Red Shoes Ep 14 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 14 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.

Sebelumnya…

Di episode sebelumnya, Hye Bin dan So Jin terkejut karena Jin A mendadak muncul ketika mereka sedang membicarakan Jin A.

Jin A tersenyum menatap Hye Bin.

Lalu perlahan dia mendekati Hye Bin dan kembali tersenyum pada Hye Bin.

“Sampel gratis? Terkadang, hadiah gratis lebih baik daripada produk utama. Seperti tas ramah lingkungan saat kau membeli kopi.”

Jin A lantas mencuci tangannya.

Selesai mencuci tangan, dia bilang ke Hye Bin, tidak ada koneksi yang bisa mengalahkan koneksi anak seorang pemilik perusahaan.

Jin A : Aku benar, kan?

Jin A lalu meninggalkan mereka sambil tersenyum puas.

Hye Bin pun kesal, kenapa dia sangat menjengkelkan?

Jin A balik ke mejanya. Dia sudah dapat meja sendiri.

Baru duduk, staf pria yang duduk di depan Jin A memberitahu Jin A, kalau Jin A dipanggil Hee Kyung dan disuruh membawa desainnya.

Jin A kaget, apa?

Jin A pun langsung ke ruangan Hee Kyung.

Hee Kyung melihat-lihat desain Jin A, lalu dia tanya, apa Jin A lulusan sekolah desain.

Jin A mengiyakan.

Hee Kyung : Kau ingin bergabung di tim desain dengan kemampuan ini? Kau dipekerjakan sebagai layanan tambahan. Menurutmu bagaimana perasaanku setelah melihat sampah seperti ini?

Jin A : Aku tidak pernah meminta itu.

Hee Kyung tertawa, kau gadis pintar. Orang pintar tidak mendapatkan darah di tangan mereka. Mereka akan membuat orang lain melakukannya. Ini, sampah.

Hee Kyung membuang desain Jin A ke tong sampah.

Hee Kyung : Aku pikir kau akan membawakanku sesuatu yang bagus. Jangan maju sendiri dan berpikir kau akan menjadi desainer. Pergi dari hadapanku, Kim Jemma-ssi.

Tentu saja Jin A syok dan terpukul mendengar kata-kata Hee Kyung.

Jin A lalu beranjak pergi.

Setelah Jin A pergi, Hee Kyung justru mengambil lagi buku desain Jin A dari tempat sampah.

Dia kembali melihat-lihat desain Jin A dan tak percaya Jin A yang mendesain itu.

Hee Kyung lalu berpikir sejenak, dan menghubungi Pak Yeo.

*Dari preview nya, desain Jin A diakui sebagai desain Hye Bin.

Di toko, Ok Kyung melamun, sementara Sun Hee yang duduk di depannya, sibuk mengemasi barang.

Ok Kyung menghela napas.

Sun Hee : Kau harus menghela nafas lebih dalam dari itu. Seperti ini.

Sun Hee meniup Ok Kyung. Wkwkwk…

Ok Kyung protes, nafasmu bau. Kau menggosok gigimu?

Sun Hee : Apa aku melakukannya?

Sun Hee lalu tertawa.

Sun Hee : Kau menemukan Tae Gil yang sangat kau rindukan. Kau membuka sebuah toko. Jemma bekerja dengan baik. Kenapa kau cemas?

Ok Kyung : Jika kau menjadi Jemma, menurutmu bagaimana perasaanmu jika kau melihat ibu kandungmu?

Sun Hee : Apa mereka bertemu?

Ok Kyung : Jemma bekerja di perusahaannya.

Sun Hee : Apa wanita itu mempekerjakannya karena tahu Jemma adalah putrinya?

Ok Kyung : Tidak, Nyonya Choi yang memberinya pekerjaan.

Tiba-tiba Jin A datang.

Ok Kyung : Kau tidak bilang mau datang.

Jin A : Kau tahu hari ini hari pertamaku bekerja. Tiba-tiba aku merindukanmu seperti orang gila.

Ok Kyung tertawa, kau seperti anak kecil.

Jin A lalu duduk dan memegang tangan Ok Kyung. Dia bilang, dia sangat bersyukur memiliki Ok Kyung. Jin A berterima kasih dan berniat memberikan gaji pertamanya pada Ok Kyung.

Ok Kyung : Jangan berikan padaku. Aku membuka toko ini berkat dirimu.

