Drama Korea

Pachinko Ep 8

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Pachinko Episode 8, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. EPISODE SEBELUMNYA.

Foto: nodrakor.icu
Foto: nodrakor.icu
Foto: nodrakor.icu

Osaka 1938

Pintu sekolah dibuka. Noa berjalan bersama temannya. Mereka cerita tentang perundungan yang dialami sama temannya Noa itu. Noa ngajarin temannya gimana caranya menyikapi orang-orang yang merundungnya. Noa dipanggil sama ayahnya, Isak. Dia lalu pamit sama temannya itu karena hari ini ada pesta di rumahnya. Temannya Noa minta dibawain kue beras bibinya.

Sambil berjalan pulang Isak ngasih tahu anaknya kalo itu bukan hanya perayaan untuk adiknya tapi untuk mereka semua. Belakangan banyak anak yang meninggal sebelum ulang tahun pertama mereka. Noa kayak iri dan minta ayahnya untuk ngasih tahu kalo mereka juga mengadakan perayaan yang sama padanya.

Isak ngasih tahu anaknya kalo hidup mereka susah dulu tapi Noa nggak pernah kesusahan. Noa menyesal karena mengambil benang merah dulu. Kenapa nggak busur atau panah. Ia lalu ngomongin adiknya yang rakus dan berharap adiknya mengambil koin nanti. Biar jadi orang kaya. Isak hanya tersenyum mendengar harapan Noa pada adiknya.

Foto: nodrakor.icu

Isak dan keluarga melakukan tradisi Doljabi di rumah. Noa terus melihat adiknya. Setelah Mozasu berjalan, Isak pun memberikan kata sambutan terkait acara itu. Joseob menyela dan nyuruh Isak untuk menyimpannya untuk khotbahnya. Acara dilanjutkan dengan memilih peruntungan. Noa minta agar ia saja yang memilihkan.

Foto: nodrakor.icu

Hana dipegangin sama dokter dan perawat sedang Sunja mengupas apel di hadapannya. Bibi Etsuko lalu bicara dengan dokter dan dikasih tahu kalo Hana sudah dekat dengan ajalnya. Mereka diminta untuk bersiap. Bibi bertanya apa Hana sangat kesakitan? Secara Hana nggak pernah bilang tentang rasa sakitnya.

Dokter memberitahu kalo Hana sangat sakit. Mereka akan memberinya morfin. Tapi dosis untuk Hana saat ini akan membuat kesadarannya menghilang meski raganya masih bersama mereka. Bibi nggak mau Hana seperti itu. Ayah berusaha untuk ngasih tahu bibi kalo itu yang terbaik untuk Hana tapi Bibi malah marah dan melarang ayah untuk ikut campur.

Foto: nodrakor.icu
Foto: nodrakor.icu
Foto: nodrakor.icu

Sunja mengupas apel di depan rumah. Noa pulang dengan berlari. Katanya dia sudah menunggu selama sejam dan ayahnya nggak menjemput. Noa dan Sunja lalu ke gereja untuk mencari Isak. Di sana ada banyak orang. Beberapa orang menggeledah gereja. Sunja lalu menemui pendeta Yoo. Ia dikasih tahu kalo Isak ditangkap. Ia melakukan kejahatan besar dan sekarang sedang diinterogasi di kantor polisi setempat.

Sunja mau pergi ke sana tapi pendeta Yoo menahan. Ia ngasih tahu kalo mereka datang khusus untuk menangkap Isak. Ia merasa kalo ada yang melaporkan Isak. Ia berpesan agar Sunja berhati-hati dan banyak-banyak berdoa. Sunja lalu nyuruh Noa untuk menemui pamannya dan mengajaknya ke kantor polisi.

Foto: nodrakor.icu

Noa kecil masuk ke pabrik dan mencari pamannya. Lah pamannya ada di belakangnya ternyata. Ia pun mengajaknya ke kantor polisi karena ayahnya ditangkap. Joseob nyuruh Noa untuk menunggunya ijin dulu. Setelahnya mereka pun pergi ke kantor polisi.

Foto: nodrakor.icu
Foto: nodrakor.icu

Solomon ngasih tahu ayahnya tentang pemecatan dirinya dan penyebabnya. Ayah nyuruh Solomon untuk kembali ke Amerika tapi Solomon nggak bisa karena ia sudah kehilangan visanya. Nggak ada yang mau bekerja dengannya. Ia lalu menyinggung tentang Mamoru Yoshi. Mereka akan membuka Pachinko.

