Red Shoes Ep 20 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 20 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.Sebelumnya…

Hyeok Sang dan Hee Kyung mendatangi Soo Yeon yang sedang perawatan kuku.

Hee Kyung : Apa yang kau lakukan?

Soo Yeon : Aku pikir itu mungkin bagus untuk menawarkan ini kepada orang tua juga, jadi aku mengetesnya.

Hyeok Sang dan Hee Kyung tersenyum mendengarnya.

Soo Yeon lalu dipanggil dan dia pun bergegas pergi.

Setelah Soo Yeon pergi, Hee Kyung duduk di kursi yang tadi diduduki Soo Yeon.

Hee Kyung bilang kalau dia berharap dia bisa melupakan semuanya dan beristirahat di tempat seperti itu untuk sebulan.

Hyeok Sang : Apa itu yang kau inginkan? Sepertinya kau sangat lelah akhir-akhir ini. Bahkan jika tidak di sini, kau harus pergi ke AS, Eropa, atau mungkin di suatu tempat yang dekat, seperti Jepang dan tenangkan pikiranmu.

Hee Kyung : Kau bodoh. Aku memiliki begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Hyeok Sang : Istirahat lah. Jangan menentangku untuk hal ini. Semua orang yang dekat dengan Anggota Dewan Son diselidiki. Keberadaanmu di sini tidak akan membantu.

Hee Kyung terlihat kesal.

Hyeok Sang : Mengapa? Apakah kau tidak ingin pergi?

Hee Kyung : Bagaimana dengan Lora?

Hyeok Sang : Berhentilah berpikir itu tidak bisa beroperasi tanpamu. Itu akan tetap berjalan tanpamu.

Hee Kyung : Apa kau ingin membawa Ju Hyung kembali selama aku pergi?

Hyeok Sang : Apakah itu buruk?

Hee Kyung : Yeobo!

Hyeok Sang : Tidakkah kau tahu mengapa aku mengatakan ini? Jika Anggota Dewan Son berbicara, kau dan aku akan berada dalam bahaya. Jika anda ingin Lora selamat, mundur sekarang juga.

Hee Kyung : Tidak akan. Aku menolak.

Hyeok Sang : Yeobo!

Lalu ponsel Hee Kyung berdering.

Hee Kyung pun tegang karena dia tak mengenal nomor si penelpon. Dia takut itu dari kejaksaan.

Hee Kyung tetap menjawab, halo?

“Apa ini Direktur Min Hee Kyung? Ini dar Studio MBS.

Mendengar itu dari MBS, Hee Kyung langsung tersenyum lega.

“Ya, aku Min Hee Kyung.”

Tapi senyumnya langsung hilang saat si penelpon bilang mereka sedang syuting program tentang Anggota Dewan Son dan ingin tanya-tanya ke Hee Kyung.

Sontak Hee Kyung langsung mutusin panggilan dari MBS.

Hyeok Sang menatap Hee Kyung.

Sementara Ki Seok dan Jin A duduk di tengah lapangan tennis.

Mereka baru selesai main tennis dan sedang istirahat.

Ki Seok : Kau tampak lebih baik.

Jin A : Benarkah?

Lalu Jin A tersenyum.

Ki Seok pun bilang dia senang melihat senyum Jin A.

Jin A membalas. Dia bilang saat bersama Ki Seok, dia menjadi bahagia.

Hyun Seok : Kau tampak gelisah dan mudah tersinggung akhir-akhir ini. Senang melihatmu tersenyum. Tersenyumlah seperti ini setiap hari mulai sekarang.

Jin A mengangguk.

Hyun Seok : Oke. Apa yang harus kita makan sekarang?

Tapi ponsel Ki Seok tiba-tiba berdering.

Ki Seok menjawab, halo?

Terdengar suara wanita, Profesor Yoon Ki Seok?

Ki Seok : Siapa ini?

“Itu terlalu cepat. Aku tahu kita sudah bercerai, tapi apakah kau sudah melupakan suaraku?”

Sontak lah, Ki Seok terkejut dan langsung mutusin panggilan dari mantan istrinya.

Ki Seok terdiam.

Jin A menatap Ki Seok. Dia tanya ada apa.

Ki Seok bilang bukan apa-apa dan mengajak Jin A pergi.

Jin A dan Ki Seok menikmati jajanan pinggir jalan.

