Oops Mr. Superstar Hit on Me Ep 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Oops Mr. Superstar Hit on Me Episode 4, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Episode sebelumnya disini.

Ibu sangat senang melihat Ton secara lagsung. Apalagi Ton juga menyapanya ramah dan memanggilnya penggemar nomor satunya. Ibu sampai merasa melayang dibuatnya.

Cake memberi Ton baju ganti. Dan selagi ia mengganti pakaiannya, ibu juga ikut ganti baju dan memakai gaun terbaiknya. Ia masih nggak percaya Ton ada di rumahnya dan berpikir kalo Cake dekat dengan Ton. Cake membatahnya dan mengatakan kalo Ton hanya berteduh karena di luar sedang hujan. Lah ibu malah berharap hujan setiap hari biar Ton selalu datang ke rummahnya.

Ton yang sudah ganti baju menghampiri mereka. Ibu sangat senang dan melihat Ton seperti bukan manusia karena saking tampannya. Ton heran karena ia hanya manusia biasa.

Ibu memberikan kue pada Ton. Itu adalah rasa vanili kesukaan Ton. Ia langsung memakannya. Ibu sama Cake mengomentari cara makannya yang berantakan. Seperti anak kecil. Melihatnya makan membuat ibu merasa kalo Ton seperti orang pada umumnya, nggak seperti Napas Asia.

Ton sudah selesai makan dan hujan juga sudah reda. Ibu selesai berdandan dan meminta foto sama Ton. Ia juga membawa foto mendiang suaminya untuk berfoto bersama. Setelahnya ia juga nyuruh Cake untuk berfoto juga.

Di luar Dol sudah nungguin. Ibu dan Cake mengantarnya sampai depan. Ton mengaku sangat senang tadi. Ia sudah lama nggak tertawa lepas. Ibu lalu memintanya untuk datang lagi. Ia ingat Ton sangat suka saus vanila dan mau mengambilkannya. Cake berterima kasih karena Ton sudah membuat ibunya bahagia. Dan ia meminta agar Ton jangan datang lagi.

Ton nggak ngerti. Ia akan datang lagi karena ia suka dengan tempat itu penuh dengan aroma vanila. Cake menyuruhnya untuk pergi ke kafe lain. Ia nggak mau mereka menjadi kenalan. Ia bahkan nggak mau bertemu lagi sama Ton. Dan sebaiknya mereka menjalani hidup seperti semula. Ia menenangkan kalo ia nggak akan menuntut apapun darinya.

Ibu kembali dan memberikan saus vanila pada Ton. Setelahnya Ton menghampiri Dol yang sudah meunggu di jalan. Dol menanyakan apa yang Cake inginkan? Berapa banyak? Ton tampak sangat sedih. Mereka bahkan nggak boleh jadi kenangan.

Cake lalu kembali ke rumah dan melihat ibu sedang melihat-lihat fotonya dengan Ton. Ia lega karena bisa membuat ibu bahagia.

Pagi ini Cake bersin-bersin. Ibunya malah menggodanya dan bilang kalo seseorang sedang merindukannya. Padahal itu karena rinitis. Ia meminum obatnya karena semalam lupa meminumnya. Ibu menyuruhnya untuk cuti tapi Cake nggak mau karena hari ini adalah hari pertama syuting. Setelah memakai masker ia pun pamit sama ibunya. Ibu menahan dan bertanya apa dalam drama barunya aktor utamanya adalah Ton? Cake membantah dan memberitahu kalo aktornya adalah wajah baru yang lebih muda. Ibu kecewa. Ia sangat merindukannya setelah sebulan yang lalu ketemu.

Nggak nyangka di lokasi syuting ada Ton. Seperti yang Cake minta, ia menganggap Cake sebagai orang asing. Padahal setelah Cake pergi, Ton langsung melihatnya.

Saat menata peralatan, Cake menyadari kalo ia meninggalkan ponselnya. Ia mau mengambilnya tapi malah nggak sengaja menabrak Ton. Ton sangat dingin dan langsung meninggalkannya. Seusai syuting ia melihat Ton dihampiri sama banyak penggemarnya. Ton beneran menganggapnya sebagai orang asing.

Sampai rumah ia merasa kesal karena Ton pura-pura nggak mengenalnya. Tapi itu bagus. Hanya K-pop yang ia pedulikan. Mendadak Ton mendatanginya dan merayunya. Ia tahu kalo Cake ingin ia melihatnya di lokasi syuting tadi. Ia meminta Cake untuk mengakui kalo ia mencintanya. Dan saat mereka mau berciuman, Cake melihat anak perempuan di dekat ranjangnya. Ton bilang itu adalah anak mereka. Cake kaget banget sampai ia menyadari kalo itu hanya mimpi. Dan ia pun terbangun.

Cake sangat terganggu dengan mimpinya itu. Apalagi saat Now meminta pembalut padanya karena mendadak datang bulan. Padahal mereka bisanya samaan kalo datang bulan. Now menenangkan kalo apa yang Cake pikirkan nggak akan terjadi karena ia sudah meminum pilnya. Cake terdiam karena ia nggak meminumnya waktu itu.

