Miracle of Love Ep 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Miracle of Love Episode 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. EPISODE SEBELUMNYA

Channel 7


Taengwan cerita ke bonekanya kalo ia ketemu dengan Paman Pim dan memberinya jeruk Bali. Ia senang bisa menemuinya tapi ia juga takut ibunya akan marah.

Channel 7
Channel 7


Pim menelpon Pol dan bercerita tentang Taengwan yang baru saja mengantarkan jeruk Bali padanya. Ia merasa kalo Taengwan memilki senyum yang sama dengan Paeng dan ia ingin menemuinya lagi. Sementara itu Pak dan ibunya berusaha untuk menghubungi Pim tapi nggak ditanggapi. Rita lalu datang untuk menemui Pim.

Ia sempat bertengkar dengan Pak sebelum akhirnya menemui Ji untuk bertanya tentang Pim. Ji sedang membuat kue dengan bibi Nim. Hasilnya kurang bagus. Ia khawatir kalo Pak akan marah padanya. Rita menemuinya. Ia menemukan beberapa luka di tangan Ji dan berpikir kalo pelakunya adalah Pak.

Pak datang. Ia kesal dengan Rita yang mengatakan kalo ia nggak bisa mendapatkan pacar dan melempar barang-barang. Terakhir ia melempar gelas dan secara nggak sengaja pecahannya terbang mengenai pipinya hingga berdarah. Sampai di luar Rita berniat untuk memberitahu yang terjadi pada PIm tapi Ji melarang. Sebagai gantinya ia akan memberitahu keberadaan Pim. Rita pun setuju.

Pim nyuruh paman Chum dan bibi Nuan untuk menggergaji gembok pagar. Ia sendiri hanya melihat sambil makan jeruk Bali. Ingat apa yang Pol katakan untuk masuk melalui pintu depan. Di depan ia melihat selendang yang dulu pernah dipakai sama Paeng saat mereka bicara tentang keluarga kecil mereka nantinya.

Selanjutnya PIm bertemu dengan nenek Chuanpit. Ia mau menemui nenek Chawi tapi nenek Chuanpit seperti sengaja menghalanginya. Ia juga bertanya tentang Taengwan tapi nenek Chuanpit bilang nggak ada anak-anak di sana. Yang ada hanya nenek-nenek. Pim akhirnya pulang. Anehnya selendang yang ia lihat tadi sudah nggak ada. Dan tanpa ia sadari, Paeng sedang mengawasinya.

Channel 7


Malamnya saat menjaga taengwan, Paeng merasa sangat menyesal padanya karena nggak bisa memberikan keluarga yang sempurna padanya. Ia lalu teringat pertemuannya dengan Pim saat konser. Ia menyesal. Harusnya mereka nggak ketemu waktu itu.

Paeng mencari tahu tentang Pim di pencarian dan menemukan fotonya dengan Rita. Taengwan mengenalinya karena pernah ketemu sebelumnya. Chot datang dan melihat Paeng yang ingin tahu tentang Pim. Paeng lalu cerita tentang Pim yang datang kemarin. Taengwan ingat nama Pim Atiruj dan menanyakannya ke ibunya. Paeng hanya bilang kalo dia adalah teman lamanya.

Rita menemui Pim. Secara nggak sengaja ia melihat Pim sedang mencari tentang Wanyiwah. Ia pikir itu adalah pacar barunya, tapi saat mencarinya ia nggak menemukan apapun. Pim lalu bilang kalo ia nggak mengencani siapapun. Rita akan menginap di sana. Karena tadi nggak membawa apapun maka ia akan berbelanja keperluannya.

Channel 7
Channel 7


Paeng dan Chot mempersiapkan keperluan homestay jadi nenek Sri dan nenek Chuanpit yang menjaga Tangwan. Saat sedang makan jeruk Bali, nenek Chuanpit pergi untuk melihat ada barang yang datang. Nenek Sri memanfaatkannya untuk bisa membawa Taengwan bertemu dengan Pim. Sampai di sana ia melihat kalo pagarnya juga dirantai. Paman Chum melompati pagar untuk membuka rantai. Dan saat nenek Sri bicara dengan paman Chum, Taengwan tiba-tiba menghilang. Panik, nenek Sri pun mencarinya.

