Drama Korea

Pachinko Ep 5

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Pachinko Episode 5, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. EPISODE SEBELUMNYA.

Foto: nodrakor.icu
Foto: nodrakor.icu

Osaka 1931


Sunja dibangunin sama Isak dan dikasih tahu kalo mereka sudah sampai. Orang-orang melihat Sunja. Isak menenangkan kalo mereka akan segera sampai di rumah kakaknya. Seseorang lalu menghampiri Isak dan Isak pun menyapanya kak Joseob. Keduanya melepas rindu setelah lama nggak ketemu.

Isak mengenalkan istrinya pada kakaknya. Joseob mengaku senang. Ia melihat perut Sunja dan bilang kalo ia juga nggak nyangka. Isak tersenyum dan dengan bangga bilang kalo mereka diberkati. Joseob mengajak mereka untuk segera pulang, kalo enggak dia akan dimarahi Kyunghee nanti. Isak mau membawakan bawaan Sunja tapi Sunja nggak mau ngasih. Ia mau membawanya sendiri.

Foto: nodrakor.icu

Busan 1989

Sunja berjalan di pasar ikan dan ia nampak sangat senang.

Foto: nodrakor.icu

Sunja, Isak dan Joseob naik bus. Di seberang Sunja kayak melihat Hansu. Isak dan Joseb bicara tentang pekerjaan mereka. Joseob juga menunjukkan ke Isak para pekerja yang membangun jalur kereta bawah tanah. Isak merasa senang. Rasanya seperti melompat ke masa depan.

Foto: nodrakor.icu

Sunja melihat abalone dan menyombongkan kalo pas umurnya 7 tahun dulu ia bisa menangkap yang lebih besar dari itu. Lah sekarang harganya mahal. Ia juga membeli dua cumi kering. Dia nggak akan makan lagi nani saat di hotel. Anaknya ngasih tahu kalo makan di sana sudah masuk biaya sewa hotel. Kalo nggak makan nanti hangus. Sunja meremehkan kalo hanya orang kaya yang memikirkan hal b#d#h kayak gitu. Ia lalu mengajaknya untuk melarung abu bibinya.

Joseob membawa Isak dan Sunja jalan ke lingkungan mereka. Ada babi di jalanan. Joseob juga ngasih tahu Isak beberapa nasehat untuk tinggal di sana. Akhirnya mereka sampai. Kyunghee yang sudah menunggu mereka menyambut Isak dan Sunja hangat. Ia mengajak mereka untuk makan bersama. Melihat semangkuk nasi putih membuat Sunja nangis.

Foto: nodrakor.icu

Tokyo

Solomon datang untuk bertemu dengan temannya di sekolah internasional di Amerika dulu. Ia dikenalkan sama tunangannya dan ditunjukin kakaknya si tunangannya yang membuat mereka nggak bisa nikah. Mereka nyebut-nyebut tentang pak Abe dan si kakak tadi tapi temannya Solomon tahu kalo Solomon pasti nggak tertarik karena Solomon hanya tertarik sama satu wanita.

Ia menanyakan kabarnya Hana dan Solomon mengaku nggak tahu. Temannya pikir untuk mencari wanita kayak Hana hanya ada satu tempat. Teman Solomon juga menasehatinya untuk berhati-hati sama Tom dan mengungkit apa yang sudah Tom lakukan sampai ia dibuang dari Amerika ke Jepang. Untuk menutupi apa yang sudah dilakukannya.

Foto: nodrakor.icu

Solomon nggak bisa percaya Tom akan memecatnya. Teman Solomon menyudahi kalo ia harus menyapa tamu yang lain juga dan menjanjikan kalo ia akan segera kembali. Solomon mengungkit apa yang dikatakannya tadi tentang tempat ia menemukan Hana, di area Yoshiwara, dekat stasiun kereta Uguisudani.

Naomi juga datang ke acara itu. Mereka saling sapa meski hanya lewat mata.

Foto: nodrakor.icu

Joseob dan Kyunghee membicarakan Sunja di kamar mereka. Joseob menyayangkan Isak yang menikahi Sunja yang seperti itu. Kyunghee masih bisa berpikir positif. Ia teringat saat mereka datang ke sana. Mereka beradabtasi dan menderita juga. Yang Joseob masalahkan adalah Sunja yang sedang hamil muda. Ia khawatir kalo Isak dijebak. Kyunghee menegur suaminya yang sudah bicara keterlaluan.

