My Dear Donovan Ep 6

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Love My Dear Donovan Episode 6, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Baca Episode sebelumnya disini.

Aood membawa Pam ke minimarket karena karyawannya nggak bisa datang jadinya ia yang harus berjaga. Ia hanya bisa memberinya roti dan sosis. Pam mengaku nggak papa. Ia menanyakan gimana caranya menenangkan kakek? Awalnya Aood menjawabnya dengan candaan sampai membuat Pam kesal. Ia lalu memberitahu yang sebenarnya kalo ia memberitahu kakek kalo Pam menggantikan temannya. Ia meminta kakek untuk nggak terlalu banyak berpikir karena nggak baik untuk kesehatan jantungnya.

Setelah makanannya jadi Aood menemani Pam makan di luar. Makan rasa keju mengingatkan Pam pada ciumannya yang nggak jadi gegara kejunya mendidih. Mendadak dia menjadi kesal dan nggak sengaja menggigit bibirnya hingga berdarah. Aood segera memberinya tisu. Ia merasa kalo Pam sedang memikirkan hal lain. Pam membantah dan melanjutkan makannya.

Donovan dan Da masih minum. Da lalu mengajaknya ke atas. Ia menanyakan arti dari nama Donovan donovan memberitahu kalo namanya berasal dari kata di Irlandia yang berarti kegelapan. Da malah ingin Donovan bernama Google karena bisa menjawab semua pertanyaannya. Donovan hanya membiarkan saat Da kembali bersikap nggak senonoh.

Aood mengantar Pam pulang. Pam memakan es krimnya sambil makan. Melewati jalan itu mengingatkan Pam saat ia diganggu sama dua pria mabuk sebelumnya. Secara nggak sadar ia meraih lengan baju Aood karena merasa takut. Aood menenangkan. Ia menggenggam tangan Pam dan membimbingnya pulang.

Pandangan Donovan mulai nggak jelas. Da menawarinya minum dan ia menolak. Ia pikir Da berusaha membuatnya mabuk. Tapi ternyata parfum yang Da semprotkan tadi yang membuanya kehilangan kesadaran. Tubuhnya mulai panas. Da menariknya ke kolam renang. Awalnya Donovan menikmatinya. Sampai ia mendapatkan kesadarannya. Ia mendorong Da dan berniat pergi dari sana tapi tempat itu sudah dikunci sama Da.

Setelah merasa tenang Pam pun menarik tangannya. Aood pikir itu karena kejadian waktu itu. Ia merasa bersalah karena nggak bisa mengantar Pam pulang. Nggak tahu kenapa Pam masih merasa gelisah. Sejujurnya ia merindukan Donovan.

Mendadak Donovan menelpon. Ia merasa kalo badannya panas dan ia nggak bisa menahannya. Pam menanggapinya dengan sinis dan berpikir kalo Donovan sedang bersenang-senang dengan Da. Donovan yang berusaha menahan pintu dari Da akhirnya memberitahu kalo ia dibius. Ia meminta Pam untuk datang. Seketika Pam menjadi panik. Donovan mengirimkan lokasinya pada Pam. Pam memberitahukan yang terjadi pada Donovan ke Aood dan mintanya menemaninya ke sana.

Donovan bersembunyi di salah satu bilik toilet. Da meriksa satu persatu dan akhirnya menemukan Donovan. Ia mendobrak pintu itu berkali-kali hingga pengait pintuya rusak. Donovan masih berusaha untuk menahan pintu sampai akhirnya ia melihat Da nggak ada. Dan saat ia meriksa keadaan di luar ternyata Da ada di bilik sebelah. Donovan hendak keluar tapi Da menahan pintunya. Donovan berusaha keluar dan akhirnya berhasil.

Di luar beberapa pengawal mengejarnya. Ia yang nggak bisa melalui lift turun melalui tangga.

Pam dan Aood masih di jalan. Mereka sampai menerobos lampu merah agar bisa sampai lebih cepat. Sesampainya di sana mereka nggak diijinkan menggunakan lift oleh petugas meski sudah bilang kalo mereka datang untuk temannya yang bernama Donovan.

Petugas itu dipanggil sama rekannya melalui HT. Saat itulah Pam dan Aood naik ke lift. Sayangnya mereka nggak bisa menuju lantai 15. Akhirnya Pam menekan lantai secara acak untuk selelahnya ke lantai 15 melalui tangga darurat. Sambil nunggu Aood pikir lebih baik mereka menelpon polisi. Pam pikir ada benarnya. Tapi mungkin polisi nggak akan bisa tiba tepat waktu. Alangkah lebih cepat kalo mereka sendiri yang menyelamatkannya.

Keduanya sampai di lantai 13. Saat hendak menuju tangga darurat mereka mendengar suara gaduh nggak jauh dari sana. Donovan berusaha untuk bertahan hidup. Ia melawan para pengawal Da dan bertarung sekuat tenaga. Satu demi satu pengawal berhasil Donovan kalahkan. Hingga tiba pada orang terakhir. Bisa dibilang pertarungan mereka imbang.

