My Perfect Stranger Eps 7 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis My Perfect Stranger Episode 7 Part 2 , Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. SEBELUMNYA DISINI.

Di part sebelumnya, Yoon Young ingin tahu alasan Hae Joon mati-matian menyelamatkan korban pembunuhan. Yoon Young bilang, jika Hae Joon hanya ingin mencari pelaku sebenarnya, pasti ada cara yang lebih mudah dan sederhana. Hae Joon tersenyum, lalu dia bilang, tanahnya terlalu dingin.

Kita diperlihatkan flashback…

Hae Joon menjelajahi waktu ke tahun 2022. Dia mendatangi lokasi tempat dia dibunuh. Namun, di depannya, adalah danau. Bukan hamparan salju.

Hae Joon : Saat aku ke sana setelah mengetahui kematianku, semuanya sudah terjadi. Saat itu bulan Maret. Dan aku dibunuh dua bulan sebelumnya. Satu-satunya hal yang bisa kuputuskan adalah tahunnya, jadi, jika aku ingin bertemu pelakunya di sana, aku tidak punya pilihan selain menunggu sampai bulan Januari tiba. Selama sepuluh bulan penuh. Mereka bilang semua orang akan mati, tapi itu kematian yang mengerikan. Hanya karena kebetulan bertemu bedebah pada saat dan tempat itu, hidupku langsung berakhir.

Hae Joon lalu melihat koran yang dibawanya. Di koran itu, ada foto sepatunya yang tergeletak di atas hamparan salju, lalu darahnya yang menggenangi hamparan salju.

Hae Joon : Itu terlalu dingin untuk ditinggalkan di tanah. Namun, aku tahu ada lebih banyak korban sepertiku, dan saat itulah aku menjadi takut. Bahwa aku tidak akan bisa menghentikannya meski tahu. Mengetahui kebenarannya berarti aku punya kekuatan mengubah takdir. Serta harapan yang datang dengan tanggung jawab besar.

Besoknya, Yoon Young lari ke kediaman Dong Sik. Hae Joon menyuruhnya mencari Yoo Seob. Namun, Yoo Seob tak ada di sana. Yoon Young lalu tanya, bagaimana dengan Hae Joon.

Hae Joon sendiri pergi ke lokasi, tempat pembunuhan yang sebenarnya terjadi. Dia juga membawa sebuah koran yang isinya tentang jasad Ju Young ditemukan di tepi sungai dan jasad wanita berusia 20 tahunan yang ditemukan. Itu jasadnya Kyung Ae.

Yoon Young juga ke toko music, tapi Yoo Seob juga tak ada di sana.

Mereka berdua jadi pusing dan bertemu di depan Toserba Woojung-ri.

Yoon Young : Kau tahu apa artinya, bukan?

Hae Joon : Aku hanya berharap tidak akan menemukan jasadnya sendiri. Karena itu berarti sudah terlambat.

Yoon Young : Menurutmu sudah terlambat? Kita belum menemukan jejak, jadi, aku yakin dia belum mati.

Hae Joon : Lalu di mana dan apa yang dia lakukan? Kita sudah mencari ke mana-mana.

Yoon Young : Benar. Dia mungkin melakukan sesuatu. Jika sesuatu benar-benar tidak terjadi, dia pasti melakukan sesuatu di suatu tempat. Bukankah kita hanya mencari di tempat pembunuhan bisa saja terjadi? Tempat pembunuhan mungkin terjadi. Jika bersama Baek Yoo Seob, dia mungkin…

Hae Joon : Tidak mungkin. Maka batasnya akan terlalu besar.

Yoon Young : Pukul berapa ini?

Hae Joon : Pukul 21.10.

Yoon Young : Kedai Teh Bong Bong. Itu keberadaan terakhirnya, yang direkam polisi.

Hae Joon : Namun, keadaan sudah berubah. Dia tidak mungkin di sana…

Yoon Young : Namun, bisa saja. Aku tahu kau menjadi lebih takut karena variabel itu, tapi kita tidak pernah tahu. Ada masalah yang mencapai kesimpulan yang sama sekeras apa pun kau berusaha mengubahnya.

Mereka ke Kedai Teh Bong Bong. Dan benar saja, Kyung Ae ada di sana. Lagi bernyanyi di depan teman-temannya.

Chung A tiba-tiba datang dan berhenti di tengah2 mereka.

Chung A : Jangan menghalangi pintu masuk.

Chung A pun pergi mengantarkan pesanan ke meja Kyung Ae.

Hae Joon dan Yoon Young mencari tempat duduk.

Hae Joon seketika terkejut melihat ada Min Soo semeja dengan Kyung Ae.

Yoon Young yang melihat itu, langsung menarik Hae Joon pergi.

Mereka duduk tak jauh dari meja Kyung Ae. Chung A mengantarkan pesanan ke meja Kyung Ae.

Yoon Young : Ko Min Soo juga salah satu tersangka, bukan?

