Drama Korea

Our Blues Ep 16

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Our Blues Episode 16, Cara menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. BACA EPISODE SEBELUMNYA HERE.

foto: TvN
foto: TvN

Nenek Okdong mengeluarkan beberapa pakaian dari dalam tas. Seperti nggak cukup ia juga mengeluarkan yang dilemari juga. Setelahnya nenek Okdong membakar semuanya. Eunhui melihatnya dan menghampirinya. Nenek Okdong mengaku membakar barang-barang Dongyi, Dongsuk dan ayahnya. Eunhui melihat ada foto-foto juga. Nenek Okdong mengambilnya dan membakarnya. Padahal sayang ada fotonya nenek Okdong sama Dongsuk juga.

Nenek Okdong nyuruh Eunhui untuk pergi. Ia juga mau beli ikannya. Dan saat nenek Okdong bangkit, roknya malah ikut terbakar. Beruntung Eunhui bisa memadamkannya. Nenek Okdong batuk sampai darah keluar dari mulutnya. Eunhui sangat khawatir melihatnya tapi Nenek OKdong mengabaikannya.

foto: TvN

Chunhui dan Eun Gi 1

Eun Gi ada di perkemahan. Ia, ibunya dan ayahnya ikut lomba menahan nafas di air. Ia yang pertama kalah. Dan pemenangnya adalah ayahnya. Mansu, ayah Eun Gi lalu menggendongnya di pundaknya.

Malamnya Eun Gi melihat bintang bersama ayahnya. Mansu menunjukkan ke Eun Gi kalo orang yang sudah mati nantinya akan menjadi bintang. Eun Gi merasa lega. Meski kehilangan, ia masih bisa menatap mereka.

foto: TvN
foto: TvN

Di rumah, sebelum tidur, Mansu cerita tentang Jeju dan neneknya Eun Gi. Betapa hebatnya neneknya Eun Gi. Ia menyelamatkan banyak orang dewasa, menjadi teman lumba-lumba dan bisa menangkap gurita dengan tangannya. Semua cerita itu membuat Eun Gi jadi ingin pergi ke Jeju dan bertemu dengan neneknya.

Paginya Mansu harus pergi bekerja. Eun Gi nangis karena nggak mau ayahnya pergi. Mansu menenangkan kalo ia akan pergi selama 30 hari saja dan akan mengajak Eun Gi ke Jeju setelahnya.

foto: TvN
foto: TvN

Nggak diduga Mansu mengalami kecelakaan. Dia koma. Sebulan sudah berlalu tapi Mansu nggak juga sadar. Istrinya Haseon bekerja siang dan malam untuk memenuhi kebutuhan. Ibunya sakit pinggang dan ia juga belum terbiasa dengan dua pekerjaannya. Karena itulah ia akan menitipkan Eun Gi ke neneknya di Jeju. Hanya 14 hari. Setelahnya ia akan menjemputnya lagi.

Ibu Haseon menyuruh agar Eun Gi tetap di Jeju sampai ayahnya siuman. Haseon nggak bisa. Selain itu ia juga nggak memberitahu mertuanya itu kalo anaknya mengalami kecelakaan dan koma. Selama ini nenek Chunhui menyuruh Mansu untuk tinggak di Jeju. Ia membelikan rumah dan mobil tapi Mansu menolak. Gimana ia bisa memberitahu yang terjadi pada Mansu? Nenek Chunhui sudah kehilangan suami dan anak-anaknya yang lain tapi masih bekerja di laut di usianya yang setua itu.

Di rumahnya nenek Chunhui menempelkan koyo di punggungnya.

foto: TvN

Haseon dan Eun Gi naik kapal menuju Jeju. Dalam perjalanan Haseon memberi susu pada Eun Gi dan mengajaknya bicara. Eun Gi ingin ibunya ikut tinggal di Jeju bersamanya tapi Haseon memberitahu kalo ia nggak bisa. Ayah sedang sakit dan ia harus menjaganya. Ia mengingatkan saat EUn gi sakit sebelumnya. Ibu dan ayah selalu menjaganya. Sekarang ayah sakit dan ibulah yang harus menjaganya.

Haseon mewanti-wanti agar Eun Gi nggak memberitahu neneknya kalo ayahnya sakit. Eunhui paham. Nanti neneknya bisa kaget dan jatuh. Punggungnya akan sakit seperti nenek yang satunya. Dan kalo nenek bertanya ke mana ayahnya, Eun Gi akan menjawab kalo ayahnya bekerja untuk membelikannya sesuatu di Laut kuning, Baengnyeong. Dan kalo neneknya mau nelpon, Eun Gi akan bilang kalo ayahnya nggak bisa menjawab telpon karena sedang memotong kayu di hutan.

foto: TvN

Nenek Chunhui selesai menyelam. Bersama yang lain ia membicarakan tentang cucunya yang akan datang dari daratan. Bu Hyeja mengeluhkan Mansu yang nggak ikut datang, malah menitipkan anaknya. Biarpun begitu, ia memasukkan uang ke tasnya nenek Chunhui buat jajan cucunya nanti. Para ahjumma yang lain juga melakukan hal yang sama. Nenek Chunhui mau menolak tapi Yeong Ok memeluknya jadi nenek Chunhui nggak bisa mengembalikannya.

