Miracle of Love Ep 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Miracle of Love Episode 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini.

Channel 7


Seorang anak perempuan bernama Taengwan cerita kalo ia datang ke Thailand dari jauh naik pesawat untuk bertemu dengan nenek buyutnya. Ayah? Ia mengaku nggak punya ayah. Bagi nenek buyutnya, ibunya adalah sebuah keajaiban. Ia lelu bertanya apa sih keajaiban?

Paeng dan Pim bertemu pertama kali saat Paeng menonton konser Pim. Sejak saat itu mereka langsung saling jatuh cinta.

Channel 7
Channel 7


6 tahun kemudian

Pim ke mall nya bersama Pol untuk urusa pekerjaan. Seseorang mengenalinya dan mau berfoto tapi Pol menghalangi. Gegara itu ia dianggap sombong. Setelahnya Pol memberitahu kalo banyak penggemarnya yang mengharapkannya untuk kembali bernyanyi dan berakting lagi. Pim sendiri nggak menginginkannya. Baginya semuannya sudah mati seiring kepergian Paeng yang tega menghilangkan anaknya.

Paeng ada di toko buku. Ia menegur Taengwan yang membuka halaman buku dengan kasar. Ia akan membuat bukunya robek. Taengwan langsung meminta maaf dengan bahasa Inggris. Paeng mengingatkan kalo mereka ada di Thailand jadi Taengwan juga harus berbahasa Thailand. Taengwan kembali meminta maaf menggunakan bahasa Thailand. Ia lalu melihat Chote dan meminta ijin pada ibunya untuk menemui pamannya.

Taengwan nggak juga kembali sehingga membuat Paeng khawatir. Ia berniat untuk mencari tapi malah nggak sengaja bertemu dengan Pim. Pim langsung mengenalinya tapi Paeng malah berpaling dan mengaku nggak mengenalinya.

Channel 7
Channel 7
Channel 7


Tanpa disadari Taengwan sampai di tempat parkir. Paeng menelpon Chote dan memberitahu kalo Taengwan hilang. Chote menenangkannya dan membantunya mencarinya. Ia mengingatkan Paeng agar juga mencarinnya melalui aplikasi.

Rita menelpon Pim dari tempat parkir dan memberitahu kalo ada yang mengikutinya. Pim sendiri nggak terlalu menanggapi tapi Pol menariknya untuk datang ke sana karena mengkhawatirkan Rita. Tengwan memergoki Rita dan menanyakan apa ia butuh bantuan. Ie menanyakan pamannya pada Rita. Rita nggak punya banyak waktu nyuruh Taengwan untuk menunggu sementara ia bicara dengan temannya tentang rencana mereka yang mau menculiknya dan Pim datang untuk menyelamatkannya.

Pim akhirnya datang bersama dengan Pol. Pol memukul salah satu dari mereka dan langsung kabur. Satu orang yang tersisa panik dan menggendong Taengwan. Pol pikir mereka mau menculik Taengwan. Dengan tenang Taengwan memberitahu kalo paman yang menggendongnnya berteman dengan Rita. Ia dengar mereka melakukan briefing tadi. Apa itu breafing? Pim dan Pol mengangguk paham.

Paeng datang bersama petugaas keamanan. Taengwan langsung berlari ke arah ibunya. Pim mau menghampiri mereka tapi Pol menariknya karena aada masalah. Seorang pelanggan memukul salah satu karyawan mereka.

Setelahnya Paeng mengabari Chote kalo ia sudah menemukan Taengwan. Mereka akan bertemu setelah ia membelikan mie goreng untuk nenek.

Channel 7


Rita menjelaskan alasannya melakukan hal tadi tapi Pim nggak terlalu menanggapi. Masalah pelanggan sudah selesai. Ia juga sudah memberikan kompensasi kepada karyawan mereka. Pim menegaskan kalo ke depannnya ia ingin hal seperti itu ditindak tegas. Mereka harus melindungi karyawan mereka. Pim pergi setelahnya. Rita ingin menyusulnya tapi Pol menahannya. Ia memperingatkan kalo Pim nggak akan menanggapi wanita manapun. Rita tahu kalo itu karena cinta pertamanya yang b*doh.

