Love ft. Marriage & Divorce Season 3 Ep 6

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Love (ft. Marriage and Divorce) Season 3 Episode 6. Untuk menemukan daftar-daftar link recap ada di tulisan yang ini. Kalian bisa temukan sesuatu lainnya seperti Season sebelumnya disini. Episode sebelumnya DISINI.

Foto : NODRAKOR.ICU

Piyoung tertawa menanggapi pernyataan Dongma yang ia anggap sebagai candaan. Dongma mengaku sangat tertarik pada Piyoung dan mengungkit pertemuan mereka di lapangan golf. Dengan berani Piyoung mengungkapkan perceraiannya.

Hyerong sedang ada di jalan dengan susu formula di sampingnya.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Piyoung dan Dongma meminum anggur. Dongma lalu mengungkit saat melihat Piyoung di klinik kecantikan hari Sabtu lalu. Ia melakukan perawatan nitrogen dan saat mendengar teriakannya ia merasa seperti tersetrum. Ia juga melihatnya nangis. Ia ingin memeluknya saat itu tapi ia menahannya. Ia juga ingin mengajaknya makan tapi keburu dipanggil untuk melakukan perawatan untuk mata ikan di kakinya.

Piyoung berpikir kalo Dongma terlalu impulsif. Ia yakin kalo persaannya akan berubah seiring waktu. Dongma merasa yakin kalo perasaannya nggak akan berubah kalo sama Piyoung. Ia merasa seperti tersedot ke lubang hitam. Lah orang Piyoung nggak merasakan hal yang sama.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Pelayan datang membawakan makanan. Keduanya memakannya setelahnya. Piyoung mengungkit kalo Dongma akan ke Jerman besok dan ia harap ia akan mendapatkan ketenangan besok. Dongma juga nyuruh Piyoung untuk memikirkannya selama ia pergi dan memberitahukan keputusannya saat ia kembali.

Sepertinya Piyoung benar-benar nggak tertarik pada Dongma. Ia menyinggung usia Dongma yang ternyata 5 tahun lebih muda dari dirinya. Ia memperingatkan kalo ia juga pernah menikah, bercerai dan memiliki anak. Dongma sesumbar kalo ia membaca lebih banyak buku dari Piyoung. Ia mengumpamakan perasaan seperti awan yang bisa mengumpul dan terpecah di situasi yang nggak terduga. Seperti itulah Piyoung membuatnya goyah dan meninggalkan wanita yang hendak dinikahinya.

Foto : NODRAKOR.ICU

Lah mendengarnya malah membuat Piyoung makin hilang rasa. Dongma berpikir kalo syarat untuk memikah adalah memiliki kemampuan untuk membahagiakan pasangan. Piyoung lalu memberitahu kalo ia bahagia dengan suaminya saat menikah. Hubungan mereka sangat harmonis sampai mantan suaminya diam-diam selingkuh di belakangnya.

Dongma menambahkan kalo kepercayaan juga sangat penting. Ia mengumpamakan kalo untuk menuju hutan yang indah mereka harus melalui jalan berduri. Kalo nggak melewatinya maka mereka nggak bisa mendapatkan keindahan. Ih pinter banget ngomong Piyoung pun menanyakan dia mengambil jurusan apa dulu? Dongma bilang administrasi bisnis. Ia menyadari kalo Piyoung pasti Piyoung menganggapnya seperti pria pemain wanita. Tapi perasaan orang seperti gunung es, bisa mencair kapanpun. Karena itulah ia meminta Piyoung untuk mau mengenalnya lebih jauh.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Pelayan datang untuk mengganti makanan mereka dan keduanya hanya diam sambil bertatapan. Dongma mengaku nggak pernah merasakan perasaan yang sedalam dan seintens sekarang. Ia bahkan nggak pernah mengatakan kata intens sebelumnya. Piyoung pikir Dongma hanya tertarik padanya sebagai nuna.

Dongma membantahnya dan mengaku nggak pernah iri dengan temannya yang punya nuna. Ia lalu cerita pertemuan pertamanya sama Seoban saat sekolah hingga kuliah. Setiap kali ia mengirim pesan sebanyak 5 kali Seoban hanya membalasnya sekali. Pun sampai sekarang. Ia merasa bersalah karena harusnya Seoban yang mendapatkan kasih sayang yang ia terima. Karena itulah ia siap membagi perasaan dan materi sama siapapun. Seoban yang pertama.

