Love ft. Marriage & Divorce Season 3 Ep 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Love (ft. Marriage and Divorce) Season 3 Episode 3. Untuk menemukan daftar-daftar link recap ada di tulisan yang ini. Kalian bisa temukan sesuatu lainnya seperti Season sebelumnya disini. Episode sebelumnya DISINI.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Ayah dan ibu Sahyun memutuskan untuk membesarkan Bada sebagai kakek dan neneknya. Dan tentang Sahyun, ayah berharap dia akan rujuk dengan Hyerong secara sekarang nggak ada yang membuatnya curiga lagi. Ibu pikir Hyerong nggak akan mau rujuk lagi dengan Sahyun setelah apa yang terjadi. Ia mungkin akan senang saat melihat keadaan Sahyun sekarang karena pernah membuatnya menangis dulu.

Mendadak Hyerong nelpon. Ia memberitahu kalo temannya melihat Sahyun di pemakaman. Ibu yang bicara dengan Hyerong nggak bisa mengatakannya. Ayah mengambil telponnya dan memberitahunya sambil nangis. Hyerong menanyakan anaknya. Dan setelah mendengar semuanya ia lalu pergi ke rumah sakit.

Ayah dan ibu nggak bisa berhenti memikirkan Bada yang sekarang nggak bisa melihat ibunya untuk selamanya. Ia ingin melihatnya. Ibu memperingatkan kalo sekarang bukan saatnya menjenguk. Ayah pikir mereka akan diijinkan karena Bada spesial. Ia hanya punya kakek dan nenek.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Seoban dan Shi Eun masih membicarakan masa lalu. Pertemuannya dengan Shi Eun sangat berkesan bagi Seoban. Dan saat kuliah mereka juga ketemu lagi. Shi Eun datang ke kampusnya. Temannya menghampirinya dan bicara dengannya setelah bicara dengan Shi Eun. Saat itulah Seoban tahu kalo Shi Eun pacaran dengan mahasiswa teater sejak kelas 3 SMA dan meski ditentang sama orang tuanya.

Shi Eun menyesalinya sekarang. Harusnya ia mendengarkan orang tuanya. Dan mereka ketemu lagi di stasiun penyiaran. Ia penasaran kenapa Seoban selalu tampak murung. Mendadak Seoban bertanya apa Shi Eun pernah tertarik padanya? Shi Eun malan menjawabnya secara umum kalo Seoban adalah orang yang menarik dan menyangkutkannya dengan Piyoung dan Hyerong. Berbeda dengan Shi Eun, Seoban justru sangat tertarik dengan Shi Eun dari mulai usia mereka belasan, 20 puluhan maupun sekarang.

Shi Eun yang sudah di rumah tersenyum ingat hal itu.

Foto : NODRAKOR.ICU

Hyerong menemui Sahyun di pemakaman. Ia nampak terkejut melihat kedatangan Hyerong. Layaknnya orang yang melayat, Hyerong pun menyemangati Sahyun dan menghiburnya. Sahyun sendiri nggak bicara banyak karena sedang berduka. Ia berterima kasih karena Hyerong sudah mau datang.

Ibu dan ayah melihat Bada.

Hyerong yang sedang menyetir seperti puas melihat apa yang terjadi pada Sahyun dan keluarganya. Siapa yang menanam dialah yang akan menuai.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Dalam perjalanan pulang Seoban cerita tentang ibunya yang meninggal karena depresi. Ia hanya bertahan untuk ibunya. Setelah bercerai ibunya nggak pernah tersenyum dan hanya menghela nafas setiap hari. Sampai suatu hari ia diminta untuk sekolah di akademi seni dan bertemu dengan Shi Eun. Dia yang tersenyum ramah padanya, mengajarinya menggambar dan memberinya sepotong cokelat seperti sinar matahari yang menyinari dunianya yang gelap.

Mereka lalu bertemu lagi sebagai rekan kerja di stasiun penyiaran. Ia hanya bisa melihat Shi Eun diam-diam. Ia bahagia dengan suaminya dan nggak pernah ada rumor apa-apa. Ia mulai menanyakan hubungan Shi Eun dengan suaminya sebelumnya dan bertanya apa sudah nggak ada yang tersisa dari perasaannya? Shi Eun rasa wajar kalo ia membencinya.

Mendadak Seoban menggenggam tangannya.