Paeng menelpon Chote dan memberitahu kalo ia sudah mendapatkan mie goreng nenek. Chote juga sudah selesai berbelanja dan ke parkiran untuk meletakkan belanjaannya di mobil. Secara nggak sengaja ia ditabrak oleh Rita. Merasa nggak terima, Rita lalu mendorong kereta belanja Chote sehingga menabrak mobilnya. Chote lalu mengejar Rita yang main pergi gitu aja dan meminta ganti rugi karena sudah merusak mobilnya. Rita nyuruh Chote untuk menghubungi asisten pacarnya dan ia akan mengurusnya. Meski begitu Rita nggak mau memberikan nomornya sat Chote meminta untuk memastikan kalo-kalo ia berbohong. Rita menolak memberikannya dan meminta kartu nama Chote. Ia yang akan menghubunginya nanti.

Channel 7
Channel 7


Sampai di rumah Paeng kesal pada Chote dan nggak mau ke mall yang tadi lagi. Chote memberitahu kalo mall itu yang paling lengkap sehingga mereka nggak perlu bolak-balik lagi. Ia juga nggak nyangka kalo ia akan bertemu dengan Pim lagi. Selain itu kalo ia sudah melupakannya ia nggak perlu merasa kesal seperti ini. Taengwan mengangkat tangannya dan bertanya pim siapa yang sedang mereka bicarakan? Paeng sama sekali nggak mau memberitahunya tapi Chote malah mendekat dan memberitahu kalo mereka sedang membicarakan Pim Atiruj, teman lama ibunya. Tanpa sadar Taengwan terus menyebut nama itu, Pim Atiruj.

Channel 7


Pim sampai rumah dan nggak tahu kenapa ia masih teringat pada Taengwan. Ia lalu melihat foto keluarganya saat ayah masih ada. Ibu dan Pak datang dan menyalahkan Pim karena membawa Paeng waktu itu dan membuat ayahnya terkena serangan jantung. Pim marah karena itu sudah berlalu. Ibu membantah apa yang dikatakan oleh Pim. Ia masih belum bisa melupakan Paeng karena sampai sekarang ia masih belum punya pacar. Pak menambahi kalo sekarang mungkin Paeng sudah punya suami dan anak. Ia terus bicara buruk tentang Paeng sehingga membuat Pim menjadi kesal dan pergi. Ji datang dan menahannya untuk makan dulu tapi Pim tetap pergi.

Di jalan Pim masih ingat akan apa yang ibunya katakan. Ia mensugesti diri sendiri kalo ia sudah melupakan Paeng. Ia lalu teringat wanita yang ia temui di mall tadi dan yakin banget kalo dia adalah Paeng. Saat itu juga ia langsung berbelok.

Channel 7


Nenek Sri dan nenek Chuanpit menyiapkan meja makan ala restoran mewah. Nenek Chawi datang. Saat melihat meja makan ia langsung panik. Dikira dibawa ke restoran mewah. Ia lalu mencari cucunya. Paeng menarik nenek dan memberitahu kalo ia, cucunya ada di sana. Ia pun memeluk nenek untuk menenangkannya.

Ibu Pim dan anak-anaknya ada di meja makan. Ibu nyuruh Ji untuk menyajikan nasi. kepala pelayan ingin membantu tapi dilarang sama ibu. Pak marah karena kepala pelayan mengatakan dirinya nggak melakukan apapun selain berpesta. Ia menghempas tangan Ji dan membuat tangannya terluka kena centong nasi. Kepala pelayan pergi untuk mengambil obat. Ibu menghampiri Ji dan menekan tangannya yang luka dengan tisu dan membuat Ji merasa kesakitan.