Jin A : Terima kasih, eomma.

Jin A yang terluka, lantas memeluk Ok Kyung.

Sun Hee terharu dan berkata, cinta mereka seperti sungai yang meluap.

Ponsel Jin A berbunyi.

Pesan masuk dari Ki Seok. Ki Seok bilang dia mau merayakan hari pertama Jin A bekerja.

Ki Seok : Akan kubelikan makan malam untukmu.

Jin A tersenyum membacanya.

Sepanjang perjalanan, Jin A dan Ki Seok tak berhenti senyum.

Ki Seok : Dimana aku harus menurunkanmu?

Jin A : Dimana saja.

Jin A menatap Ki Seok. Lalu tiba-tiba dia menyentuh pipi Ki Seok.

Sontak, Ki Seok terdiam.

Jin A bilang, ada sesuatu di wajah Ki Seok.

Ki Seok : Aku mencuci muka dan mengoleskan lotion baru agar terlihat bagus.

Jin A lantas bilang dia hanya bercanda.

Ki Seok tertawa.

Ki Seok : Kita belum memutuskan kemana kita akan pergi. Ada tempat yang ingin kau tuju?

Jin A tersenyum.

Mereka makan steak.

Jin A makan dengan lahap. Ki Seok tak berhenti memperhatikan Jin A, sambil memotong daging steak nya.

Jin A melihat Ki Seok dan tertawa.

Jin A : Kenapa kau terus menatapku seperti itu?

Ki Seok : Bajumu cantik. Cocok untukmu.

Jin A balas memuji Ki Seok.

Jin A : Aku tidak yakin siapa yang membelikan ini untukku, tapi aku rasa dia memiliki selera fashion yang bagus.

Ki Seok lalu memberikan steak yang sudah dipotong-potongnya ke Jin A.

Ki Seok : Kau pasti lelah.

Jin A : Apa aku terlihat lelah?

Ki Seok : Aku teringat hari itu. Saat aku menjadi pengajar pertama kali. Semua murid menatapku. Mata mereka yang penuh dengan rasa ingin tahu sedang menembakkan laser padaku.

Jin A : Tim kami tidak sebesar itu.

Hyun Seok dan Hye Bin melintas dan mereka melihat Ki Seok bersama Jin A.

Hyun Seok bergegas menghampiri mereka.

Hyun Seok : Hyung, sedang apa kau disini?

Ki Seok : Kudengar tempat ini bagus. Aku ingin mengucapkan selamat pada Jemma untuk hari pertamanya bekerja.

Hyun Seok protes. Dia bilang, itu juga hari pertamanya bekerja tapi dia tak mendapat ucapan selamat.

Hyun Seok : Baiklah. Mari bergabung dan kau yang bayar.

Hyun Seok memanggil Hye Bin, tapi Hye Bin menolak masuk.

Hyun Seok memaksa. Hye Bin kesal dan terpaksa masuk.

Hye Bin menyapa Ki Seok.

Ki Seok : Lama tidak bertemu.

Ki Seok lalu pindah ke kursi disamping Jin A agar Hye Bin bisa duduk.

Hyun Seok : Ah, benar. Kalian sedang makan. Jangan pedulikan kami. Teruslah makan.

Hye Bin lalu bertanya apa Ki Seok dan Jin A pacaran.

Jin A bilang enggak, tapi Ki Seok mengiyakan.

Hye Bin tak percaya dan mulai menghina Jin A.

Hye Bin : Kau punya kemampuan, Jemma-ssi. Bagaimana bisa seseorang sepertimu merayu CEO? Apa rahasiamu?

Hyun Seok menegur Hye Bin.

Hye Bin : Kenapa? Aku benar. Dia dari keluarga miskin, tidak berpendidikan dan tidak punya uang. Dia tidak punya apa-apa dan dia tinggal di rumah Nyonya Choi seperti lintah. Lalu dia mendapat pekerjaan dan merayu CEO.

Hye Bin tertawa, tapi tawanya langsung berhenti saat Jin A menyiramnya dengan segelas air.

Jin A lalu berdiri dan beranjak pergi.

Ki Seok mengejar Jin A.

Tangis Jin A pun pecah.

Ki Seok memeluk Jin A.

Paginya, Hee Kyung membawa seorang reporter menemui para staf.

Para staf langsung berdiri. Hee Kyung lalu menyuruh mereka duduk kembali.

