Drama Korea

Poong, the Joseon Psychiatrist Ep 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Poong, the Joseon Psychiatrist Episode 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini.

foto: tvN

“Kepala Ahli Akupunktur Yoo Se Poong. Dia lahir di Hanyang dan tidak pernah melewati Empat Gerbang Utama. Dia pria sejati dari Hanyang, masuk Seonggyungwan di usia 15 tahun, mendapat nilai terbaik Ujian Khusus Pengetahuan Budaya di usia 17 tahun. Tahun depannya, di usia 18, lulus ketiga ujian negara bagian besar dalam kategori pengetahuan budaya.

Dia berhenti belajar seni saat ibunya meninggal karena sakit dan beralih ke pengobatan. Dia peringkat pertama di Ujian Medis Pertama dan Kedua dan masuk ke Kantor Medis dalam sekali coba. Tidak ada teks medis di Joseon yang belum dia baca dan keterampilan luar biasanya memberinya gelar Kepala Ahli Akupunktur yang dianugerahkan oleh Raja. Keahliannya nyaris seperti mitos karena semua pasien yang ditangani sejak menjadi tabib pasti dia sembuhkan.”

foto: tvN
foto: tvN

Seorang gadis yang berjalan tiba-tiba terjatuh di tanah dan kejang-kejang. Salah seorang tabib yang juga berada di sana, datang dan mengecek gadis tersebut kemudian berkata dia sudah mati. Se Poong menghampiri dan mengeceknya seraya berkata dia belum mati dan ini epilepsy kemudian memberikan pertolongan kepada gadis tersebut dengan menggunakan akupunktur, membuat gadis tersebut kembali sadar.

“Episode Satu”

Gi Wook datang, menghentikan mereka semua kemudian membawa Se Poong memasuki istana untuk mengobati Putra Mahkota. Dan sekarang Se Poong sedang mengecek keadaan Putra Mahkota kemudian menyuruh sang raja agak menjauh dan melakukan akupunktur dengan menancapkan jarum di tangan Putra Mahkota dan berhitung sampai 3, setelahnya Putra Mahkota tersadar.  

Kamu menyuruhku pindah karena tahu dia akan muntah tanya Raja dan di jawab ya, Yang Mulia oleh Se Poong kemudian berkata kamu memberikan pengobatan dan melihat selangkah di depan, sesuai dengan reputasimu. Putra Mahkota memberi tahu kalau ia merasa jauh lebih baik. Aku akan memberi Tabib Yoo Se Poong julukan Jarum Ilahi serta 3.600 liter beras ucap sang Raja. Tabib yang berada di sana menatap tidak suka kepada Raja.

foto: tvN

Kemampuanmu meningkat pesat, tapi kamu tidak boleh sombong dan lakukan yang terbaik ucap Hoo Myung kepada Se Poong saat berjalan bersama. Ya, Ayah, aku tidak akan melupakannya ucap Se Poong kemudian bertanya ada masalah apa. Yang Mulia sudah memintaku untuk menjadi Komisaris Agung Kantor Medis ucap Hoo Myung dan memberi tahu kalau Yang Mulia berencana segera menaklukkan Utara tapi Penasihat Negara Kedua dan pengikutnya akan menghentikannya.

Kamu sungguh ingin maju ke Utara tanya Raja kepada Tae Hak yang berada di hadapannya. Yang Mulia harus memilih waktu yang paling tepat ucap Tae Hak. Pemberontakan terjadi di area perbatasan Qing membuat Negara ini sedang kacau jadi kita tidak boleh melewatkan kesempatan ini, aku akan mengirim pasukan utama ucap Raja. Yang Mulia tidak akan mewujudkan impiannya menaklukkan Utara ucap Tae Hak kepada orang-orangnya.

foto: tvN

Seorang pelayan sedang memasak kemudian mengantarkan kepada Raja. Malam harinya, Raja terbangun dari tidurnya karena bermimpin seseorng menyeragnya. Dengan tergesa-gesa Raja menulis surat dan menyuruh prajurit mengantarkan kepada jenderal. Di tengah perjalanannya prajurit tersebut terpanah di lehernya, membuatnya meninggal. Orang yang memanah tersebut, mengambil suratnya dan pergi dari sana.

foto: tvN

Ke esokan paginya, semua penjabat dan para menteri sedang melakukan rapat bersama dengan Raja. Di ruangannya, Gwi Sook mengeluarkan bunga dari dalam laci mejanya. Kenapa tidak satu pun dari kalian yang memahami niatku teriak Raja di saat semua orang menentangnya kemudian pingsan. Dengan segera Raja di bawa kembali ke kamar dan sedang di periksa oleh Se Poong.

