Red Shoes Ep 11 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 10 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.

Sebelumnya…

Ki Seok, Hyun Seok dan Hye Bin duduk bersama.

Dan Jin A, dia sedang melayani mereka.

Jin A menuangkan air putih ke gelas Ki Seok.

Hyun Seok sibuk dengan ponselnya dan Hye Bin melihat-lihat daftar menu.

Ki Seok tanya, Hye Bin mau makan apa.

Hye Bin : Ini kelihatannya enak. Aku pesan ini.

Hyun Seok juga memesan makanan yang sama kayak yang Hye Bin pesan, padahal dia gak tahu Hye Bin pesennya apa.

Saat mau mengambil buku menu dari Hye Bin, Jin A gak sengaja menyenggol gelas Hye Bin dan air di gelas pun tumpah ke baju Hye Bin.

Semua kaget. Jin A langsung mengambil kain lap dan coba mengeringkan baju Hye Bin.

Tapi Hye Bin menepis tangan Jin A. Dia bilang lap nya kotor.

Ponsel Hye Bin berbunyi. Hye Bin bergegas menjawab, eomma…

Jin A pun langsung menatap Hye Bin mendengarnya.

Usai bicara dengan ibunya, Hye Bin memarahi Jin A.

Hye Bin bilang, jangan cuma berdiri di sana. Pergilah mencari handuk kering!

Jin A minta maaf, dan mau pergi mengambil handuk kering tapi Yu Kyung datang membawa handuk kering.

Yu Kyung minta maaf.

Jin A minta maaf sekali lagi, lalu dia masuk ke dalam.

Ki Seok menatap Jin A.

Dan Hyun Seok menatap Ki Seok.

Hee Kyung dan Hyeok Sang sedang melihat spa bath. Soo Yeon si pemilik toko menjelaskan, itu spa bath special untuk orang-orang yang kesulitan berjalan.

Spa bath nya nyaman dan mudah digunakan.

Soo Yeon juga menunjukkan barang yang lain.

Setelah itu, mereka bicara sambil minum teh di ruangan Soo Yeon.

Hee Kyung : Aku pikir kau memilih bisnis yang sempurna. Industri perawatan senior sedang berkembang saat ini.

Soo Yeon bilang, berada di sana benar-benar membuatnya berpikir.

Soo Yeon : Itu membuatku memikirkan kembali hidup dan terkadang, aku seperti filosofer sejati.

Hyeok Sang : Jadi, apa semuanya berjalan dengan baik untuk grand opening?

Soo Yeon : Kau bisa lihat sendiri. Ini sempurna.

Hyeok Sang menatap bangga adiknya. Dia bilang, dia merasa Soo Yeon akan sukses besar dengan bisnis seperti itu.

Hee Kyung : Kau memperlebar bisnismu dan memikirkan tentang hidup berkat kakakmu. Kau sangat beruntung.

Soo Yeon membalas, kau satu-satunya yang beruntung. Setelah kau bertemu dengannya, kau menjadi lebih sukses darinya.

Hee Kyung menatap Hyeok Sang sambil tersenyum. Dia bilang itulah kekuatan cinta.

Tapi Hyeok Sang nya gak nyaman karena kata-kata Soo Yeon.

Soo Yeon menatap kesal Hee Kyung.

Soo Yeon : Aku tidak tahan dengannya.

Hyeok Sang kembali ke kantornya. Dia masuk ke ruangannya bersama Hee Kyung.

Hyeok Sang : Kau ingin minum teh lagi? Kita baru saja minum teh dengan Soo Yeon.

Hee Kyung bilang, jika dia menginginkannya, itu karena dia ingin menghabiskan waktu dengan Hyeok Sang.

Hyeok Sang tertawa mendengarnya, keajaiban tidak pernah berhenti.

Hyeok Sang : Kita sudah bersama di rumah tapi kau masih ingin bersamaku di kantor juga?

Seketaris datang membawakan teh.

Setelah seketaris pergi, Hyeok Sang minta Hee Kyung bilang padanya apa itu.

Hee Kyung : Aku ingin bertanya sesuatu. Apa kau masih mencintaiku?

Hyeok Sang tertawa, cinta. Bukankah ini pertanyaan yang canggung di kantor?

Hee Kyung : Katakan padaku. Kau masih mencintaiku?

Hyeok Sang : Apa yang ingin kau bicarakan?

Hee Kyung : Ada waktu ketika aku mencintaimu lebih dari diriku sendiri. Tidak ada dalam hidupku yang berarti selain kau. Tapi saat kau dengan kejam mencampakkanku…

Hyeok Sang : Berhentilah membicarakan masa lalu. Langsung saja ke intinya. Apa soal uang lagi?