Paeng dan Chot masih sibuk di homestay. Karena sudah waktunya makan, Chot pun akan keluar untuk membeli makan.

Akhirnya nenek Sri menemukan Taengwan. Ia sampai ke seberang melalui sebuah lubang di tanah. Nenek Sri menyuruhnya untuk menyapa paman Pim lalu kembali lagi. Saat pergi, secara nggak sengaja Taengwan menjatuhkan jam tangannya dan nenek Sri mengambilnya. Taengwan melewati bibi nuan yang sedang mencuci mobil.

Sampai dikira hantu yang lewat. Pim melihat Taengwan sedang bermain dengan kaki seribu dan mengajaknya makan jeruk Bali. Ia lalu menggendongnya ke rumahnya. Ia memberitahu namanya Pim dan menanyakan nama panggilan Taengwan. Taengwan belum menjawabnya. Ia melihat mainan mobil-mobilan Pim. Pim menyuruhnya untuk mengambil yang disukainya.

Channel 7
Channel 7


Rita selesai berbelanja. Saat mau membayar, ternyata tokonya nggak menyediakan kantong plastik. Ia lalu mau membeli tas non plastik. Ternyata tinggal satu dan ia kalah cepat dari pelanggan lain. Akhirnya ia kembali dan mau meminjam keranjang belanja milik toko tapi nggak diijinkan. Ia bersikeras dan bahkan mau membayarnya. Chot datang dan mengatakan kalo uang nggak bisa membeli semuanya. Rita melihat Chot punya dua tas dan membelinya. Sampai di luar Rita malah melihat Chot membawa keranjang belanja milik toko ke mobilnya. Mereka pun kembali bertengkar.

Sementara itu Pim dan Taengwan makin dekat. Pim akhirnya tahu kalo nama anak itu adalah Taengwan dan ia adalah anaknya Paeng. Dulu ia dan Paeng berpikir untuk menamai anak mereka dengan nama Taengwan.

Nenek Sri sangat cemas karena Taengwan nggak juga kembali. Ia yang nggak mau Paeng curiga kembali ke rumah. Nenek Chuanpit dan Paeng melihatnya tanpa Taengwan dan bertanya. Nenek Sri berbohong kalo Taengwan pergi ke kamar mandi. Sepertinya Paeng dan nenek Sri percaya. Padahal Taengwan masih bersama dengan Pim.

Pim mengambil banyak fotonya. Setelah menghabiskan jeruk Balinya, Taengwan berniat untuk pulang. Ia pun mengembalikan mainan mobil Pim. Pim kembali mendekati Taengwan dan menanyakan siapa ayahnya. Taengwan memberitahu kalo ayahnya pergi ke surga sebelum ia lahir. Pim juga bertanya tentang Daddy. Ternyata Taengwan punya ayah dan daddy. Selanjutnya Pim menanyakan usia Taengwan. Taengwan sendiri nggak tahu pasti. Mungkin 5 atau 4.


Nenek Chuanpit berusaha untuk mendekatkan Paeng dengan Chot. Tapi Paeng merasa kalo Chot pantas mendapatkan wanita yang baik dan bukan dirinya.

Rita kembali dari berbelanja dan membuka pintu pagarnya sendiri. Ia bertemu lagi dengan Chot dan kembali bertengkar. Rita mengira kalo Chot adalah penguntit. Ia pun berlari masuk dan meminta bantuan dari Pim dan malah melihat Pim bersama dengan Taengwan, anak yang ia temui saat di Bangkok.

Paeng dan nenek Chuanpit kawatir karena Taengwan nggak juga kembali. Ia pun mencarinya melalui aplikasi dan menemukan kalo jam tangan Taengwan ada sama nenek Sri. Dan saat ditanya di mana Taengwan, nenek Sri ketakutan dan malah bilang kalo taengwan bersama dengan Chot. Chot mengajak Taengwan untuk pulang.

