Red Shoes Ep 15 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 15 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.

Sebelumnya…

Hyeok Sang masuk ke kamarnya dengan wajah kesal.

Hee Kyung menyusul Hyeok Sang dan tanya kenapa Hyeok Sang marah.

Hyeok Sang yang kesal, membanting jasnya ke kasur.

Hee Kyung makin bingung, yeobo!

Hyeok Sang : Keluar!

Hee Kyung : Yeobo!

Hyeok Sang : Apa kau wanita bayaran! Lupakan menjadi Anggota Dewan!

Hee Kyung : Kau ini kenapa? Tidakkah kau mengenalku?

Hyeok Sang : Ada batasnya seberapa banyak kau harus berciuman. Kau terjebak pada si brengsek itu seperti lem dan…

Hee Kyung : Kau satu-satunya yang mengajariku melakukan itu.

Hyeok Sang : Apa?

Hee Kyung : Lakukan tujuanmu. Lakukan apapun yang diperlukan. Begitulah caramu dan aku bertahan hidup. Kita sedang berlari menuju tujuan akhir kita sekarang. Garis finish tepat di depanku. Tapi apa? Kau ingin aku berhenti? Oke! Baik! Bersiaplah untuk mengganti semua uang yang telah kita investasikan. Biarkan perusahaan bangkrut!

Tiba-tiba, Hye Bin menerobos masuk.

Hee Kyung pun langsung menyemprot Hye Bin karena main masuk aja tanpa ketuk pintu.

Hye Bin bilang, Hee Kyung tak menjawab panggilannya.

Hye Bin : Komentar di buletin perusahaan….

Hee Kyung : Komentar di buletin perusahaan? Berapa kali harus kukatakan padamu? Aku sudah memberitahu atau belum bahwa aku akan mengurusnya jadi kau tidak perlu khawatir?

Kesal, Hye Bin pun keluar dan membanting pintu kamar ortunya.

Hee Kyung membuka tasnya. Dan dia baru sadar ponselnya gak ada.

Ki Seok tiba di rumah dan mendapati neneknya masih bangun.

Ki Seok tanya, kenapa neneknya masih bangun.

Nyonya Choi bilang, wanita tua tidak butuh banyak tidur.

Nyonya Choi : Sudah makan?

Ki Seok : Aku makan dengan CEO Min, suaminya dan Anggota Dewan Son.

Nyonya Choi : Kerja bagus.

Ki Seok : Dimana semua orang?

Nyonya Choi bilang Hyun Seok udah tidur karena mabuk. Kalau Jin A balik ke kantor untuk mengambil barang yang ketinggalan.

Ki Seok kaget, ke kantor? Jam segini?

Jin A ke kantor dan melihat satpam tertidur di meja resepsionis.

Jin A terus berjalan.

Dan dia masuk ke ruangan Hee Kyung.

Jin A menyalakan senter ponselnya dan mulai mencari.

Dia ingat kata-kata korban Hee Kyung kalau Hee Kyung biasanya menyimpan salinan desain yang dijiplak.

“Itu adalah bukti yang tak terbantahkan. Kau bisa menuntut jika masuk ke ruangan CEO.”

Jin A membuka laci dan mulai mencari bukti itu.

Tapi kemudian, dia melihat foto Hee Kyung bersama Hyeok Sang dan Hye Bin di atas meja Hee Kyung.

Sontak dia kesal dan menutup foto itu.

Mendadak dia dikejutkan dengan bunyi ponsel Hee Kyung di atas meja.

Jin A tersenyum senang melihat ponsel Hee Kyung.

Hee Kyung tiba-tiba balik ke kantor! *Omo

Si satpam langsung bangun begitu Hee Kyung datang.

Jin A masih mencari. Dia memeriksa satu per satu dokumen yang ada di laci.

Hee Kyung sedang menuju ruangannya. Dia hampir tiba.

