Red Shoes Ep 17 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 17 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.Sebelumnya…

Sebelumnya…

Hyun Seok sedang bekerja, dia memotret model yang berpose di atas kasur mengenakan sepatu merah.

Jin A duduk di belakang Hyun Seok.

Ponsel Jin A berbunyi, pesan masuk dari Ki Seok.

Ki Seok : Apa kau sibuk?

Jin A tersenyum, aku akan pergi ke Yangsan nanti.

Setelah itu, Jin A menaruh ponselnya di atas meja dan beranjak melihat hasil-hasil foto di layar komputer.

Hyun Seok selesai memotret dan mendekati Jin A.

Hyun Seok : Bagaimana menurutmu?

Jin A : Yang ini tampaknya yang terbaik tapi bagaimana jika posenya berbeda?

Hyun Seok : Contohnya?

Hye Bin datang, lalu dia duduk dan melihat mereka berdua.

Jin A : Daripada hanya berbaring di sana, bagaimana kalau dia duduk menyamping? Seperti ini. Sesuatu seperti ini. Kemudian kau dapat melihat garis dari sepatu, dan itu kontras dengan desain kasur.

Jin A beranjak ke kasur.

Dia ingin menunjukkan contohnya.

Tentu saja, Hye Bin menarik napas kesal melihat keduanya.

Jin A mulai berpose.

Hyun Seok mengambil kameranya dan memotret Jin A.

Lalu dia melihat hasilnya dan hasilnya bagus.

Jin A lantas berdiri.

Hyun Seok menyuruh modelnya melakukan seperti yang dilakukan Jin A tadi.

Dan, pemotretan pun akhirnya selesai.

Hyun Seok dan Jin A sama-sama melihat hasilnya di layar komputer.

Hyun Seok : Ini jauh lebih bagus. Kita mendapat hasil yang bagus berkat kau.

Jin A : Ini berkat keterampilan fotografimu yang hebat.

Hyun Seok : Kita bekerja sama dengan sangat baik. Haruskah kita berhenti dan membuka studio? Kita mungkin akan tenggelam dalam dua bulan.

Jin A : Tidak. Mungkin sebulan? Tidak. Aku akan memberi kita dua minggu.

Keduanya tertawa.

Hye Bin mendekati mereka.

Hye Bin : Bagusnya. Kalian tertawa bersama dan saling memuji.

Keduanya menoleh dan menatap Hye Bin.

Hyun Seok : Apa yang kau lakukan di sini?

Hye Bin : Aku seorang manajer. Aku datang untuk melihat jika semua orang melakukan pekerjaan mereka dan untuk menunjukkan dukungan.

Hye Bin lantas menyuruh Jin A membagikan makanan ke para staf.

Jin A langsung pergi.

Hyun Seok : Kau bawa makanan?

Hyun Seok mau pergi tap ditahan Hye Bin.

Hye Bin kesal, kau tampaknya bersenang-senang. Kau juga bekerja dengan baik dengan Kim Jemma.

Lah Hyun Seok nya gak peka dan malah bilang kalau dia Jin A perpaduan yang sempurna.

Hyun Seok lantas bilang dia lapar dan beranjak pergi.

Hye Bin mendengus kesal, sial.

Di ruangannya, Ki Seok main game dari ponselnya. Tapi tetap saja dia merasa bosan. Ki Seok pun berhenti main game dan menaruh ponselnya di meja.

Dia lalu keluar dan melihat restoran sudah sepi.

Ki Seok yang gak tahu harus ngapain, akhirnya mengisi waktunya dengan latihan bela diri.

Tapi kemudian Jin A datang dan memuji Ki Seok. Dia bilang Ki Seok keren.

Jin A : Meskipun aku tahu seberapa baik kau bertarung ketika kau melawan para rentenir itu.

Ki Seok bilang dia belajar bela diri sejak masih muda.

Ki Seok cerita, alasan dia belajar bela diri karena beberapa temannya menghinanya karena dia tak punya orang tua, jadi dia pengen membalas mereka.