Donovan akhirnya jatuh. Pengawal itu hendak menghantamnya menggunakan botol. Pam berteriak melarangnya melakukannya. Pengawal itu malah hendak melemparkan botol itu ke Pam. Donovan langsung bangkit dan menghalanginya dengan tubuhnya sehingga botol itu mengenai dirinya.

Tubuh Donovan kembali panas. Ia menyalurkannya dengan memukul pengawal itu. Setelah pengawal itu berhasil ia kalahkan, Pam dan Aood memawanya prgi dari sana. Da datang dan menahan mereka sambil memegang hidungnya yang terluka. Aood merekamnya dengan ponselnya dan melarangnya mendekat atau ia akan mengunggah videonya.

Akhirnya keduanya berhasil lolos. Sampai di luar Pam memuji apa yang Aood lakukan tadi. Aood pikir mereka juga nggak akan bisa mendapatkan rekaman CCTV sebagai bukti sehingga rekamannya tadi bisa dijadikan bukti ke depannya.

Donovan menggenggam tangan Pam dan hendak menciumnya. Aood yang menyaksikannya nggak rela dan menariknya. Donovan meminta maaf dan memberitahu kalo ia dikasih obat per#ngsang tadi sehingga jadi kayak gitu. Demi keamanan Aood nyuruh Pam untuk menyetir sementara ia dan Donovan duduk di bangku belakang.

Dih banyak banget dramanya… Donovan menegang. Kirain mau apa nggak tahunya hanya mau mengambil ponselnya yang ia simpan di sana. Da mengirim pesan akan menjaga rumahnya. Karena itulah Donovan pikir ia nggak bisa pulang. Ia minta Pam untuk mengantarkannya ke kantor. Tapi melihat kondisinya seperti itu Pam nggak bisa melakukannya. Ia berpikir untuk membawanya pulang saja.

Aood melarang. Takutnya nanti akan membuat kakeknya terkejut. Ia lalu memberi solusi agar Donovan pulang ke rumahnya.

Akhirnya mereka sampai di rumah Aood. Obatnya masih bekerja sehingga Donovan bawaannya mau mencium Pam mulu. Untuk menghentikannya Pam terpaksa menciumnya. Lah nggak ngaruh. Dia malah pingin melakukannya lagi.

Donovan nyuruh Aood untuk menyiram air ke tubuhnya. Diam-diam Pam mengintip dan ketahuan sama Aood. Ia beralasan ingin mengetahui keadaan Donovan. Gegara ngajak ngomong Pam, Aood malah menyiram air ke mukanya Donovan dan membuatnya terbatuk. Air itu akhirnya membuat Donovan tersadar.

Aood meminjamkan piyamanya pada Donovan dan memberinya teh hangat. Keduanya pun bicara. Donovan ingat perlakuan Aood pada Pam dan menanyakan hubungan mereka. Aood menyombongkan kalo ia adalah orang yang paling Pam percaya. Pam memberitahukan semuanya padanya. Donovan meremehkan kalo Pam pasti nggak ngasih tahu kalo mereka semalaman bicara di telpon. Pam memberitahu warna favorit dan semuanya yang disukainya. Pam juga bernyanyi untuknya.

Aood sama sekali nggak terpancing. Menurutnya itu hanya hubungan antara manajer dan modelnya. Nggak ada yang penting. Sekarang giliran ia menyombong. Ia sesumbar kalo ia bisa masuk ke rumah Pam 24 jam. Ia sudah mendapatkan ijin dari kakek dan neneknya untuk menemui Pam kapanpun. Donovan memamerkan kalo ia bisa menemui Pam tanpa ijin. Aood memberitahu kalo itu adalah kesopanan Thailand. Orang asing kayak Donovan nggak akan mengerti. Ia memberitahu kalo Pam sangat menyayangi kakeknya. Ia menjadi manajernya untuk membiayai pengobatannya. Dan setelah seuanya selesai mereka nggak akan ada hubungan apapun lagi. Donovan bangkit dengan wajah menantang. Aood pikir Donovan mau mengajaknya berkelahi tahunya mau tidur.

Donovan memilih tidur di sofa alih-alih di tempat tidur bersama Aood. Aood memberinya bantal dan selimut. Ia menekankan kalo ia melakukannya untuk Pam.

Malam itu ketiganya sama-sama nggak bisa tidur. Aood ingat betapa khawatirnya Pam saat tahu kalo Donovan dalam bahaya. Sementara itu Pam teringat kebaikan Donovan padanya dari memberinya sepatu hingga menggendongnya saat kakinya terluka. Sedangkan Donovan teringat kehangatan hati Pam yang dengan tulus membantunya mencari Maria.

Bersambung…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like