Ayah nggak setuju dan melarang Solomon. Ia tahu apa yang Yoshi katakan. Tentang legal? Ia mengungkit kalo itu juga lah yang dikatakan kakeknya Yoshi. Kalo nggak berkat nenek dan ibunya Solomon, mungkin dirinya nggak akan selamat.

Solomon ngasih tahu ayahnya kalo Pak Yoshi nggak kayak kakeknya tapi ayah nggak mau tahu. Watak kakeknya akan menurun ke cucunya. Solomon nggak bisa dibilangin dan akhirnya pergi.

Foto: nodrakor.icu
Foto: nodrakor.icu

Sunja nungguin Joseob bicara dengan polisi. Ia yang nggak ngerti nanya ke Noa apa yang mereka bicarakan? Isak sedang diinterogasi. Ia lemah dan mungkin akan tewas di penjara. Ia akan dibebaskan kalo terbukti nggak bersalah.

Mereka keluar. Joseob akan kembali ke pabrik kalo enggak bosnya akan mengamuk. Ia meyakinkan Sunja dan Noa kalo Isak akan pulang. Ia nggak akan membiarkan Isak tidur di penjara.

Foto: nodrakor.icu
Foto: nodrakor.icu

Setelah Joseob pergi, Sunja bicara dengan wanita yang dilihatnya tadi. Adik iparnya ditangkap 3 bulan lalu dan sampai sekarang ia nggak pernah melihatnya lagi. Sunja sendiri yakin kalo pasti ada kesalahpahaman karena suaminya hanya pendeta biasa. Ternyata wanita itu tahu kalo suami Sunja adalah pendeta Baek. Sunja heran, gimana wanita itu bisa tahu tentang suaminya?

Wanita itu merasa nggak aman kalo bicara di sana. Ia pun mengajak Sunja untuk bicara di tempat lain. Ternyata selama ini Isak sering menemui orang-orang korea dan membesarkan hati mereka. Sunja sendiri nggak tahu menahu tentang hal itu. Sunja lalu diajak untuk menemui pak Hasegawa. Sunja bertanya siapa pak Hasegawa? Tampaknya ia nggak tahu apa-apa tentang yang dilakukan suaminya.

Wanita itu jalan duluan. Noa menarik tangan ibunya mengikuti wanita tadi.

Foto: nodrakor.icu

Joseob menemui bosnya dan meminta bantuan. Ia sendiri yakin kalo adiknya nggak bersalah. Bosnya malah marah dan bilang kalo gegara itu pekerja yang lain jadi segan sama Joseob. Watak itu menurun. Akhirnya Joseob dipecat.

Foto: nodrakor.icu

Solomon merawat Hana. Mendadak Hana minta Solomon untuk menjaga ibunya setelah ia meninggal. Ia nggak pernah nyangka akan berakhir seperti itu. Di tempat yang b#suk. Ia membayangkan meninggal di Hawaii. Dengan kaki di pasir dan deburan ombak. Meski akhirnya akan tetap sama. Ia sudah menyia-nyiakan hidupnya dengan kabur. Ia meminta Solomon untuk nggak melakukan hal yang sama.

Solomon meminta maaf karena nggak segera mencarinya. Ia meminta maaf karena terlalu mendengarkan mereka. Mendadak Hana menggenggam tangannya. Ia melarang Solomon untuk mengasihani dirinya sendiri dan meraih semuanya. Ia ingin Solomon menunjukkan pada mereka semua.

Foto: nodrakor.icu
Foto: nodrakor.icu

Sunja dan Noa dibawa wanita itu menemui Hasegawa dan istrinya. Katanya setelah penangkapan dimulai, mereka bersembunyi di sana. Sunja yang nggak bisa bahasa Jepang dibantu sama Noa dalam berkomunikasi dengan mereka. Katanya Isak dan Hasegawa punya mimpi yang sama. Mereka ingin mengumpulkan para pekerja dari berbagai negara untuk mendapatkan upah yang sama.

Sunja menyimpulkan kalo mereka melawan kaisar tapi mereka malah bilang kalo kaisar lah yang menentang mereka. Sunja marah pada mereka. Kenapa mereka membawa suaminya untuk melakukan hal itu. Siapa yang akan memberinya makan dan memberi pakaian anak-anaknya setelah ini.

Foto: nodrakor.icu

Istri Hasegawa bilang kalo Isak melakukan itu untuknya dan juga anaknya. Suara Sunja meninggi. Tahu apa dia tentang bekerja. Ia menunjukkan tangan wanita itu yang halus karena nggak pernah melakukan pekerjaan kasar. Ia menyudahi perdebatan mereka karena merasa kalo mereka nggak punya waktu untuk itu. Mereka harus membebaskan ayahnya.