Bersamaan dengan itu, Jin A keluar dari dalam sebuah ruangan.

Hee Kyung melihat sosok berpakaian hitam keluar dari arah ruangannya.

Hee Kyung : Tunggu!

Hee Kyung bergegas mendekat. Jin A tegang. Saat Jin A berbalik, dia kaget tahu itu Jin A.

Jin A berusaha tenang, selamat malam Min Daepyeonim.

Hee Kyung : Apa yang kau lakukan disini?

Jin A bilang dia meninggalkan dokumen.

Hee Kyung gak percaya dan minta Jin A jujur.

Jin A pun jujur, Daepyeonom, aku dipekerjakan dengan cara nepotisme.

Jin A : Aku harus bekerja tiga kali lebih keras dari orang lain untuk sukses. Jadi aku menyalin semua sampel sepatu yang Lora buat dari ruang dokumen untuk mempelajari mereka.

Hee Kyung yang gak percaya, memeriksa dokumen yang Jin A bawa.

Dan benar! Itu salinan sampel seperti yang Jin A katakan.

Tapi Hee Kyung masih heran kenapa Jin A melakukan itu tengah malam.

Jin A beralasan, karena dia dipekerjakan tidak sesuai prosedur, jadi teman kerjanya memandangnya dengan tatapan agak sinis.

Hee Kyung pun akhirnya melepaskan Jin A, meski dia curiga, tapi dia tidak punya bukti.

Jin A pun beranjak pergi.

Sampai diluar, Jin A langsung terduduk lemas.

Hee Kyung masuk ke ruangannya dan mencari ponselnya tapi dia tak bisa menemukannya.

Hee Kyung bahkan menelpon meja seketarisnya. Tapi tentu saja tidak dijawab.

Hee Kyung pun beranjak dari duduknya, tapi langkahnya mendadak terhenti dan dia menatap ke arah laci yang Jin A buka tadi.

Hee Kyung kembali duduk dan mendapati lacinya tidak tertutup dengan benar.

Dia membuka laci paling atas dan menemukan dokumennya berantakan.

Curiga, Hee Kyung langsung lari keluar mengejar Jin A.

Dia bahkan tanya ke satpam, apa melihat seseorang yang baru saja keluar.

Si satpam nya bingung.

Hee Kyung kayak orang linglung dan langsung lari keluar.

Dia melihat Jin A.

Hee Kyung : Kim Jemma!

Tapi Jin A nya keburu naik mobilnya Ki Seok.

Jin A dan Ki Seok sudah di rumah sekarang.

Ki Seok membuatkan Jin A mie.

Jin A tampak tak sabar ingin segera mencicipi mie buatan Ki Seok.

Tapi dia tak sengaja menjatuhkan sendoknya.

Ki Seok langsung membuat isyarat, agar Jin A tidak berisik.

Jin A mengerti, lalu mereka berdua tertawa geli.

Jin A lantas berterima kasih karena Ki Seok sudah menjemputnya.

Ki Seok pun bertanya, dokumen apa yang Jin A tinggalkan di kantor sampai Jin A harus mengambilnya malam itu juga.

Ki Seok : Jadi? Kau menemukannya?

Jin A : Tidak. Aku mencari kemana pun tapi aku tak bisa menemukannya.

Ki Seok : Kenapa kau meninggalkan sesuatu yang begitu penting di kantor? Haruskah aku membantumu mencarinya?

Tapi kemudian Ki Seok bilang, dia bukan karyawan Lora jadi tak bisa masuk kesana.

Jin A kembali tertawa.

Di kamarnya, Jin A berusaha memecahkan sandi ponsel Hee Kyung dengan memakai tanggal lahir Hee Kyung dan Hyeok Sang. Tapi ponselnya tak bisa dibuka.

Lalu dia mencoba tanggal lahir Hye Bin dan ponselnya terbuka.

