Drama Thailand

Oops Mr. Superstar Hit on Me Ep 9

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Oops Mr. Superstar Hit on Me Episode 9, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Episode sebelumnya disini.

Ton dan Cake akhirnya tiba di rumah orang tua Ton. Mendadak Cake mau berubah pikiran tapi Ton menggenggam tangannya dan memberitahu kalo ibunya orang yang baik. Nggak akan ada apa-apa dan ia akan selalu bersamanya. Sambil jalan mereka dipotret sama Dol dan juga Now.

Keduanya menemui ibu. Melihat anaknya datang, ibu langsung memeluknya. Setelah melepas kerinduan, Ton pun mengenalkan Cake pada ibunya. Cake memberi salam dan menyapa ibunya. Tapi bingung mau manggilnya gimana, ibu, bibi, kakak??? Ibu juga menatapnya sinis.

Ton memberitahu agar Cake memanggil ibu Tum. Ibu masih nggak menjawab saat Cake menyapanya lagi dan hanya tersenyum saat melihat Ton. Tan lalu datang dan langsung memeluk Ton. Ia lalu menyapa Cake dan mengenalkan diri sendiri kalo ia adalah adiknya Ton tapi sering dikira putrinya.

Tan lalu menarik Ton untuk melihat kamarnya yang sudah ia siapkan. Ton ingin mengajak Cake juga tapi Tan melarang. Ia menenangkan kalo ia dan ibu mencintai wanita yang dicintainya.

Wajah ibu kembali sinis setelah Ton nggak ada. Ia menanyakan usia Cake dan menyinggung tentang gosip mengenai keduanya. Ibu merasa kalo Cake hanya meu mamanfaatkan putranya. Ia tahu kalo putranya suka bertanggung jawab dan menggurus orang lain. Tapi ia berharap agar Ton bisa menemukan seseorang yang layak dan nggak yang hanya mau memanfaatkannya.

Setelahnya Cake menyendiri. Ton menghampirinya dan menanyakan apa yang tadi dibicarakan dengan ibunya. Cake yang nggak ingin Ton sedih bilang kalo ibunya hanya bertanya tentang pekerjaannya dan pertanyaan bisa lainnya. Ton tahu kalo nggak seperti itu tapi Cake tetap nggak mau ngasih tahu.

Selanjutnya mereka membantu membuat kue tradisional Thailand untuk disumbangkan di ulang tahun Tan besok. Dalam kesempatan itu Tan mau memberitahu Cake tentang kebiasaan buruk Ton tapi Ton memotong dan mengalihkan. Selanjutnya Tan meminta Cake untuk mengatakan sesuatu tentang Ton. Cake nggak bisa bilang apa-apa. Tan lalu menanyakan pada kakaknya alasan kenapa ia mencintai Cake.

Awalnya Ton nggak mau menjawabnya tapi kemudian ibu juga mendesaknya karena juga penasaran. Padahal itu hanya pertanyaan sederhana tapi kenapa mereka nggak bisa menjawabnya? Apa mereka beneran jatuh cinta?

Cake menyendiri di jembatan. Ia nangis dan mengeluh pada Now. Mungkinkah Ton mencintainya hanya karena memiliki kewajiban. Kenapa ia nggak bisa menjawab pertanyaan ibunya? Beda dengan Ton, Cake sudah merasakan cinta padanya. Now mengungkit kalo mereka dekat setelah Cake hamil. Mungkin ia belum menyadari perasaannya. Jadi nggak ada salahnya kalo Cake mencoba untuk meyatakannya lebih dulu.

Ton sedang bersama Tan dan membicarakan masalah yang sama. Ia meminta kakaknya untuk mengatakan yang sebenarnya kalo memang ia mencintai Cake. Ton memberitahu kalo hubungan mereka dimulai dengan salah. Tan pikir, itu bukan masalah. Yang terpenting apa Ton mencintainya apa enggak.