Pak Hasegawa mengatakan sesuatu yang membuat Noa marah. Bohong!!! Ia ngasih tahu ibunya kalo pak Hasegawa bilang ayahnya nggak akan pernah kembali karena sudah berhianat. Saat itu juga polisi datang dan menangkap semuanya.

Foto: nodrakor.icu
Foto: nodrakor.icu
Foto: nodrakor.icu

Solomon menemui Mamoru Yoshi. Dikiranya ia menerima tawarannya untuk pachinko. Tapi pilihannya tetap Colton Hotel. Keduanya lalu duduk. Solomon menyinggung tentang kesepakatan Colton dan Abe yang sudah menghabiskan banyak uang. Semuanya nggak akan selesai tanpa sebidang tanah itu. Ia ingin Mamoru Yoshi membuat wanita itu menjualnya dan sisanya ia yang akan mengurus. Ia ingin menguras uang mereka.

Mamoru Yoshi nggak bagitu antusias. Ia

menunjukkan gedung di depanya yang akan naik seperempat kali dalam 2 tahun ke depan. Bank sudah menjadikan tanahnya sebagai jaminan. Saat ini semua orang sibuk meraup keuntungan. Dan saat bank pertama menagih hutang maka semuanya akan hancur. Karena itulah mereka harus gesit.

Akhirnya Solomon mengambil kesempatan itu. Selanjutnya ia ingin meminta bantuan secara pribadi pada Mamoru untuk temannya.

Foto: nodrakor.icu
Foto: nodrakor.icu

Hana dijaga sama ibunya. Ia tahu kalo ia nggak akan membaik. Ia merasa sangat lelah dan sudah siap untuk tidur yang panjang. Bibi Etsuko mau ngasih tahu dokter tapi Hana menahan. Ia nggak ingin ditinggalkan.

Ayah menyesalkan Solomon yang kembali ke dalam hidup mereka. Sunja menenangkan kalo mereka membesarkan Solomon dengan baik. Ayah mengungkit tentang Noa yang juga mereka sayangi tapi nggak bisa memahaminya.

Sunja teringat saat ia diinterogasi. Ia sama sekali nggak tahu menahu tentang pemberontakan yang mereka bicarakan. Ia bahkan nggak bisa membaca dan menulis. Mereka menyebut Isak penghasut. Tapi baginya Isak adalah seorang suami, ayah dan pendeta. Ia orang yang sangat baik.

Ayah meminta maaf atas apa yang ia katakan barusan. Sunja menekankan kalo Solomon bukan kakaknya. Ia nggak akan membiarkan itu terjadi pada Solomon. Nggak akan pernah.

Foto: nodrakor.icu

Noa duduk seorang diri menunggu ibunya. Sunja sudah selesai diinterogasi dan melihat Noa. Ia mencoba untuk nggak terlihat sedih lalu mengajak anaknya pulang.

Foto: nodrakor.icu

Hana dikasih suntikan. Katanya efeknya akan terasa dalam 5 sampai 10 menit. Hana memanggil Solomon dan menanyakan kapan ia akan datang? Pandangan matanya mulai redup.

Foto: nodrakor.icu

Sampai di luar Noa melihat ayahnya mau dimasukkan ke mobil. Ia memanggil-manggil ayahnya dan masuk melalui sela-sela pagar. Sunja melakukan hal yang sama. Polisi menghalangi dan tetap membawa Isak pergi. Noa mengejar mobil itu sambil memanggil ayahnya dan Sunja mengejar Noa. Mobilnya nggak terkejar. Sunja yang terlalu lelah akhirnya pingsan.

Foto: nodrakor.icu

Kesadaran Hana mulai berkurang. Solomon mendadak datang. Katanya ia sudah mendapat persetujuan dari rumah sakit. Ia mendorong tempat tidur Hana dengan sangat cepat dan membuat Hana senang. Tangannya bahkan sampai menari-nari. Mereka sampai di atap.

Solomon memakaikan kalung rangkaian bunga ke Hana dan ngasih tahu kalo mereka ada di Hawaii. Hana merasa bahagia. Ibunya mendekat. Hana bilang kalo ia akan tidur panjang mulai sekarang. Sambil memaksakan senyumnya bibi Etsuko minta Hana untuk mimpi yang indah.