Sunja mendengar semuanya dari kamarnya. Ia berpikir kalo ia sudah membuat kakak dan kakak ipar Isak kecewa padanya. Isak menenangkan kalo mereka akan menerimanya. Sunja merasa kalo mereka nggak bisa menerima mereka. Isak juga merasa begitu. Ia sudah lama ingin meninggalkan rumah. Dan saat ia kembali, ia khawatir Sunja akan membencinya. Sunja sendiri nggak akan bisa membenci orang yang sudah menyelamatkannya.

Foto: nodrakor.icu

Isak nggak ingin ada hutang apapun di antara mereka dan Sunja nggak berhutang apapun padanya. Sunja mengungkit apa yang Isak katakan kalo masa depannya suram. Isak menunjukkan kalo Sunja sangat berani. Sunja membantah dan mengatakan kalo ia juga takut. Bagi Isak, Sunja sangat tabah. Bahkan kalo ia mengambil keberaniannya masih menyisakan banyak. Dan anaknya akan mewarisi marganya. Ia akan menyelamatkannya. Kematian nggak akan merenggutnya. Dan saat itulah kakaknya akan tahu kalo mereka salah. Justru ia yang nggak boleh membebani Sunja.

Dan malam itu, untuk pertama kalinya mereka melakukannya.

Foto: nodrakor.icu

Solomon bersama Naomi. Awalnya mereka bicara tentang Solomon yang menari di depan plaza sampai soal Hana. Naomi nggak maksud menguping, tapi tembok kantor tipis. Solomon mengatakan kalo sudah lama mereka nggak ketemu. Dia adalah putrinya pacar ayahnya. Ia hampir melupakannya tapi mendadak hari itu dia nelpon.

Naomi yakin kalo Solomon nggak akan kayak gitu kalo mau melupakannya. Solomon cerita kalo mereka ketemu saat usia 14 tahun. Dan sejak itu Hana jadi orang yang sangat berarti untuknya. Naomi yang penasaran menanyakan kenapa mereka putus? Solomon jujur kalo mereka putus saat ia piindah ke Amerika. Naomo rasa bukan hal yang sulit untuk menemukannya.

Foto: nodrakor.icu
Foto: nodrakor.icu

Solomon sendiri masih ragu, apa Hana masih menyukai orang seperti dirinya? Naomo tersenyum merasa Solomon menyukai wanita yang rumit. Kayak nenek pemilik tanah yang hanya ingin mempermalukannya.

Solomon menyayangkan Naomi yang terlahir sebagai perempuan. Ia berdedikasi pada pekerjaan yang nggak menghargainya sama sekali. Naomi terdiam. Ia rasa akan sangat menarik melihat masa depannya nanti. Ia lalu meninggalkan Solomon dan Solomon pun juga pergi dari sana.

Foto: nodrakor.icu

Sebulan kemudian

Sunja terbangun dan langsung keluar. Ia bangun kesiangan lagi. Kyunghee sedang menjemur pakaian dan ia pun membantunya. Dan saat melihat pakaiannya (kali) Sunja langsung nangis soalnya baunya sudah hilang. Kyunghee jadi merasa bersalah. Sunja mengaku membutuhkannya sebentar lagi. Ia mengeluhkan rasa sakitnya yang nggak hilang-hilang. Kapan hilangnya. Kyunghee mencoba untuk menenangkannya. Rasa sakit itu nggak akan hilang. Tapi Sunja harus belajar untuk menahannya.

Foto: nodrakor.icu

Sunja melarung abu Kyunghee lalu menuju makam ayahnya tapi sudah jadi tempat parkir. Anaknya Sunja menenangkan kalo makamnya pasti dipindahkan dengan layak.

Foto: nodrakor.icu
Foto: nodrakor.icu

Ada penagih hutang yang datang. Katanya Joseob meminjam uang dari mereka, rentenir. Kyunghee yang nggak tahu menahu nyuruh mereka untuk ngomong sama suaminya. Mereka sudah mencari suaminya tapi nggak ketemu dan melimpahkan semuanya ke keluarganya.

