Red Shoes Ep 18 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 18 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.Sebelumnya…

Sebelumnya…

Hyeok Sang di ruangannya, bersama asisten Hee Kyung, Soo Yeon dan seorang staf lainnya.

Mereka membahas hasil foto-foto kemarin.

Tak lama kemudian, Hee Kyung datang.

Hee Kyung minta maaf karena dia terlambat.

Soo Yeon lantas mengomentari hasil foto-foto yang dikerjakan Hyun Seok dan Jin A kemarin.

Soo Yeon dan Hyeok Sang memuji hasil fotonya.

Hyeok Sang lantas meminta pendapat Hee Kyung.

Tapi dia melihat Hee Kyung gelisah.

Hyeok Sang : Apakah kau sibuk?

Hee Kyung : Apa? Tidak.

Soo Yeon lalu melihat foto Jin A.

Soo Yeon : Bukankah ini Kim Jemma?

Hee Kyung mengambil foto Jin A dari tangan Soo Yeon dan kesal.

Hee Kyung : Mengapa mereka mengambil fotonya? Dia bukan model.

Staf menjelaskan, kalau Hyun Seok memakai Jin A sebagai contoh.

Soo Yeon dan Hyeok Sang memuji Jin A.

Hee Kyung yang kesal, memisahkan foto-foto Jin A dari foto model yang asli.

Lalu dia menyuruh asistennya membuang foto-foto Jin A.

Setelah itu dia bilang ke semuanya kalau dia sibuk dan langsung pergi.

Soo Yeon heran sendiri ngeliat sikap Hee Kyung.

Soo Yeon : Ada apa dengannya akhir-akhir ini? Apakah dia terlalu stres? Dia seperti orang yang berbeda.

Hee Kyung membaca pesan yang masuk ke ponselnya.

Pesan tentang Ok Kyung.

Tak lama kemudian, Jin A masuk bersama So Jin dan Ye Eun.

Mereka di toilet.

Wajah Hee Kyung berubah pucat. Dia juga menatap Jin A dengan tatapan benci.

Jin A : Omo, kau terlihat pucat. Apa kau sakit? Haruskah aku memberimu obat?

Hee Kyung tak menjawab dan berniat pergi. Tapi dia terjatuh saat berjalan melewati Jin A.

Jin A pun langsung memegangi Hee Kyung.

Hee Kyung : Jangan sentuh aku.

Jin A : Haruskah aku mengantarmu kembali?

Hee Kyung : Singkirkan tanganmu dariku.

Jin A pun menurunkan tangannya.

Hee Kyung berdiri sendiri dan beranjak pergi.

So Jin heran sendiri melihat tingkah Hee Kyung.

So Jin : Ada apa dengan dia?

Hee Kyung balik ke ruangannya.

Dia marah, Kim Jemma. Beraninya kau main-main denganku.

Hee Kyung pun ke toko Ok Kyung.

Dia berdiri di depan toko, menatap Ok Kyung yang menjaga toko sendirian.

Hee Kyung akhirnya masuk.

Ok Kyung yang kesal, berusaha menenangkan dirinya dengan minum segelas air.

Lalu dia tanya, apa Hee Kyung membutuhkan sesuatu.

Hee Kyung : Kau ingat aku, bukan? Kau tahu siapa aku?

Ok Kyung : Aku sangat tahu. Aku mengenalmu dengan baik.

Hee Kyung pun minta penjelasan kenapa Jin A bisa tinggal sama Ok Kyung.

Mendengar itu, Ok Kyung sewot.

Ok Kyung : Anak-anak malang itu kehilangan orang tua mereka dalam semalam. Haruskah aku membiarkan mereka hidup di jalanan? Haruskah kukirim mereka ke panti asuhan? Bagaimana kau muncul dengan tidak tahu malu setelah 20 tahun?

Hee Kyung : Jin A adalah Jemma bukan?

Ok Kyung : Benar sekali. Dia Jemma. Kim Jemma! Kim Jemma yang bekerja di perusahaan bodohmu adalah Jin A!

Hee Kyung : Kau memberitahunya bahwa aku adalah CEO Lora? Untuk masuk ke perusahaan ibunya yang kaya dan memeras ibunya?

