Red Shoes Ep 10 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 10 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cara lain untuk cari cerita spoiler Episode sebelumnya cek disini.

Sebelumnya…

Hyun Seok : Kau tadi meneriakiku, kan?

Jin A bilang, barang bawaannya hancur karena Hyun Seok.

Hyun Seok bilang, dia gak nabrak Jin A.

Hyun Seok : Kau jatuh sendiri.

Jin A bilang, dia terkejut karena Hyun Seok tiba-tiba datang, seperti mau menabraknya. Itulah kenapa aku jatuh. Bukankah kau seharusnya, setidaknya merasa sedikit bersalah? Minta maaf.

Hyun Seok : Minta maaf?

Jin A : Ya, kau harus minta maaf.

Lah Hyun Seok malah melemparkan uang 50 dollar selembar demi selembar ke depan Jin A.

Jin A menatap kesal Hyun Seok.

Hyun Seok : Kenapa? Kau mau lebih?

Jin A : Memangnya aku minta uang?

Hyun Seok malah melemparkan uangnya lagi.

Jin A makin kesal.

Jin A lantas berdiri. Hyun Seok tersenyum dan beranjak pergi.

Jin A teriak, kau brengsek!

Ok Kyung terkejut mendengar cerita Gun Wook tentang Jin A yang menjadi pendonor ginjal.

Ok Kyung lalu tanya, apa Jin A mendonorkan ginjal demi uang.

Gun Wook bilang, Jin A tak dibayar.

Gun Wook : Dia mendonasikannya. Penerimanya adalah nenek dari pemilik restoran tempat dia bekerja.

Ok Kyung marah mendengarnya.

Ok Kyung : Gadis bodoh itu. Apa yang dia pikirkan?

Ok Kyung menyuruh Gun Wook menghubungi Jin A.

Gun Wook : Biarkan saja dia.

Ok Kyung : Telepon kataku!

Gun Wook : Biarkan dia sendiri. Dia memberikan miliknya. Apa yang bisa kau lakukan?

Ok Kyung meraih ponsel. Gun Wook langsung berusaha merebut ponsel ibunya.

Sang ibu bilang dia takkan menghubungi Jin A.

Dan Gun Wook pun kaget ibunya menghubungi Yu Kyung.

Gun Wook mau ambil telepon ibunya tapi dihalangi ibunya.

Jin A di kamar nenek, bersama Ki Seok.

Nyonya Choi memberikan Jin A uang.

Nyonya Choi bilang, jumlahnya tidak seberapa dan dia memberikan itu untuk membalas kebaikan Jin A.

Jin A terkejut, nenek.

Nyonya Choi memaksa Jin A menerima uangnya. Dia bilang, meskipun Jin A tulus mendonorkan ginjal untuknya, dia tidak mungkin tidak menghargai Jin A. Dan dia hanya memberi sedikit untuk menjaga perasaan Jin A.

Jin A tetap menolak.

Nyonya Choi memaksa. Dia minta Jin A menerima uang pemberiannya agar dia merasa lebih enak.

Ki Seok juga menyuruh Jin A mengambilnya.

Terpaksalah Jin A mengambilnya.

Nyonya Choi juga berkata kalau sekarang Jin A sudah sah menjadi putrinya.

Diluar, Jin A mengembalikan uang Nyonya Choi ke Ki Seok.

Dia bilang, dia tak bisa menerimanya.

Ki Seok : Jemma-ssi.

Seseorang datang. Dia Hyun Seok.

Hyun Seok dan Ki Seok berpelukan.

Hyun Seok lalu menanyakan neneknya.

Hyun Seok : Apa operasi nenek berjalan baik?

Hyun Seok mau menemui nenek, tapi Ki Seok bilang nenek udah tidur dan menyuruh Hyun Seok menemui nenek nanti.

Ki Seok juga bilang kalau sistem kekebalan tubuh nenek mereka masih rendah, jadi Hyun Seok harus bersih-bersih dulu sebelum menemui nenek.

Hyun Seok lalu melihat Jin A.

Dia ingat siapa Jin A.

Saat mau bicara, Bibi Ma datang dan menyuruh mereka semua makan.

Ki Seok mengajak Jin A ke meja makan.

Hyun Seok tanya ke Bibi Ma siapa Jin A.

Bibi Ma cerita kalau Jin A adalah orang yang mendonorkan ginjal ke nenek.

Hyun Seok terkejut mendengarnya.

Ki Seok, Jin A, Hyun Seok dan Bibi Ma makan malam bersama.

Jin A tampak kesal, sehingga dia diam saja.

Ki Seok menatap Jin A dan tanya, apa masakannya enak.

Jin A tak menjawab dan menatap Hyun Seok.

