Love is for Suckers Ep 9

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Love is for Suckers Episode 9, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. EPISODE SEBELUMNYA.


2019

Jaehun menemui direktur rumah sakit dan memberikan laporan konferensi musim semi. Sekarang ia menjadi kepala departemen bedah dan nggak pernah mengambil cuti karena banyak pasien darurat. Direktur yang juga adalah ayahnya berpesan agar ia nggak lupa makan dan memperhatikan asupan gizinya. Ayah sendiri akan pergi ke reuni SMA dan menitipkan rumah sakit pada Jaehun.

Akhir kesedihanmu

Jaehun yang sedang tidur akhirnya terbangun. Ia pun keluar dari kamarnya menuju ruang makan dan bergabung dengan yang lain. Saat mau mengambil selai, ia malah berebutan sama Jon Jang. Karena ia yang duluan, akhirnya Jon Jang mengalah dan makan roti tanpa selai. Jiyon menghampiri Jaehun dan memberinya segelas susu untuk menemani rotinya. Sementara itu Chaeri mengedit dengan staf.

Yorem sedang mengedit adegan percakapan antara Jiwan dan juga Junho. Sangwu masuk dan menunjukkan sebuah unggahan tentang Jaehun di SNS yang mengatakan kalo ia membunuh. Beritanya menyebar dengan cepat dan bahkan wartawan menggunakannya sebagai bahan berita.

Tim Chaeri juga sudah mengetahui tentang hal itu. Mereka bahkan sampai mengadakan rapat. Yorem memastikan kalo itu hanya rumor. Tapi Chaeri menanggapinya secara serius dan bertanya apa ada yang mati selama proses operasi? Untuk masalah ini Yorem nggak bisa menjawab.


Selanjutnya Chaeri bertemu sendiri dengan Jaehun di lokasi syuting. Ia berbasa-basi menanyakan syutingnya. Setiap orang pasti merasa canggung dengan keberaaan kamera di mana-mana. Sampai akhirnya mereka menunjukkan warna asli mereka. Jaehun menanyakan warna aslinya. Chaeri memberitahu kalo rating selalu naik setiap kali Jaehun dan Jiyon muncul. Ia bahkan dijuluki “Pacar Nasional”. Jaehun mengaku nggak seperti itu karena ia jarang pegang dan nggak punya media sosial. Ia merasa kalo Chaeri lucu saat menanyakan alasan dirinya ikut acara itu. Jaehun mengungkit kalo Chaeri nyuruh Yorem untuk membujuknya ikut acara itu.

Yorem mengambil gambar Jaehun dan Yojin yang sedang joging. Malamnya mereka bicara berdua. Syuting masih berlanjut. Awalnya mereka membicarakan tentang larinya Jiyon yang lumayan cepat hingga make up Jiyon. Jiyon melakukannya untuk membuat Jaehun terkesan. Ia sampai dapat julukan gadis bertepuk sebelah tangan. Jaehun nggak pernah nyangka kalo semuanya akan seperti ini. Tapi ia akan berusaha untuk tulus padanya.

Syuting akhirnya selesai. Yorem mengajak Jaehun bicara sebentar sebelum kembali. Ia menyebut tentang rumor keluarnya Jaehun dari rumah sakit. Jaehun berpikir kalo Yorem mau memanfaatkannya. Yorem membantah. Jaehun nggak bilang apa-apa lagi dan lalu meninggalkannya.


Chaeri sedang melihat video Jaehun dan teringat pembicaraan mereka tentang Jaehun yang ia panggil daun wijen.

Hyejin sedang di restorannya bersama dengan Daesik. Yorem nelpon dan bilang kalo ia sedang sedih. Hyejin langsung bilang kalo ia akan ke sana. Sebelum pergi, Daesik berpesan kalo Hyejin nggak boleh minum. Yorem sendiri membeli minuman di sebuah minimarket. Saat mau membayar di kasir, Daesik menelpon dan memberitahu tentang ia dan Hyejin yang mengikuti program bayi tabung. Sebelumnya mereka pernah mencoba tetapi gagal. Dan bulan depan mereka akan mencoba lagi. Karena itulah Hyejin nggak boleh minum untuk kebaikan tubuhnya. Ia minta agar Yorem mengajaknya untuk minum limun saja.

Yorem mengiyakan dan meminta maaf. Ia mengaku iri sama Hyejin yang punya suami baik seperti Daesik. Daesik berterima kasih atas pengertian Yorem. Selanjutnya Yorem hanya membeli satu dan mengembalikan yang lainnya kembali ke tempatnya.


