My Dear Donovan Ep 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Love My Dear Donovan Episode 3, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Baca Episode sebelumnya disini.

Donovan melepaskan pelukannya setelah Pam merasa tenang. Ia akan memberitahu ibunya kalo Pam akan menjadi manajernya. Ia memperingatkan kalo bekerja dengannya nggak akan mudah tapi ia yakin kalo Pam bisa melakukannya. Pam memberitahu kalo ia belum pernah bekerja menjadi manajer sebelumnya. Ia berteria kasih pada Donovan lalu pergi untuk menemui neneknya.

Pam menemui ibunya dan Aood. Ia memberitahu kalo ia sudah mendapatkan uang. Ia akan bekerja di perusahaan ibu dengan menjadi manajer Donovan. Ia sendiri sudah bicara dengan Donovan sebelumnya. Ibu menanyakan keyakinan Pam secara sebelumnya ia menolak melakukannya. Dan lagi apa kakek akan mengijinkannya? Pam menenangkan kalo ia akan bicara dengan kakek. Itu adalah satu-satunya cara agar ia nggak menyinggung siapapun.

Selanjutnya Pam menemui kakek dan memberitahu kalo ia akan mengambil pekerjaan paruh waktu untuk membayar biaya perawatannya. Kakek memastikan kalo itu bukan perusahaan ibunya. Pam membenarkan. Ia mendapatkan pekerjaan itu atas rekomendasi temannya.

Kakek meminta agar Pam nggak terlalu lelah. Untuk apa membuang uang. Secara sebentar lagi ia juga akan mati. Pam melarang kakek untuk berkata seperti itu. Ia ingin mereka bersama untuk waktu yang lama. Ia memeluk kakek sambil bilang kalo ia sangat menyayanginya dan ingin agar kakek bisa segera kembali ke rumah.

Malamnya Pam bersama dengan Aood. Ia nampak nggak tenang dan Aood menanyakan apa nggak papaia bekerja dengan orang itu? Pam mengatakan kalo ia sempat ragu. Tapi setelah merekaa bicara lama, ia menyadari kalo Donovan orang yang baik. Aood menatapnya khawatir. Pam menenangkan kalo ia nggak punya perasaan pada Donovan. Aood merasa senang karena nggak punya saingan. Pam mengatakan kalo ia juga nggak punya perasaan pada Aood.

Aood kecewa. Ia lalu berpesan agar Pam memberitahunya kalo butuh bantuan. Ia juga akan menjemputnya kalo ia butuh dijemput. Pam mengiyakan kemudian pamit.

Donovan dengan penampilan yang berbeda berjalan di sebuah lorong sambil mengambil barang-barang dan meletakkannya di kereta dorongnya. Ia lalu bertemu dengan seorang wanita asing. Sepertinya mereka sudah saling kenal. Wanita itu memberinya roti lapis. Keduanya mengobrol sambil makan. Wanita itu menceritakan apa yang diinginkannya di masa depan. Donovan menanyakan pekerjaannya dan wanita itu pun memberitahu kalo nggak begitu lancar tapi ia menikmatinya.

Ia lalu menanyakan apa yang Donovan ingin lakukan? Donovan sendiri nggak tahu karena baginya hidupnya selalu sama. Ia terus bicara. Dan saat ia menegok, wanita itu sudah nggak ada. Makin syok saat melihat ada darah di telapak tangannya.

Saat itu juga Donovan terbangun. Lah tahunya cuman mimpi. Ia langsung meriksa tangannya. Dan saat tahu nggak ada darah di sana ia pun merasa lega.

Pam bangun pagi dan bersiap untuk pergi. Ia menemui ibunya dan menanyakan apa saja yang harus dilakukan sebagai manajernya Donovan. Pam mendengarkannya sambil mencatat. Ibu juga mmberinya tablet perusahaan. Lah tahu gitu nggak usah nulis tangan. Terakhir ibu memberinya kode pintu Donovan lalu meninggalkan Pam untuk melanjutkan pekerjaannya.