Hyun Seok salah tingkah ditatap seperti itu oleh Jin A.

Hyun Seok mencari pembicaraan untuk menutupi salah tingkahnya.

Hyun Seok : Kudengar kau memberikan ginjalmu pada nenekku. Kukira kau orang yang mengerikan, tapi ternyata kau baik. Tapi meskipun kau punya dua ginjal, tidak semudah itu memberikannya pada orang lain.

Jin A diam saja dan terus menatap Hyun Seok.

Hyun Seok : Kau tidak ingat aku? Kau menyakiti dirimu untuk menipuku dan mengambil uangku. Kau mengambil 150 dollar.

Jin A : Bagaimana aku tidak ingat? Tentu saja, aku melakukannya.

Hyun Seok : Aku bisa melihat bagaimana putus asanya dirimu. Benar, tidak ada solusi untuk kemiskinan.

Ki Seok menatap tajam Hyun Seok.

Hyun Seok tanya, berapa Jin A menjual ginjalnya.

Ki Seok : Hyun Seok-ah.

Hyun Seok : Kau harusnya meminta lebih banyak. Nenek kami tidak punya apa-apa selain uang.

Ki Seok : Hei, Yoon Hyun Seok.

Hyun Seok menatap Ki Seok, apa?

Hyun Seok lalu kembali menatap Jin A dan tanya apa dia bersikap kasar. Jin A bilang, Hyun Seok bocah kurang ajar.

Hyun Seok : Bocah kurang ajar?

Hyun Seok menggebrak meja, lalu dia tertawa.

Hyun Seok lalu tanya pada Ki Seok, dimana Ki Seok menemukan orang seperti Jin A.

Hyun Seok : Dia benar-benar karya seni sungguhan.

Hyun Seok lantas bilang ke Bibi Ma kalau dia pergi berkeliling dunia tapi susah menemukan orang seperti Jin A.

Hyun Seok : Lihat. Dia cantik, tangguh dan dia bahkan memberikan ginjalnya secara cuma-cuma. Dan kau bahkan menawan.

Ki Seok : Hey, Yoon Hyun Seok. Bisakah kau berhenti?

Hyun Seok : Kenapa?

Hyun Seok lalu tanya apa Jin A punya sesuatu untuk dijual padanya.

Hyun Seok : Aku juga ingin membeli sesuatu. Apa yang akan kau jual?

Jin A tak bisa menahan dirinya lagi. Dia berdiri dan menampar Hyun Seok.

Hyun Seok dan Bibi Ma kaget.

Jin A kemudian pergi.

Ki Seok memarahi Hyun Seok.

Hyun Seok tanya, apa benar nenek mereka membeli ginjalnya atau Jin A yang memberi ginjal secara gratis.

Hyun Seok pun menyusul Jin A dengan motornya.

Hyun Seok bilang, dia datang untuk memberikan itu pada Jin A.

Jin A mengambil paper bag di tangan Hyun Seok.

Lalu Hyun Seok menyuruh Jin A naik ke motornya.

Jin A melengos pergi.

Hyun Seok bilang dia merasa bersalah. Dia sudah salah menilai Jin A.

Hyun Seok terus meminta maaf.

Di kamarnya, Ki Seok memandangi amplop berisi uang dari neneknya yang dikembalikan oleh Jin A.

Lalu Ki Seok berniat menghubungi Jin A tapi gak jadi.

Akhirnya dia mengirimi Jin A pesan.

Ki Seok : Dimana kau? Telepon aku.

Hyun Seok keluar dari restoran cepat saji.

Langkahnya terhenti sejenak saat melihat Jin A yang duduk menunggunya di depan restoran.

Hyun Seok tersenyum melihat Jin A.

Terpana dengan cantiknya Jin A, Hyun Seok akhirnya memotret Jin A.

Di potretan yang kedua, Jin A melihat Hyun Seok.

Jin A : Apa yang kau lakukan?

Hyun Seok lalu mendekati Jin A.

Jin A : Kutanya apa yang sedang kau lakukan?

Hyun Seok pun duduk disamping Jin A.

Hyun Seok : Cewek selalu punya cara untuk mengambil kesimpulan. Kau pikir aku mengambil fotomu, kan? Tidak. Bunga di belakangmu sangat cantik.

Hyun Seok memberi Jin A minuman kaleng.

Jin A jutek, cepat makan! Aku harus pergi.

Hyun Seok tersenyum, oke.

Lalu Hyun Seok mulai menikmati hotteoknya.

Jin A menatap Hyun Seok, apa kau anak-anak? Bagaimana jika kau sakit perut?

Hyun Seok cuek dan terus makan tapi mendadak dia keselek.

Jin A mau minum, tapi Hyun Seok tiba-tiba mengambil minumannya dan minum.

