My Roommate is A Gumiho Ep 16 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis My Roommate is a Gumiho Episode 16 Part 1, Untuk menyimak bacaan lengkap tentang spoilernya langsung pergi ke tulisan yang ini. Cek juga episode sebelumnya

Eoreusin yang berpikir kalo ia akan menjadi manusia berpikir untuk memberitahu Dam. Tapi tiba-tiba tangannya di kaca menghilang. Fotonya, nama di bukunya dan papan namanya juga menghilang.

Ia menyadari kalo ia salah. Ia pikir waktunya sudah dekat. Dam mengartikan kalo Eoreusin akan menjadi manusia. Dia sampai pingin nangis. Ia lalu meluk Eoreusin.

Hyesun menemui Eoreusin di ruangannya. Ia membawakan hadiah untuknya karena ia akan menjadi manusia. Ia juga mengajak Eoreusin untuk minum nanti malam. Dan saat ia beneran menjadi manusia akan memberinya 100 sampanye.

Eoreusin nggak bilang apa-apa.

Beberapa saat kemudian Hyesun menangkap kalo semua yang terjadi adalah pertanda kalo ia akan menghilang. Padahal masih beberapa bulan lagi.

Ia lalu mengajak Eoreusin untuk menemui Roh gunung. Ia yakin kalo pasti ada alasannya. Ternyata Eoreusin sudah mencarinya tapi roh gunung nggak meresponnya.

Hyesun menenangkan kalo Eoreusin bisa berusaha untuk menjadi manusia sebelum ia menghilang.

Dam mau ketemu sama Eoreusin. Dan menelponnya. Ada sedikit masalah.

Eoreusin menggenggam tangan Dam. Ia selalu memikirkan Dam dan menjanjikan akan melakukan yang terbaik untuk Dam.

Dam memberitahu kalo beberaoa hari nanti ia nggak akan pulang. Ia mau menemui Dan dan menenangkannya. Dan akan mengikuti turnamen tapi hasilnya nggak terlalu bagus. Karena itulah ia ingin pulang dan menenangkannya.

Eoreusin melarang. Ia nggak mau Dam meninggalkannya. Dam kaget dengan reaksi Eoreusin. Ia menjanjikan kalo itu hanya beberapa hari.

Eoreusin mengonfirmasi kalo adiknya Dam adalah seorang pemanah.

Dam membawa Eoreusin untuk bertemu dengan Dan. Ia mengenalkan Eoreusin sebagai pacarnya. Lah Dan malah nggak percaya. Dia melarang Nuna-nya untuk menyinggung orang lain. Ia bahkan berpikir kalo kakaknya berhutang padanya atau memukulnya.

Dam menekankan kalo Eoreusin Kemang pacarnya. Ia datang untuk memberinya nasehat. Sebelumnya ia pernah memanah. Dan memberitahu kalo ia sudah berlatih tapi hanya masuk tim cadangan. Pelatih meragukannya.

Eoreusin lalu mengambil busur Dan. Dan nampak khawatir secara itu busur mahal. Dan setelah Eoreusin menembakkan panahnya, wah tepat sasaran.

Sikap Dan langsung berubah. Ia bahkan memanggil Eoreusin sebagai kakak ipar. Ih Dam malu banget. Baru juga ketemu sudah manggil kakak ipar.

Keduanya sampai di rumah. Dan mengirim pesan dan bilang terima kasih buat kakak iparnya. Berkat Eoreusin skornya kembali seperti semula. Dam memeluk Eoreusin dan berterima kasih. Ia tahu Eoreusin melakukan itu demi dirinya.

Eoreusin menatap Dam. Itu juga demi dirinya. Ia ingin bertemu dengan keluarga Dam. Dam merasa kalo Eoreusin banyak berubah. Sebelumnya ia nggak mau menyapa Dan dan menghilang menggunakan sihirnya. Ia pikir Eoreusin sudah menjadi manusia.

Eoreusin tersenyum. Akan bagus kalo sudah.

Malamnya Eoreusin masuk ke kamar Dam dengan membawa beberapa barangnya. Katanya ia ingin tidur bersama Dam. Sambil memeluk Dan ia ingin mereka tidur bersama setiap malam.

Paginya Dam membuat kopi. Eoreusin menghampirinya dan mengajaknya untuk keluar kalo Dam nggak ada kuliah hari ini.

Mereka makan di luar. Dam menunjukkan daftar yang akan mereka lakukan saat Eoreusin menjadi manusia nanti. Alih-alih memikirkan masa depan, Eoreusin ingin melakukan sesuatu dengan Dam sekarang. Lah Dam kan mau kuliah. Eoreusin mengajaknya untuk membolos. Hari ini aja.

Keduanya bermain-main seharian. Dam benar-benar menikmatinya. Tapi ia nggak boleh nelakukannya lagi karena ia harus menaikkan IPK-nya.

Terakhir mereka pergi untuk membuat permohonan. Dam sendiri nggak mau melakukannya. Ia trauma dengan permohonan. Ia mengungkit saat membuat permohonan di menara batu sebelumnya. Eoreusin menghapus ingatannya dan mereka putus. Nggak bisa dihubungi adalah perpisahan terburuk.

Eoreusin lalu menanyakan gimana perpisahan yang baik menurut Dam. Dam merasa kalo perpisahan yang baik seperti kelaparan bahagia. Yang pasti nggak terlalu mendadak karena ia butuh persiapan untuk menerimanya.