Paeng dan Taengwan mengantar Chote sampai di depan. Nenek Chuanpit merasa kalo mereka sangat cocok tapi nenek Sri berpikir sebaliknya. Taengwan punya ayah, hanya saja dia nggak tahu.

Channel 7
Channel 7


Pim datang ke vilanya dan melewati vila Paeng membuatnya ingat pada kenangan mereka dulu. Ia menemui penjaga vila dan bertanya tentang nenek Chawi. Ia berpesan agar ia dikasih tahu saat cucunya nenek Chawi datang.

Nenek Chawi melamun melihat air di danau. Ia ingat saat Paeng jatuh dari sampan. Ia berubah panik dan mau nyebur ke danau untuk menyelamatkan Paeng. Paeng menahan nenek dan memberitahu kalo ia ada di sana. Nenek malah menganggap Taengwan sebagai Paeng dan mengajaknya pergi dari sana.

Setelahnya Paeng berterima kasih pada nenek Sri dan nenek Chuanpit yang sudah membantunya menjaga neneknya. Nenek Chuanpit berusaha menjodohkan Paeng dengan Chote yang juga sudah membantunya selama ini tapi nenek Sri berpikiran lain. Taengwan masih punya ayah dan Paeng harus bersatu lagi dengan ayahnya Taengwan. Paeng sendiri sudah memutuskan untuk nggak bersama siapapun lagi. Ia hanya ingin hidup bersama Taengwan.

Channel 7
Channel 7


Vila Pim akan dijual. Para penjaganya memasang tanda di sepanjang jalan. Nenek Sri menemui bibi Nuan dan menawarkan untuk membantu. Ia juga meminta nomornya Pim. Setelahnya nenk Sri lalu masuk ke sana dan mengambil beberapa foto.

Ibu melihat bibi Nim bicara dengan Ji terkait apa yang ia dan Pak lakukan. Bibi Nim bahkan menyarankan agar Ji melaporkannya ke Pim. Setelah Ji pergi, ibu menemui Nim dan menegurnya. Bibi Nim malah mengungkap kalo Pak bukanlah anaknya ayah makanya nggak dikasih warisan. Dan uang 10 miliar yang diberikan itu adalah dari ibu. Ibu yang marah menampar bibi Nim dan mengancam akan melukai bibi Nuan, adiknya bibi Nim.

Bibi Nim lalu menelpon adiknya yang sedang memasang tanda jual disuruh sama ibu tiri. Setelahnya sebuah mobil hampir menabraknya. Ternyata sopir mobil itu disuruh sama ibu.

Channel 7
Channel 7
Channel 7


Sekembalinya ke rumah nenek Sri lalu menelpon Pim dan menyinggung tentang vilanya yang mau dijual. Pim yang nggak tahu-menahu tentang hal itu terkejut. Ia lalu menemui Pol karena berpikir kalo Pol yang nyuruh jual. Pol malah nggak tahu. Nggak mau membuang waktu, Pim langsung pergi ke Ban Tonlamphu.

Pim sampai di villa nya. Paman Chum dan bibi Nuan nggak tahu tentang pembeli yang Pim maksud. Ia lalu minta diambilkan kapak dan menggunakannya untuk memotong tanda jual yang dipasang di sepanjang jalan. Paeng yang kembali sama Chote nggak sengaja melihat Pim. Chote sengaja mempercepat laju mobilnya agar Pim nggak melihat mereka. Paman Chum dan bibi Nuan datang dan membantu Pim. Hampir saja bibi Nuan ngasih tahu Pim kalo Paeng sudah kembali tapi paman Chum menghentikannya.