Sunja yang mendengarnya menanyakan berapa jumlah uangnya? Ia akan melunasinya dan menanyakan kemana mereka harus membayarnya. Mereka meragukan perkataan Sunja. Sunja menjanjikan kalo ia akan melunasinya.

Setelahnya Sunja bicara sama Kyunghee. Ia menunjukkan arloji dari Hansu. Ia bilang ke Kyunghee kalo itu dari ibunya. Katanya ia harus selalu punya uang simpanan. Kyunghee merasa nggak enak dan nyuruh Sunja untuk menyimpannya. Biar Joseob sendiri yang membayarnya. Sunja merasa kalo itu adalah hutangnya. Ia juga cerita tentang para petani di kampung halamannya yang meminjam uang dari rentenir untuk membeli benih dan perlengkapan saat musim sedang buruk dan akhirnya kehilangan rumah dan tanah.

Foto: nodrakor.icu

Sunja

dan anaknya mendatangi pihak terkait untuk mencari tahu tentang kemana kuburan ayahnya dipindahkan. Lah ia malah ditanya tentang kewarganegaraan dan paspor. Anaknya menekankan kalo mereka hanya ingin tahu kemana kuburan kakeknya dipindahkan. Sunja harus menelan kekecewaan. Dan saat mereka pergi, tahu-tahu Sunja dipanggil. Katanya mereka menemukan sebuah catatan. Shin Bokhee.
Foto: nodrakor.icu

Solomon mendatangi tempat yang dibilang sama temannya sebelumnya untuk mencari Hana. Ia sudah berjalan dan bertanya pada orang-orang sambil menunjukkan foto Hana tapi nggak ada yang tahu. Sampai saat ia bertanya pada seorang pria. Katanya seminggu yang lalu juga ada yang mencarinya dan bilang hal yang sama kayak yang Solomon bilang. Dan saat Solomon mau pergi, ia ketemu sama pak Haruki.

Foto: nodrakor.icu

Sunja mendatangi rumah Bokhee dan dikira penjual yang menawarkan barang. Sunja heran apa perubahannya sangat drastis? Bokhee akhirnya mengenali Sunja. Mereka pun berpelukan penuh haru.

Foto: nodrakor.icu
Foto: nodrakor.icu

Sunja menjual arloji itu dan hanya dihargai 40 yen. Katanya sekarang nggak ada yang memakai arloji seperti itu. Orang-orang lebih suka memakai arloji yang dipakai di tangan. Sunja menyudahi dan mau pergi. Penjualnya menaikkan harganya menjadi 50 yen tapi Sunja minta 300 yen karena itu dari Swiss. Penjualnya ternyata tahu kalo Sunja dari Busan melihat dari logatnya. Ia menanyakan pekerjaan orang tua Sunja. Sunja ngasih tahu kalo ayahnya sudah meninggal dan ibunya mengelola pondokan. Akhirnya penjual itu menaikkan harganya lagi menjadi 225 yen tapi Sunja tetap minta 300 yen.

Setelah mendapatkan 300 yen, Sunja mengajak Kyunghee untuk membayar hutang. Kyunghee nggak mau dan melarang Sunja untuk ke sana. Biar Joseob yang membayarnya. Sunja tetap mau ke sana. Lagian Joseob pasti nggak akan menerima uangnya. Mereka harus segera menyesaikannya. Karena Kyungghee nggak mau, ia nyuruh dia untuk menunggu di rumah dan ia akan ke sana sendiri.

Foto: nodrakor.icu
Foto: nodrakor.icu

Kyunghee cerita awalnya dia datang ke sana. Ia nggak pernah membayangkan memasak dan mencuci pakaiannya sendiri, ia nggak pernah bicara dengan orang yang nggak dikenal orang tuanya dan mengatur keuangannya sendiri. Tapi Sunja yang baru beberapa minggu di sana bertanya padanya kapan rasa sakitnya akan hilang. Ia selalu menahan rasa takutnya seorang diri.

Sunja menghampirinya dan mengajaknya untuk takut bersama-sama. Mungkin keberanian akan muncul saat mereka bersama.