Setelah itu, Hyun Seok menyuruh Jin A memukul punggungnya karena dia keselek.

Jin A berdiri. Dia kesal dan memukul punggung Hyun Seok beberapa kali.

Hyun Seok : Kau benar-benar tahu caranya membalas dendam.

Hyun Seok lalu tanya apa hubungan Jin A dengan kakaknya.

Jin A : Dia CEO Restoran Yangsan, dan aku bekerja di sana.

Hyun Seok : Bukan itu maksudku. Hubunganmu yang sebenarnya? Dia tampaknya sangat menyukaimu.

Jin A : Apa kau mengenal kakakmu dengan baik? Kau baru saja kembali dari Korea.

Hyun Seok bilang saudara laki-laki bisa tahu apapun tanpa bercerita.

Hyun Seok tanya, apa Jin A menyukai kakaknya.

Jin A bilang sangat menyukainya.

Hyun Seok : Aku terlambat. Itulah kenapa kau memberikan ginjalmu?

Jin A juga cerita bahwa dia sudah diangkat menjadi putri Nyonya Choi.

Jin A : Bayangkan jika aku adalah bibimu.

Tapi kemudian dia tanya, bagaimana bisa dia punya ponakan kayak Hyun Seok.

Hyun Seok tanya lagi, apa Jin A mau tahu soal neneknya.

Jin A : Haruskah aku tahu?

Hyun Seok : Kau putri adopsinya.

Hyun Seok pun cerita kalau neneknya itu sosok yang kejam dan pekerja keras dalam menghasilkan uang tapi dibalik semua itu, neneknya menyimpan kesedihan.

Hyun Seok : Cucu sulungnya mendengarkannya secara patuh, tapi cucu keduanya pembuat masalah.

Jin A : Lalu bagaimana dengan kakakmu? Ceritakan padaku tentang kakakmu.

Hyun Seok : Apa? Kau benar-benar menyukainya?

Jin A mengangguk dan siap mendengarkan, tapi Hyun Seok bilang ‘no comment’.

Jin A ngambek dan ngajak Hyun Seok pergi.

Sun Hee keluar dari kamar dan melihat lampu dapur masih menyala.

Dia lantas ke dapur dan melihat Ok Kyung melamun di meja makan.

Sun Hee mendekati Ok Kyung.

Sun Hee : Kau sedang apa? Apa sekarang? Apa karena Jemma?

Ok Kyung pun bilang, perasaannya sakit, bahkan lebih sakit jika jari Sun Hee terluka karena pisau. Dia mendonorkan ginjalnya yang sehat. Dia mungkin bukan putri kandungku, tapi aku masih ibunya.

Sun Hee ikut mencela Nyonya Choi. Dia bilang Nyonya Choi wanita tua jahat karena mengambil ginjal Jin A tanpa membayar Jin A.

Sun Hee lantas mengajak Ok Kyung menemui Nyonya Choi.

Hyun Seok mengantarkan Jin A pulang.

Hyun Seok : Aku pikir kau takut, tapi kau baik-baik saja. Apa ada yang tidak bisa kau lakukan? Kau tidak takut?

Jin A : Cobalah jalani kehidupan yang sulit seperti yang aku jalani, kau tidak perlu takut.

Hyun Seok : Aku harus belajar.

Jin A tertawa, kau harusnya tidak membuat dirimu menderita hanya untuk belajar.

Jin A pamit. Tapi Hyun Seok bicara lagi. Hyun Seok minta Jin A menelponnya kapan pun jika Jin A ingin naik sepeda motornya lagi.

Hyun Seok ingin memberi nomornya tapi Jin A bilang itu takkan terjadi lagi.

Hyun Seok : Haruskah aku mengganti motorku dengan mobil?

Jin A memukul pelan bahu Hyun Seok.

Jin A : Tidak. Pergilah.

Hyun Seok : Baiklah. Selamat malam bibi palsu.

Hyun Seok pergi.

Habis Hyun Seok terbitlah Ki Seok.

Jin A kaget melihat Ki Seok tiba-tiba datang.

Dan dia semakin kaget ketika Ki Seok main langsung memeluknya.

Sun Hee keluar, mau buang sampah.

Tapi gak jadi gara-gara dia melihat Jin A dipeluk Ki Seok.

Sun Hee pun membawa masuk sampah itu lagi.

Ok Kyung langsung nutup hidup, itu bau. Kau bilang mau buang sampah, kenapa membawa sampahnya masuk lagi?

Sun Hee duduk, astaga…

Bersambung ke part 2…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Penthouse Ep 5 Part 1
Read More

Penthouse Ep 5 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Penthouse Episode 5 Part 1, Simak daftarnya ada pada link yang tertulis di tulisan yang…