Tan menyiapkan satu kamar untuk Cake dan Ton dan satu kamar untuk Dol dan Now. Dia kira asistennya Dol adalah pria. Makanya ia hanya menyiapkan satu kamar saja. Selain itu sudah nggak ada kamar lain lagi yang tersisa.

Cake melihat album foto Ton. Ada juga foto yang diambil saat ia seumuran sama Cake. Ternyata ayah Ton meninggal saat ia masih kecil. Sejak saat itu ia bertanggung jawab menggantikannya. Cake merasa kalo Ton suka bertanggung jawab. Ton meralat, bukan suka tapi sesuatu yang harus ia lakukan. Cake menyudahi dan mengembalikan album foto itu ke lemari.

Ton lalu mengambil bantal dan selimut. Ia akan tidur di sofa. Cake khawatir punggungnya akan sakit dan menyuruhnya untuk tidur di tempat tidur. Ia akan tidur saat sudah larut dan mungkin Ton sudah bangun saat itu.

Dol dan Now bersuten untuk menentukan siapa yang akan tidur di tempat tidur. Dan setelah tiga kali akhirnya Dol yang menang. Tapi saat Now sudah sellesai mandi, Dol malah tidur di lantai. Ia pikir yang menang bisa memilih mau tidur di mana.

Ton sudah tidur sedang Cake masih sibuk dengan ponselnya. Mendadak Ton jatuh. Dih Cake sampai kaget. Ton lalu kembali ke tempat tidur. Dia sama sekali nggak bisa diam saat tidur. Sebentar n#ngging dan sebentar mendekapnya erat.

Paginya saat bangun dia kaget lihat Ton nggak ada di sampaingnya. Sampai mencari ke bawah segala. Takutnya Ton jatuh lagi. Tahunya Ton sudah bangun dan berpakaian rapi. Ia nyuruh Cake untuk bersiap karena akan ada kegiatan sedekah.

Keluarga Ton bersedekah pada 3 orang biksu dan mendoakan mereka setelahnya. Cake mau membantu ibu membawakan barang tapi ibu menolak dan nyuruh Tan untuk membantunya. Cake nampak sedih tapi masih tersenyum di depan Ton.

Dol dan Now baru bangun. Keduanya saling menyalahkan gegara matiin alarm. Padahal acara sedekah sudah selesai. Ton dan Cake juga kembali. Tom membantu membawakan bawaan Cake dan menggenggam tangannya. Dol dan Now yang mau mengambil gambar minta mereka untuk mengulanginya. Mereka melakukannya tapi Cake seperti bingung dan pergi dari sana.

Dol menemui Cake dan meminta maaf. Mungkin permintaannya berlebihan. Cake memuji kemampuan akting Ton sampai membuatnya bingung itu tadi nyata apa enggak. Dol memberitahu kalo om-nya nggak pernah berakting dalam kesehariannya. Cake berpikir untuk memperjelas semuanya dan meninggalkan Dol.

Cake

lalu menemui ibu. Ia akan menjawab pertanyaan yang ibu ajukan tentang apa yang membuatnya mencintai Ton. Jujur awalnya ia nggak merasakan apapun padanya. Tapi melihatnya sangat perhatian padanya dan mau berkorban untuk nya membuatnya mencintainya dan percaya padanya. Ibu merasa senang karena Cake bisa menyadari perasaannya. Cake melanjutkan kalo ada satu masalah. Ton menyukainya tapi nggak mencintainya. Ia akan memperjelasnya setelah ulang tahun Tan. Karena ia nggak mau merusak suasana kalo jawabannya salah. Dan saat itu ia akan menghilang dari hadapan ibu.

Cake pergi melihat kue yang sudah ia siapkan untuk Tan. Ia lalu melihat bibi membawa kue yag sudah dipesan sama ibu. Ia lalu menyimpan kuenya kembali. Tibalah saat ulang tahun Tan. Ternyata yang dipakai adalah kue dari Cake. Setelahnya ibu dan Ton memberikan kado mereka untuk Tan. Cake merasa nggak enak dan meminta maaf pada ibu atas kuenya. Ibu mengaku nggak papa. Selain itu ia sudah berusaha membuatnya untuk Tan dan jauh-jauh membawanya dari Bangkok.