Sampai rumah Paeng marah pada nenek Sri dan nenek Chuanpit karena berbohong padanya tentang pemilik Bann Tonlamphu. Nenek Sri menjelaskan kalo mereka hanya nggak ingin membuat Paeng merasa nggak nyaman dalam merawat nenek Chawi. Akhirnya Paeng bisa mengerti. Chote lalu pamit sama nenek Chawi. Nenek Chawi salah mengira Chote adalah Pim tapi Chote sama sekali nggak marah. Perawat nenek Chawi selesai mengupas jeruk Bali dan meletakkannya di kepala Taengwan. Taengwan sangat senang dan memanggil dirinya putri Jeruk Bali. Ia dan ibunya lalu mengantar Chote sampai depan.

Chote senang melihat senyum Taengwan. Ia bisa membuat semua orang ikut tersenyum karenanya. Paeng memperingatkan Chote agar nggak menunggunya lagi tapi Chote sendiri sudah memutuskan untuk menunggu Paeng selama apapun itu.

Channel 7
Channel 7


Pim masuk ke Ban Tonlamphu tapi malah ingat mulu sama Paeng. Ia lalu marah pada dirinya sendiri secara Paeng lah yang sudah membunuh anaknya.

Paeng sendiri baru saja menidurkan Taengwan. Ingat saat ia melihat Pim tadi. ingatannya lalu kembali ke 6 tahun yang lalu saat mereka selesai melakukannya. Pim berjanji akan menikahinya setelah Paeng menyelesaikan kuliahnya. Kontraknya juga tinggal 3 tahun lagi dan ia akan membatalkannya. Dunia showbis nggak akan bertahan lama. Ia akan meninggalkan karir keartisannya dan melannjutkan bisnis keluarganya. Paeng khawatir penggemar Pim akan marah padanya tapi Pim menennangkan kalo ia akan selalu menggenggam tangan Paeng dan akan selalu menjaganya.

Channel 7


Ji dan bibi Nim mengemasi koper Pim. Ia akan tinggal di Ban Tonlamphu untuk beberapa malam. Ibu datang. Mendegar kalo Pimm akan ke sana ia pun berpikir kalo Paeng sudah kembali. Atau Pim jatuh cinta dengan putri petani lain. Bibi Nim membantah dan memberitahu kalo Pim ke sana untuk mengurus masalah rumah.

Malamnya Ji nggak bisa tidur dan melihat fotonya saat bersama dengan Paeng. Ia lalu ingat saat Paeng keguguran setelah ia memberinya suplemen. Ji nangis ingat itu.

Channel
Channel 7
Channel 7


Pim selesai sarapan. Ia menanyakan taman milik nenek Chawi tapi bibi Nuan nggak juga ngeh. Ia lalu memberitahu kalo mereka berniat menjadikannya sebagai homestay. Pim meremehkan karena di sana hanya ada orang tua. Seperti katak naik pesawat. Bibi Nuan memberitahu kalo pesawatnya sudah mendarat sekarang. Pim mau menanyakan maksudnya tapi bibi Nuan keburu pergi. Pol lalu datang.

Pim mau ke sana dan kaget lihat ada pagar. Pol memberitahu kalo Chote sudah bicara dengannya. Pim kesal karena Pol berani mendahuluinya. Pol mengingatkan kalo Pim sendiri yang bilang nggak mau terlibat lagi dengan nenek Chawi setelah Paeng pergi dan menyerahkan semuanya padanya.

Mereka sampai di sana. Ia mau masuk tapi nggak bisa karena pintunnya terkunci. Rupanya Paeng ada di sana habis bicara dengan Chote. Pol akhirnya pergi. Saat Paeng juga mau pergi, mendadak Pim menyebut namanya. Ia pikir Pim tahu kalo ia ada di sana tahunya ia hanya bicara karena masih memikirkannya. Setelahnya Paeng mencari Taengwan dan meggendongnya. Ia juga minta agar Aoy merantai pagar. Chote dan nenek Sri menanyakan yang terjadi. Setelah diberitahu Chote lalu memberitahu kalo Pim nggak punya hak atas Taengwan.