Piyoung bingung. Ia merasa kalo Dongma menakutkan. Kegigihannya. Ia mengajaknya untuk berteman saja tapi Dongma menolak. Katanya itu hanya buang-buang waktu. Piyoung pikir ia butuh waktu.

Ia mengingatkan kalo ia pernah dihianati suaminya dan ia masih sakit. Dongma minta Piyoung untuk menempatkan diri jadi dirinya. Kalo ia mengalaminya apa ia nggak akan merasakannya? Menikah lagi bukan sesuatu yang memalukan. Terlebih lagi dengan dirinya. Kalo ia jadi Piyoung ia akan menantikan sebaik apa perlakuannya nanti.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Dongma minta Piyoung untuk melihat matanya. Katanya mata adalah jendela hati. Ia meminta Piyoung untuk percaya padanya. Ia nggak akan menghianatinya. Piyoung beneran nggak bisa bicara. Dongma lalu mengajaknya makan.

Setelah makan segigit Dongma lalu melihat Piyoung dan itu membuatnya merasa nggak nyaman. Ia lalu bilang nggak akan menatapnya. Ia lalu bilang kalo pacaran dan menikah itu beda. Keduanya lalu mengumpamakan kedua hal itu pada makanan.

Foto : NODRAKOR.ICU

Ibu menyiapkan makanan dan nyuruh Sahyun untuk makan. Ayah juga bilang kalo Sahyun harus makan dan melanjutkan hidup. Sebagai ayah ia harus hidup panjang demi putranya. Lah habis itu ayah malah mengharapkan Hyerong datang lagi. Mendadak ada yang menekan bel.

Pelayan kembali mengganti makanan. Sambil makan Dongma melihat ke jalanan yang macet karena sekarang jam pulang kerja. Sama seperti pernikahan yang harus punya tujuan. Ia sangat ingin tahu tentang Piyoung seperti apa ia saat kecil dan kesulitan yang dialaminya. Ia menyombongkan kalo dalam hubungan maupun pekerjaannya semuanya berjalan lancar. Ia lalu menanyakan tipe ideal Piyoung.

Foto : NODRAKOR.ICU

Piyoung memberitahu kalo sekarang sudah berubah. Yang terpenting bisa dipercaya. Dongma pikir akan sulit kalo ia nggak membuka diri. Dongma lanjut menanyakan kelemahannya. Piyoung mengaku sulit untuk memaafkan. Meski ingin tapi ia nggak bisa melakukannya.

Dongma menjanjikan kalo ia nggak akan melakukan kesalahan padanya. Ia terus bicara untuk meyakinkan Piyoung kalo pasangan yang akan menikah dengannya adalah dirinya. Lah Piyoung heran, apa perasaannya nggak penting? Dongma bilang kalo ia menderita maka pasangannya pun nggak akan bisa bahagia.

Foto : NODRAKOR.ICU

Piyoung mengambil ponselnya untuk menelpon Jia. Jia lalu memberitahu ahjumma kalo ibunya nggak bisa segera pulang dan menyuruhnya untuk makan duluan.

Dongma menghabiskan makanannya lalu menanyakan siapa yang Piyoung pikirkan sekarang? Kalo ia adalah kakaknya. Ia baru menyadari kalo penyebab Seoban nggak pernah tersenyum adalah karena ibunya. Piyoung pikir Seoban nggak seperti ibunya.

Ia lebih nggak suka dengan ayahnya. Bagi Dongma, suami dan istri adalah satu. Piyoung lalu mengungkapkan kalo orang yang mengganggu pikirannya adalah ibunya. Ia sudah meninggal. Dulu ia sangat menyakitinya dan sekarang nggak ada yang bisa ia lakukan. Dongma mengaku mewarisi sikap buruk ayahnya.

Foto : NODRAKOR.ICU

Keduanya lalu membicarakan hubungan mereka dan mengaitkannya dengan hubungan Piyoung dan Seoban. Mereka rekan kerja. Dan anaknya? Sampai sekarang ia belum tahu tentang perceraiannya. Belum lagi orang tua Dongma. Apalagi mereka baru bertemu sekali dan langsung membicarakan hal yang seperti ini.