Ton lalu datang dengan membawa kue dan melamar Cake untuk menjadi pacarnya. Cake bingung. Nggak ngerti sekarang apa lagi? Ia pun pergi dari sana dan Ton mengejar. Ton menanyakan yang terjadi dan Cake menjelaskan tentang kebingungannya. Ia nggak ngerti Ton lagi akting apa enggak. Ton menyesalkan Cake yang nggak bisa membedakannya.

Cake mengungkit awal kedekatan mereka adalah karena tanggung jawab. Ia menekankan kalo ia nggak mau menjadi tanggung jawabnya tapi kekasihnya. Ton menangkap maksudnya dan merasa senang. Cake menanyakan tentang Ton sendiri. Ia masih belum bisa memastikan perasaannya. Ton tersenyum dan memberitahu kalo semalam ia sama sekali nggak tidur. Gimana dia bisa tidur kalo ada orang yang ia cintai di dekatnya. Ia mengakui kalo awalnya ia memang hanya ingin bertanggung jawab tapi semakin ke sini perasaan itu berubah jadi cinta. Cake merasa kalo Ton hanya melakukannya untuk membuat konten. Ton mengungkit kalo ia bahkan sudah menyatakan perasaannya dari sebelum mmereka membuat vlog. Tapi Cake bilang kalo mereka harus saling mengenal makanya ia mengajak Cake ke sana dan mengenalkannya dengan ibu dan adiknya. Ia lalu mengulangi pernyataan cintanya dan Cake menerimanya. Ton melanjutkan kalo sekarang ia sedang berusaha keras menahan diri. Dalam drama tokoh prianya akan mencium tokoh wanita tanpa meminta ijin. Tapi ia nggak akan melakukannya kalo Cake nggak memberi ijin.

Dol dan yang lain mendekat. Mereka ikut senang dengan hubungan Cake dan om-nya. Keduanya melihat video itu lagi pada malam harinya. Dan tanpa sadar mengucapkan kalimat yang sama.

Cake dan Ton ke kamar. Di sana ada banyak lilin ulahnya Tan. Merasakan suasana romantis membuat Ton ingin mencium Cake tapi Cake nggak mau dan mengungkit apa yang Ton ucapkan sendiri kalo dia nggak akan melakukan apa-apa tanpa seijinnya. Ia pun nyuruh Ton untuk tiidurnya di sofa aja.

Ton merengek kepada Cake yang sudah di tempat tidur dan memberikan pipinya. Cake malu-malu menciumnya. Ton lalu mau menyentuh Cake dengan ujung jarinya tapi Cake malah menghindar. Membuat Ton jadi gemas sendiri mohon-mohon mau menyentuh. Ih lucu banget sih om…

Hari ni Ton dan yang lain akan kembali ke Bangkok. Ton berpamitan pda ibu dan adiknya. Kali ini ibu sudah lebih ramah ke Cake dan merasa nggak sabar sampai Cake melahirkan. Ton memberitahu kalo saat itu ibu nggak hanya akan menjadi seorang ibu tapi jadi nenek juga.

Ton mengantar Cake dan Now sebelum kembali ke rumah. Kayak nggak rela banget pisah sama Cake. Ia yang mau kembali ke mobil kembali lagi untuk memeluk Cake kembali.

Cake keluar dari kafe dan menemui Now. Now ikut senang melihat Cake bahagia. Sejak tidur dengan Ton baru kali ini ia bisa tersenyum. Cake mau membantu Now mwmbawakan tasnya. Mendadak ia merasakan sesuatu dan segera pergi ke toilet. Now sangat khawatir berpikir kalo Cake mungkin sakit perut.

Nggak lama kemudian Cake membuka pintu dan dengan wajah pucat ia memberitahu kalo menstrulasi-nya sudah datang.

Bersambung…

Anysti

ARTIKEL TERBARU