Bersama nenek Okdong, nenek Chunhui pulang berjalan kaki. Nenek Okdong menaruh batu kecil di tumpukan batu. Nenek Chunhui mengomentarinya yang nggak mau ke rumah sakit tapi masih berharap. Ternyata nenek Okdong berharap agar segera meninggal.

foto: TvN
foto: TvN
foto: TvN

Sesampainya di rumah ternyata Eun Gi sudah datang. Mereka masuk. Haseon memasak dan mengepel lantai. Setelah Eun Gi tidur, Haseon bicara dengan nenek Chunhui. Ia hanya akan menitipkannya selama 14 hari. Ia naik jabatan menjadi manajer dan untuk sementara ia nggak bisa menjaga Eun Gi.

Nenek Chunhui memasukkan sejumlah uang ke amplop dan memberikannya pada Haseon. Haseon menolak tapi nenek Chunhui memaksa. Nenek Okdong juga menyuruhnya untuk menerimanya karena nenek Chunhui mencari uang untuk mereka. Nenek Chunhui nyuruh Haseon untuk segera pergi sebelum Eun Gi terbangun.

Nggak lama kemudian Eun Gi bangun setelah ibunya pergi dan menangis memanggil ibunya. Nenek Okdong membujuknya agar diam. Malamnya nenek Okdong memberinya mangkok yang berisi air untuk melihat bulan lalu berdoa agar ibunya segera datang. Nenek Chunhui malah bilang kalo nenek Okdong bohong dan mengatakan kalo ibunya akan datang saat waktunya tiba.

foto: TvN
foto: TvN
foto: TvN

Nenek Okdong pulang karena sudah malam. Nenek Chunhui nyuruh Eun Gi untuk masuk tapi Eun Gi mau berdoa dulu. Lah air di mangkuk malah diminum sama nenek. Nenek lalu masuk sementara Eun Gi masih di luar. Nenek keluar lagi dan nyuruh Eun gi untuk melihat langit. Bulannya akan selalu di sana.

Eun Gi akhirnya mau masuk. Ia menggosok gigi sebelum akhirnya tidur. Keduanya mengobrol sambil tiduran. Seperti yang ibunya pesan, Eun Gi memberitahu neneknya kalo ayahnya bekerja di laut kuning memotong kayu di hutan. Eun Gi mengaku sangat mengagumi neneknya yang bisa menyelam di laut dan berteman dengan lumba-lumba. Nenek Chunhui membantah kalo ia berteman dengan lumba-lumba. Ia malah nggak suka dengan lumba-lumba karena bisa membahayakan haenyeo.

Nenek Chunhui tidur sambil membelakangi Eun Gi, padahal Eun Gi ingin tidur sambil di peluk. Nenek Chunhui nyuruh Eun Gi untuk milih tidur dipeluk dan orang tuanya nggak datang apa nggak dipeluk tapi orang tuanya akan datang. Akhirnya Eun Gi memilih yang kedua. Ia lalu bangkit dan menandai kalender. Tapi habis itu ada suara dari langit-langit dan membuatnya takut. Eun Gi pun menghampiri neneknya dan tidur sambil memeluknya.

foto: TvN
foto: TvN
foto: TvN

Paginya nenek Chunhui memasak sup. Eun Gi ingin

membantu dan disuruh membersihkan meja makan. Setelah masakannya siap, Eun Gi malah nggak mau makan. Katanya mata ikannya menyeramkan. Nenek Chunhui memberikan lauk yang lain tapi Eun Gi malah memuntahkannya. Hari selanjutnya dan selanjutnya llagi Eun Gi masih nggak mau makan. Dia maunya makan sosis, telur, ayam,

Hari selanjutnya nenek Chunhui mengajak Eun Gi ke pasar. Mereka jalan kaki karena Eun Gi bangunnya kesiangan. Eun Gi yang merasa lelah minta digendong tapi nenek Chunhui nggak mau. Sampai di pasar ada dua nenek yang ngomongin Eun Gi. Segala bilang kalo Eun Gi dibuang sama ibunya karena ibunya punya pria lain. Nenek Chunhui nggak terima dan marah-marah ke mereka. Mereka iri karena anak dan cucu mereka nggak pernah datang.

Eun Gi nangis dan minta neneknya agar jangan bertengkar. Dua nenek itu makin kelewatan dan bilang kalo nenek Chunhui kena karma. Suami dan semua anaknya meninggal. Nenek Chunhui menunjukkan kalo ia masih punya Mansu. Nenek Okdong ikut kesal dan melempar cabainya. Ia nyuruh nenek Chunhui untuk pergi

foto: TvN
foto: TvN

Nenek Chunhui membawa Eun Gi keluar pasar. Dia memarahi Eun Gi karena nggak mau diam. Eun Gi mengeluhkan neneknya yang jahat padanya. Ia nggak memberinya makan sosis, telur dan ayam, nggak mengajaknya bermain dengan lumba-lumba, nggak mengikat rambutnya dan nggak menggendongnya di bahunya. Nenek bertanya apa ia akan berhenti menangis kalo digendong? Eun Gi mengangguk mengiyakan.