Setelah itu, mereka berjalan-jalan menyusuri jalanan dan melihat-lihat syal yang dijajakan di pinggir jalan.

Jin A mengambil satu, berapa harganya?

Si penjual bilang 10 dollar.

Jin A : Aku akan mengambilnya.

Jin A mau mengambil dompetnya. Tapi Ki Seok bilang biar dia yang bayar.

Lantas, Jin A mengambil satu syal lagi.

Lalu Ki Seok memakaikan syalnya ke leher Jin A.

Jin A pun tampak bahagia saat Ki Seok memakaikan syal itu ke lehernya.

Hyun Seok dan Hye Bin di Yangsan.

Hyun Seok terkejut mendengar Yu Kyung bilang kalau Ki Seok pergi main tennis.

Hyun Seok : Sejak kapan kakakku bermain tenis? Dia kutu buku malas yang membenci olahraga.

Yu Kyung : Apa maksudmu? Dia petinju yang baik dan atletis.

Hyun Seok : Benar. Dia memang memukul dengan keras.

Hyun Seok lalu tanya, apa Ki Seok pergi sendiri.

Yu Kyung : Bagaimana menurutmu? Aku yakin dia memiliki pasangan yang hebat dengannya.

Yu Kyung lantas melirik Hye Bin dan beranjak pergi.

Hye Bin speechlees, apa? Kim Jemma lagi? Dia benar-benar tergila-gila. Aku tidak tahan. Mengapa Kim Jemma dari semua orang?

Mendengar itu, Hyun Seok sewot, ada masalah dengan Kim Jemma? Kakakku menyukainya. Siapa dirimu berhak mengeluh?

Hye Bin bilang dia punya hak untuk mengeluh.

Hye Bin : Jika mereka berakhir bersama, dia dan aku akan menjadi saudara ipar. Astaga. Tapi bukankah nenekmu mengadopsinya? Itu berarti dia bibinya. Ya ampun. Keluarga macam apa itu?

Hyun Seok : Hei, kau! Adopsi sudah dibatalkan. Mereka tidak berhubungan.

Hye Bin : Apa? Dibatalkan? Kenapa?

Hyun Seok : Apa manfaatnya untukmu?

Hyun Seok mulai makan.

Hye Bin : Apa kau kesal karena aku menjelek-jelekkan Kim Jemma?

Hyun Seok pun meminta Hye Bin berhenti membahas Jin A.

Hye Bin yang kesal berdiri. Dia mengancam mau pergi.

Hyun Seok cuek dan lanjut makan.

Hye Bin terus mengancam. Tapi baru beberapa langkah, dia berbalik menatap Hyun Seok.

Dia marah karena Hyun Seok gak menghentikannya pergi. Hyun Seok tetap cuek dan terus makan.

Hye Bin pun kesal dan beneran pergi.

Di mobil, Jin A bilang ke Ki Seok kalau dia bertanya-tanya apa status hubungan mereka.

Apa mereka pacaran? Apa Ki Seok menyukainya?

Ki Seok : Jemma-ya.

Jin A : Ini agak memalukan, tapi aku bertanya-tanya beberapa kali sehari, apa aku berarti untukmu? Apakah kau mencintaiku atau apakah kau hanya main-main denganku? Atau aku hanya seseorang yang kau kenal? Seseorang yang tidak berarti apa-apa?

Ki Seok : Aku tahu apa yang ingin kau dengar. Tetapi, aku tidak bisa sekarang. Maafkan aku. Bisakah kau memberikanku sedikit waktu?

Jin A kecewa mendengarnya.

Soo Yeon keluar dari kamarnya dan mendapati Hee Kyung minum wine sendiri.

Hee Kyung bilang dia senang Soo Yeon datang. Dia bilang dia kesepian minum sendiri dan mengajak Soo Yeon minum.

Soo Yeon dengan senang hati menerimanya.

Mereka bersulang.

Soo Yeon lalu melihat sebuah buku di depan Hee Kyung.

Dia mengambilnya dan melihat-lihat isinya.

Soo Yeon : Apa ini? Kau berniat melakukan perjalanan?

Hee Kyung bilang dia gak mau pergi tapi Hyeok Sang menyuruhnya pergi.

Soo Yeon mendukung Hyeok Sang. Dia bilang gak akan buruk mengambil cuti.

Hee Kyung pun tanya, apa Soo Yeon juga di pihak Ju Hyung.