Dongma menekankan kalo yang terpenting adalah perasaannya. Mendapat restu nggak akan menjamin kalo mereka akan terus bahagia. Mungkin Piyoung sudah mengalaminya. Ia lalu menunjukkan kalo ia beda dari mantan suami Piyoung. Bahkan wajah mereka juga beda. Ia lalu minta Piyoung untuk memberikan tangannya. Meski ragu Piyoung melakukannya. Dongma menggenggamnya sambil memejamkan mata dan bertanya apa hanya ia yang merasakannya?

Foto : NODRAKOR.ICU

Piyoung hanya diam dan menarik tangannya. Dongma lalu minta Piyoung untuk memejamkan matanya dan mendengarkan apa yang ia katakan. Piyoung melakukannya. Dongma memberitahu kalo suara Piyoung terus mengganngunya kemanapun ia pergi. Piyoung masih belum bisa percaya pada pria. Itu adalah rintangan yang harus ia lalui. Ia akan merawat dan mengobati Piyoung. Karena itulah ia datang ke stasiun penyiaran dan bicara dengannya.

Pelayan membawakan hidangan yang selanjutnya. Melihat makanannya masih utuh membuatnya berpikir kalo makanan itu nggak sesuai dengan selera mereka. Dongma membantah dan bilang kalo mereka sedang berbincang. Pelayan lalu bilang akan menyajikan makanan secara perlahan.

Ami dan Yusin menonton film.

Foto : NODRAKOR.ICU

Dongma menanyakan penyesalan terbesar yang pernah Piyoung rasakan. Piyoung bilang ke ibunya. Tapi ia nggak mau membicarakannya. Dongma berandai-andai kalo ibunya Piyoung masih ada apa akan menerimanya? Piyoung yakin nggak akan mendukungnya juga. Dongma minta Piyoung untuk nggak menyalahkan diri sendiri.

Kalo ia jadi orang tua ia juga nggak mau anaknya terlalu menyalahkan diri sendiri. Ia lalu minta Piyoung untuk menganggapnya sebagai ibunya dan menyampaikan apa yang ingin ia sampaikan. Ia lihat di televisi kalo itu cukup efektif.

Piyoung nggak menjawab. Dongma lalu menanyakan anak Piyoung dan melanjutkan dengan pendapatnya tentang dirinya. Pioyoung menilai kalo Dongma dingin dan nggak berperasaan. Dongma menyebut tentang Paris dan mengajak Piyoung untuk bulan madu ke sana nanti. Piyoung mengalihkan dengan menanyakan perpisahan paling menyakitkan yang pernah Dongma alami.

Foto : NODRAKOR.ICU

Dongma bilang nggak pernah. Katanya ia melupakan hal yang nggak penting. Keluarga adalah yang paling penting tapi pacar bukan keluarga. Ia hanya teman wanita. Ia lalu bilang ingin bertemu dengan Jia. Piyoung menunjukkan fotoanya. Dongma menanyakan usia Piyoung saat melahirkan kala itu dan berterus terang kalo ia ingin punya anak dari Piyoung, adiknya Jia.

Ia memberitahu kalo selama ini ia sangat sibuk sampai berpikir kalo ia punya 36 jam dalam sehari. Seharian nggak makan sudah biasa. Tapi hari ini ia sengaja datang menemuinya, makan dengannya sambil mengobrol menunjukkan kalo Piyoung adalah orang yang sangat berarti untuknya.

Piyoung tetap pada kesimpulannya. Enggak. Dongma itu adiknya Seoban, rekan kerjanya. Ia lalu berniat pamit. Dongmamasih menahannya.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Seoban selesai melayat. Ia nelpon Shi Eun dan bilang ingin mampir tapi Shi Eun malah mengajaknya untuk makan udon di luar. Seoban ingin melihat wajah orang yang ia cintai sekali lagi sebelum meninggal. Shi Eun meyakinkan kalo Seoban akan berumur panjang karena pola hidupnya selama ini.

Piyoung dan Dongma kembali minum. Dongma menanyakan hobinya. Piyoung bilang saat nggak bekerja. Dongma menjanjikan kalo ia bisa terus di rumah tanpa perlu bekerja. Biar ia yang mencari nafkah, jadi saat ia pulang Piyoung bisa menyambutnya. Piyoung mengutarakan pendapatnya kalo ia bekerja bukan semata untuk mencari uang. Ia punya warisan dari ibunya juga.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Dongma lalu memberitahu hobinya juga. Ia suka naik motor. Pernah saat ia melakukan perjalan bersama Seoban. Hujan mendadak turun. Mereka membeli kantong sampah di toserba dan melubanginya agar bisa dipakai sebagai jas hujan. Piyoung tersenyum saat membayangkannya. Dan melihat senyum Piyoung membuat Dongma ikut senyum juga. Piyoung menyadarinya dan berhenti tersenyum.