Jin A kesal, sandi nya ulang tahun putrinya? Dia tidak peduli dengan anak kandungnya yang lain, tapi dia menyemangati putrinya dari hasil perselingkuhannya.

Jin A : Akan kubuat kau melihat putrimu yang berharga itu menderita karena hatinya tercabik-cabik. Tunggu saja.

Jin A memeriksa ponsel Hee Kyung dan menemukan percakapan Anggota Dewan Son dan Hee Kyung.

“Aku sudah mengirim sepuluh. Aku harap itu tidak terlalu kecil.” (Hee Kyung).

“Terima kasih, aku menerimanya. Itu sangat membantu terhadap kemajuan bangsa.” (Anggota Dewan Son).

“Dengan senang hati. Kita akan segera bertemu lagi.” (Hee Kyung).

“Min Hee Kyung yang cantik. Aku merasa tidak enak pada Pimpinan Kwon, tapi aku telah memutuskan untuk mendukungku seperti yang telah dijanjikan.” (Anggota Dewan Son).

“Tidak ada yang sejujur uang.” (Hee Kyung).

Jin A tak menyangka ibu kandungnya semenjijikkan itu.

Tapi dia senang karena menemukan satu lagi bahan untuk balas dendam.

Ok Kyung, Tae Gil, Sun Hee dan Gun Wook sarapan bersama.

Sun Hee meletakkan potongan daging ikan ke mangkuk Tae Gil.

Sontak lah Ok Kyung protes karena Sun Hee cuma ngasih ikannya ke Tae Gil.

Dia bilang, mereka semua harus berbagi.

Sun Hee : Kau cemburu karena Gun Wook tidak bisa makan?

Ok Kyung : Bukan itu… itu kotor. Itulah sebabnya.

Sun Hee : Apa? Apa yang kotor?

Sun Hee menjilati jarinya.

Ok Kung : Bagaimana tidak kotor? Kau terus menjilati jarimu.

Sun Hee : Astaga… sejak kapan kau jadi begitu bersih? Aku tahu kau memasak tanpa mencuci penanak nasi.

Ok Kyung membantah, tidak!

Gun Wook protes karena mereka kelahi lagi.

Ok Kyung dan Sun Hee kompak meneriaki Gun Wook, bilang mereka tidak kelahi.

Tae Gil ikutan menyindir. Dia bilang, Sun Hee dan Ok Kyung tidak berubah sama sekali.

Ok Kyung dan Sun Hee lagi-lagi kompak meneriaki Tae Gil, bahwa mereka tidak seperti itu.

Sun Hee dan Ok Kyung kemudian saling menatap dengan pandangan kesal.

Melihat itu, Gun Wook bilang, mereka benar.

Tae Gil pun tertawa.

Yu Kyung bergegas ke mejanya untuk menjawab telepon.

Dia bilang, dia gak bisa menemukan ponsel Hee Kyung dimana pun.

Hee Kyung : Baiklah. Tolong simpan jika kau menemukannya.

Hee Kyung penasaran dimana dia menjatuhkan ponselnya.

Lalu tiba-tiba, dia teringat sama Jin A yang dipergokinya berada di dekat ruangannya larut malam tadi.

Hee Kyung lantas menghubungi pihak keamanan. Dia ingin melihat rekaman CCTV di sekitar ruangannya tadi malam.

Pihak keamanan bilang ada masalah saat pemeriksaan tadi malam, jadi mereka sedang memperbaikinya.

Hee Kyung : Jadi maksudmu aku tidak bisa melihatnya?

Pihak keamanan bilang iya, sampai rekaman CCTV dipulihkan.

Hee Kyung mengerti.

Sementara itu, Jin A sedang bekerja.

Lalu telepon di mejanya berbunyi.

Jin A : Ini Kim Jemma.

Hee Kyung menyuruh Jin A datang ke ruangannya.

Jin A pun datang ke ruangan Hee Kyung.

Hee Kyung dengan angkuhnya duduk di sofa dengan cangkir teh di mejanya.