Jin A : Aku seharusnya melakukan itu juga.

Ki Seok : Jangan khawatir. Aku akan berjuang untukmu mulai sekarang. Kau sudah makan malam?

Jin A : Apa kau lama menunggu?

Ki Seok : Aku tidak yakin.

Jin A : Aku membawa hadiah. Ta-da.

Jin A memberikan Ki Seok gantungan.

Dia bilang, gantungannya memang bukan didesain oleh desainer terkenal tapi dia membuatnya sendiri dan itu satu-satunya di dunia.

Jin A lalu melarang Ki Seok menghilangkan gantungan itu.

Ki Seok mengerti, lalu dia tanya, bagaimana dia harus membayar Jin A.

Jin A mulai serius. Tapi kemudian dia bilang di lapar dan tertawa.

Jin A : Aku sundae dan tteokbokki. Gimbap and odeng juga.

Ki Seok : Oke, ayo pergi.

Di kamarnya, Hyun Seok sedang melihat foto-foto Hye Bin di kameranya.

Tapi kemudian dia tersenyum saat melihat foto-foto Jin A.

Namun tak lama kemudian, senyumnya menghilang. Sepertinya dia sadar bahwa dia tak mungkin memiliki Jin A.

Ki Seok dan Jin A pulang.

Lampu di ruang tengah sudah padam.

Mereka masuk diam-diam agar tak membangunkan Nyonya Choi.

Tapi tiba-tiba, Nyonya Choi keluar dari kamar dan menyalakan lampu. Mereka terkesiap.

Nyonya Choi : Siapa disana?

Ki Seok : Ini aku, Nek.

Nyonya Choi : Kau baru pulang?

Ki Seok : Iya, Nek.

Lalu Nyonya Choi melirik ke Jin A yang berdiri di samping Ki Seok.

Nyonya Choi : Itu kau kan, Jemma?

Jin A : Iya, Nek.

Nyonya Choi lalu bertanya, kok mereka bisa barengan di jam yang sudah larut begitu.

Ki Seok bohong, dia bilang mereka bertemu di depan rumah.

Nyonya Choi lantas menyuruh Jin A tidur.

Dia bilang hari sudah malam.

Nyonya Choi masuk ke kamar.

Jin A menarik napas lega.

Ki Seok menatap Jin A, lalu tertawa.

Jin A juga tertawa.

Jin A masuk ke kamar.

Dia langsung rebahan di kasur dan menatap langit2 kamarnya, memikirkan Ki Seok.

Jin A tersenyum sendiri.

Lalu dia bangun karena ponselnya berbunyi.

Pesan dari Hyun Seok. Hyun Seok mengajak Jin A membuka studio foto.

Hyun Seok : Ayo resign dari pekerjaan mereka. Aku akan memberikanmu gaji yang besar. Berapa yang kau inginkan?

Jin A : Aku mau tidur, jadi berhentilah mengirimiku pesan. Ditambah, bermimpilah. Aku tidak memiliki minat membuka studio.

Hyun Seok : Itu bukan minat. Seharusnya kau mengatakan “tidak’ minat.

Jin A : Kau sangat kaku. Aku tidak ingin bicara. Jadi pergilah tidur.

Hyun Seok : Ini bonus untuk bantuanmu hari ini. Kau tahu fotoku sangat bernilai, kan?

Hyun Seok mengirimkan Jin A dua foto.

Pertama foto Jin A pas mereka tadi lagi di studio.

Kedua foto Jin A lagi duduk sendirian di taman.

Jin A ingat foto yang terakhir. Itu foto di hari pertama pertemuan mereka.

Jin A : Dia benar-benar gila.

Jin A pun menelpon Hyun Seok.

Jin A : Kau paparazzi?

Hyun Seok : Paparazzi? Berhentilah bereaksi berlebihan. Karyaku agak mahal, tapi aku tidak akan menagihmu karena itu hadiah.