Pelayan datang lagi membawakan kerang. Sambil makan Piyoung menanyakan apa yang Dongma nggak suka. Dongma bilang ia termasuk mysopobia. Tapi ia nggak suka ahjumma masuk ke kamarnya dan membersihkannya. Makanya ia sengaja menaruh foto nggak senonoh agar ia nggak masuk lagi. Piyoung heran apa normal bagi pria seperti itu? Dongma membenarkan. Ia lalu menceritakan kisah temannya yang suka mabuk bersama istrinya.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Gabin minum seorang diri di rumah lalu bermain piano dengan penuh emosi sampai dihubungi sama petugas keamanan.

Mereka sudah selesai makan kerang dan kembali mengobrol. Awalnya Piyoung membahas tentang buku yang suka Dongma baca sampai berakhir ke sifat dari berbagai golongan darah. Piyoung juga menyinggung kesamaan golongan darah Shi Eun dan Seoban. Mereka akan cocok satu sama lain. Apalagi Shi Eun sangat pandai bernyanyi. Ia yakin Dongma akan terpana juga kalo mendengarnya.

Dongma menyinggung tentang tinggal bersama sebelum menikah. Piyoung sendiri nggak setuju dengan hal itu. Ia lalu menanyakan gimana Dongma memutuskan hubungannya dengan tunangannya. Dongma menjawabnya apa adanya. Setelah puas bermain wanita ia menjanjikan kalo ia akan setia padanya. Piyoung khawatir kalo anggota keluarganya terkena karma atas perbuatannya kelak. Dongma menenangkan kalo ia yang akan menanggung semuanya jadi Piyoung nggak usah khawatir. Ia lalu bertanya Piyoung mau dibawain oleh-oleh apa? Piyoung hanya tersenyum.

Wuram teringat saat menggosok punggung ayahnya. Hyanggi datang. Ia mengungkapkan kekhawatirannya pada ayahnya tapi sepertinya Hyanggi kurang peduli.

Piyoung dan Dongma memakan steik sambil membicarakan makanan. Menddadak Dongma bilang kalo ia akan menjadi ayah yang baik bagi Jia. Piyoung kurang begitu suka dan mengungkit usianya dengan anaknya. Dongma sendiri nggak keberatan dipanggil papa muda. Ia lalu menyebut berbagai hubungan orang tua dan anak di luaran sana. Piyoung sampai merasa kalo ia pandai bicara.

Dongma mengatakan kalo ia hanya bicara fakta. Mereka lalu bertukar steik. Dongma nyuruh Piyoung untuk memakai mobilnya besok tapi Piyoung menolak. Ia juga melarang saat Dongma mau nelpon Seoban biar bisa menjemputnya besok. Ia lalu berandai-andai tentang hubungan mereka dengan hubungan Seoban dan juga Shi Eun. Terakhir Dongma minta Piyoung untuk memikirkannya. Ia akan menunggu selama apapun itu dan Piyoung akan melihat ketulusannya.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Dongmi bertemu dengan teman-temannya. Ia nampak bahagia dan melupakan semuanya.

Sambil makan kue Dongma mengajak Piyoung untuk pergi ke taman bermain bersama Jia. Ia menjanjikan kalo ia hanya akan mengikuti diam-diam dan mengikuti mereka. Piyoung kurang setuju. Jia pasti berpikir kalo ibunya aneh. Dongma membantah. Ia yakin kalo Jia pasti akan senang.

Foto : NODRAKOR.ICU

Di dalam lift Dongma sudah sangat yakin untuk memberitahu Seoban. Piyoung khawatir kalo Seoban akan terkejut nanti. Dongma tersenyum. Katanya ia sangat ingin memeluk Piyoung tapi ditahan. Pintu lift terbuka. Dua orang masuk.

Mereka berpisah. Piyoung pergi dengan taksi. Dongma memintanya untuk mengirim pesan kalo sudah sampai. Di dalam perjalanan Piyoung nelpon Jia dan mengajaknya ke taman bermain. Jia senang banget. Ia nelpon ayahnya tapi nggak dijawab.

