Red Shoes Ep 19 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 19 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.Sebelumnya…

Sebelumnya…

Baru sampai Lora, Hee Kyung dapat kejutan dari para staf nya.

Dia diberi ucapan selamat karena terpilih sebagai pengusaha tahun ini.

Hee Kyung senang.

Tapi saat menunggu lift terbuka, Hee Kyung melihat Pak Kim.

Dia pun terkejut. Pak Kim menatapnya dengan tatapan sedih.

Pak Kim kemudian pergi. Hee Kyung mengikuti Pak Kim, tapi tak bisa menemukan Pak Kim.

Tapi, saat dia berbalik, dia sontak kaget melihat Pak Kim.

Namun, itu hanya halusinasi Hee Kyung saja.

Karena yang ada di depannya adalah Hyeok Sang, bukan Pak Kim.

Hyeok Sang pun heran, yeobo, apa yang salah? Kenapa kau begitu gelisah?

Hee Kyung : Apakah kau melihat seseorang disini?

Hyeok Sang : Tidak, tidak ada.

Hyeok Sang lalu berkata, Hee Kyung bertingkah aneh belakangan ini.

Hyeok Sang : Kau terlihat pucat seolah-olah kau sedang sakit. Kau bahkan berkeringat.

Hyeok Sang mengeluarkan saputangannya, mau mengusap keringat Hee Kyung.

Hee Kyung bilang itu karena dia kurang tidur.

Hee Kyung lantas pergi.

Hyeok Sang menatap kepergian Hee Kyung dengan tatapan heran.

Hee Kyung balik ke ruangannya dan memikirkan Pak Kim yang tadi dilihatnya di lobi.

Hee Kyung lalu bicara sendiri. Dia meyakinkan dirinya kalau Pak Kim sudah meninggal.

Hee Kyung : Min Hee Kyung, sadarlah.

Lalu ponselnya berdering. Hee Kyung tak kenal nomor si penelpon.

Hee Kyung menjawabnya dengan wajah tegang, halo?

Hye Bin : Eomma, ini aku.

Mendengar suara Hye Bin, dia pun lega.

Hee Kyung : Nomor siapa ini?

Hye Bin bilang ponselnya mati jadi dia meminjam ponsel temannya.

Hee Kyung : Kenapa kau menelpon?

Hye Bin : Ibu, kau sudah melihat berita?

Hee Kyung : Berita?

Di ruangannya, Hyeok Sang sedang menonton berita tentang Anggota Dewan Son melalui laptopnya.

Anggota Dewan Son ditangkap karena tuduhan suap.

Disebutkan, dia menerima suap untuk mempengaruhi pemilihan calon Anggota Dewan Partai Daehan.

Anggota Dewan Son membantah. Dia mengaku dijebak oleh seseorang yang ingin menjatuhkan partainya.

Tak lama, Hee Kyung datang.

Hyeok Sang tanya, apa Hee Kyung baik-baik saja.

Hee Kyung mengangguk.

Hee Kyung lalu kembali ke ruangannya. Tapi kemudian dia melihat ponselnya dan mendengarkan rekaman suara.

Hee Kyung : Aku punya banyak uang untuk calon berikutnya.Ini agak memalukanuntuk mengatakan ini sendiri, tapi aku berasumsi kau tahu bahwa aku memiliki dana gelap yang cukup besar, Anggota Dewan Son.

Anggota Dewan Son : Kau sangat murah hati, Min Daepyo.

Jin A melamun, sambil menunggu hasil fotocopy-an nya kelar.

Tiba-tiba, seseorang menempelkan minuman dingin ke wajahnya.

Jin A kaget dan menoleh ke orang itu, dia Hyun Seok.

Jin A : Itu dingin.

Hyun Seok : Kenapa kau melamun? Kau punya masalah?

Jin A tak menjawab karena ponselnya tiba-tiba berdering.

Jin A : Ya, Yu Kyung-ah.

Jin A ke Yangsan, menemui Yu Kyung.

Yu Kyung : Kau sudah menonton berita, kan? Apa kau yang melaporkannya?

Jin A : Kau pikir aku yang melakukannya?

Yu Kyung : Katakan padaku.

Jin A : Tidak, itu tidak ada hubungannya denganku.

Yu Kyung lega mendengarnya, aku sangat terkejut karena aku pikir itu kau. Aku takut bahwa polisi akan menelpon.

Jin A : Apa yang kau takutkan? Semua itu benar. Mereka memberi dan menerima suap dan melakukan apa yang mereka inginkan. Aku mendengar orang-orang yang berkuasa tidak terseret ke bawah. Mereka jatuh sendiri.