Hee Kyung : Tidak. Cinta.

Hyeok Sang terkejut dengan kata-kata Hee Kyung.

Hee Kyung tertawa, jangan terkejut. Ini bukan tentang kita, tapi putrimu Hye Bin. Dia jatuh cinta dan mungkin akan segera menikah.

Hyeok Sang : Apa maksudmu? Dia terlalu muda untuk tiba-tiba…

Hee Kyung bilang apa pentingnya usia ketika kau menikah.

Hyeok Sang tak mengizinkan.

Hee Kyung : Aku tidak ingin putriku menderita karena cinta seperti yang kualami. Aku menyuruhnya menikah jika dia menginginkannya. Jangan menentang.

Hee Kyung berdiri. Dia mau pergi.

Hyeok Sang juga berdiri. Dia menentang keras.

Hyeok Sang : Apa kau pikir kau bisa melakukan semuanya seenaknya? Siapa aku? Kenapa kau memutuskan sendiri tanpa mendiskusikan padaku?

Hee Kyung : Aku berdiskusi denganmu sekarang.

Hyeok Sang : Kau tidak berdiskusi, tapi memberitahuku.

Hee Kyung : ada apa denganmu? Kau tidak pernah begini sebelumnya. Apa karena kau tidak mendapatkan nominasi?

Hyeok Sang : Apa?

Hee Kyung : Aku tahu perasaanmu sedang buruk, tapi kita suami istri. Dan kau tahu aku mencintaimu.

Hee Kyung memegang pipi Hyeok Sang.

Hyeok Sang mencengkram tangan Hee Kyung dan tanya, apa itu benar.

Hee Kyung : Jika tidak? Apa yang akan kau lakukan?

Hee Kyung lantas bilang kalau dia akan mengurus pernikahan Hye Bin.

Hee Kyung beranjak pergi.

Nyonya Choi sedang bersama Bibi Ma di kamar.

Bibi Ma : Ibunya Jemma akan datang? Tentang apa?

Nyonya Choi : Mana kutahu? Dia mendapat nomorku dari seseorang dan menelponku. Dia bilang, ingin bicara denganku.

Lalu kemudian terdengar suara bel.

Bibi Ma yakin itu mereka dan bergegas membuka pintu.

Ok Kyung datang bersama Sun Hee. Bibi Ma datang membawakan mereka jus.

Nyonya Choi : Jadi kau ibunya Jemma?

Ok Kyung : Iya.

Sun Hee : Halo, aku bibinya Jemma. Ya Tuhan. Wajahmu memiliki aura yang bagus.

Sementara Ok Kyung tanya gimana keadaan Nyonya Choi sekarang setelah menerima donor ginjal dari Jin A.

Nyonya Choi memandang sinis mereka.

Nyonya Choi lalu bilang, dia baik-baik saja.

Sun Hee berkata, itu semua karena Jin A jadi Nyonya Choi harus bersyukur.

Nyonya Choi : Aku bersyukur.

Sun Hee bilang harusnya jangan di mulut saja Nyonya Choi mengucapkan syukur.

Sun Hee : Tidak ada yang gratis di dunia ini. Bahkan cacing yang merangkak di lumpur memiliki kesadaran. Bagaimana bisa kau mencuri dari cacing yang menyedihkan? Tidak tahukah kau bagaimana sulitnya hidup Jemma sekarang? Dia baik-baik saja karena masih muda, tapi sudah jelas dia akan menderita nanti saat dia tua karena dia hanya punya satu ginjal. Bagaimana bisa seseorang yang kaya yang tinggal di rumah besar seperti ini tidak memberinya se-sen pun? Bagaimana bisa kau melakukan itu?

Nyonya Choi makin memandang sinis mereka karena tahu maksud kedatangan mereka untuk uang.

Bibi Ma marah, Nyonya Choi masih dalam proses pemulihan! Kenapa kau menyebabkan masalah!

Sun Hee : Aku menyebabkan masalah? Kau sebut ini menyebabkan masalah? Kau tidak pernah melihat seseorang membuat masalah? Kau ingin kuperlihatkan!

Nyonya Choi : Apa yang ingin kau katakan?

Sun Hee mencubit Ok Kyung, menyuruh Ok Kyung bicara.

Ok Kyung bicara, aku yakin kau tahu tapi sejak Jemma melakukan operasi besar, aku harus membelikannya vitamin, memberikan makanan bergizi, dan cairan IV.

Nyonya Choi : Kau ingin uang.