Tapi Hee Kyung tak melihat Hyun Seok dan Hye Bin.

Hee Kyung : Apakah Pak Yoon dan Bu Kwon pergi ke suatu tempat?

So Jin bilang mereka ke ruang penyimpanan dan akan segera kembali.

Tak lama, Hyun Seok dan Hye Bin datang.

“Kau putrinya Min Hee Kyung, kan?”

“Aku Kwon Hye Bin.”

“Astaga. Kau terlihat mirip dengan ibumu.”

Hee Kyung tersenyum mendengarnya.

“Kau memiliki gen yang bagus.” ucap si reporter pada Hee Kyung.

Reporter lalu meminta izin mau mengambil foto Hye Bin dan Hee Kyung.

Hye Bin langsung pergi ke sisi Hee Kyung.

Hee Kyung sedikit merapikan rambut Hye Bin, bikin Jin A cemburu.

Setelah reporter mengambil beberapa foto mereka, Hee Kyung lalu memperkenalkan desain terbaru mereka.

Hye Bin memegang sepasang sepatu wanita berwarna pink. Itu adalah desain Jin A, tapi Hee Kyung mengenalkan sepatu itu sebagai desain Hye Bin.

Jin A yang mengenali sepatu itu kaget. Dia langsung bangkit dari duduknya. Dia marah, tapi tak bisa meluapkannya. Dia hanya bisa menatap tajam Hee Kyung.

“Mereka milikku. Itu desainku.” ucap Jin A dalam hati.

Hye Bin sendiri jelas terkejut ibunya mengenalkan sepatu itu sebagai desainnya.

Hee Kyung menjelaskan, kalau Hye Bin tidak memberitahunya karena merasa tidak nyaman. Tapi dia tak sengaja menemukan sepatu itu dan mengambilnya tanpa sepengetahuan Hye Bin.

“Benar. Kau mencuri desainku.” ucapnya dalam hati.

Jin A yang kesal, akhirnya beranjak pergi.

Sementara reporter memuji Hye Bin.

Hyun Seok yang merasa aneh dengan kemarahan Jin A, akhirnya menyusul Jin A.

Jin A mencoba mendinginkan kepalanya dengan mencuci muka.

Jin A : Aku jijik orang sepertimu yang melahirkanku. Aku benci diriku yang masih muda memanggilmu ibu. Kau mungkin melakukan ini berkali-kali. Kau mencuri darah, keringat dan tangis desainer muda. Kau menginjak-nginjak mimpi mereka dan merenggut harapan mereka.

Lalu terdengar suara Hyun Seok diluar.

Hyun Seok : Jemma-ssi, kau di dalam?

Jin A pun bergegas keluar dan mendapati Hyun Seok tengah menunggunya diluar.

Hyun Seok : Jemma, kau sakit?

Jin A bilang dia merasa tidak baik.

Jin A : Kenapa kau mengikutiku sampai ke toilet?

Hyun Seok : Aku tidak mengikutimu.

Jin A mulai berjalan. Hyun Seok mengikuti Jin A.

Hyun Seok mengira Jin A iri pada Hye Bin. Meskipun Jin A bilang dia tidak iri, tetap saja Hyun Seok percaya Jin A iri. Dia bahkan menasihati Jin A, dia bilang Jin A bisa kalah jika iri pada Hye Bin.

Jin A pun kesal, Yoon Timjang-nim!

Hyun Seok pun berhenti mengatakan Jin A iri.

Lalu dia bilang, dia kayak pernah melihat desain Hye Bin tapi lupa dimana.

Jin A pun menyuruh Hyun Seok untuk menanyakan langsung pada Hye Bin.

Tae Gil menguap lebar dan menghampiri Gun Wook yang lagi makan ditemenin Yu Kyung.

Mereka di restoran.

Yu Kyung bilang, Gun Wook ingin bulgogi lagi dan meminta Tae Gil membuatkannya untuk Gun Wook.

Tae Gil menolak, dia bilang dia juga butuh istirahat.

Yu Kyung sewot, dia ponakanmu!

Tae Gil : Kau tahu apa mottoku? Makan dan hidup dengan baik. Itu hanya punyaku.

Gun Wook langsung bertepuk tangan. Dia bilang, Tae Gil mendapatkan respek nya.