Ok Kyung pun menyiram Hee Kyung dengan air.

Ok Kyung : Kau pikir semua orang sepertimu? Kau datang hanya untuk mengatakan itu? Pergi dari hadapanku. Sekarang!

Hee Kyung : Kau harusnya tidak melakukan ini pada seseorang yang baru kau lihat setelah beberapa lama. Seperti itulah sopan santun.

Ok Kyung pun bilang dia bodoh jadi dia tidak tahu sopan santun.

Ok Kyung : Meskipun aku miskin, aku mengambil anak-anakmu yang kau tinggalkan. Kau harus membungkuk dengan rasa terima kasih, tapi apa? Memeras uangmu? Baik, bayar aku! Bayar aku untuk semua yang kuhabiskan memberi makan, pakaian, dan membesarkan mereka. Sekarang!

Hee Kyung : Apa aku menyuruhmu membesarkan mereka? Apa aku memberikan mereka kepadamu?

Ok Kyung : Kau penyihir gila!

Ok Kyung pun menjambak Hee Kyung dan menarik kalung Hee Kyung.

Hee Kyung tambah kesal. Dia lalu berdiri.

Hee Kyung : Dia tahu dari awal. Dimana aku tinggal dan bahwa Lora adalah milikku. Itu sebabnya dia mengubah namanya dan mendekatiku dan membuat ancaman kosong.

Ok Kyung : Apa?

Hee Kyung : Pembalasan dendam? Apakah kau pikir itu mudah? Untuk membalas dendam? Katakan padanya untuk sadar dan berhenti dari pekerjaannya sebelum dia terluka. Atau kau dan dia akan mendapat bayarannya. Karena kalian semua adalah kaki tangan.

Ok Kyung : Kaku tangan? Kau benar-benar gila.

Hee Kyung bilang yang gila adalah Jin A.

Hee Kyung beranjak pergi.

Ok Kyung tanya, apa Hee Kyung gak mau tahu kabar Pak Kim dan Jin Ho.

Hee Kyung berbalik. Dia bilang mereka sudah tiada.

Hee Kyung : Kemudian selesai. Aku pikir anakmu, Gun Wook, bisa menjalani operasi jantung. Apa menurutmu penyakitnya bisa membuatnya bertahan? Aku khawatir untuknya.

Hee Kyung beranjak pergi.

Ok Kyung syok.

Ok Kyung : Orang aneh itu. Semoga petir menyambarnya. Aku sangat marah. Bagaimana mungkin seseorang…

Hee Kyung kembali ke rumah.

Dia terus ke kamarnya, lalu duduk di depan meja riasnya dan menatap wajahnya yang menyedihkan di cermin.

Dia teringat kata-kata Ok Kyung.

Ok Kyung : Kau tidak mau tahu kabar suami dan anakmu?

Ok Kyung lalu menghapus riasannya. Tak lama kemudian, dia menangis.

Lalu dia tertawa. Menertawakan dirinya, kemudian menangis lagi.

Sekarang, dia duduk di meja makan dengan segelas wine di depannya.

Lalu Hyeok Sang datang.

Hyeok Sang : Kau minum sendirian? Harusnya kau memanggilku.

Hee Kyung pun mengambilkan gelas untuk Hyeok Sang.

Dia juga menuangkan wine untuk Hyeok Sang.

Hyeok Sang memberikan Hee Kyung hadiah bros mahal.

Hyeok Sang : Kau tampaknya mengalami masa sulit akhir-akhir ini.

Hee Kyung : Cantiknya. Terima kasih.

Hyeok Sang : Ini kedua kaliny aku memberimu permata. Yang pertama sejak kalung mutiara. Aku teringat saat melihatmu memakai kalung mutiara pagi ini. Aku sudah terlalu lalai.

Hee Kyung : Sama sekali tidak. Aku bisa membelinya untuk diri sendiri.

Hyeok Sang : Itu tidak benar. Itu benar-benar berbeda. Aku akan sering membelikannya untukmu sekarang.

Hyeok Sang lalu mengajak Hee Kyung bersulang.

Bibi Ma memberikan obat ke Nyonya Choi.