Tak lama, Yu Kyung dipanggil anak buahnya.

Anak buahnya bilang dia punya tamu.

Yu Kyung langsung keluar.

Yu Kyung menghampiri Hyun Seok dan Hye Bin yang mau makan.

Mereka lah tamunya.

Lalu Jin A keluar. Hyun Seok kaget lihat ada Jin A.

Hyun Seok : Kau menghilang tanpa jejak untuk datang ke sini? Kau disini untuk Ki Seok? Kau bisa melihatnya di rumah. Apa kau sangat merindukannya?

Hye Bin : Betulkah? Aku tidak tahu mereka begitu saling mencintai.

Jin A : Jangan khawatir tentang kami. Pikirkan saja dirimu sendiri.

Hyun Seok : Apa dia keluar?

Yu Kyung : Dia bilang dia akan sedikit terlambat karena dia harus melakukan sesuatu.

Jin A lantas bilang kalau dia akan pergi.

Yu Kyung melarang Jin A pergi. Dia memaksa Jin A makan malam bersamanya, Gun Wook dan Ok Kyung.

Yu Kyung : Kau belum menemui ibumu untuk beberapa saat.

Jin A : Maaf, tapi aku lelah. Aku punya pekerjaan besok. Aku akan pergi dulu.

Jin A pun beranjak pergi.

Jin A yang berjalan sendirian, merasa diikuti seseorang.

Saat dia menoleh, pria serba hitam yang memang mengikutinya, langsung pura-pura berdiri menghadap ke jalan.

Jin A melanjutkan jalannya, dengan wajah tegang. Dia tahu pria itu mengikutinya.

Dan, Jin A pun lari.

Pria itu ikut lari mengejarnya. Dia bahkan ambil jalan pintas.

Jin A berhenti berlari. Pria itu sudah tak mengikutinya.

Napas Jin A memburu karena capek berlari.

Tapi pria itu kemudian muncul dengan sepeda motornya dan merampas tas Jin A.

Jin A sampai jatuh saat tasnya dirampas.

Keningnya terluka karena membentur aspal saat dia jatuh.

Jin A kesal dan menatap perampas tasnya.

Jin A : Sial.

Yu Kyung di meja kasir, dihubungi oleh Jin A.

Yu Kyung kaget dan cemas, apa? Lalu? Kau menelpon Pak Yoon? Oke, aku mengerti.

Usai bicara dengan Jin A, Yu Kyung memberitahu Hyun Seok kalau Jin A terluka.

Hyun Seok kaget dan langsung cemas.

Yu Kyung : Dia jatuh ketika seseorang menyambar tas nya dan pergelangan kakinya terkilir.

Hyun Seok : Di mana? Dimana dia?

Hye Bin marah, kita lagi makan! Orang lain bisa pergi.

Hyun Seok : Seseorang terluka.

Hye Bin : Dia bukan orang lain, dia Kim Jemma! Jika Jemma terluka, bukankah Yoon Ki Seok yang harus pergi?

Yu Kyung bilang, seseorang merampas tas Jin A dan ponsel Jin A ada di dalam tas.

Yu Kyung : Dia tidak ingat nomor telepon Tuan Yoon. Dia ingat nomorku, jadi dia bertanya orang yang lewat untuk menggunakan telepon mereka.

Hyun Seok pun menyuruh Hye Bin menunggunya sebentarnya.

Lalu dia pergi tapi balik lagi dan tanya ke Yu Kyung Jin A dimana.

Yu Kyung : Kau tahu persimpangan besar? Gang tepat di sebelahnya.

Hyun Seok langsung pergi.

Hye Bin teriak, Oppa!

Hye Bin mendengus kesal dan ikut pergi.

Hyun Seok memapah Jin A ke rumah.

Nyonya Choi sedang duduk di tivi dan sulit melihat kalau Jin A terluka.

Hyun Seok teriak memanggil Bibi Ma, meminta kompres es.

Tak lama Bibi Ma datang dan kaget melihat keadaan Jin A.

Bibi Ma : Ya ampun, apa kau terluka?

Nyonya Choi : Apa maksudmu? Siapa yang terluka?

Jin A bilang dia terpeleset saat menuruni tangga.

Nyonya Choi pun memarahi Jin A karena tidak hati-hati.

Nyonya Choi lantas menyuruh Jin A ke rumah sakit.

Jin A bilang dia akan baik-baik saja setelah istirahat.

Nyonya Choi langsung menyuruh Jin A istirahat.