Hae Joon : Dia dipenjara lebih dari 30 tahun sebagai pelaku sebenarnya. Namun, dia menyangkal semua tuduhan sampai akhir.

Yoon Young : Itu Ko Min Soo? Kenapa? Bagaimana bisa?

Hae Joon : Ada beberapa bukti, tapi yang mengunci putusannya adalah saksi. Katanya dia melihatnya membunuh korban secara langsung. Itu adiknya, Ko Mi Sook.

Yoon Young : Ko Mi Sook yang itu?

Hae Joon : Salah satu dari mereka pasti berbohong. Setidaknya, kita akan tahu malam ini siapa yang berkata jujur.

Yoon Young menoleh ke jendela. Dibawah jendela, dia melihat Bum Ryong melintas bersama Soon Ae.

Yoon Young : Aku kira mereka sudah putus.

Yoon Young lalu bilang ke Hae Joon kalau dia harus menemui Soon Ae.

Hae Joon : Sekarang? Mendadak sekali.

Yoon Young : Katakan siapa yang berbohong, ya? Lee Kyung Ae, bibiku. Tolong jaga dia baik-baik.

Yoon Young bergegas pergi.

Kyung Ae dan teman-temannya meninggalkan Kedai Teh Bong Bong. Mereka berpisah setelah sebelumnya Kyung Ae dapat pujian dari teman-temannya. Min Soo juga keluar dari kedai. Dia mengikuti Kyung Ae. Hae Joon juga ikut keluar dari Kedai Teh Bong Bong dan mengikuti mereka.

Bum Ryong terus menarik Soon Ae.

Soon Ae tanya mereka mau kemana. Bum Ryong tak menjawab. Yoon Young yang melihat Bum Ryong berjalan ke arah penginapan, marah.

Yoon Young : Dasar kurang ajar…

Yoon Young terus mengikuti mereka. Ternyata Bum Ryong benar-benar membawa Soon Ae ke penginapan. Omo! Mau apa dia?

Yoon Young terkejut melihat itu.

Yoon Young : Di sanalah Lee Ju Young terakhir menginap.

Soon Ae tanya Bum Ryong mau apa.

Bum Ryong : Kau bilang ingin mengatakan sesuatu. Kau ingin putus denganku. Aku akan putus denganmu karena itu yang kau inginkan. Namun, kau juga harus membiarkanku mendapatkan keinginanku. Sayang sekali bagiku jika kita putus tanpa melakukan apa pun. Aku menghabiskan banyak waktu untukmu.

Bum Ryong menarik paksa Soon Ae ke dalam penginapan. Soon Ae teriak meminta tolong.

Tepat saat itu, Yoon Young datang dan menggeplak kepala Bum Ryong dari belakang.

Min Soo meraih lengan Kyung Ae. Mereka ada di jembatan.

Min Soo : Sudah kubilang. Aku hanya ingin minum lagi denganmu.

Kyung Ae : Hei, hanya karena aku duduk di mejamu, bukan berarti aku menjadi temanmu. Aku hanya duduk di sana sebentar karena orang lain. Aku tidak berhubungan dengan sampah sepertimu.

Min Soo mulai kesal, sungguh cara bicara yang bagus.

Kyung Ae : Jika kau tidak mau mendengarnya lagi, pergilah. Aku sudah merasa seperti sampah hari ini.

Min Soo : Aku berniat pergi diam-diam hari ini.

Min Soo marah dan berlari ke arah Kyung Ae.

Bum Ryong menatap Yoon Young dengan tatapan marah.

Bum Ryong : Kau memukulku terlebih dahulu.

Bum Ryong mau membalas Yoon Young tapi sebelum dia melakukannya, Hee Seob tiba2 datang dan memukulnya. Hee Seob lalu menatap Soon Ae dan Yoon Young secara bergantian.

Hee Seob : Kau baik-baik saja, Soon Ae? Hei, Dahi. Kau baik-baik saja?

Setelah itu, Hee Seob kembali memberi pelajaran ke Bum Ryong.

Hee Seob : Kau bukan temanku lagi.

Yoon Young mengajak Soon Ae pergi.

Min Soo mencekik Kyung Ae. Kyung Ae pun berusaha melepaskan diri Min Soo. Dia menendang kaki Min Soo. Min Soo kesakitan dan melepaskan cekikannya. Min Soo mau membalas. Tapi Kyung Ae memukul kepala Min Soo dengan tasnya. Min Soo mundur ke belakang ketika Kyung Ae terus memukulnya, hingga akhirnya dia jatuh ke bawah.

Kyung Ae kaget dan panic, aku harus bagaimana? Kurasa dia mati.

Hae Joon tiba2 datang, dia tidak akan mati.

Hae Joon turun ke bawah. Dia memegang tangan Min Soo kuat2. Min Soo langsung teriak kesakitan.

Min Soo : Kurasa tulangku patah.

Hae Joon pun ingat penyebab kematian Ju Young dan Kyung Ae. Mereka tewas karena sesak napas akibat tekanan serviks.