Gun Wook : Itulah alasan kau mencuri uang ibuku saat ibuku tidur dan melarikan diri.

Tae Gil : Aku tidak melakukan itu. Kau tidak tahu apapun.

Gun Wook : Aku tahu semuanya. Saat ibuku mendapatkan uangnya dari klub pinjaman, kau mengambil semuanya dikurangi uang untuk operasiku dan pergi.

Tae Gil : Uang itu bukan dari klub pinjaman! Uang itu dari….

Tae Gil gak bisa menjelaskan darimana sumber uang itu.

Tae Gil yang kesal, akhirnya setuju membuat lebih banyak bulgogi dan pergi ke dapur.

Yu Kyung dan Gun Wook senang.

Yu Kyung lalu bilang dia tidak menyadari hal itu sebelumnya, tapi Tae Gil super naif dan tampan.

Gun Wook : Terserah.

Sementara itu, Ok Kyung dan Sun Hee tengah di toko.

Ok Kyung sewot pas Sun Hee bilang kalau Tae Gil tampan.

Sun Hee gak habis pikir kenapa Ok Kyung selalu marah-marah saat dia menyebut Tae Gil.

Sun Hee : Dia adikmu. Adik kecilmu.

Ok Kyung : Aku tahu dia adik kecilku. Penipu itu. Kau tahu apa yang dia bilang padaku? Dia bilang dia akan tinggal denganku di rumahku.

Lalu Tae Gil datang bawain mereka bulgogi.

Tentu saja Sun Hee senang.

Ok Kyung : Kau sudah temukan tempat untuk tinggal?

Tae Gil : Apa? Sudah kubilang aku akan tinggal denganmu.

Ok Kyung : Ini bukan tentang hidup mewah.

Sun Hee : Kenapa kau begitu jahat? Lalu? Haruskah aku ikut pindah dan tinggal dengan adikmu?

Jin A sudah kembali ke rumah. Dia lagi makan bersama Nyonya Choi.

Nyonya Choi meletakkan potongan daging ikan ke mangkuk Jin A dan menyuruh Jin A mencobanya.

Jin A merasa tidak enak.

Bibi Ma bilang, Nyonya Choi sangat menghargai ikan itu tapi dia mengeluarkan ikan itu hanya untuk Jin A.

Jin A pun mencobanya dan terkejut dengan rasanya yang enak.

Nyonya Choi lalu tanya gimana sama pekerjaan Jin A.

Jin A pun berterima kasih pada Nyonya Choi karena sudah memberinya pekerjaan itu. Dia bilang dia takkan lupa jasa Nyonya Choi.

Nyonya Choi bilang Jin A sudah melakukan banyak untuknya.

Nyonya Choi lalu mengelus kepala Jin A.

Nyonya Choi : Jika Myung Jun menikah dan memiliki anak, cucuku pasti sudah seusiamu. Aku penasaran dia dimana dan apa yang dia lakukan. Aku penasaran apa aku bisa bertemu dengannya sebelum aku mati?

Nyonya Choi kemudian tersadar dia habis cerita yang sedih-sedih di depan Jin A pas mereka lagi makan.

Nyonya Choi lantas berhenti bercerita dan menyuruh Jin A makan.

Jin A menulis di grup chat, kalau Lora menjiplak desainnya lagi.

Lalu dia bertanya, apa ada orang di grup chat yang bernasib sama dengannya.

Tak lama, anggota grup chat pun pada mengaku bahwa desain mereka juga dijiplak Lora.

Bahkan ada yang mengaku, bahwa dia ingin menuntut Lora, tapi gagal.

Jin A bilang dia mau menuntut jika bisa.

Orang itu bilang, Jin A butuh bukti jika mau menuntut.

Jin A tanya gimana dia bisa dapatin buktinya.

Orang itu bilang, buktinya hanya bisa didapat jika Jin A masuk ke ruangan Hee Kyung.

Jin A mengajak orang yang berinisial ‘M’ itu bertemu.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan di pintunya.

Jin A bilang dia akan segera menghubungi ‘M’. Setelah itu dia buru-buru mengganti layar chat nya dengan layar desainnya.

Bersambung ke part 2…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

High Class Ep 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis High Class Episode 4, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini.…
Vincenzo Ep 10
Read More

Vincenzo Ep 10

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Vincenzo Episode 10, Di sini Kamu bisa simak daftar rekap lengkapnya di tulisan yang ini.…