Nenek Chunhui lalu memanggil Dongsuk dan menyuruhnya untuk menggedong anaknya Mansu kemudian meninggalkannya. Dongsuk bukannya menggendong Eun Gi malah nyuruh Hosik untuk menggendongnya. Hosik menggendongnya dan menyuruhnya untuk minta uang ke Dongsuk. Dongsuk menunjukkan beberapa uang kertas dengan nilai yang berbeda lalu nyuruh Eun Gi untuk memilih sendiri. Selain uang, Dongsuk juga memberikan pakaian untuk Eun Gi.

foto: TvN

Eun Gi beterima kasih. Hosik lalu menggendongnya ke pasar sambil bilang ke semua orang untuk minggir karena anaknya Mansu mau lewat. Dari ataas Eun Gi melihat kalo semua orang mengenal ayahnya. Ia pun bertanya apa neneknya pemimpin di sana? Hosik mengiyakan. Selain sama Hosik, Eun Gi juga digendong sama In Gwon dan Jeongjun. Jeongjun jadi minta sama Yeong Ok untuk melahirkan anaknya.

Kijun lalu menemui Yeong Ok dan memintanya untuk menemui orang tuanya. Eunhui sama Dalyi juga menyuruhnya untuk menemui mereka. Itu namanya tata krama.

foto: TvN

Nenek Chunhui mencuci tangan bersama nenek Okdong. Setelahnya ia menyampakan kecurgaannya. Secara selama sebulan ini Mansu nggak pernah menelponnya. Nenek Okdong menyuruhnya untuk nelpon tapi saat nenek Chunhui nelpon, telponnya nggak diangkat.

Nenek Okdong pikir mungkin nggak ada sinyal. Nenek Chunhui merasa kalo jaman sekarang masa iya nggak ada sinyal atau apa nggak dibolehin bawa ponsel saat di hutan? Nenek Okdong menyarankan agar nenek Chunhui bertanya pada ibunya Eun Gi. Lah nenek Chunhui nggak tahu bilangnya gimana dan akhirnya membatalkan niatnya buat nanya.

foto: TvN
foto: TvN

Eun Gi sama Byulyi dan Dalyi. Mereka menata rambutnya. Kijun datang membawakan ikat rambut untuk Eun Gi dan duduk di sebelah Byulyi. Dalyi bilang ke Byulyi agar jangan jual mahal lagi. Byulyi mengaku nggak suka sama Kijun dan ingin terus hidup dengan Dalyi. Dalyi menenangkan kalo ia akan beli rumah di sebelah Byulyi kalo mereka nikah nanti.

Byulyi kesal. Ia menekankan kalo ia nggak suka sama orang yang bekerja di laut. Ia lalu pergi. Dalyi menenangkan kalo Byulyi bukan nggak suka sama Kijun tapi sama laut. Ia nggak suka sama orang yang bekerja di laut seperti dirinya. Ia nyuruh Kijun untuk kembali mendekati Byulyi.

Eun Gi melihat anak perempuan yang main pasir. Dalyi menyuruhnya untuk ikut main juga. Awalnya mereka bermain dengan baik. Sampai anak itu bilang yang ia dengar tadi di pasar kalo Eun Gi dibuang seperti dirinya oleh ibunya. Eun Gi membantahnya tapi anak itu bilang iya. Eun Gi menjadi marah dan melempar pasir ke anak itu. Anak itu balik mendorong Eun Gi lalu melemparinya pasir juga. Kijun datang setelah mendengar Eun Gi nangis.

foto: TvN

Malamnya Eun Gi dimarahin sama neneknya di depan nenek Okdong. Eun Gi nangis. Nenek adalah neneknya tapi memarahinya padahal dia nggak salah. Dia sudah dimarahi sama neneknya anak itu api sekarang dimarahi sama neneknya sendiri juga. Nenek menegur Eun Gi, kan tinggal bilang kalo ia bukan dibuang.

Nggak tega melihat Eun Gi nangis terus, nenek pun menghampiri Eun Gi dan memeluknya.

foto: TvN
foto: TvN

Malamnya Eun Gi tidur sama nenek Chunhui dan nenek Okdong. Setelah ia tidur, nenek Okdong nyuruh nenek Chunhui untuk nelpon ibunya Eun Gi. Nenek Chunhui melakukannya tapi nggak diangka. Ia lalu menelpon meggunakan ponsel Eun Gi tapi nggak dijawab juga. Dan ternyata saat itu Mansu sedang kritis, bahkan dipakaiin alat kejut jantung.

Nenek yang nggak tahu nomor tempon tempat kerja Haseon nelpon Eunhui dan meminta agar ia menelpon tempat kerja Haseon dan mengabarinya. Nggak lama kemudian Enhui nelpon lagi dan memberitahu kalo Haseon nggak bekerja di sana lagi. Ia sudah menggundurkan diri. Nenek Chunhui jadi khawati dengernya.

Bersambung…

Anysti

ARTIKEL TERBARU