hyeok Sang peduli padanya.

Hyeok Sang : Pakaianmu juga berantakan. Jika kau merasa bersalah tentang sesuatu, hal yang bijak untuk dilakukan adalah menyingkirkannya.

Hee Kyung : Apa maksudmu?

Hyeok Sang : Maksudku pakaianmu berantakan.

Mereka bersulang lagi. Setelah itu, Hee Kyung beranjak keluar.

Hyeok Sang pun menatap tajam kepergian Hee Kyung. Dia tahu Hee Kyung melakukan sesuatu yang buruk.

Hee Kyung mencari pakaiannya yang dipakainya malam itu di tempat pakaian kotor, tapi tidak ada.

Pembantu turun dari tangga membawa vacum cleaner.

Hee Kyung tanya, apa pembantu membawa pakaiannya ke laundry.

“Tidak.”

“Apa kau melihatnya? Ini jaket putih dengan lengan lonceng.”

“Aku tidak melihatnya.”

Hee Kyung marah, apa kau melakukan pekerjaanmu dengan baik? Aku memasukkannya ke dalam keranjang, bagaimana mungkin kau tidak melihatnya?”

“Maafkan aku. Aku akan mencarinya.”

Pembantu pergi.

Hyeok Sang keluar dan menatap Hee Kyung.

Hee Kyung salah tingkah melihat Hyeok Sang.

Jin A sudah boleh pulang. Dia sedang menunggu Ki Seok. Tapi dua polisi datang dan menangkapnya dengan tuduhan pembakaran pabrik dan meninggalkan mayat di sana.

Mereka mau memborgol kedua tangan Jin A tapi melihat tangan kiri Jin A diperban, akhirnya polisi memborgol tangan Jin A ke tangannya.

Jin A marah. Dia tanya apa kesalahan yang dia perbuat.

Ki Seok datang. Polisi melarang Ki Seok mendekati Jin A.

Polisi bilang mereka menangkap Jin A karena Jin A membakar pabrik dan meninggalkan mayat di sana.

Ki Seok terkejut, meninggalkan mayat?

Ki Seok bilang ada kesalahpahaman.

Polisi bilang mereka akan mencari tahu jika mereka menyelidiki dan Jin A akan bebas setelah 48 jam jika terbukti tak bersalah.

Ki Seok menatap Jin A, Jemma-ya.

Jin A : Tidak apa-apa karena aku tidak melakukan kesalahan. Jangan beritahu siapa pun. Mereka hanya akan khawatir.

Jin A dibawa ke ruang interogasi. Borgolnya dilepas dan dia disuruh duduk.

“Anda berada di gudang di Nakhari ketika kebakaran terjadi, benar?”

“Iya.”

“Apakah semua yang anda katakan sebelumnya benar? Apakah anda ingin mengubah sesuatu?”

“Aku sudah bilang. Min Hee Kyung menyalakan api. Itu bukan aku.”

“Sesosok mayat ditemukan di sana, terbakar.”

Jin A kaget, pasti ada kesalahan. Tidak ada orang di sana ketika aku tiba.

“Ditemukan saat memadamkan api, jadi sedang diperiksa. Itu sebabnya anda ditangkap.”

“Jangan bilang padaku… Jangan bilang kau mencurigaiku. Kau mau bilang aku membunuh orang?”

“Anda adalah satu-satunya orang disana. Itu tidak benar.”

“Itu tidak benar. Aku tidak melakukan apa-apa. Aku pergi ke sana karena Min Hee Kyung mengatakan untuk menemuinya di sana.”

“Bisakah anda membuktikan itu? Tidak, kau tidak bisa.”

“Dia tiba-tiba menelepon. Kau bisa memeriksa teleponku.”

Polisi bilang, Jin A dihubungi private number.

Jin A : Aku menjawabnya tanpa berpikir, dan itu adalah Direktur Min. Dia bilang dia perlu bicara denganku dan memintaku untuk menemuinya di sana.”Pada saat aku tiba disana, dia sudah disana. Aku benar-benar tidak tahu apa-apa.”

Polisi mulai marah, Kim Jemma. Ini adalah kesempatan terakhir anda. Akui saja.

“Ini adalah kebenarannya. Tolong percaya padaku.”

“Kau bilang Min Hee Kyung mencoba untuk membunuhmu. Mengapa itu? Apa yang terjadi di antara kalian berdua sehingga dia mencoba membunuhmu?”

Jin A terdiam.

“Kenapa kau tidak memberitahu kami bahwa dia ibumu? Berapa lama anda berpikir anda bisa menyimpannya dari kami?”

Sontak Jin A kaget.

Hee Kyung juga diinterogasi di ruangan interogasi lain.

Hee Kyung memasang wajah sedih dan bilang tidak ada ibu yang akan membunuh putrinya.