Min Soo : Tulangku patah.

Hae Joon : Kau mungkin tidak bisa berhubungan dengan siapa pun untuk saat ini.

Min Soo : Bisakah kau menelepon ibuku untukku?

Min Soo merengek memanggil ibunya.

Hae Joon mengajak Kyung Ae pergi.

Dalam perjalanan, Hae Joon tanya kenapa Kyung Ae tadi menghilang.

Kyung Ae mengomeli Hae Joon.

Kyung Ae : Kau tidak dengar kusuruh…

Hae Joon : Tapi tetap di sana sampai polisi datang?

Kyung Ae : Kau yakin kita bisa membiarkannya begitu saja? Dia juga mabuk. Bagaimana jika terjadi sesuatu?

Hae Joon : Tidak apa-apa. Aku satu-satunya saksi. Hanya aku yang melihatmu mendorongnya. Jadi, berhati-hatilah untuk saat ini. Jangan minum terlalu banyak alkohol dan pulanglah lebih awal. Dia mungkin akan menuntut harga tinggi jika kau ketahuan.

Mereka tiba di depan rumah.

Kyung Ae : Jika aku mengurangi minum alkohol dan pulang lebih awal, bagaimana aku bisa menatap wajah orang tuaku? Akan memalukan untuk menghadapi adikku juga. Usiaku 22 tahun, tapi tidak ada yang bisa kulakukan. Aku sudah sangat menyedihkan. Namun, sekarang, aku bahkan ditipu. Aku tidak pantas hidup lagi. Aku muak dengan diriku sendiri. Astaga.

Hae Joon : Aku tidak percaya ini. Sejujurnya, Miss Korea agak berlebihan. Namun, dari yang kulihat sejauh ini, memang benar bahwa kamu Kim Wan Sun dari Woojung-ri. Kau menari di kelab, dan kau cukup hebat. Kau juga pandai membuat teman-temanmu tertawa. Kau juga punya selera mode yang bagus. Meski tidak menjadi Miss Korea, kau bisa tampil di TV. Selama kau tahu apa yang ingin kau lakukan, kau masih muda jika usiamu 22 tahun. Tidak apa-apa.

Kyung Ae : Benarkah itu yang anda pikirkan? Anda tidak mencoba menipuku, bukan?

Hae Joon : Kau sudah kehilangan semua uangmu. Apa lagi yang bisa kulakukan?

Kyung Ae : Sial. Uang itu! Aku benar-benar ingin memberikan uang itu ke Soon Ae untuk kuliah.

Hae Joon : Kau tidak mencoba menipuku, bukan?

Hae Joon pun mengembalikan uang itu ke Kyung Ae.

Hae Joon : Jangan habiskan semuanya untuk alkohol.

Kyung Ae kaget, apa?

Hae Joon : Aku diam-diam mengambilnya kembali darinya tadi. Bawalah bersamamu.

Kyung Ae senang. Saking senangnya, dia bahkan minta izin untuk mencium Hae Joon.

Yoon Young yang mendengar itu, keluar dari rumah Soon Ae dan menatap kesal Kyung Ae.

Soon Ae keluar dari dalam rumah bersama Yoon Young.

Melihat Soon Ae, Kyung Ae langsung menangis dan memeluk Soon Ae. Dia juga minta maaf.

Soon Ae juga nangis dan meminta maaf pada kakaknya.

Kyung Ae mengeringkan rambut Soon Ae dengan hairdryer.

Hae Joon dan Yoon Young memperhatikan mereka dari jendela.

Yoon Young : Terima kasih atas semua yang kau lakukan hari ini.

Hae Joon : Aku tidak bisa melihat pelakunya. Kukira aku bisa keluar dari kabut, tapi keadaan menjadi kacau lagi. Kita hanya punya satu kesempatan lagi. Namun, semuanya menjadi lebih jelas. Jadi, untuk hari ini, bisa menyaksikan adegan itu sudah cukup.

Mereka lalu kembali menatap Kyung Ae dan Soon Ae yang kini tengah bercanda.

Tapi tiba2, telepon rumah berdering.

Hae Joon dan Yoon Young sama-sama terdiam menatap ke arah telepon yang terus berdering.

Hae Joon menjawab.

Hujan turun dengan deras. Bum Ryong ada di telepon umum. Dia lah yang menelpon Hae Joon.

Semula Bum Ryong tak bicara saat Hae Joon menjawab.

Hae Joon : Siapa kau?

Yoon Young mendengar itu, mendekat dan menatap Hae Joon dengan serius.

Bum Ryung akhirnya bersuara. Dengan wajah dingin, dia bilang dia akhirnya mati.

Kamera beralih ke Ju Young yang sudah tak bernyawa di tepi sungai.

Ju Young tewas dengan luka memar di wajah, leher dan tangannya serta tubuh terikat tali merah.

Hae Joon terkejut, dan langsung menatap Yoon Young.

Bersambung………..

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like