Bagaimana bisa bisulnya tumbuh sebanyak ini dalam semalam tanya Se Poong dalam hati saat melihat bentolan di wajah sang raja kemudian berkata aku tidak bisa memberikan akupunktur kepada Raja dan harus dirawat oleh Tabib Kerajaan. Raja menyuruh Se Poong untuk memberikannya akupunktur. Saat Se Poong menyuntikkan jarum pada bentolan di wajah Raja, darah keluar dari bentolan dalam jumlah banyak, membuat Raja meninggal.

foto: tvN

Ini jarum yang digunakan Tabib Yoo saat merawat Raja, jarum yang dibuat khusus ini hanya akan berubah warna jika terkena racun ucap Hoo Young kepada Putra Mahkota dan memberikan jarumnya kemudian memberi tahu Putra Mahkota kalau ia akan mencari tahu kebenarannya. Seorang pelayan kerajaan dengan takut menemui Hoo Young, memberikan bingkisan berisi bunga. Hoo Young mencari tahu dengan bertanya kepada para tabib, tapi semua tabib menjawab tidak tahu.

Seseorang memberi tahu Tae Hak kalau Hoo Young menyelidiki catatan herba obat-obatan. Saat berada diruang perpustakaan, Ho Young menemukan kertas laporan mengenai Tabib Kerajaan Shin Gui Soo memerintahkan untuk mengumpulkan dan membakar semua tanaman beracun. Saat akan mengantarkannya kepada putra mahkota tapi seseorang memukul Hoo Young dari belakang, membuat Hoo Young meninggal. Seorang gadis bersembunyi saat melihat kejadiannya.

foto: tvN

Chil Sung menemui Se Poong di penjara dan memberi tahu kalau Hoo Young meninggal. Mendengar hal tersebut, Se Poong histeris dan menangis dengan kencang.

Hoo Young akan dihukum, pangkat dan statusnya di istana akan dilucuti, tanah yang diberikan kepadanya juga akan disita, Yoo Se Poong akan dicopot dari jabatannya dan diperintahkan untuk tidak pernah menginjakkan kaki di Hanyang lagi ucap Putra Mahkota kepada para menteri dan penjabat lainnya. Se Poong, kamu harus tetap hidup karena hanya kamu yang kini bisa mengungkap kebenarannya ucap Putra Mahkota dalam hati saat keluar dari ruang pertemuannya.

foto: tvN

Eun Woo sedang berada di kantor autopsi, sedang mengamati dan mencari tahu penyebab

kematian seorang gadis. Dan datang, membawa Eun Woo pergi karena akan mengukur untuk gaun pengantin. Dan sekarang Eun Woo sedang mencoba pakaiannya, bersama dengan ibunya. Melihat pekerja membawa jarum, Eun Woo melepaskan pakaiannya kemudian pergi dari sana. Eun Woo menyimpulkan kalau pelaku menusukkan jarum ke ubun-ubunnya dan membunuhnya.

Setelahnya Eum Woo pergi ke bukit untuk mencari pelakunnya dan melihat Se Poong berdiri di tepi tebing. Se Poong mengabaikan Eun Woo dan melepaskan topinya kemudian berjalan menuju tepi. Melihat Se Poong yang akan melompat, Eun Woo berlari dan menarik Se Poong kebelakang, membuat mereka berdua terjatuh bersama.

foto: tvN

“Setahun kemudian”

Setelah menyajikan makanan di meja, Ibbun memanggil semua orang dan makan bersama. Se Poong dan Man Bok menghentikan langkahnya saat melihat anak kecil sedang memakan camilan. Se Poong mengambil barang miliknya dan menyuruh Man Bok menjualnya. Se Poong pergi ke rumah makan dan duduk di salah satu meja, memesan minuman. Ji Han juga berada di rstoran tengah memakan makannya. Para pelanggan berkumpul saat melihat seorang lelaki tersedak makanan.