Hyun Seok gemes melihat Jin A yang kesulitan berjalan.

Akhirnya, dia menggendong Jin A.

Jin A kaget karena ada Nyonya Choi disana.

Hyun Seok menyuruh Nyonya Choi yang berdiri di depan nya untuk menyingkir.

Setelah itu, dia berlari ke atas, membawa Jin A.

Nyonya Choi heran sendiri melihat Hyun Seok begitu semangat menggendong Jin A.

Hyun Seok mendudukkan Jin A di kasur.

Hyun Seok : Kau berat. Kau jauh lebih berat dari yang kubayangkan.

Jin A : Apa yang kau lakukan? Nenek melihat.

Hyun Seok : Apa? Menggendongmu kesini? Kau terluka.

Jin A : Walaupun demikian….

Hyun Seok minta Jin A gak salah paham. Dia bilang, meskipun bukan Jin A, dia akan tetap melakukan hal yang sama. Mengantarkan siapapun yang terluka ke kamar.

Hyun Seok : Kenapa? Apa itu masalah?

Jin A : Mengantarkan?

Hyun Seok : Ya, delivery.

Hyun Seok lalu mengomeli Jin A yang tak punya selera humor.

Dia bilang, Jin A sangat kaku.

Jin A : Bagaimana mungkin seseorang tidak memiliki satu tulang serius di tubuhnya?

Hyun Seok : Kenapa harus aku? Menjadi serius membuat sakit kepala. Mengapa? Hidup ini singkat bahkan jika kau menikmatinya. Bersenang-senanglah sedikit.

Jin A tertawa, tidak bisa dipercaya.

Hyun Seok : Jangan tertawa. Ini akan menjadi sakit jika aku jatuh cinta padamu karena kau sangat cantik.

Lalu Bibi Ma datang membawa kompres es.

Bibi Ma cemas, apa itu buruk? Biarku lihat.

Jin A : Itu tidak terlalu menyakitkan. Aku lebih khawatir karena aku kehilangan ponselku.

Hyun Seok lalu mengambil kompres es di tangan Bibi Ma.

Dia bilang dia yang akan melakukannya dan mulai mengompres Jin A.

Tak lama, Ki Seok datang dan langsung memeriksa kaki Jin A.

Ki Seok cemas, kau terluka parah?

Jin A : Astaga. Aku baik-baik saja.

Ki Seok memeriksa pergelangan kaki Jin A. Jin A meringis kesakitan.

Ki Seok : Apa itu menyakitkan? Kau perlu es untuk ini.

Ki Seok mau ngambil es, dan Hyun Seok langsung ngasih es di tangannya.

Ki Seok pun mengompres kaki Jin A.

Melihat itu, Hyun Seok dan Bibi Ma saling berpandangan dan tertawa

Hyun Seok meledek Ki Seok, kita sama sekali tidak terlihat olehnya. Dia tidak melihat kita sama sekali.

Jin A malu, hentikan. Aku akan melakukannya.

Ki Seok : Aku akan melakukannya.

Bibi Ma dan Hyun Seok kembali berpandangan dan tertawa.

Ki Seok dan Jin A merona malu.

Hee Kyung gelisah di kamarnya. Dia mondar-mandir sambil memegang ponselnya.

Tak lama, seseorang menghubunginya.

Suara seorang pria, aku melakukannya.

Hee Kyung menyuruh pria itu membawa sesuatu ke kantornya.

Usai bicara di telepon, Hee Kyung mau pergi tapi bersamaan dengan itu, Hyeok Sang masuk kamar dan melihat Hee Kyung mau pergi.

Hyeok Sang : Kau mau pergi?

Hee Kyung : Ya. Ada pekerjaan yang harus kukerjakan.

Hee Kyung pun pergi.

Sekarang dia di ruangannya, menunggu seseorang.

Tak lama seorang pria datang dan membawakannya amplop.

Pria itu bilang, dia menaruh semuanya di dalam flashdisk seperti yang Hee Kyung minta.

Hee Kyung lantas memberi pria itu uang dan pria itu pergi.

Setelah pria itu pergi, Hee Kyung mengeluarkan flashdisk dan sebuah ponsel dari amplop itu.

Dia lalu menginjak-nginjak ponsel itu.

Sepertinya itu ponsel Jin A. Artinya, dia menyuruh orang untuk merampas tas Jin A.

Hee Kyung lantas merasa mual dan lari ke toilet.

Dia muntah.

Setelah itu, dia menatap pantulan wajahnya di cermin.

Hee Kyung : Kau fikir aku tidak bisa menanganinya? Tidak ada yang bisa menyentuhku. Tidak ada.