Foto : NODRAKOR.ICU

Shi Eun mengingat semuanya sambil minum anggur. Mendadak Seoban mengirim pesan. Ia ingin mengajak Wuram dan Hyanggi untuk sarapan bersamanya di hotel. Shi Eun memberitahu kalo mereka biasanya bangun siang kalo akhir pekan. Keduanya terus berkirim pesan ddan sepakat untuk sarapan berdua besok di taman.

Saat Shi Eun bahagia dengan perhatian dari Seoban, Haerun justru sedang nangis menyesali semua yang sudah ia lakukan.

Foto : NODRAKOR.ICU

Sahyun menatap foto Songwon di pemakaman dan teringat saat mereka saling membelikan syal dan sarung tangan. Songwon sempat melarangnya untuk memejamkan mata karena ia bisa menghilang. Sekarang Sahyun hanya bisa nangiss.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Yusin datang ke rumah Piyoung dalam keadaan mabuk. Ia menanyakan Jia dan memuji kecantikan Piyoung. Ia mengaku merindukan kebersamaan mereka yang bahagia bertiga dan ingin kembali ke masa itu. Piyoung mengalihkan dengan bilang kalo Ami menunggunya. Ia juga bilang kalo ia sudah membuka lembaran baru. Yusin pikir Piyoung sedang menjalin hubungan dengan orang lain tapi Piyoung membantahnya. Ia terlalu sibuk.

Piyoung lalu menyadari kalo ia nggak harus menjelaskannya ke Yusin karena dia bukan siapa-siapanya lagi. Selanjutnya ia membicarakan kematian ayah dan mencurigai Dongmi seperti yang dilakukan Ami. Yusin sendiri nggak berpikir sampai ke sana dan lebih menganggapnya seperti takdir.

Ia yang lelah lalu tidur di sofa. Piyoung nggak mau menerimanya dan menyuruhnya pergi tapi malah membuat Jia bangun. Di depan Jia Piyoung bersikap seakan hubungan mereka baik.

Foto : NODRAKOR.ICU

Ami yang menunggu Yusin di rumah mendapat kiriman foto dari Piyoung kalo Yusin ada di rumahnya.

Ibu membawakan makanan untuk Sahyun tapi ia nggak mau makan. Ayah malah bertanya soal Hyerong.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Seoban membuat sarapan. Dongma bangun tidur tapi masih ngantuk. Katanya dia pulang jam 3 pagi. Seoban menyuruhnya untuk tinggal di hotel kalo di rumahnya nggak nyaman. Dongma ngasih tahu kalo ia minum sama temannya yang mengenalkan pacarnya. Keduanya lalu membicarakan pernikahan. Dongma beranggapan kalo wanita nggak akan meninggalkan pria kaya tapi Seoban membantahnya. Sekarang wanita sudah berubah.

Hyerong mendadak nelpon. Katanya ia mengalami kelumpuhan tidur dan ingin melihat rumah Seoban. Seoban menyuruhnya untuk datang pukul 11.00.

Piyoung membangunkan Jia dan mengajaknya berenang. Mereka pergi tanpa ayahnya.

Foto : NODRAKOR.ICU

Dongma minta telur ceplok dan Seoban menyuruhnya untuk membuatnya sendiri tapi Dongma nggak bisa membuatnya. Ia hanya bisa bekerja, berolahraga dan memacari wanita. Mereka lalu membicarakan tentang Hyerong yang mengalami kelumpuhan tidur. Dongma lalu meminta Seoban untuk makan dengannya dan Gabin di hari ulang tahunnya besok tapi Seoban menolak. Katanya ia sudah punya janji. Ia sedang dekat dengan wanita. Dongma menanyakan orangnya tapi Seoban nggak mau ngasih tahu.

Foto : NODRAKOR.ICU

Yusin terbangun dan ada Ami di dekatnya. Ia khawatir kalo dilihat Jia tapi tahunya Jia sudah pergi sama Piyoung. Tahu-tahu perutnya sakit. Ami mengajaknya makan tapi Yusin menolak karena ia harus segera ke rumah sakit. Ada pasien naratama.