Pam meyakinkan dirinya kalo ia bisa melakukannya. Ia terbiasa mengurus lusinan anak TK, masak ngurus satu model aja nggak bisa.

Selanjutnya Pam ke rumah Donovan untuk menjemputnya dan membawanya ke tempat kerja. Karena sudah dikasih tahu sandinya jadinya ia bisa langsung masuk. Di dalam Donovan nggak ada. Pam memanggilnya dan mencarinya. Ternyata Donovan sedang berolahraga. Ia memberitahu kalo ia menjemputnya untuk bekerja.

Pertama-tama ia akan menyiapkan sarapan untuknya. Sebelumnya Pam sudah membuat salad. Ia akan menatanya di piring. Donovan menghampirinya dan memberitahu kalo ia nggak makan makanan seperti itu untuk sarapan. Donovan membuka kulkasnya dan memasukkan beberapa bahan makanan ke blender dan mencampur semuanya.

Setelah sarapan Pam memberitahu jadwalnya selanjutnya. Pukul 10 ia akan melakukan pemotretan krim mandi sementara itu sekarang sudah jam 8.30. Pam menyuruhnya untuk segera mandi agar nggak terlambat sesampainya di sana.

Sambil menunggu, Pam mencuci gelas yang tadi dipakai Donovan. Setelahnya secara nggak sengaja ia melihat banyak botol obat. Ia mencari tahu di internet dan menemukan kalo itu adalah obat tidur. Ia lalu teringat apa yang Donovan pernah katakan kalo ia selalu susah tidur. Kakek juga mengalami sulit tidur, tapi itu karena kakek sudah tua. Sedangkan Donovan ia masih sangat muda. Pam khawatir kalo itu karena masalah psikologi.

Pihak perusahaan yang menggunakan jasa Donovan lalu diganti orang lain sama ibu, datang dan menuntut ganti rugi karena ibu sudah secara sepihak mengganti Donovan dengan model lain. Ibu menolak dan menekankan kalo mereka sudah mengirimkan model lain sebagai bentuk ganti rugi. Keduanya bertengkar. Pete berusaha menenangkan dan membicarakannya lain kali tapi kliennya nggak mau dan pergi.

Pam dan Donovan sampai di parkiran 30 menit lebih awal. Saat mau jalan hampir aja Pam ditabrak sama Jessica. Dia beralasan kalo ia nggak bisa melihat dengan baik menggunakan kacamata hitamnya. Pam menyindir kalo seharusnya ia nggak bisa punya SIM.

Jessica menyindir Pam yang ternyata bisa bicara. Ia menanyakan pada Donovan kenapa ia masih bersama dengan Pam. Ia kan sudah nggak membutuhkan penerjemah. Donovan memberitahu kalo sekarang Pam adalah manajernya.

Keduanya pun meninggalkan Jessica. Sambil jalan Pam meriksa jadwal Donovan dan menemukan kalo pemotretan kali ini dilakukan sama Jessica. Donovan menenangkan kalo ia bisa bersikap profesional, selama nggak sampai menginap.

Sesampainya di sana Donovan diminta untuk mengganti pakaiannya. Jessica datang. Ia mengonfirmasi kalo Pam adalah manajernya Donovan. Ia menyuruhnya untuk mengambilkan botol minumnya di mobil. Pam melakukannya tapi nggak menemukan yang dicarinya. Selain itu mobilnya sangat berantakan. Ia lalu kembali dan menemui Jessica. Jessica menyuruhnya untuk mencari di bawah bangku kemudi.

Pam kembali ke parkiran dan mencarinya lagi. Setelah menemukannya ia pun memberikannya kepada Jessica. Lah Jessika malah menyuruhnya untuk membelikan kopi. Donovan yang sudah selesai ganti baju melarangnya melakukannya karena ia adalah manajernya. Jessica malah terus mengeluh nggak bisa bekerja kalo nggak minum kopi. Ia merasa pusing dan sebagainya sehingga mau nggak mau Pam terpaksa menurutinya.