Sampai di rumah, Hee Kyung langsung istirahat di sofa.

Hyeok Sang keluar dari kamar dan melihat Hee Kyung.

Hyeok Sang : Kau baru pulang?

Hee Kyung : Ya. Kau masih bangun?

Hyeok Sang : Aku tidak tahu apa itu tapi ini jam 3 pagi.

Hee Kyung : Maafkan aku. Kepalaku terlalu sakit, jadi aku butuh udara segar. Pergilah tidur.

Hee Kyung langsung ke kamar dan meninggalkan tasnya di sofa.

Hyeok Sang melihat tas Hee Kyung.

Dia mau pergi tapi pikirannya menyuruh dia memeriksa tas itu.

Hee Kyung baru duduk di depan meja riasnya, teringat tasnya.

Dia pun keluar dan mengambil tasnya tapi ketemu Hyeok Sang yang baru keluar dari dapur.

Hee Kyung pun bilang kalau dia lelah dan ingin tidur sendirian.

Hyeok Sang mengerti dan menyuruh Hee Kyung tidur.

Hee Kyung mengunci pintu kamarnya dan memeriksa tasnya.

Dia heran flashdisknya gak ada. Dia bahkan sampai membongkar isi tasnya tapi tetap tak menemukan flashdisknya.

Tak lama kemudian, dia curiga Hyeok Sang mengambilnya.

Sun Hee memberikan Gun Wook hadiah.

Sun Hee : Ini hari pertamamu bekerja, kan? Ini.

Gun Wook tanya apa itu.

Dan Sun Hee menyuruh Gun Wook membukanya.

Ternyata, Sun Hee membelikan Gun Wook stelan jas.

Gun Wook nampak tertekan memakai stelan jas itu.

Sun Hee bilang dia menghabiskan banyak waktu untuk memilih stelan jas dan meminta Gun Wook memakai stelan jas itu di hari pertama kerja.

Sun Hee : Gun Wook, kau memiliki waktu yang sulit karena penyakit jantungmu ketika kau masih kecil. Tapi sekarang, kau akan bekerja. Mereka bilang surga menunggu di akhir penderitaan. Siapa yang tahu hari ini akan datang?

Ok Kyung : Apa kau mengejeknya? Dia bekerja untuk pertama kalinya di restoran ayam dan kau memberinya stelan jas murahan ini? Apakah dia harus menggunakan ini untuk mengantar ayam? Siapa yang memakai jas sambil menggoreng ayam?

Sun Hee bilang Gun Wook bakal seksi banget kalau goreng ayam pakai jas.

Sun Hee : Ini sangat keren. Murah atau tidak, siapa yang menggoreng ayam pakai stelan jas? Bukankah itu terlihat berkelas?

Ok Kyung : Kelas tinggi kakimu. Kau lah yang otak burung.

Sun Hee marah dikatain, jaga mulutmu. Beraninya kau….

Untuk menghentikan mereka berkelahi, Gun Wook ngancam bakal berhenti kerja.

Sun Hee dan Ok Kyung langsung berhenti bertengkar. Mereka berpelukan dan berkata kalau mereka gak bertengkar.

Hee Kyung sarapan dengan Hyeok Sang, Hye Bin dan Soo Yeon. Tapi Hee Kyung tidak bersemangat.

Soo Yeon membahas tentang penangkapan Anggota Dewan Son.

Soo Yeon : Bukankah kalian berdua mengenalnya dengan baik?

Hye Bin : Betul sekali. Apa yang sedang terjadi?

Hyeok Sang : Aku tidak yakin. Tanya ibumu. Dia mungkin lebih tahu.

Malas ditanyai, Hee Kyung beranjak pergi.

Hye Bin : Sepertinya moodnya sedang buruk hari ini.

Soo Yeon : Bagaimana tidak? Akankah kita bahagia jika seseorang yang kita dekati terseret ke dalam lumpur? Dia akan membantunya terjun ke dunia politik juga.

Hee Kyung memeriksa ruang kerja Hyeok Sang. Dia mencari flashdisknya tapi tak bisa menemukannya.

Lalu Hyeok Sang masuk dan memergoki Hee Kyung memeriksa ruangan kerja suaminya.

Hee Kyung terkejut suaminya mendadak masuk.

Hyeok Sang : Apa yang kau cari?

Hee Kyung gelagapan, itu… tidak ada…

Hyeok Sang : Kau cari ini?

Hyeok Sang nunjukin flashdisk itu.

Makin salah tingkah lah si Hee Kyung.