Foto: nodrakor.icu

Di dalam Dokhee ngasih Sunja makanan. Dia punya banyak anjing di rumahnya. Sambil makan dia cerita tentang saat setelah Sunja pergi. Hidup terasa hampa. Apalagi ibunya Sunja. Ia dan Bonghee sampai nggak tega lihatnya. Ada seorang pria yang menawari mereka untuk bekerja di Pabrik Manchuria. Meski saat itu sulit, tapi ibu Sunja nggak pernah mau melepaskan mereka. Perang pun terjadi. Setelah semuanya berakhir, mereka kembali dan mendapati ibu Sunja sudah meninggal.

Donghee sangat menyesalkan. Ia nggak bisa kembali seperti saat gadis. Ia menemukannya di tempat mereka biasa mencuci baju dulu. Orang yang hidup dalam angan-angan nggak mampu bertahan dalam masa sulit. Sunja nangis dengar semuanya.

Foto: nodrakor.icu

Pak Haruki mengajak Solomon ke rumahnya dan mengenalkannya dengan orang-orang yang ada di sana. Saat ia mengenalkannya dengan Satoru, kelihatannya Satoru nggak begitu menyukainya. Tapi saat pak Haruki menyebut ayahnya Solomon, Satoru langsung berubah ramah dan memeluknya.

Foto: nodrakor.icu

Sunja dan Kyunghee memberikan sejumlah uang ke bos rentenir dan mereka pun berhasil melunasi hutang Joseob. Keduanya pun pulang dengan perasaan lega.

Foto: nodrakor.icu

Solomon makan dengan orang-orang itu. Mereka makan sambil tertawa-tawa. Solomon menanyakan apa yang dimakannya tapi mereka hanya tertawa.

Foto: nodrakor.icu

Sunja dan anaknya mendatangi makam ayahnya Sunja. Sunja sangat berhutang pada Bokhee. Kalo enggak, kuburan ayahnya akan berada di tempat yang padat nggak bertanda. Anaknya Sunja pikir kalo semua itu karena Sunja. Sunja teringat apa yang pernah dikatakan orang padanya kalo “Untuk sebuah langkah maju, orang lain terpaksa mundur.”

Anaknya Sunja nggak tahu siapa yang bilang, tapi ia rasa itu nggak tepat.

Sunja mengajaknya untuk pulang padahal mereka masih punya waktu dua hari. Sunja merasa lebih tenang. Seenggaknya mereka bisa kembali lagi ke sana.

Foto: nodrakor.icu

Setelah makan Solomon bicara dengan pak Haruki. Setelah pak Haruki menghilang, ayahnya merasa sangat kehilangan. Pak Haruki bilang meski ia hidup serba berkekurangan, tapi ia bisa menjadi diri sendiri. Solomon meu memberinya sejumlah uang tapi pak Haruki menatapnya dengan tatapan nggak biasa. Solomon menyadarinya dan meminta maaf karena mungkin menyinggungnya.

Pak Haruki merasa kasihan pada Solomon yang hidupnya dibebani harapan dan impian keluarganya. Ia harap mereka bisa hidup bahagia.

Foto: nodrakor.icu

Sunja dan Kyunghee mau sampai rumah. Joseob berdiri cemas di depan pintu. Kyunghee jadi takut kalo yang mereka lakukan tadi adalah salah.

Foto: nodrakor.icu

Sementara itu, Hansu datang ke toko tempat Sunja menjual arlojinya dan mengambil kembali arlojinya seharga 320 yen. Ia menyalahkan pilihan Sunja dan sekarang ia menanggung keputusannya.

Foto: nodrakor.icu

Setelahnya Solomon berjalan sendirian. Ia melihat gedung yang dijual sama perusahaan Kurohana. Ia lalu nelpon Tom dan memberitahu yang dilakukan sama Mamoru Yoshi. Tom ngasih tahu kalo Solomon dipecat dari Shiffley dan menyarankan agar ia mencari pengacara. Solomon merasa kacau secara visanya disponsori sama Shiffley. Ia nggak akan bisa kembali.

Ada telpon masuk. Hana bilang nggak mau mati sendiri dan minta Solomon untuk menyelamatkannya.

Bersambung…

Anysti