Shi Eun sedang memotong kimchi dan teringat saat makan bersama Haerun dan anak-anak. Mereka menyukai kimchinya. Ia lalu teringat rumah Haerun sekarang yang penuh dengan botol minuman.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Ami terdiam melihat foto-foto keluarga Yusin. Ia mengambilnya lalu memanggil Dongmi. Ternyata ia membuat kuil untuk ayah. Ia nyuruh Dongmi untuk memberi hormat dan membakar dupa untuk ayah. Dongmi menolak dan berniat pergi untuk mencari kuil di luar. Ami melarangnya, lebih baik dilakukan di rumah. Keduanya lalu bertengkar. Akhirnya Dongmi mau melakukannya. Ia mau mengambil air tapi malah kakinya terkilir dan jatuh.

Shi Eun ke tempat Haerun dengan membawakan kimchi dan beberapa makanan. Haerun bilang kalo ia nggak punya talenan. Shi Eun menawarkan untuk membelikannya tapi Haerun menolak. Katanya ia akan beli di internet. Shi Eun merasa kalo Haerun sudah terbiasa hidup nyaman.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Hyanggi sedang melipat pakaian. Wuram datang dan ia menyuruhnya untuk melipatnya sendiri. Mereka lalu membicarakan ayah mereka yang belakangan nggak pernah menghubungi. Wuram khawatir tapi Hyanggi enggak. Ia lalu bertanya gimana kalo ibu dekat sama pria. Wuram nggak setuju. Hyanggi berusaha memberi pengertian ke adiknya kalo ibu mereka juga berhak untuk bahagia. Selama ini ibu sudah mendedikasikan hidupnya untuk mereka bahkan juga berkorban. Apa Wuram nggak ingin ibu bahagia?

Shi Eun membereskan kaleng dan botol di rumah Haerun. Ia merasa kalo sikap Shi Eun sangat dingin padanya. Shi Eun mengungkit kalo mereka sudah bercerai. Dan saat Haerun bilang kalo kata-katanya terlalu kejam ia pun mengingatkan kalo bukan ia yang membuat mereka seperti sekarang.

Saat Shi Eun mau pergi Haerun memintanya untuk membawakan doenjang kalo datang lagi. Hhh Shi Eun sih nggak bilang apa-apa sampai di lift ia kesal sama Haerun yang beraninya minta doenjang.

Foto : NODRAKOR.ICU

Hyerong membayangkan datang ke rumah Seoban dengan membawa bunga lalu mengobrol sambil merangkai bunga. Ia akan sengaja menyinggung pemandangan di malam hari dan berharap Seoban akan mengajaknya untuk melihatnya bersama. Ia bahkan membayangkan akan seromantis apa nantinya.

Dengan membawa bunga ia datang ke rumah Seoban. Sayang keinginannya untuk merangkai bunga nggak bisa terjadi karena bunganya diserahkan ke pembantu. Selanjutnya ia membicarakan tentang arah rumah.

Foto : NODRAKOR.ICU

Shi Eun kembali dengan membawa banyak belanjaan. Hyanggi pikir itu untuk ayahnya. Ia berpesan agar ibu jangan memberi kesempatan kalo ayah ingin rujuk. Jangan sampai goyah. Shi Eun sendiri nggak tahu apa yang akan terjadi nanti. Orang cenderung berubah mengikuti lingkungan sekitar dan orang-orang terdekat.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Pembantu menyuguhkan teh untuk Hyerong dan Seoban. Lagi-lagi Hyerong membicarakan tentang rumah dan ingin melihat pemandangan malam di sana. Sayang Seoban nggak menanggapi. Ia lalu pergi untuk menjawab telpon dari ayahnya. Saat itulah Hyerong tahu kalo Seoban sedang berulang tahun. Setelah Seoban kembali ia seperti sengaja menunjuuak kalo sudah waktunya makan siang. Ia berharap Seoban akan mengajaknya makan bersama tapi ia malah mau pergi ke salon. Seoban menawarkan untuk dibuatkan makanan sama pembantu tapi Hyerong menolak.

Keduanya turun bersama. Hyerong masih mencoba untuk dekat sama Seoban dengan mengajaknya bicara tapi Seoban hanya menjawabnya dengan jawaban yang singkat.

Sampai di mobil Seoban langsung nelpon Dongma. Dia sedang bersama Gabin usai bertemu dengan ayah.

Foto : NODRAKOR.ICU

Hyerong ke rumah Piyoung dan mengajaknya untuk merayakan ulang tahun seoban. Ia mengaku mengetahuinya secara nggak sengaja. Piyoung memikirkan hadiah yang cocok untuk Seoban nantinya dan Hyerong bilang kalo ia yang akan membelinya nanti. Dalam hati ia membatin kalo hadiahnya nanti yang harus paling menonjol agar Seoban jatuh ke pelukannya.