Salah satu pelanggan menarik Se Poong, menyuruhnya menolong. Se Poong meneluarkan jarum dan akan melakukan akupunktur tapi tangannya gemeteran. Ji Han menepuk dada pelanggan tersebut membuat sang pelanggan mengeluarkan makanannya.  Dengan tangan seperti itu, kamu tidak bisa bekerja sebagai tabib, datanglah ke klinik dekat pohon gyesoo dan cari aku ucap Ji Han kemudian pergi.

foto: tvN

Malam harinya, Se Poong terbangun saat memimpikan Raja kemudian pergi ke sungai. Melihat seorang perempuan menyeburkan diri di sungai, Se Poong menolongnya dan membawa perepmuan tersebut kembali ke permukaan. Ternyata perempuan tersebut adalah Eun Woo. Karena tangannya masih gemetaran, Se Poong menggendong dan membawa Eun Woo pergi ke klinik milik Ji Han.

Setelah Eun Woo di tangani oleh Ji Han dan berhasil selamat dari bahaya, Se Poong kembali pergi. Ji Han menahan dan menyuruh Se Poong menunggu Eun Woo sampai tersadar kemudian membawa mereka berdua pergi ke rumah Chil Sung untuk menginap semalaman. Ke esokan paginya, Se Poong tidak mendapati Eun Woo berada di klinik Ji Han. Ji Han menyuruh Se Poong untuk menandatangai kontrak kesepakatan sebagai ganti pembayaran.

foto: tvN

Bagaimana Ayah bisa kenal orang dari Kantor Medis dan meninggalkan klinikmu di tangan orang asing tanya Ibbun saat sedang berjalan bersama ayahnya menuju rumah orang yang memanggil. Dia butuh bahu untuk menangis dan tidak akan bertindak gegabah ucap Ji Han. Di klinik, Se Poong sedang minum bersama Chil Sung hingga kehilangan kesadaran. Ji Han kembali ke klinik, menyiram Se Poong menggunakan air dan memarahinya.

Se Poong berdiri kemudian berkata dengan berteriak aku bukan lagi seorang tabib, aku pernah dipuji sebagai Jarum Ilahi namun, sekarang aku tidak bisa melakukan akupunktur. Ji Han memuluk Se Poong kemudian berkata kamu kesal karena tidak bisa mempraktikkan akupunktur, apa pun keinginanmu, banyak yang harus kamu pelajari. Man Bok menggendong Se Poong dan membawanya masuk kedalam.

foto: tvN

Se Poong terbangun dari tidurnya, menemui Ji Han yang sedang megobati pasien kemudian berkata aku akan mengobati pria yang menderita pusing dan akan pergi setelah dia sembuh jadi, batalkan kontrak kita. Buat dia berjalan di atas tali lagi, jika tidak, tinggallah sepuluh hari lagi ucap Ji Han. Setelahnya Se Poong merawat dan mengobati Chil Sung.

Ke esokan paginya, Chil Sung sudah bisa berdiri di atas kayu dan melakukan pertunjukan kecil. Jangan memaksakan diri dan trunlah ucap Se Poong. Jika turun sekarang, aku mungkin tidak akan pernah naik lagi ucap Chil Sung dan kembali berjalan lagi di atas tali, tapi ia kembali terjatuh. Se Poong membuat garis di tanah menggunakan kapak kemudian meletakkan talinya di garis tersebut dan menyuruh Chil Sung berjalan di atasnya.

foto: tvN

Ji Han kembali ke klinik kemudian berkata kepada Se Poong, kabur tidak akan menyelesaikan apa pun, jika kamu kesulitan, berteriaklah minta tolong, coba lambaikan tanganmu juga, bagaimanapun, dia tidak bisa berjalan di atas tali, kamu harus menepati janjimu dan bekerja di sini selama 20 hari.

foto: tvN

Haruskah aku menerima panggilan ke rumah juga tanya Se Poong saat dalam perjalanan bersama dengan Ji Han. Aku tidak bilang kamu tidak akan melakukan panggilan rumah ucap Ji Han. Setelah selesai memeriksa pasien, Se Poong keluar dan menyuruh Ji Han menyiapkan obat ramuannya. Dan tiba-tiba datang, meminta pertolongan kepada Se Poong dan membawanya pergi. Se Poong terkejut melihat Eun Woo dalam keadaan berdarah pada tangannya.

BERSAMBUNG……

Sampai berjumpa lagi di Poong, The Joseon Psychiatrist Eps 2 dan jangan pernah bosen untuk membaca di drama yang aku tulis, salam A2One.

A2One

ARTIKEL TERBARU