Mereka lalu pergi dari sana. Dam mendadak kesandung. Eoreusin mau menangkapnya tapi ia amalah berteleportasi di jalan. Sebuah mobil hampir menabraknya. Eoreusin syok melihat tangannya. Kelerengnya mendadak kosong.

Dam berjalan sambil mencari Eoreusin. Eoreusin menahan tangannya. Dam kesal. Ia melarang Eoreusin untuk menghilang tanpa bilang apa-apa.

Eoreusin memikirkan semuanya. Apa yang Hyesun bilang kalo Dam akan sangat terkejut melihat Eoreusin menghilang karena mereka tinggal bersama.

Dan sebenarnya Eoreusin juga sangat memikirkannya. Ia nggak mau Dam sendirian di sana setelah ia menghilang. Mungkin Dam akan menangis sendirian.

Paginya Eoreusin minta Dam untuk pulang. Ia harus menemani adiknya. Dam sendiri ingin terap di sana sampai Eoreusin menjadi manusia. Tapi bagi Eoreusin, Dam sudah banyak membantu dan ia nggak boleh egois.

Malamnya Eoreusin mengantar Dam pulang. Dam merasa kalo ia sudah melakukan kesalahan sampai Eoreusin mengusirnya selarut ini. Padahal sebelumnya Eoreusin menahannya saat ia mau pulang. Ia merasa sedih dan kesepian harus jauh dari Eoreusin.

Eoreusin menarik Dam dan memeluknya.

Sesampainya di rumah Eoreusin langsung jatuh dan menumpahkan semua sakitnya. Nyesek😭😭😭. Ost-nya juga. Idaero neol…yeongwonhi jikyeojulsu itge haejwoyo…

Jaejin mendatangi Hyesun dan membawakannya anggur. Sebelumnya Hyesun bilang nggak bisa tidur. Minum sedikit anggur akan membuatnya tidur nyenyak.

Saat mau pulang secara nggak sengaja Jaejin menjatuhkan kelereng Hyesun. Itu tampak sangat lama. Ia pikir mungkin dari ibu atau ayahnya. Tapi Hyesun bilang ia nggak punya ibu dan ayah. Bukan karena mereka sudah meninggal tapi ia memang nggak pernah punya orang tua.

Ih Jaejin sedih dengarnya.

Sesampainya di rumah Jaejin masih kepikiran Hyesun yang nggak punya keluarga. Ia pikir Hyesun pasti kesepian. Ia lalu bertekad untuk selalu di sisinya.

Eh ada surat wamil di meja.

Hyesun menikmati anggurnya. Eoreusin mendadak muncul. Katanya dia ingin minum anggur. Hyesun mengambilkannya.

Eoreusin berterima kasih padanya. Ia tahu Hyesun mengkhawatirkannya makanya ia muncul sebelum usia 1000 tahunnya.

Hyesun dah sedih duluan. Ia melarang Eoreusin untuk berpamitan seakan itu saat terakhirnya. Eoreusin ingin meminta tolong pada Hyesun terkait Dam. Ia lalu melihat kelereng Hyesun.

Di kamarnya Dam memikirkan apa yang Eoreusin katakan. Akhirnya sudah dekat, perpisahan yang baik. Dan Dan masuk membicarakan tentang Eoreusin yang sepertinya akan pergi jauh. Ia diminta untuk menjaga Dam.

Dam lalu melihat fotonya bersama Eoreusin. Di foto itu Eoreusin mendadak menghilang.

Khawatir, Eoreusin lalu lari keluar.

Di rumahnya Eoreusin tengah menulis surat untuk Dam.

Aku tidak sanggup memberitahumu saat bersamamu. Jadi, aku menulis surat ini, berharap kau tidak perlu melihat ini. Sepertinya aku harus merelakan hidup panjang yang kujalani. Ya. Aku sudah menjalani hidup ini untuk waktu yang lama. Aku sudah melalui banyak hal. Aku bosan dengan semuanya seolah-olah terjaga semalaman. Terkadang, aku merasa lelah menghadapi hari lain. Segalanya seperti itu sampai aku bertemu denganmu. Kau satu-satunya kebahagiaanku, satu-satunya alasan aku menunggu untuk menghadapi hari esok. Mungkin aku tahu sejak awal. Bahwa kau akan mengubah takdirku.

Eoreusin lalu melihat pantulan bayangannya di kaca. Dia nangis lagi.

Dam berlari sambil nelpon Eoreusin. Ia meminta agar Eoreusin menunggunya. Ia menanyakan maksudnya. Tiba-tiba sebuah truk mengarah ke Dam dan ia nggak sempat menghindar.

Tiba-tiba tubuh Dam terdorong. Truk itu berhenti dan Dam melihat Eoreusin tergolek di depannya. Dia nangis.

Mungkin aku tahu sejak awal. Bahwa kau akan mengubah takdirku. Bahwa kau akan membawa makna ke dalam hidupku yang tidak berarti dan tidak berharga.

Dam menghampirinya. Dan sebelum ia sampai, Eoreusin menghilang. Dam syok. Tangisnya pecah saat itu juga.

Sesampainya di rumah Dam membaca surat itu. Hyesun datang. Dam mengadu kalo Eoreusin-nya menghilang dan itu salahnya. Padahal Eoreusin sudah berjanji untuk selalu bersamanya.

Hyesun memeluk Dam dan menekankan kalo itu bukan salahnya.

Bersambung…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like