Awalnya Pim nggak mengijinkan sampai Chot memanggil Taengwan sayang. Ia pikir Chot sudah menikah dengan Paeng, tahunya Taengwan memanggilnya paman. Chot mengatakan kalo ia akan menunggu sampai Paeng menerimanya. Sementara itu di rumah Paeng sangat cemas akan Taengwan. Ia bahkan mau ke sana tapi kemudian Chot datang bersama dengan Taengwan. Ia heran gimana Chot bisa bersama dengan Taengwan?

Dan saat mendengar kalo Taengwan habis dari rumah Pm, Paeng pun menghukum Taengwan untuk berdiri di pojokan. Ia bahkan nggak mengijinka saat Aoy mau menemani Taengwan. Nenek Sri berpikir kalo Taengwan harus tahu siapa ayahnya sebenarnya. Paeng juga sudah memikirkan untuk memberitahu Taengwan saat ia bertambah besar nanti. Chot pikir Pim juga nggak akan diam saja kalo tahu yang sebenarnya.


Rita masih memikirkan hubungan Taengwan dan Chot. Sampai akhirnya Pim memberitahu kalo Taengwan adalah putrinya Paeng. Rita lalu ingat kalo Paeng adalah mantan pacar Pim. Gadis petani yang jatuh cinta pada seorang superstar yang adalah anak dari orang kaya. Pim membantah dan memberitahu kalo Paeng nggak menyukainya karena ia kaya. Malas meladeni Rita, Pim lalu memanggil bibi Nuan dan memintanya untuk mengantar Rita ke ruang tamu.

Taengwan yang masih belum tidur bermain dengan bonekanya sementara Paeng membereskan tasnya. Ia lalu menemukan mobil-mobilan kuning yang seperti mobilnya Pim. Ia pun menanyakannya ke Taengwan. Ternyata Pim sendiri yang memasukkannya ke dalam tas Taengwa nsaat menanyakan tentang orang tuanya.

Taengwan yang nggak tahu menahu pun mengatakan yang sebenarnya pada ibunya. Paeng melarang Taengwan untuk ke sana lagi. Taengwan mengaku kasihan pada paman Pim karena dia nggak punya teman. Paeng lalu bilang ke taengwan kalo ia akan menemaninya kalo mau ketemu sama paman Pim. Tapi saat Taengwan mengajak Paeng untuk ke sana besok, Paeng nggak bisa berjanji. Lihat besok aja.


Pol datang untuk membawakan beberapa dokumen untuk ditandatangani sama PIm. Pim menandatanganinya sambil membicarakan Taengwan yang kemungkinan adalah anaknya. Rita mendadak datang dan menawarkan untuk menyelidikinya. Pim melarangnya untuk ikut campur. Ia lalu mengajak Pol bicara di luar.

Ia menunjukkan fotoTaengwan dan merasa kalo mata dan hidungnya mirip dengannya. Taengwan juga suka makan jeruk Bali seperti dirinya. Pol mengingatkan kalo Paeng mengalami keguguran dan kehilangan bayinya. Pim ingat hari itu adalah saat ayahnya terkena serangan jantung dan akhirnya meninggal. Ia berubah benci pada Paeng yang sudah membunuh anaknya sendiri.

Pol menjanjikan akan menyelidikinya dan sebagai gantinya ia minta Pim untuk fokus pada pekerjaannya. Ia lalu menunjukkan dokumen yang Pim tandatangani tadi seakan dia sedang menandatangani poster untuk penggemar. Pim minta Pol untuk segera menyelidikinya dan membawakannya dokumen yang baru untuk ditandatagani.