Dia bilang, sudah waktunya Nyonya Choi minum obat.

Nyonya Choi : Apakah anak-anak pergi keluar?

Bibi Ma bilang iya.

Nyonya Choi : Aku tidak bisa melihat mereka pergi karena aku tidur.

Nyonya Choi lalu bertanya, apa menurut Bibi Ma, sesuatu terjadi pada Ki Seok dan Jin A.

Bibi Ma bingung dengan pertanyaan Nyonya Choi.

Nyonya Choi : Apa menurutmu mereka saling menyukai?

Barulah Bibi Ma mengerti.

Bibi Ma tersenyum menjawabnya.

Bibi Ma : Itu terlihat seperti itu, tapi aku tidak tahu pasti.

Di kantor, Ye Eun memberikan berkas ke Jin A. Dia minta Jin A membuat salinan berkas itu sebanyak 5 rangkap.

Jin A mengerti dan langsung ke mesin fotocopy.

Bersamaan dengan itu, Hyun Seok dan Hye Bin datang.

Melihat Jin A sedang membuat salinan, Hye Bin juga menyuruh Jin A membuat salinan untuk dokumennya.

Hyun Seok langsung mengambil dokumen Hye Bin. Dia bilang dia yang akan melakukannya.

Hyun Seok bergegas mendekati Jin A.

Sementara yang lain menahan tawa sembari melirik ke Hye Bin.

Hyun Seok dan Jin A bercanda sampai tertawa.

Hye Bin yang udah kesal karena ditertawakan rekan-rekannya, tambah kesal melihat kedekatan Hyun Seok dan Jin A.

Hye Bin lalu beranjak ke arah mereka dan berdiri di tengah mereka.

Hye Bin bilang ke Hyun Seok, dia yang akan melakukannya.

Hyun Seok langsung pergi.

Hye Bin : Apakah kau tersenyum dan menggoda seseorang?

Jin A : Tidak. Hanya dengan orang yang menyukaiku.

Hye Bin : Lalu kenapa kau seperti itu pada Pak Yoon?

Jin A : Dia milikmu. Kau bisa memilikinya, aku tidak tertarik.

Jin A lantas pergi membawa salinan dokumen yang diminta Ye Eun.

Hye Bin makin kesal.

Jin A menatap Hye Bin dan tersenyum puas.

Semakin kesal lah itu si Hye Bin.

Di toko, Sun Hee memungut kalung mutiara Hee Kyung di lantai.

Sun Hee : Astaga. Lihatlah ukuran mutiara ini. Orang aneh itu tidak akan kembali mencari ini, kan?

Ok Kyung : Jika dia kembali, aku akan mematahkan tulangnya. Lupakan kalung mutiara itu.

Ok Kyung bilang dia akan mematahkan kaki Hee Kyung kalau Hee Kyung datang lagi.

Ponsel Ok Kyung berbunyi.

Ok Kyung menjawabnya dengan suara galak, halo!

Di ruangannya, Hee Kyung lagi sama asistennya.

Hee Kyung : Peragaan Busana Gradasi New York?

Asistennya bilang, jika mereka diterima dengan baik di sana, mereka akan diundang ke pameran sepatu global, Dream Yard.

Hee Kyung : Oke bagus. Aku akan menyetujuinya. Kerja bagus.

Asistennya lalu melihat bros yang dipakai Hee Kyung.

Dia bilang brosnya indah.

Hee Kyung bilang suaminya yang memberikannya.

Asistennya itu, dia romantis sekali.

Ponsel Hee Kyung berbunyi.

Pesan masuk. Hee Kyung mendapat kiriman fotonya bersama Pak Kim, Jin A dan Jin Ho yang sebagai keluarga.

Tentu saja itu dari Jin A. Jin A mengedit foto itu.

Hee Kyung berteriak kaget dan menjatuhkan ponselnya.

Asistennya mau mengambil ponselnya, tapi dia melarang keras sang asisten menyentuh ponselnya.

Asistennya bingung menatapnya.

Hee Kyung merendahkan suaranya dan menyuruh asistennya keluar.

Setelah asistennya pergi, dia kembali melihat foto itu. Tak lama, dia menerima pesan Jin A lagi.