Hee Kyung : Itukah sebabnya kau ingin aku pergi?

Soo Yeon pun bingung, eonni.

Hee Kyung : Tidak. Aku tidak akan pergi. Sama sekali tidak. Aku Lora. Kemana aku akan pergi?

Soo Yeon : Sepertinya kau mabuk. Sebaiknya kau berhenti.

Hee Kyung : Komo, apa kau ingat hari pertama aku datang ke sini? Penghinaan dan penghinaan yang aku alami. Itu menghancurkanku dalam-dalam. Aku merasa sangat tidak berharga. Sampai hari ibu meninggal, namaku adalah penyihir jahat. “Penyihir jahat itu.” Aku ingin menyerah dan pergi, tapi aku bertahan karena satu alasan. Apakah kau tahu apa itu? Perusahaanku. Merekku. Namaku. Lora. CEO wanita dari sebuah perusahaan sepatu. Min Hee Kyung. Aku membangun Lora. Ini anakku, tapi aku tidak pernah meninggalkannya, tapi dia menginginkanku untuk meninggalkan negara? Itu tidak masuk akal.

Soo Yeon : Aku yakin dia mengatakan itu karena segala sesuatunya sulit bagimu…

Hee Kyung : Tidak, bukan karena itu. Aku tahu apa yang dia pikirkan. Dia ingin membawa putra mantan istrinya dan memberinya perusahaanku. Tidak pernah. Aku menolak. Lora adalah milikku. Itu tidak bisa bertahan tanpa aku. Ini membutuhkanku.

Hee Kyung nangis.

Lalu Hyeok Sang datang dan tanya apa yang terjadi.

Soo Yeon bilang Hee Kyung mabuk.

Hyeok Sang lantas membawa Hee Kyung ke kamar.

Dia mendudukkan Hee Kyung di kasur tapi Hee Kyung tiba-tiba merangkulnya.

Hee Kyung bilang dia mencintai Hyeok Sang lebih dari hidupnya sendiri tapi Hyeok Sang mencampakkannya dan mengkhianatinya.

Hyeok Sang : Itu semua di masa lalu. Aku bersamamu sekarang.

Hee Kyung : Ini semua salahmu. Aku meninggalkan anak-anakku karenamu. Kau membunuh suamiku. Ini semua salahmu! Semua itu!

Hyeok Sang : Apa yang salah denganmu? Kau mabuk. Ini tidak pantas.

Hee Kyung : Tidak pantas? Aku tidak pantas? Min Hee Kyung tidak pantas?

Hyeok Sang : Siapa yang membuat Lora, yang sangat kau cintai sampai hari ini? Itu bukan kau, itu aku. Aku membangunnya untukmu.

Hee Kyung : Haruskah aku berlutut? Haruskah aku berterima kasih dan mencium kakimu?

Hyeok Sang menyuruh Hee Kyung tidur dan berdiri.

Dia mau pergi tapi Hee Kyung memeluknya dari belakang.

Hee Kyung bilang cuma Hyeok Sang yang dia punya. Dan dia meminta Hyeok Sang untuk tidak membuangnya.

Hee Kyung : Aku takut. Tolong.

Hyeok Sang berbalik. Dan Hee Kyung terus memeluk Hyeok Sang.

Hyeok Sang lantas melepaskan pelukan Hee Kyung dan mendudukkan Hee Kyung di kasur.

Tapi Hee Kyung terus dan terus memeluknya.

Jin A memakaikan syal yang dibelikan Ki Seok tadi ke Nyonya Choi.

Jin A : Ya ampun. Kau terlihat sangat cantik.

Nyonya Choi : Aku?

Jin A : Aku akan membelikanmu yang lebih bagus saat aku menerima gajiku.

Nyonya Choi : Terima kasih. Aku akan memakainya dengan baik.

Jin A lalu pamit. Dia mau keluar tapi Nyonya Choi memanggilnya.

Jin A berbalik, ya?

Nyonya Choi : Tidak. Lupakan. Pergi ke tempat tidur.

Setelah Jin A keluar, Nyonya Choi melepas syal itu dan memikirkan hubungan Jin A dan Ki Seok.

Lalu Nyonya Choi berkata, tidak mungkin mereka punya hubungan.

Baru masuk kamar, ponsel Jin A berdering. Pesan dari Ki Seok.