Foto: nodrakor.icu

Sunja nggak bisa tidur. Ia menatap Noa yang tidur di sebelahnya. Sunja lalu bangun. Ia mengambil mantelnya dan membuka petinya. Ia keluar setelah memakai mantelnya. Noa terbangun. Sunja menenangkan kalo ia akan mengurus semuanya sekarang. Noa menjadi sedikit lebih tenang dan membiarkan ibunya. Ia kembali tidur sambil memeluk adiknya.

Foto: nodrakor.icu

Solomon berdiri di atap seorang diri. Sunja menghampirinya dan memberinya sebuah arloji. Solomon nampak bingung. Sunja memberitahu kalo dulu ia pikir arloji itu adalah kutukan. Tapi arloji itu sudah menyelamatkan keluarga mereka. Ia berharap itu bisa menyelamatkan Solomon juga.

Foto: nodrakor.icu

Nenek pemilik tanah sedang belajar. Sekarang dia sudah kelas 6. Di luar ada anjiing yang menyalak. Ia mengintip lewat pagar rumahnya dan memarahi pemiliknya. Tapi saat melihat wajah pemiliknya, ia berubah takut dan kembali masuk ke rumah.

Foto: nodrakor.icu
Foto: nodrakor.icu

Sunja mau membuat kimchi. Setengahnya akan ia jual ke pasar dan setengahnya lagi akan ia fermentasikan. Kyunghee pikir Joseob nggak akan senang. Benar, Joseob yang melihatnya merasa kesal. Ia pikir dia nggak bisa mendapatkan pekerjaan? Ia sesumbar kalo ia baru saja diterima di sebuah pabrik ban.

Dengan sopan Sunja mengaku nggak maksud untuk menyinggungnya. Ia melakukannya untuk anak-anak. Joseob menekankan kalo ia juga memikirkan anak-anak. Ia mengungkit adiknya yang dipenjara dan ia nggak bisa menamuinya. Kyunghee menenangkan kalo Sunja hanya melakukannya untuk sementara waktu. Sunja merasa nggak bisa hanya diam saja. Tabungan mereka akan segera habis kalo nggak punya pemasukan.

Joseob terdiam dan kembali masuk. Kyunghee menarik kerah bajunya dan membantu Sunja menaburkan garam.

Foto: nodrakor.icu
Foto: nodrakor.icu
Foto: nodrakor.icu

Karena ayahnya nggak ada, Noa berangkat sekolah sendiri. Seseorang mendadak menghampirinya dan mengajaknya bicara. Ia menyinggung wajah murung Noa yang mau berangkat sekolah. Ia cerita kalo ia nggak mampu sekolah saat seusia Noa dan memintanya agar nggak menyia-nyiakannya. Noa sangat penasaran pada Hansu. Gimana ia tahu jalan menuju sekolah nya? Ia lalu cerita saat ayahnya mengantarkannya kesekolah mereka selalu lewat sana. Ada wanita tua yang bermain piano dan ayahnya menyukai lagunya.

Hansu terhenti dan cerita tentang gempa Kanto. Gempa itu sangat dahsyat dan membuatnya kehilangan ayahnya. Hanya bertahan hidup itu nggak cukup. Ia minta Nao untuk nggak mendengarkan orang lain. Percaya pada diri sendiri, jadilah lebih unggul dari semua orang yang ada di sekitarnya. Jangan membuat kesalahan. Orang mungkin akan benci melihatnya sukses tapi mereka hanya bisa menghormatinya. Terakhir ia minta Noa untuk nggak melihat ke belakang. Teruslah lihat ke depan.

Sebelum berpisah, Hansu ngasih sesuatu ke Noa (kayaknya arloji). Noa melanjutkan perjalanannya ke sekolah. Hansu menyuruhnya untuk mengambil rute yang dekat besok. Hanya orang b#d#h yang memilih sebaliknya. Noa terus berjalan tanpa melihat ke belakang, seperti yang Hansu bilang tadi.

Foto: nodrakor.icu
Foto: nodrakor.icu

Hari ini pertama kalinya Sunja menjual kimchi-nya. Ia ke pasar sendirian sementara Kyunghee tetap di rumah untuk menjaga Mozasu dan membuat makan malam. Di pasar ia disuruh pergi sama penjual yang lain. Ia terus mendorong gerobaknya dan akhirnya menemukan tempat di sebelah penjual daging. Awalnya Sunja nggak tahu gimana menawarkan kimchinya. Ia melihat para penjual di sekitarnya dan mempelajarinya dengan cepat. Ia berteriak menawarkan kimchinya dan menarik para pembeli untuk mencoba kimchinya.

Bersambung apa tamat???

Anysti