Jin A : Bukankah itu terlihat sangat nyata? Sedemikian rupa sehingga Manajer Kwon Hye Bin akan terkejut jika dia melihatnya. Aku akan mencetaknya dan mengirimkannya kepadanya melalui utusan.

Sontak lah, Hee Kyung panic dan langsung lari keluar.

Di luar, dia melihat kurir membawa dokumen.

Tahu dokumen itu buat Hye Bin, Hee Kyung langsung lari ke ruangan Hye Bin.

Kurir memberikan Hye Bin sebuah amplop.

Tepat saat itu, Hee Kyung datang dan merebut amplop itu, bikin seisi ruangan kaget.

Hye Bin : Eomma, apa yang salah. Ini untukku.

Hee Kyung : Tidak. Itu salah dikirim.

Jin A : Dia benar. Ini untuk Nona Kwon.

Jin A mengambil amplop itu dari tangan Hee Kyung.

Dia mau membukanya tapi Hee Kyung menjatuhkan amplop itu ke lantai.

Hye Bin mengambil amplop itu. Hee Kyung berusaha merebutnya.

Hye Bin : Apa yang salah denganmu? Ini untukku.

Hee Kyung : Tidak. Itu disampaikan secara tidak benar.

Jin A mengambil amplop itu dari tangan Hye Bin dan membukanya.

Hee Kyung langsung tegang menatap Jin A.

Ternyata isinya, katalog yang berisi foto-foto syuting mereka kemarin.

Jin A : Mereka mengirimi kami katalog yang kami buat tempo hari.

Jin A memberikan katalognya ke Hye Bin.

Hye Bin : Eomma.

Hee Kyung lantas pergi.

Setelah Hee Kyung pergi, Hyun Seok mengajak semuanya melihat hasil karyanya di katalog itu.

Hee Kyung berusaha menenangkan diri.

Tak lama kemudian, Jin A datang.

Hee Kyung : Apa masalahmu?

Jin A pura-pura bodoh, apa itu? Kenapa kau gemetar pada sesuatu seperti ini? Kau tidak perlu takut, ingat?

Hee Kyung : Menurut mu Hye Bin akan jatuh untuk foto editan bodoh itu?

Jin A : Mengapa kau begitu takut pada foto editan bodoh sampai kau bergegas datang?

Hee Kyung : Apakah wanita bodoh itu, So Ok Kyung, yang mengajarimu seperti ini?

Jin A : Jangan main-main dengan ibuku atau aku akan membuatmu menyesal.

Hee Kyung : Ibuku? Kau merusak keluargaku tapi kau akan membuatku menyesal jika aku main-main dengan So Ok Kyung? Kita seimbang. Kau tidak pernah menganggapku sebagai ibumu dan aku tidak pernah menganggapmu anak. Jadi apa masalahnya? Katakan padaku kenapa kau melakukan ini?

Jin A bilang karena dia benci sama wanita bernama Min Hee Kyung, sampai-sampai dia ingin membunuhnya karena sudah mencampakkan keluarganya demi seorang pria.

Hee Kyung tertawa, menurutmu aku melakukan itu demi seorang pria? Tidak. Kau salah. Aku adalah aku. Aku Lora Min Hee Kyung.

Jin A : Jadi? Apakah kau bangga karena itu bukan untuk seorang pria? Jangan berpikir itu akan membuatku memaafkanmu.

Hee Kyung : Memaafkan? Apa kesalahan yang telah aku perbuat? Memangnya siapa dirimu sampai aku membutuhkan maafmu?

Jin A mulai nangis, Jin Ho, Jin Ho-ku, ingin melihat ibunya sebelum dia meninggal. Itu sebabnya aku pergi menemuimu. Aku mematahkan tekadku untuk tidak pernah melihatmu lagi. Itu kesempatan terakhir yang kuberikan padamu.

Hee Kyung : Jangan konyol. Aku tidak pernah memintamu memberikan kesempatan. Kau menggunakan itu sebagai alasan untuk mendekatiku dan mendapatkan uang. Apakah aku salah? Lihatlah jauh ke dalam. Bisakah kau menyangkalnya?

Jin A makin membenci Hee Kyung karena kata-kata Hee Kyung itu.