Yusin sendiri masih di bioskop bersama Ami.

Dongma nelpon sekretarisnya dan minta disiapkan vandan baju ganti yang nyaman.

Foto : NODRAKOR.ICU

Piyoung dan Jia sampai lebih dulu dan membeli tiket. Piyoung mengirim pesan ke Dongma. Tahunya dia juga ada di sana dan sedang memperhatikan ibu dan anak itu. Mereka berjalan bersama. Jia teringat saat pergi ke taman bermain bersama neneknya. Ia lalu mengajak ibunya untuk menaiki beberapa wahana.

Ami dan Yusin sudah sampai di rumah. Ia menyiapkan makanan dan minuman untuk Yusin dan mengungkit tentang kematian ayah. Ia masih mencurigai Dongmi tapi Yusin memintanya untuk melupakannya. Ia bahkan mengingatkan saat Jia kerasukan. Yusin tetap pada pendiriannya dan mereka malah jadi bertengkar gegara itu.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Piyoung dan Jia naik kora-kkora. Sebenarnya Dongma ada di sampingnya mengenakan pakaian bajak laut tapi Piyoung nggak menyadarinya. Ia dan Jia teriak senang dan Dongma tersenyum melihat keduanya.

Yusin melihat panggilan Jia dan nelpon balik tapi nggak dijawab.

Usai menaiki kora-kora, Dongma yang melihat Piyoung dan Jia membayangkan bersama dengan mereka sebagai keluarga.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Ibu sudah menidurkan Jeong Bin. Jadi tadi siang Hyerong datang membawakan susu untuk Jeong Bin bahkan memberikan susu saat dia menangis. Ayah yakin kalo mereka akan ruju. Dan saat Jeong Bin merayakan ulang tahunnya yang pertama nanti Hyerong akan menyambut para tamu.

Piyoung dan Jia makan es krim. Sebenarnya Jia ingin naik beberapa wahana lagi tapi Piyoung bilang nanti kalo libur. Jia lalu bilang kalo ia nelpon ayah tadi. Ia meriksa telponnya dan melihat kalo ayahnya nelpon tadi. Ia ingin nelpon balik tapi Piyoung melarang. Mungkin ayah sedang bersama rekan kerjanya. Ia lalu dapat pesan dari Dongma yang memfoto dirinya dan Jia.

Ia lalu melihat Dongma sedang melihat ke arahnya. Ia membuka topi dan penutup matanya lalu makan es krim yang dibeliin sama sekretarisnya.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Selanjutnya Piyoung dan Jia naik komidi putar. Dongma melihat mereka sambil tersenyum.ternyata kakek Jia juga ada di sana. Entah sudah melepaskan dendamnya, perlahan ia naik ke atas.

Hyerong sampai rumah dan melihat foto-foto Jeong Bin.

Setelah dari taman bermain, Dongma masih mengikuti Piyoung. Sesampainya di kompleksnya ia lalu mengirim pesan kalo ia senang menghabiskan waktu bersamanya hari ini.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Sahyun memimpikan Songwon dan mengayunnya di ayunan. Songwon memintanya untuk selalu tersenyum di depan anak mereka. Nggak boleh berteriak meski menyebalkan. Jelaskan perlahan sampai dia mengerti.

Mendadak Songwon menghilang dan ia pun terbangun. Ia mengambil fotonya bersama Songwon dan janji nggak akan menampakkan wajah sedih lagi. Ia akan tersenyum meski itu terpaksa.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Dongma bersiap untuk berangkat. Piyoung juga sedang bersiap. Ia membaca pesan Dongma yang dikirim semalam. Mendadak Dongma nelpon. Ia mampir sebelum berangkat karena ingin ketemu dan sekarang ia ada di parkiran.

Piyoung turun dan menemui Dongma. Ia menanyakan tidur Piyoung. Katanya ia hany tidur selama 3 jam. Ia meminta Piyoung untuk memeluknya atau ia yang akan memeluknya karena mereka nggak akan ketemu lagi selama sebulan. Piyoung menolak. Nanti kalo ia kembali. Ia lalu berbalik dan mau naik. Saat di depan lift mendadak Dongma menyusulnya dan menciumnya.

Bersambung…

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like