Ki Seok : Kau memberi nenek syal? Apa rencanamu besok? Ayo main tenis lagi.

Jin A tak membalas dan baringan di kasur.

Dia memikirkan jawaban Ki Seok tadi.

Ki Seok : Aku tahu apa yang ingin kau dengar. Tetapi aku tidak bisa sekarang. Maafkan aku. Bisakah kau memberiku lebih banyak waktu?

Jin A kecewa.

Gun Wook heran kenapa Yu Kyung menyuruhnya ke Yangsan.

Dan Yu Kyung pun memberikan Gun Wook hadiah.

Gun Wook : Apa ini?

Yu Kyung menyuruh Gun Wook membuka hadiahnya.

Hadiahnya jam tangan.

Gun Wook kaget, Yu Kyung-ah.

Yu Kyung bilang, itu adalah hari ke-8.030 sejak mereka bertemu. Dan dia memberikan hadiah jam tangan itu sebagai hadiah anniversary mereka.

Yu Kyung : Aku menyukaimu sejak hari pertama Aku melihatmu saat aku berumur delapan tahun.

Yu Kyung lalu bertanya, kalau dia mendengar Gun Wook membuka rekening tabungan untuk membelikannya hadiah.

Gun Wook pun agak kaget mendengar pertanyaan Yu Kyung itu. Tapi kemudian dia mengiyakannya.

Yu Kyung tanya, kapan dia akan menerima hadiahnya. Dia pengen segera dapat hadiah itu.

Gun Wook : Tentu, akan kuberikan segera karena kau telah memberiku hadiah bagus.

Yu Kyung senang mendengarnya.

Di rumah, Sun Hee lagi olahraga disaksikan Tae Gil dan Ok Kyung.

Ok Kyung heran dan berkata, kenapa Sun Hee buang-buang energi dengan melakukan itu.

Tae Gil membela Sun Hee. Dia bilang Sun Hee melakukannya dengan baik.

Sun Hee : Ok Kyung, kau juga harus lakukan. Lenturkan perut bagian bawah anda seperti ini.

Tae Gil memuji Sun Hee.

Tae Gil : Apa kau selalu secantik ini?

Sun Hee senang mendengarnya dan membalas dengan bertanya, apa Tae Gil selalu setampan ini.

Mereka lalu tertawa.

Dan Gun Wook pulang.

Ok Kyung : Kau akhirnya pulang. Kau pasti lelah.

Gun Wook melihat kalung mutiara di leher Sun Hee.

Gun Wook : Bibi. Sungguh kalung mutiara yang cantik.

Sun Hee : Ini? Ini tidak cantik. Aku menemukannya di lantai.

Pas Ok Kyung dan Sun Hee udah tidur, Gun Wook diam-diam masuk ke kamar Ok Kyung dan mengambil kalung itu.

Pas dia udah berhasil ngambil kalungnya, tiba-tiba aja Sun Hee bersuara.

Sun Hee : Jangan sentuh itu, brengsek! Kau mau mati!

Gun Wook langsung lari keluar.

Ternyata Sun Hee hanya mengigau.

Besoknya, Gun Wook ngasih hadiah ke Yu Kyung.

Setelah ngasih hadiah, dia pun pamit dan bilang harus bekerja.

Tapi sebelum pergi, dia melarang Yu Kyung mengatakan apapun tentang hadiah itu pada ibu dan bibinya.

Yu Kyung membuka hadiahnya. Dia terkejut, kalung mutiara.

Yu Kyung lantas memamerkan kalung mutiaranya ke teman-temannya.

Teman-temannya iri.

Yu Kyung langsung memakainya.

Jin A di ruangan Hyeok Sang.

Hyeok Sang melihat laporan tentang produk baru mereka, yaitu kasur yang baru mereka luncurkan.

Hyeok Sang memuji kerja keras Jin A. Dia bilang, Jin A sudah bekerja dengan baik.

Lalu Hyeok Sang meminta Jin A pindah bekerja ke perusahaannya.

Hee Kyung bilang dia akan memikirkannya.

Hyeok Sang berdiri dan menjabat tangan Jin A.

Sekali lagi dia mengatakan kerja Jin A bagus.

Lalu Jin A pamit dan beranjak ke pintu.

Bersamaan dengan itu, Hee Kyung masuk. Dia terkejut melihat Jin A disana.

Jin A tersenyum jahil.