Hee Kyung : Apa yang kau lakukan disini semalam?

Jin A : Apa maksudmu?

Hee Kyung : Kau di kantor tadi malam.

Jin A : Kenapa aku…. seperti yang kukatakan, aku datang untuk dokumen…

Hee Kyung : Kau pikir aku bodoh? Itu kau! Kau membuka laciku.

Jin A : Daepyeonim, kau salah paham. Seperti yang kukatakan, aku ke ruang dokumen untuk menyalin sampel. Aku tidak punya alasan masuk ke sini. Maksudku… Bagaimana bisa aku berani masuk ke sini?

Hee Kyung : Jadi? Kau jelas-jelas tidak masuk kesini?

Jin A : Yang kulakukan hanyalah bekerja keras. Aku tidak mengerti apa yang menyebabkan aku dicurigai. Maksudku, bukankah kau harusnya memiliki bukti untuk menuduhku seperti ini? Bagaimana bisa kau mengatakan itu tanpa bukti….

Hee Kyung pun berdiri dan menyiram Jin A dengan teh nya.

Hee Kyung : Kau anak nakal yang kasar. Dengar baik-baik. Kau mungkin seperti ini karena Nyonya Choi di belakangmu, tapi aku tidak akan segan-segan memecatmu. Aku tidak tahu apa yang kau lakukan tapi pergilah sendiri saat aku bersikap baik.

Jin A gak mau.

Jin A : Jelaskan dan yakinkan aku kenapa aku harus keluar dari perusahaan.

Hee Kyung : Keluar, keluar!

Jin A pun keluar dengan wajah kesal.

Lalu kemudian ponsel Hee Kyung berbunyi. Pesan dari pihak keamanan yang mengatakan rekaman CCTV nya udah selesai diperbaiki.

Pihak keamanan tanya haruskah ia mengirimkan ke Hee Kyung.

Jin A panic dan langsung lari ke lift. Tapi lift nya lama banget kebuka.

Bersamaan dengan itu, Hyun Seok muncul dan melihat Jin A.

Karena lift nya lama kebuka, akhirnya Jin A memutuskan lewat tangga darurat dan dia lari melewati Hyun Seok gitu aja.

Hyun Seok bingung sendiri.

Jin A lari ke ruang keamanan.

Dia minta rekaman CCTV dari depan ruangan Hee Kyung tadi malam.

Pihak keamanan bilang, baru saja mau memberikannya pada Hee Kyung karena rekaman CCTV nya sudah pulih.

“Aku mau mengirimnya lewat pesan, tapi file nya terlalu besar.”

“Berikan padaku. Akan kubawakan padanya.”

Sialnya, Hee Kyung tiba-tiba muncul dan langsung mengambil flashdish itu dari tangan Jin A.

Sontak Jin A kaget.

Hee Kyung : Apa yang kau lakukan? Kenapa kau… katakan, kenapa kau mengambil ini.

Jin A : Untuk kubawakan padamu. Aku merasa kau akan terus mencurigaiku, kecuali setelah kau melihatnya. Karena ini adalah buktinya.

Hee Kyung : Benar, ini bukti bahwa kau pencuri yang masuk ke ruanganku dan memeriksa laciku.

Hee Kyung juga mengancam akan melaporkan Jin A ke polisi.

Jin A mulai takut, tunggu.

Hee Kyung : Kenapa? Kau ingin mengaku sebelum aku membawamu ke polisi? Kau takut sekarang?

Hee Kyung berbalik dan pergi.

Jin A : Sebenarnya…..

Dan tiba-tiba Jin A terkejut. Ada apa?

Bersambung ke part 2…

27 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Red Shoes Ep 25 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 25 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…
Replay: The Moment Ep 4
Read More

Replay: The Moment Ep 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Replay: The Moment Episode 4, Pantau seluruh episodenya di tulisan yang ini. Apabila ingin melihat…