Sementara itu Shi Eun sedang membuat sup rumput laut di rumahnya.

Foto : NODRAKOR.ICU

Ami membawa seseorang untuk mengobati Dongmi. Ia menemui Dongmi setelah orang itu pergi. Ia yakin kalo ayah nggak ingin Dongmi pergi. Ia harap Dongmi bisa segera sembuh agar bisa memberi hormat pada ayah. Mereka kembali bertengkar. Ami pergi dengan alasan mau menyiapkan makanan untuk ayah.

Piyoung yang sedang membaca buku teringat betapa agresif dan gigihnya Hyerong. Dasar rubah.

Shi Eun sedang menulis saat Hyerong nelpon dan membuat janji besok malam.

Foto : NODRAKOR.ICU

Dongma dan Gabin sedang memilih warna pakaian untuk pernikahan nanti.

Seoban baru pulang. Ia nelpon Piyoung setelah membaca pesannya. Piyoung memintanya untuk menemaninya ke acara donasi besok malam. Setelahnya ia melihat bunga dari Hyerong. Sekretaris Dongma datang untuk mengambil barang.

Foto : NODRAKOR.ICU

Ami datang ke tempat Songwon dan bertemu dengan ayah dan ibu Sahyun di bawah. Ia menanyakan tentang Songwon dan bayinya tapi ayah dan ibu nggak mau bicara banya. Baru setelah sampai mereka memberi tahu semuanya. Songwon sudah melahirkan tapi setelahnya ia meninggal dan sekarang ada di kamar mayat.

Gabin dan Dongma lanjut berbelanja karena besok Gabin akan bertemu dengan ayahnya. Saat itulah Ami nelpon dan memberitahukan kabar tentang Songwon.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Hyerong yang sedang minum kopi melihat seorang anak yang didorong sama ibunya. Ia teringat pada anak Sahyun. Ia penasaran seperti apa anaknya. Meski begitu ia nggak mau terburu-buru takutnya akan salah langkah.

Dongmi nelpon Ami tapi nggak dijawab. Ia lalu manggil-manggil Ami tapi orangnya nggak juga datang. Lah yang datang malah Yusin. Dongmi pun menunjukkan yang sudah dilakukan Ami di ruang tengah. Yusin nelpon Ami tapii juga nggak dijawab.

Ami sendiri sedang ada di pemakaman Songwon bersama Gabin.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Shi Eun sedang menjemur baju. Wuram datang dan bilang kalo Seoban menanyakan nomor rumah mereka. Berpikir kalo dia akan datang, Hyanggi langsung mengambil alih dan nyuruh ibunya untuk segera ganti baju. Tahunya yang datang hanya kurir untuk mengirim bunga mawar.

Setelah dari pemakaman, Ami dan Gabin lalu melihat bayi.

Seoban merasa nggak tenang nunggu pesannya Shi Eun. Mereka telponan setelah Shi Eun mengirim foto bunga dari Seoban dan membicarakan tentang rencana sarapan besok.

Dongma mendatangi sebuah klinik kecantikan dan melihat Piyoung.

Foto : NODRAKOR.ICU

Seoban datang ke pemakaman Songwon dan bertemu dengan temannya yang mengenalkannya dengan Songwon.

Di klinik, setelah bicara dengan sekretarisnya, Dongma mendengar Piyoung berteriak dan ia merasakan sesuatu.

Bersambung…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Youth of May Ep 8
Read More

Youth of May Ep 8

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Youth of May Episode 8, Jika Kalian penasaran dengan spoiler recap-recapnya langsung baca di tulisan…
Replay: The Moment Ep 1
Read More

Replay: The Moment Ep 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Replay: The Moment Episode 1, Baca daftar selengkapnya di tulisan yang ini. Gong Chanyoung sedang…
Undercover Ep 8 Part 1
Read More

Undercover Ep 8 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Undercover Episode 8 Part 1, Apabila Kalian ingin mengetahui link lengkap daftar ada pada tulisan…
Penthouse Ep 7 Part 1
Read More

Penthouse Ep 7 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Penthouse Episode 7 Part 1, Check jg untuk Episode sebelumnya baca di sini. Apabila ingin…