Hee Kyung makin panas.

Jin A lalu keluar.

Hee Kyung menghampiri Hyeok sang.

Hyeok Sang : Kau minum berlebihan tadi malam.

Hee Kyung : Aku minta maaf.

Hyeok Sang : Apa kau sudah memutuskan?

Hee Kyung : Apa?

Hyeok Sang : Aku sudah bilang, perusahaan kita dan aku berada dalam bahaya.

Hee Kyung : Kata siapa? Apa Kim Jemma? Jangan percaya padanya.

Hyeok Sang jelas heran Hee Kyung membawa-bawa Jin A.

Hyeok Sang : Apa yang kau bicarakan? Anggota Dewan Son Young Ho…

Tapi ponsel Hyeok Sang tiba-tiba berbunyi.

Hyeok Sang menjawabnya, ya, Presdir Jung.

Hee Kyung yang kesal, beranjak pergi.

Baru keluar, dia bertemu Jin A di koridor. Kayaknya sih Jin A memang sengaja menunggu Hee Kyung.

Hee Kyung : Kenapa kau disini? Apa yang kau katakan pada pimpinan?

Jin A : Aku merasa kasihan pada pimpinan. Mimpinya adalah masuk ke gedung putih tapi Anggota Dewan Son dan Direktur Min Hee Kyung bersekongkol dan menikamnya.

Hee Kyung : Kau….! Apa yang kau inginkan? Katakan padaku. Apa yang kau mau? Apa yang harus kulakukan?

Jin A : Adikku. Bawa dia kembali. Bisakah kau melakukan itu?

Hee Kyung kaget mendengar permintaan Jin A.

Jin A : Tidak, kau tidak bisa.

Jin A beranjak pergi, ke ruangan Hyeok Sang lagi.

Di Yangsan, Tae Gil dan para staf lagi makan siang.

Tae Gil menatap curiga kalung yang Yu Kyung pakai.

Tae Gil : Dari mana kau mendapatkan kalung itu?

Rekan mereka bilang, kalau itu dikasih sama pacarnya Yu Kyung untuk merayakan hari jadi mereka.

Tae Gil merasa familiran sama kalungnya.

Rekan mereka bilang semua mutiara memiliki desain dan warna serupa.

Di toko, Sun Hee nyariin kalungnya tapi gak ketemu.

Sun Hee lalu bicara pada Ok Kyung.

Sun Hee : Ini sangat aneh. Kemana perginya kalung mutiaraku?

Ok Kyung : Aku yakin itu ada di suatu tempat.

Sun Hee : Aku tidak dapat menemukannya di mana pun. Aku mencari disini kalau-kalau aku menjatuhkannya di sini.

Tak lama kemudian, Yu Kyung datang bawain buah.

Ok Kyung : Bukankah kau harus berada di restoran?

Yu Kyung : Aku sedang istirahat, Ibu. Aku membawakanmu melon.

Ok Kyung : Terima kasih.

Sun Hee lalu melihat kalung Yu Kyung.

Sun Hee : Hai. Dari mana kau mendapatkan kalung itu?

Yu Kyung : Aku mendapatkannya sebagai hadiah.

Tapi kemudian Yu Kyung ingat Gun Wook melarangnya mengatakan pada Ok Kyung dan Sun Hee darimana dia mendapat kalung itu.

Sun Hee : Hadiah? Dari siapa?

Yu Kyung : Seorang teman.

Tak mau ditanyai, Yu Kyung kabur.

Sun Hee yakin itu kalungnya. Lalu dia curiga Gun Wook mencurinya.

Ok Kyung membela Gun Wook.

Ok Kyung : Dia tidak mencuri apapun. Jangan menuduh anakku yang berharga mencuri.

Bersambung ke part 2….

10 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Hello, Me! Ep 15 Part 1
Read More

Hello, Me! Ep 15 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hello, Me! Episode 15 Part 1, Simak yuk gaes recap lengkapnya ada lho di tulisan…
The Penthouse 2 Ep 17
Read More

The Penthouse 2 Ep 17

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse 2 Episode 17, Simak untuk melihat full recap linknya tepat di tulisan yang…
Revolutionary Sister Ep 7
Read More

Revolutionary Sister Ep 7

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Revolutionary Sister Episode 7, Lihatlah daftar selengkapnya ada di tulisan yang ini gaes! Selain itu…