Di luar Yorem menelpon Hyejin dan minta maaf karena ia harus kembali untuk syuting. Sebenarnya ia membohongi Hyejin dan duduk sendirian menatap sungai. Saat ia mau minum, Jaehun tahu-tahu datang. Ia sudah menduga kalo Yorem masih di sana. Ia duduk di sebelah Yorem dan merebut minumannya dan menanyakan apa yang membuatnya sedih? Yorem pun mengeluh tentang pekerjaannya, pertemanannya dan percintaannya. Semua hati yang ia sentuh pasti menjadi abu dan hancur. Jaehun lalu menanyakan dirinya. Apa ia bisa mengungkapkannya? Yorem nangis. Baginya Jaehun lah yang paling sulit. Dan saat ia menengok kembali ke samping tahu-tahu Jaehun nggak ada. Ternyata itu hanya hayalannya.

Dalam perjalanan Jiyon bertanya pada Jaehun tentang sikapnya padanya. Itu tulus ataukah hanya basa-basi? Jaehun menjawab kalo ia tulus. Hal itu membuat Jiyon tersenyum.


Jon Jang memasak hidangan berbahan kentang. Setelah matang, Sumi dan Soyon datang. Jon Jang meminta keduanya untuk mengajak Taemi ke belakang. Setelahnya Jon Jang menunggu Taemi di belakang. Nggak lama kemudian orangnya datang. Jon Jang menjelaskan hidangannya pada Taemi. Taemi lalu mencicip sesuap. Ia lalu menanyakan tentang Jon Jang yang belajar di luar negeri. Ia pergi saat usianya 21. Dan saat Taemi berpikir kalo Jon Jang dari keluarga kaya, Jon Jang tampak nggak nyaman dan mengiyakan. Selanjutnya Taemi pamit ke toilet untuk memperbaiki riasannya.

Cukup lama Jon Jang menunggu tapi Taemi nggak juga kembali. Saat ia menyusulnya, ia malah mendengar pembicaraan kru yang mengatakan tentang Taemi yang memuntahkan makanan yang dimakannya hanya untuk menjaga penampilannya.

Hunhi menemui Sumi yang bekerja di kamarnya dan membawakannya kopi. Keduanya mengobrol tentang pekerjaan Sumi sebagai pengacara. Sumi pikir Hunhi bercanda saat salah menyebut klien sebagai clementine. Tahunya ia beneran nggak tahu. kameramen sampai nggak bisa menahan tawa.


Yorem berjalan sambil membawa beberapa berkas. Secara nggak sengaja ia menjatuhkannya dan Jaehun datang membantu. Ia menyinggung apa yang mereka bicarakan sebelumnya dan merasa kalo Jaehun salah paham. Beredar rumor tentangnya. Ia bahkan dibilang melakukan malapraktik. Mereka membahasnya di rapat dan ia mengatakan yang sebenarnya. Jaehun berubah kesal. Ia merasa kalo mereka para pemain dan Yorem adalah produser yang bisa berbuat semaunya. Ia juga mengingatkan kalo ia ikut acara itu karena Yorem yang minta. Ia menyukai Yorem sementara Yorem enggak.

Taemi akhirnya kembali. Ia mengaku sakit perut tadi makanya lama. Karena ia merasa nggak enak badan ia ingin kembali ke kamarnya dan beristirahat. Ia menjanjikan akan berkencan dengan Jon Jang lain kali. Jon Jang merasa sedih dengan makanan yang ia buat. dan saat ia berniat untuk membuangnya, Jiwan tahu-tahu datang dan mengambilnya. Sayang kalo dibuang jadi ia ingin memakannya. Dengan Jon Jang ada di depannya, Jiwan mengomentari makanan spesial tersebut. Ia merasa kalo Jon Jang orang yang baik. Ia memasak dengan hati makanya meski makanannya sudah dingin tapi rasanya sangat enak. Ia yakin kalo Taemi pasti akan menyesal karena nggak bisa memakannya.

Sangwu mendapat banyak pekerjaan kantor dari Chaeri. Sampai pusing lihat daftarnya yang panjang banget. Ia lalu menerima telpon dari wartawan. Banyak sekali panggilan yang masuk sampai membuatnya kerepotan.