Ton yang sedang membaca naskah melihat lokasi syuting yang kemarin dan berharap bisa melihat Cake lagi. Tapi ternyata mereka sudah nggak syuting di sana lagi.

Now mengajak Cake ke apotik untuk membeli alat tes kehamilan. Cake yang malu malah beli alat tes Covid-19. Ia lalu pulang pada malam harinya dan malah melihat Ton di kafe. Katanya ibu menghubunginya dari fb dan Ton datang karena sedang luang. Ibu lalu nyuruh Cake untuk menemani Ton sementara ia membuat kue.

Setelah ibu pergi, Cake mengungkit apa yang pernah ia katakan dulu agar Ton nggak perlu datang lagi. Ton beralasan kalo ia sudah janji pada ibunya Cake dan ia nggak ingin ingkar janji. Cake lalu keluar untuk menjawab telpon. Saat mengambil ponsel ia nggak sadar menjatuhkan alat tes kehamilannya. Ton mengambilnya dan ikut keluar.

Now menelpon dan bertanya apa Cake sudah mengetes kehamilannya? Cake bilang besok. Dan saat ia berbalik ia melihat Ton menunjukkan alat tes kehamilan itu. Cake mengambilnya dan bohong bilang kalo itu adalah alat tes Covid-19. Padahal Ton tahu betul kalo itu adalah alat tes kehamilan karena pernah melihatnya.

Cake sinis. Kalo iya memangnya kenapa? Apa Ton akan bertanggung jawab dan menikahinya? Gimana dengan citranya di mata publik? Ton nggak bisa menjawab. Cake menenangkan kalo ia nggak akan menyebarkannya ke media. Bukan itu yang Ton maksud. Seenggaknya ia harus tahu kalo itu karena dirinya. Cake memintanya untuk nggak mencampuri urusan pribadinya dan menyuruhnya pergi.

Ibu sudah selesai dengan keiknya dan mau memberikannya pada Ton tapi orangnya malah sudah nggak ada. Cake berbohong kalo Ton pergi karena ada masalah.

Di rumahnya Ton membaca artikel tentang akurasi alat tes kehamilan yang ada di pasaran. Lah mlah ketahuan sama pengasuhnya. Ton terpaksa berbohong kalo itu untuk keperluan drama barunya. Ia lalu mengalihkan dengan bertanya kenapa pengasuh ingin menemuinya? Pengasuh lalu memberitahu kalo ibunya Ton memintanya untuk menelpon karena merindukannya. Ton mengiyakan. Ia memang sudah mau menelponnya tapi belakangan ia sangat sibuk.

Paginya Cake menggunakan alat tes kehamilannya. Namun sebelum ia sempat melihat hasilnya, ia mendengar ibunya terjatuh dan segera menemuinya. Ibunya mengalami sakit perut. Cake membantunya dan berencaa membawanya ke rumah sakit. Beruntung Ton datang saat itu dan membantunya membawa sang ibu ke rumah sakit.

Sesampainya di rumah sakit Ton nyuruh Cake untuk menemani ibunya sementara ia memarkir mobil. Saat itulah ia menemukan alat tes kehamilan milik Cake kemarin yang terjatuh saat disimpan di saku celana. Usai memarkir mobil, Ton pun menemui Cake di ruang tunggu. Ia menenangkan Cake kalo ibunya pasti akan baik-baik saja.

Ibu sudah dipindahkan ke ruang rawat. Perawat menjelaskan kondisi ibu pada Cake lalu pergi. Ibu lalu memberitahu kalo semalam ibu makan stroberi yang terlalu matang padahal Cake sudah nyuruh buang. Ibu merasa malu dan minta Cake untuk nggak ngasih tahu Ton. Lah padahal Ton ada di ruang sebelah. Tapi Cake yang pingin menjaga perasaan ibu bilang iya nggak akan bilang.

Sambil nunggu Cake, Ton melihat alat tes kehamilan itu yang ia simpan di saku celananya. Cake mendadak datang dan memberinya susu dingin sebagai ucapan terima kasih sudah mengantar mereka ke rumah sakit. Tadi masih sangat pagi dan ia bahkan juga belum sarapan. Ton tersenyum padahal tadi sudah jam 9. Cake lalu menanyakan alasan kedatangannya.

Sebelumnya Ton meminta Cake untuk jangan marah. Ia lalu menunjukkan alat tes kehamilan itu dan memberikannya pada Cake. Cake bertanya apa Ton sudah melihatnya? Ton membantah karena itu adalah masalah pribadinya. Tapi sejujurnya ia juga ingin tahu. Cake memberitahu kalo ia sendiri juga belum melihatnya.

Mereka ke taman untuk melihat hasilnya. Sebelumnya Cake menanyakan apa yang akan Ton lakukan kalo hasilnya positif. Gimana kalo ia akan membuat masalah? Ton memberitahu kalo sesuatu yang menjadi masalah hanyalah sebuah situasi. Dan itu bukan tentang orangnya. Dan apaun hasilnya nanti ia akan bertanggung jawab. Mungkin ia akan perlu waktu untuk mengatasinya tapi ia pasti akan melakukannya.

Setelah merasa yakin, Cake pun membukanya dan hasilnya adalah…dua garis.

Bersambung…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like