Paeng sedang menggambar logo untuk home stay nya. Nenek Sri dan nenek Chuanpit datang. Ia bilang ke mereka kalo ia ingin meninggalkan tempat itu dan memulai hidup baru. Terus berada di sana membuatnya terus ingat pada masa lalu. Nenek Sri meminta maaf. Ia hanya ingin Taengwan mengenal ayahnya tapi ia nggak menyadari kalo itu akan menyakiti Paeng. Aoy datang dan memberitahu kalo mereka punya tamu.

Dan tamu itu adalah Rita. Taengwan juga datang dan menyapa Rita. Rita datang untuk bicara dengan Paeng. Mereka lalu bicara berdua. Chot melihat mereka dan mengikuti. Rita mengungkit hubungan masa lalu Paeng dan Pim hingga Paeng yang kembali di kehidupan Pim.

Sebenarnya ia nggak peduli dengan masa lalu. Tapi Pim mempercayai kalo Taengwan adalah putrinya. Karena itulah ia ingin Paeng melakukan tes DNA atas Taengwan untuk membuktikan kalo Taengwan adalah putri Pim dan mereka bisa membahas hak asuj setelahnya atau tunjangan anak. Paeng menekankan kalo ia nggak pernah mengharapkan hal seperti itu.

Chot yang merasa nggak tahan akhirnya menarik Rita dari sana. Ia merasa kalo Rita sangat egois dan nggak berperasaan. Rita sendiri hanya ingin tahu yang sebenarnya. Ia ingin keje;asan Taengwan anaknya Pim apa enggak? Tapi menurut Chot, Rita seperti sedang menampar Paeng. Memintanya melakukan tes DNA seperti sedang bilang kalo Paeng melakukannya dengan banyak pria sampai harus dilakukan tes DNA untuk mengetahui siapa ayah dari anaknya.


Pim kembali ke kantor bersama dengan Pol. Mereka akan mengatasi kritis di perusahaan. Pak dan ibunya datang. Ibu bertanya tentang hubungan Pim dengan Rita. Dan saat tahu kalo Pim nggak begitu serius dengan Rita, hal itu membuat ibu senang. Ibu berniat untuk membeli kembali tanah yang sekarang dimiliki sama nenek Chawi. Pim dan POl kompak melarang dan memberitahu kalo tanah itu sekarang dimiliki oleh orang baru dan sekarang mereka sedang membangun homestay. ibu lalu menanyakan tentang pekerjaan untuk Pak, Pim menjadikannya sebagai asistennta Pol.

Pak yang nggak menyukai keputusan Pim ngamuk-ngamuk di rumah. Ia merasa kalo Pim nggak menyanyanginya seperti Pim sayang pada Ji. Apalagi saat melihat Ji, Pak menjadi makin marah. Ji sampai penasaran apa yang dilakukan Pim sampai membuat Pak seperti itu?


Pol juga keberatan dengan keputusan Pim yang menjadikan Pak sebagai asistennya. Tahu sendiri Pak itu orangnya tempramental. Pol lalu ditelpon sama Paeng yang bilang akan menemui Pim. Pim senang saat mendengarnya dan langsung pergi ke Ban Tonlamphu. Paeng akhirnya membuka gembok dan rantai pagarnya.

Pim sampai. Ia mau menemui Paeng lewat depan tapi bibi Nuan memberitahu kalo pintu samping sudah dibuka. Ia lalu ke sana. Paeng menemuinya dan malah menamparnya karena Pim memintanya untuk melakukan tes DNA. Pim sendiri malah nggak tahu tentang hal itu. Paeng meminta Pim untuk nggak mengganggunya lagi. Jangan sampai mereka saling membenci melebihi sekarang ini. Sebelum pergi, Paeng melemparkan mainan mobil-mobilannya sampai mengenai kepala Pim hingga berdarah.

Chot datang. Paeng yang nangis langsung memeluknya. Pim mengambil mainannya lalu pergi. Sambil nangis Paeng mengatakan kalo ia ingin melupakan segalanya. Dan setelah mengatakannya, Paeng mendadak pingsan. Chot menggendongnya kembali ke rumah.

Bersambung…

2 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like