Karena keseringan berjalan menggunakan sepatu baru, kaki Pam jadi terluka. Ia ke toilet dan menutup lukanya dengan tisu. Setelahnya ia lalu memberikan kopi dan camilan ke Jessica. Jessica menyesalkan Pam yang kerjanya lambat. Ia sudah memakai make up dan nggak bisa makan lagi. Dengan sengaja Jessica menabrak Pam hingga hampir jatuh. Beruntung dia ditangkap sama Donovan.

Pemotretan pun dimulai. Sebelumnya Donovan memberikan kalungnya pada Pam. Biar nggak hilang ia memakaikannya ke Pam. Donovan dan Jessica berendam di bathup. Sepanjang pemotretan Donovan nggak bisa mengalihkan pandangannya dari Pam.

Akhirnya semuanya selesai. Pam menanyakan menu makan malam yang Donovan inginkan. Karena Donovan bilang nggak makan malam jadinya mereka bisa langsung pulang. Mendadak Donovan berlari sambil manggil Maria setelah melihat wanita berambut pirang. Ia bahkan mengejarnya sampai di jalan dan menyadari kalo ia bukanlah orang yang dicarinya.

Pam melihat Donovan di tengah jalan dengan mobil yang melaju ke arahnya. Ia bergegas berlari dan mendorong Donovan dari sana. Ia memarahu Donovan yang hampir aja tertabrak. Donovan mengatakan kalo ia seperti melihat orang yang dikenalnya, nggak tahunya enggak.

Pam lega Donovan nggak papa. Ia merasa lemas dan hampir jatuh. Donovan lalu melihat kaki Pam terluka. Ia pun menggendongnya dan membawanya ke seberang.

Akhirnya Pam melepaskan sepatunya. Donovan menyesalkan Pam yang sampai terluka seperti itu tapi nggak ngasih tahu dirinya. Pam mengaku nggak ingin membuat masalah di hari pertamanya kerja. Donovan yang merasa kalo Pam nggak bisa lagi memakai sepatu hak lagi akhirnya memberikan sepatunya pada Pam sementara ia jalan tanpa alas kaki.

Terakhir Pam mengantar Donovan pulang. Donovan berterima kasih karena Pam sudah menjadi manajernya. Ia melakukan pekerjaannya dengan sangat baik. Keduanya lalu berpisah setelah Donovan turun dari mobil.

Sesampainya di rumah Pam nggak melihat nenek. Ternyata nenek meninggalkan catatan untuknya. Ia pergi menjenguk kakek dan nyuruh Pam untuk belanja. Pam lalu pergi ke minimarket Aood. Karyawan di sama melihat kalung Pam. Ternyata Pam lupa mengembalikan kalung Donovan. Ia lalu bertemu dengan Aood dan dibantu mengambil belanjaan. Sambil jalan Aood menanyakan pekerjaan Pam hari ini. Pam nampak semangat menceritakan orang-orang di lokasi pemotretan. Aood lega karena seenggaknya nggak hanya ada Pam di sana. Ia lalu bertanya apa Donovan sudah punya pacar? Pam terdiam. Dia nggak tahu. Dan pertanyaan Aood juga membuat Pam ingin tahu.

Setelah Pam mendapatkan semua belanjaannya, Aood berniat mengantarnya pulang tapi motornya malah mogok. Akhirnya Pam pulang dengan berjalan kaki. Di jalan Pam digangguin sama dua pria.

Donovan mendadak datang dan memukul mereka sampai mereka takut dan akhirnya kabur. Donovan melihat ada darah di tangannya. Teringat ia pernah memukul seseorang sampai terluka parah. Seketika nafasnya menjadi sesak. Pam meletakkan kedua tangannya di pipinya dan menyadarkannya. Donovan lalu memeluk Pam erat sambil nangis. Pam menyadari kalo sekarang bukan waktu yang tepat untuk bertanya. Ia hanya bisa memeluknya sambil menenangkannya seolah Donovan adalah salah satu muridnya.

Bersambung…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Praomook Ep 3
Read More

Praomook Ep 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Praomook Episode 3, Jika Kalian ingin menemulan kumpulan recap lengkap langsung saja di tulisan tulisan…