Ok Kyung bilang bukan begitu. Tapi itu lebih seperti tanda terima kasih dan bentuk kesopanan.

Nyonya Choi : Tanda terima kasih? Kesopanan?

Nyonya Choi lalu menyuruh Bibi Ma melemparkan garam ke mereka.

Mereka terkejut.

Bibi Ma langsung ke dapur.

Nyonya Choi : Beraninya kau kesini dan mengancamku?

Sun Hee : Mengancam? Apa kami pencuri? Kami penagih hutang?

Sun Hee tidak terima, lalu dia berdiri dan memaki-maki Nyonya Choi.

Tepat saat itu, Bibi Ma datang dan melempari mereka dengan garam.

Sun Hee merebut wadah garam dari tangan Bibi Ma dan balas melempari Bibi Ma dengan garam.

Setelah itu, dia menyerang Bibi Ma.

Bibi Ma melawan dan mendorong Sun Hee.

Nyonya Choi berdiri, KELUAR! KELUAR!

Tapi… Nyonya Choi kemudian jatuh ke kursi dan pingsan.

Ok Kyung dan Sun Hee terkejut melihat Nyonya Choi tak sadarkan diri.

Bibi Ma mengusir mereka.

Di ruangannya, Ki Seok lagi memikirkan kata-kata Sun Hee tadi padanya.

Tak lama, Jin A masuk.

Jin A : Kudengar ibuku datang menemuiku. Aku minta maaf.

Ki Seok bilang tidak apa-apa dan menyuruh Jin A keluar, tapi dengan wajah dingin.

Jin A mau pergi, tapi Ki Seok memanggilnya lagi.

Ki Seok minta maaf atas sikapnya tadi malam di kafe ke Jin A.

Jin A berbalik, menatap Ki Seok.

Jin A : Aku tidak bodoh. Aku mengerti apa maksudmu jadi berhenti mengungkit itu.

Ki Seok : Maksudku…

Jin A : “Jangan langsung menyimpulkan.” Aku akan mengingat kata-kata itu di dalam pikiranku dan terus mengatakannya pada diriku.

Jin A beranjak keluar.

Setelah Jin A pergi, Ki Seok ditelpon Bibi Ma.

Bibi Ma memberitahu kondisi Nyonya Choi ke Ki Seok.

Di bawah, Jin A lagi membersihkan meja.

Ki Seok turun dan menyuruh Yu Kyung menelponnya jika terjadi sesuatu di restoran.

Ki Seok kemudian pergi.

Jin A mendekati Yu Kyung dan tanya ada apa.

Yu Kyung memberitahu Jin A kalau Ok Kyung dan Sun Hee datang ke rumah Ki Seok dan membuat masalah yang menyebabkan Nyonya Choi pingsan.

Jin A terkejut mendengarnya.

Sampai rumah, Ki Seok langsung nyariin neneknya tapi dia terkejut melihat kondisi rumah yang berantakan.

Ki Seok tanya ada apa.

Bibi Ma bilang, dia sengaja gak membersihkan kekacauan itu agar Ki Seok bisa melihat sendiri.

Bibi Ma juga mengatakan kalau dia sudah mengambil foto juga.

Terdengar suara Nyonya Choi dari kamar, memanggil Ki Seok.

Ki Seok dan Bibi Ma langsung ke kamar Nyonya Choi.

Nyonya Choi sudah tidak apa-apa dan minum seteguk air.

Nyonya Choi lalu tanya kenapa Ki Seok pulang padahal masalahnya tidak serius.

Bibi Ma : Bagaimana itu tidak serius?

Ki Seok : Apa kau terluka?

Nyonya Choi bilang dia tidak terluka sedikit pun jadi Ki Seok gak perlu cemas.

Bibi Ma : Aku mau memanggil polisi tapi dia melarangku.

Nyonya Choi berkata itu salahnya. Bibi Ma gak setuju.

Nyonya Choi : Cobalah di posisi nya. Putrinya mendonorkan ginjal tanpa memberitahunya. Orang tua mana yang tidak akan marah?

Nyonya Choi juga bilang, harusnya mereka ternganga jika tahu kejadian sebenarnya.

Nyonya Choi lalu menyuruh Ki Seok membawa Jin A ke rumah mereka.

Nyonya Choi bilang mau melihat, juga bicara dengan Jin A.

Ki Seok cemas, soal apa?

Nyonya Choi : Kenapa kau peduli? Bawa saja dia kapanpun kau bisa.

Bersambung ke part 2…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Undercover Ep 14 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Undercover Episode 14 Part 1, Untuk Kamu yang ingin tahu daftar selengkapnya tersedia lengkap di…