Hee Kyung : Baiklah. Aku akan melakukan apa yang kau mau. Aku akan mewujudkannya. Pergi belajar di Prancis, Italia, di mana saja. Setelah kau menyelesaikan studimu, aku akan membuatkanmu perusahaan atas namamu.

Tiba-tiba, Hye Bin dan Hyun Seok datang.

Jin A langsung menghapus tangisnya.

Mereka berdua lantas pergi ke arah berbeda.

Hye Bin mengikuti ibunya.

Hyun Seok menatap Jin A dengan tatapan heran.

Hye Bin minta penjelasan Hee Kyung soal apa yang terjadi.

Hye Bin : Jemma memposting itu di buletin, bukan? Kenapa kau meninggalkannya sendirian? Kau harus memecatnya.

Hye Bin lantas sadar dan tanya, apa desain yang diakui Hee Kyung sebagai desainnya adalah desain Jin A.

Hye Bin : Kau mencuri desainnya?

Hee Kyung diam saja.

Hye Bin marah, kau melakukannya. Apa yang salah denganmu?

Hee Kyung : Diam! Kembalilah bekerja.

Hye Bin : Eomma! Apa dia memerasmu karena itu?

Hee Kyung : Manajer Kwon. Aku berkata untuk kembali bekerja.

Hye Bin beranjak pergi dengan wajah kesal.

Hee Kyung pusing.

Dia gak tahu lagi gimana caranya menghadapi Jin A.

Jin A duduk di tangga dan nangis mikirin kata-kata Hee Kyung tadi.

Hee Kyung : Kau tidak pernah menganggapku ibumu dan aku tidak pernah menganggapmu anakku. Jadi apa masalahnya?

Tak lama kemudian, Hyun Seok datang.

Dia melihat Jin A menangis di tangga.

Hyun Seok pun mendekati Jin A.

Hyun Seok memberikan saputangannya ke Jin A.

Jin A mengusap air matanya pakai saputangan Hyun Seok, setelah itu dia tanya, bolehkah dia juga mengusap hidungnya pakai saputangan Hyun Seok.

Hyun Seok bilang itu saputangannya. Jin A langsung mengembalikannya.

Hyun Seok : Bersihkan hidungmu.

Jin A pun membersihkan hidungnya pakai saputangan Hyun Seok.

Setelah itu dia mengembalikannya.

Hyun Seok : Kau harus mencucinya terlebih dahulu.

Hyun Seok lalu tanya ada apa. Dia bilang, dia melihat Jin A dan Hee Kyung bicara serius.

Jin A gak mau jujur.

Hyun Seok menasihati Jin A agar terbuka dan jujur biar merasa lega.

Jin A menyenderkan kepalanya ke gagang tangga.

Dia bilang dia lelah.

Hyun Seok : Jangan berusaha keras untuk melakukannya dengan baik. Itu sebabnya CEO Min tidak menyukaimu. Astaga. Aku bilang kita harus membuka studio bersama.

Jin A diam saja.

Hyun Seok menoleh ke Jin A dan melihat Jin A tertidur.

Nyonya Choi sedang merajut ditemani Bibi Ma.

Nyonya Choi : Mereka bilang merajut itu bagus untuk melawan demensia. Aku dulu merajut topi untuk Myung Jun juga. Dia sangat menggemaskan.

Bibi Ma : Orang itu yang menemukan orang hilang belum datang akhir-akhir ini.

Nyonya Choi : Aku memberinya omelan karena membawakan orang-orang acak padaku. Aku tidak punya banyak waktu lagi untuk hidup. Aku ingin tahu apakah aku akan menemukan Myung Jun sebelum aku mati.

Bel berbunyi.

Bibi Ma melihat dan memberitahu Hee Kyung yang datang.

Sontak lah, Nyonya Choi sewot karena Hee Kyung gak pernah nelpon dulu kalau mau datang.

Bersambung ke part 2…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Second Husband Ep 15

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Second Husband Episode 15 , Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang…
Mine Ep 10 Part 1
Read More

Mine Ep 10 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Mine Episode 10 Part 1, Recap bagian spoiler-spoilernya ada pada tulisan yang ini. Untuk cari…