Hyeok Sang : Apa ini?

Hee Kyung : Ini adalah kumpulan desain yang aku temukan dari Majalah Muachi. Kenapa kau memilikinya?

Hyeok Sang : Itu di bawah sofa.

Hee Kyung mau mengambilnya tapi Hyeok Sang tidak mau menyerahkannya.

Hyeok Sang tanya, apa itu benar-benar desain dari Majalah Muachi.

Hee Kyung bilang iya.

Hyeok Sang mengembalikannya.

Tapi kemudian dia menatap Hee Kyung. Dia tahu Hee Kyung bohong.

Hee Kyung lantas pergi.

Di kantor, Hee Kyung memeriksa isi flashdishnya tapi ternyata, isinya kumpulan-kumpulan video nyanyi.

Hee Kyung sampai ternganga melihat isinya.

Lalu staf nya datang membawakan paket untuknya.

Hee Kyung tanya dari siapa.

Staf nya bilang dari Kim Jin A.

Hee Kyung kaget.

Lalu dia menyuruh staf nya pergi.

Hee Kyung menatap paket dari Jin A.

Dia bertanya-tanya apa yang sedang Jin A lakukan.

Hee Kyung membuka paketnya, isinya alat perekam.

Dia mendengarkan isinya.

Isinya percakapan dia dengan Anggota Dewan Son.

Anggota Dewan Son : Ini tidak seperti aku seorang aktor, tapi aku harus bertindak dan menukar Pimpinan Kwon dengan anda. Tidak ada orang lain yang bisa melakukannya.

Hee Kyung : Aku tahu. Apa yang harus kulakukan untukmu, Anggota Dewan Son?

Hee Kyung pun syok. Dia bertanya-tanya dimana dia mengatakan hal itu.

Hee Kyung : Yangsan? Tidak. Lalu disini? Apakah kantorku disadap?

Hee Kyung pun langsung mencari alat penyadap di mejanya. Tapi tak ada.

Dia tak ingat dia mengatakan itu di Yangsan.

Lalu ponselnya berdering. Pesan masuk dari Jin A.

Jin A : Aku ingin tahu apa yang akan dipikirkan Pimpinan Kwon jika dia mengetahui bahwa istrinya menusuknya dari belakang. Kotak itu seharusnya sudah sampai padanya sekarang juga.

Sontak lah Hee Kyung panic dan langsung lari ke ruangan Hyeok Sang.

Hyeok Sang kaget Hee Kyung datang tiba-tiba.

Hee Kyung : Yeobo, ada apa?

Lalu seketaris masuk, mengantarkan paket untuk Hyeok Sang.

Dan Hee Kyung langsung mengambil paket itu.

Hee Kyung bilang, seorang vendor baru saja menelponnya dan bermaksud mengirimkan paket untuknya tapi malah terkirim ke Hyeok Sang.

Hee Kyung mengambil paket itu dan beranjak ke pintu, tapi Hyeok Sang manggil dia. Dia tegang.

Hyeok Sang : Apa Anggota Dewan Son menelponmu?

Hee Kyung : Tidak.

Hyeok Sang : Situasinya sangat buruk baginya sekarang. Aku mendengar mereka memperoleh bukti dia menerima suap. Jika dia masuk penjara, itu akan berakibat fatal bagi kita juga. Jangan angkat jika dia menelepon. Abaikan saja dia.

Hee Kyung : Aku meragukan itu. Dia seorang anggota dewan. Mereka tidak akan mengirimnya ke penjara. Aku akan pergi sekarang.

Hee Kyung beranjak pergi.

Hyeok Sang tersenyum sinis menatap kepergian Hee Kyung.

Di ruangannya, Hee Kyung membuka paket itu.

Isinya, sebuah dasi.

Lalu pesan dari Jin A masuk lagi ke ponselnya.

Dia bilang akan membosankan jika dia ngasih tahu Hyeok Sang sekarang.

Jin A : Aku akan menunda untuk saat ini dan mengirimkannya kepadanya nanti. Oya, bukankah aku sudah memberitahumu bahwa aku memiliki beberapa ponsel?

Kesal, Hee Kyung pun menghubungi seketarisnya.

Hee Kyung : Beritahu Kim Gemma untuk datang ke ruanganku sekarang!

Bersambung ke part 2…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Vincenzo (Drama Korea 2021)
Read More

Vincenzo (Drama Korea 2021)

Tentang Sinopsis – Netflix kembali menayangkan drama Korea baru yang dibintangi aktor tampan Song Joong-Ki dengan judul “Vincenzo”.…