Hyeok Sang sudah terlelap. Hee Kyung masih terjaga. Dia tak bisa tidur.

Hee Kyung lantas bangun. Dia resah.

Hee Kyung kemudian beranjak ke meja riasnya.

Dia memikirkan saat masih bersama Jin A. Dia ingat kata-kata Jin A saat mereka masih bersama.

Jin A : Aroma ibu. Aku menyukaimu lebih dari siapapun atau apapun di dunia.

Lalu dia ingat saat bertemu Jin A di rumah Nyonya Choi.

Hee Kyung tanya, apa mereka pernah bertemu di tempat lain.

Jin A bilang iya.

Hee Kyung lalu menangis.

Hee Kyung : Benar, itu Jin A. Dia Jin A. Jin A tahu aku ibu yang mencampakkannya.

Adegan tiba-tiba beralih pada Hee Kyung yang sudah berada di kamar Hye Bin.

Hye Bin sudah terlelap. Hee Kyung menatap Hye Bin.

Hee Kyung bilang, Hye Bin satu-satunya putrinya. Hanya Hye Bin putrinya.

Hee Kyung lantas naik ke tempat tidur dan membelai kepala Hye Bin.

Hye Bin terbangun dan berbalik menatap Hee Kyung.

Dan Hee Kyung pun terkejut karena melihat Hye Bin yang tiba-tiba berubah menjadi Jin A.

Hee Kyung langsung turun dari tempat tidur dan melangkah mundur. Dia ketakutan.

Jin A terus beranjak ke arah Hee Kyung, sambil memanggil Hee Kyung ‘ibu’.

Hee Kyung teriak, dia bilang Jemma bukan putrinya.

Jin A terus mendekati Hee Kyung, ada apa, Bu?

Hee Kyung sampai terjatuh dan menyuruh Jin A pergi.

Ternyata itu hanya mimpi Hee Kyung.

Dia sedang tidur.

Hyeok Sang terbangun karena mendengar teriakan Hee Kyung.

Dia membangunkan Hee Kyung.

Hyeok Sang pun tanya Hee Kyung mimpi apa.

Hyeok Sang juga melihat Hee Kyung berkeringat dan mau mengusap keringat Hee Kyung.

Tapi Hee Kyung menepis tangan Hyeok Sang dan lari keluar.

Hye Bin sedang membersihkan wajahnya.

Lalu Hee Kyung masuk dan memeluk Hye Bin.

Hye Bin bingung. Dia melepaskan pelukan Hee Kyung dan menatap Hee Kyung.

Hye Bin : Ibu, ada apa?

Hee Kyung : Bukan apa-apa. Putri ibu sangat cantik.

Hye Bin tersenyum. Lalu mereka sama-sama tersenyum menatap cermin.

Tapi senyum Hee Kyung menghilang karena dia melihat wajah Jemma di cermin.

Hee Kyung takut dan langsung lari.

Hye Bin pun bingung, Bu!

Hee Kyung kembali ke kamar. Dia memukul-mukul wajahnya sendiri. Dia kalut.

Hee Kyung menyuruh dirinya sadar.

Lalu Hee Kyung jatuh terduduk dan menangis.

Hee Kyung berkata, kalau Jemma bukan putrinya.

Dan besoknya, Hee Kyung yang baru tiba di kantor bersama asistennya, melihat Jin A yang berdiri menunggu lift terbuka.

Hee Kyung membeku, menatap Jin A.

Jin A melihat Hee Kyung. Dia membungkukkan kepalanya, memberi hormat pada Hee Kyung.

Bersambung…….

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Yumi’s Cells Ep 3 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Yumi’s Cells Episode 3 Part 1, Jika Kalian ingin melihat full recapnya tersedia lengkap di…
The Penthouse 2 Ep 1
Read More

The Penthouse 2 Ep 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse 2 Episode 1, Daftar selengkapnya ada di tulisan yang ini. Semua orang sedang…