“Begitulah cinta ibu. Kau tidak setuju?”

Hee Kyung juga bilang dia salah karena meninggalkan putrinya saat masih kecil.

Sementara itu, Jin A dituduh ingin membunuh Hee Kyung.

“Anda dipenuhi dengan kemarahan dan keinginan untuk membalas dendam pada ibumu. Itu sebabnya kau menyalakan api itu. Anda membunuh seseorang dalam proses itu!”

“Tidak! Anda salah! Min Hee Kyung adalah orangnya yang mencoba membunuhku. Dia memanggilku ke sana untuk menjebakku!”

Hee Kyung pura-pura nangis. Dia bilang saat dia bertemu Jin A lagi, Jin A sudah jatuh ke jalan yang salah.

“Aku memberinya pekerjaan untuk membuatnya menjadi pribadi yang lebih baik, tapi setiap kali dia membuka mulutnya, dia berbohong. Dia sudah melanggar hukum.”

Polisi terus menuduh Jin A berusaha membunuh Hee Kyung. Dia bilang, tak ada ibu yang akan membunuh anaknya.

“Terutama seseorang terkenal seperti dia!”

Hee Kyung : Aku yakin dia membenciku. Dia mungkin menyalahkanku untuk semuanya.

Jin A akhirnya dijebloskan ke sel.

Sebelum masuk sel, semua barang-barangnya disita.

Terakhir, dia merogoh sakunya dan terkejut. Dia mengeluarkan bros Hee Kyung dari sana, lalu memasukkannya ke dalam kantong kertas yang sudah disediakan.

Di ruangannya, Ki Seok bicara dengan Hyun Seok.

Hyun Seok : Apa maksudmu, pembunuhan?

Ki Seok : Mereka menemukan mayat di dalam api. Mereka mencurigai Jemma sejak dia ada di sana.

Hyun Seok : Tetap. Bagaimana mereka bisa menangkapnya tanpa bukti?

Ki Seok : Karena tidak ada bukti bahwa dia tidak melakukannya.

Hyun Seok : Itu tidak masuk akal. Ayo cari pengacara.

Ki Seok : Mereka akan membebaskannya setelah 48 jam jika mereka tidak menemukan bukti.

Hyun Seok : Kita tidak bisa meninggalkannya begitu saja. Aku menolak. Aku akan mencari pengacara sekarang.

Ki Seok : Jangan lakukan apapun. Kemudian keluarga akan mengetahuinya. Jemma tidak menginginkan itu.

Hyun Seok : Bagaimana dengan mayat? Apakah mereka mengidentifikasinya?

Ki Seok : Mereka akan segera memeriksanya. Tenang.

Ki Seok lantas cerita kalau Jin A bilang dia pergi karena Hee Kyung memanggilnya ke sana.

Ki Seok : Jika itu benar, mengapa Min Hee Kyung memanggilnya ke sana?

Hyun Seok kaget mendengarnya, apa?

Nyonya Choi berteriak memanggil Bibi Ma.

Tak lama, Bibi Ma datang.

Nyonya Choi : Kau sudah dengar kabar dari Ki Seok atau Jemma?

Bibi Ma : Tidak.

Tak lama, Ki Seok pulang. Nyonya Choi langsung nanyain Jin A.

Ki Seok : Dia sedang tidak enak badan, jadi dia merindukan ibunya. Dia bilang dia akan tinggal bersamanya untuk beberapa hari. Aku pikir itu yang terbaik, jadi aku menyuruhnya melakukan itu.

Nyonya Choi : Oke. Tidak ada yang mengalahkan kebersamaan dengan ibumu saat kau sakit.

Ki Seok lalu bilang dia akan mandi dan beranjak ke atas, tapi Ki Seok ke kamar Jin A.

Dia menggeledah kamar Jin A dan menemukan kalung sepatu Jin Ho.

Tak hanya itu, dia juga menemukan foto keluarga asli Jin A dan kalung sepatu Jin A.

Sontak lah Ki Seok bingung melihat ada Hee Kyung di foto itu.

Jin A tambah dendam dengan Hee Kyung.

Jin A : Dia menjebakku. Dia mencoba membunuhku menjebakku. Bagaimana seseorang bisa begitu jahat? Aku tidak akan memaafkanmu. Aku tidak akan pernah memaafkanmu.

Bersambung ke part 2…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Revolutionary Sister Ep 2
Read More

Revolutionary Sister Ep 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Revolutionary Sister Episode 2, Lihat daftarnnya di tulisan yang ini. Untum mencari dan baca Episode…
Mine Ep 8 Part 3
Read More

Mine Ep 8 Part 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Mine Episode 8 Part 3, Nih gaes untuk daftar lengkap cerita recapnya ada di tulisan…