Saat sedang rapat untuk rencana kencan selanjutnya, seorang staf datang dan memberitahu berita tentang Jaehun yang kembali muncul. Yorem langsung keluar untuk menemui Jaehun di kamarnya. Chaeri masuk dulua dan menunjukkan artikel itu. Jaehun akan memberikan penjelasan atau mereka. Karena Jaehun nggak menjawab, Chaeri berpikir kalo mereka yang harus memberi penjelasan. Jaehun lalu bilang kalo ia membunuhnya. Orang itu mati karena dirinya. Yorem menyayangkan apa yang Jaehun katakan. Jaehun sendiri lalu pergi dari sana.

Seorang pemuda yang duduk di halte membaca berita tentang jaehun. Ia tampak nggak tenang dan menelpon klinik tempat Jaehun kerja tapi Jaehun nggak ada.

Para pemain bicara tentang Jaehun di ruang makan. Jon Jang merasa kalo itu nggak mungkin. Jiyon juga lebih percaya pada Jaehun. Pasti ada penjelasannya.


Jaehun sedang di tempat tidur. Hyunso menelpon menanyakan keadaannya. Ia mengaku baik dan menjanjikan akan mengurusnya. Ia meminta Hyunso untuk menjaga ibu. Setelahnya Daesik nelpon tapi Jaehun nggak menjawabnya. Hyejin sangat khawatir pada Jaehun. Apalagi Daesik bilang Jaehun mematikan telponnya. Yorem juga akan ke rumahnya karena Jaehun nggak bisa dihubungi. Ia merasa kalo orang-orang itu sangat jahat. Padahal mereka nggak tahu apa-apa. Daesik menenangkan kalo kebenaran akan selalu menang. Ia yakin kalo semuanya akan selesai.

Pria yang kita lihat sebelumnya datang ke kantor dan menelpon Sangwu. Setelahnya Yorem datang karena ada yang mau dikatakannya. Katanya Jaehun keluar dari rumah sakit karena dirinya. Artikel yang beredar juga sepenuhnya bohong. Setelah ia selesai menjalani rehabilitasi ia ingin menemui Jaehun untuk berterima kasih tapi dia sudah nggak ada di rumah sakit.

Di rumah Jaehun bangkit dan mengambil sebuah kotak dari dalam lemari yang berisi sebuah jam tangan.


Saat itu Jehun ditelpon sama Yorem yang baru saja ditinggalkan sama Inwu. Ia menjanjikan akan ke sana. Tapi di depan berdatangan pasienn korban ledakan. Ia mendengarkan keadaan kedua pasien dari rekannya. Satu di antaranya masih muda dan yang satunya sudah tua. Kamar operasi tinggal satu dan ia dipaksa untuk memilih siapa yang akan ia selamatkan. Dan pilihannya jatuh pada pria yang lebih muda. Menurutnya pria yang sudah tua tersebut sangat parah dan kecil kemungkinan ia akan selamat setelah operasi. Setelah Jaehun pergi, pasien yang nggak terpilih itu menggerakkan tangannya seakan nggak ingin Jaehun pergi.

Setelah memakai baju operasi, Jaehun mau nelpon Yorem tapi nggak jadi. Dan orang yang ia telpon adalah Daesik. Ternyata ia minta Daesik untuk menjemput Yorem sementara ia melakukan operasi. Setelah beberapa waktu, proses operasi selesai dan pasien selamat. Di luar ruang operasi seorang profesor menemuinya dan memintanya untuk tabah. Ayahnya meninggal. Ibunya sangat syok dan melarang mereka untuk memindahkan jenazahnya ke ruang mayat dan hingga kini masih di UGD. Jaehun bingung dengan yang terjadi sampai profesor memberitahu kalo ada ledakan di dekat rumah sakit. Ayah ke sana untuk memberi pertolongan dan malah terkena ledakan kedua. Wajah dan tubuhnya luka parah sehingga butuh waktu lama untuk indenrifikasi.

Panik, Jaehun pun langsung ke sana. Ibu dan adiknya hanya bisa nangis. Ia lalu membuka kain yang menutupi tubuh ayah dan melihat ayahnya dalam kondisi yang mengenaskan. Tangisnya pu pecah bercampur dengan penyesalan yang sangat dalam. Sebelum ia ke ruang operasi, ia sempat melihat tangan ayah mengarah padanya. Ayah meninggal setelah ia pergi.

Bersambung…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Vincenzo Ep 16
Read More

Vincenzo Ep 16

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Vincenzo Episode 16, Lihat juga ya gaes tentang daftar recapnya yang tersedia di tulisan yang…