Channel 7


Pim sedang rapat tapi malah melamun terus. Setelah rapat selesai ia malah nyuruh Pol untuk menurunkan pagar karena merusak suasana lama. Mereka jadi nggak bisa menjualnya. Pol menekankan kalo pagar itu dibangun di atas tanah mereka jadi nggak ada masalah. Selain itu kalo ia mau ke sana, ia bisa masuk lewat pintu. Dan masalahnya itu bukan pagar tapi ia yang nggak cukup berani untuk menemui Paeng kembali.

Nenek Chuanpit ragu kalo nyuruh Pam pulang adalah sesuatu yang baik. Nenek Sri mengungkit kesehatan nenek Chawi yang semakin memburuk. Akan baik kalo ia bisa mengingat cucunya yang sangat disayanginya. Melihat kedekatan Chote dan Paeng membuat nenek Chuanpit untuk menjodohkan mereka. Selain itu Chote juga adalah orang yang sangat baik. Nenek Sri nggak setuju karena cinta dan baik itu dua hal yang berbeda.

Channel 7
Channel 7
Channel 7


Malamnya Pim nggak bisa tidur. Sebelumnya ia sempat melihta seseorang berlari di dalam pagar. Ia tersenyum kaena berpikir kalo itu Paeng. Tapi ia buru-buru menyadarkan diri kalo ia harus melupakan Paeng.

Nenek Chuanpit bangun dan memergoki nenek Sri sedang mengupas jeruk Bali. Katanya ia mengupasya untuk Taengwan.

Pim sedang bekerja. Taengwan mendadak datang dan memberinya sepiring jeruk Bali. pim kaget mendadak ada anak kecil yang datang dan menanyakan gimana ia bisa sampai di sana? Dengan polosnya Taengwan menjawab kalo ia berjalan. Pim menanyainya banyak hal sampai Taengwan bingung mau jawab yang mana dulu. Ia lalu menanyakan namanya dan Taengwan menjawab kalo namanya Wanyiwah. Setelahnya Taengwan lalu pamit. Pim mau mengejarnya tapi bibi Nuan dan paman Chum memanggilnya.

Taengwan kembali. Ternyata dia disuruh sama nenek Sri. Kalo punya makanan, mereka harus membaginya dengan tetangga. Lah mereka malah ketahuan sama nenek Chuanpit.

Channel 7
Channel 7


Pim mencari Taengwan dibantu sama bibi Nuan dan paman Chum. Mereka seperti sengaja menutupi tentang Taengwan pada Pim.

Nenek Chuanpit dan nenek Sri bertengkar gegara nenek Sri nyuruh Taengwan ngasih jeruk Bali ke Pim. Nenek Chawi langsung bereaksi dan nyuruh mereka untuk ngasih sekeranjang jeruk Bali buat kakeknya Pim. Paeng datang. Ia langsung menenangkan nenek dan minta Aoy untuk membawanya ke dalam. Ia yang sudah mendengar yang terjadi menegur nenek Sri dan memintanya untuk nggak melakukannya lagi. Nenek Sri hanya kasihan pada ayah dan anak perempuannya. Mereka sangat dekat tapi nggak punya kesempatan untuk bertemu.

Pim datang ke rumah nenek Chawi melalui pintu depan. Ia melihat ada selendang dan ayunan yang bergoyang. Di depan ia bertemu dengan nenek Chuanpit dan menanyakan anak kecil di sekitar tapi nenek Chuanpit bilang hanya ada 3 nenek yang tinggal di sana. Pim pun pamit. Anehnya selendang yang ia lihat saat datang tadi sudah nggak ada. Dari balik tanaman Paeng sedang mengawasi Pim. Tapi saat Pim menengok ke arahnya, ia buru-buru bersembunyi.

Bersambung…

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Praomook Ep 11
Read More

Praomook Ep 11

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Praomook Episode 11, Untuk menemukan recap lengkap ada lho gaes di tulisan yang ini. Sedangkan…
Read More

My Dear Donovan Ep 13

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Love My Dear Donovan Episode 13, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…