Love ft. Marriage & Divorce Season 3 Ep 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Love (ft. Marriage and Divorce) Season 3 Episode 2. Untuk menemukan daftar-daftar link recap ada di tulisan yang ini. Kalian bisa temukan sesuatu lainnya seperti Season sebelumnya disini. Episode sebelumnya DISINI.

Foto : NODRAKOR.ICU

Piyoung habis mandi panik dan mau nelpon seseorang tapi telponnya mati.

Kakek sedang di mobil. Pengemudinya bertanya apa kamu nggak kedinginan eoreusin? Kakek membantah. Ih ternyata dia Jia.

Ami memilih pakaian di lemari.

Piyoung berlari ke parkiran.

Dongmi mengambil koran di depan pintu lalu membawanya masuk dan meletakkannya di meja. Ami keluar. Katanya mau ke gereja. Dongmi menuduhnya nggak mau membantunya membuat sarapan. Ia bahkan juga bilang kalo orang akan mati kalo melakukan hal yang nggak biasa. Ami ngasih tahu kalo ayahnya meninggal. Lah Dongmi malah bilang kalo harusnya Ami ke bandara. Ami nggak bilang apa-apa dan pergi.

Foto : NODRAKOR.ICU

Kakek sampai dan turun setelah membayar. Di luar ia diperhatikan sama seorang wanita. Wanita itu masuk ke taksi setelah kakek. Ia ngasih tahu wanita tadi kalo barusan ada arwah yang sangat kuat. Wanita itu sudah tahu dan membunyikan lonceng.

Jia mau naik lift tapi lifnya rusak. Ia lalu naik tangga dan berpapasan sama Ami. Ami mengikutinya dan berusaha memanggilnya. Sampai depan rumah Jia menyayangkan yang Ami lakukan. Padahal bisa dapat yang lebih baik. Ia nyuruh Ami untuk membuka matanya dan sadar.

Foto : NODRAKOR.ICU

Yusin membukakan pintu untuk Jia. Dongmi baru selesai mandi. Jia menyalahkan Dongmi atas kematiannya. Padahal seharusnya ia masih hidup. Dongmi ketakutan setelah merasa kalo itu adalah kakek. Ia berlindung di belakang Ami dan Yusin saat kakek mau menyerangnya. Sambil menatap marah ke Dongmi ia minta Yusin untuk membalaskan dendamnya. Dan akhirnya Jia pingsan.

Ami bertanya apa ia harus nelppon ambulans? Yusin nggak menjawab dan meriksa Jia sendiri.

Foto : NODRAKOR.ICU

Piyoung sampai di depan kantor polisi. Ami menelponnya dan memberitahu kalo Jia datang ke rumah lalu menyerang neneknya. Ia minta Piyoung untuk datang.

Ayah dan ibu nelpon seseorang dan mengabarkan kalo Songwon sudah melahirkan. Ia juga belum tahu lebih lanjutnya dan bilang akan ke sana. Ia nelpon karena nggak mau orang itu khawatir.

Foto : NODRAKOR.ICU

Di ruang bersalin Songwon sangat bahagia. Apalagi saat bayinya menatap ke arahnya. Mendadak ia nggak bisa nafas dan mengalami pendarahan. Perawat mau mengambil bayinya tapi tangan Songwon sudah kaku. Akhirnya setelah dipaksa mereka bisa mengambilnya. Dokter lalu memompa dada Songwon tapi nggak berhasil. Songwon meninggal jam 6 lebih semenit.

Sahyun mencuci tangannya di toilet sambil tersenyum tanpa tahu kalo istrinya sudah meninggal.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Ayah dan ibu masih telponan. Sahyun datang. Ia habis buang air kecil. Sejak datang tadi ia terus menahannya. Dengan tersenyum ia mau masuk untuk melihat istri dan anaknya. Ia abahkan melarang ayah untuk menelponnya nanti.

Dokter datang dengan wajah sedih tapi mereka nggak menyadarinya. Sahyun menanyakan jenis kelamin bayinya. Laki-laki. Ia dan orang tuanya sangat senang. Tapi setelah dokter bilang kalo ibunya meninggal, situasi jadi kacau. Ayah jatuh pingsan. Sahyun masuk untuk melihatnya sendiri. Ia meriksa Songwon. Badannya masih hangat. Dokter datang. Ia memintanya untuk melakukan sesuatu. Ia sangat yakin kalo istrinya masih hidup. Badannya bahkan masih hangat.

Dokter memberitahu kalo mereka sudah melakukannya tapi percuma. Petugas yang lain datang dan mau membawa Songwon ke kamar mayat. Sambil nangis Sahyun melarang. Ia memeluk istrinya sambil memanggilnya, Bada Eomma… Para suster sama dokter sampai nangis lihatnya.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Dongmi sedang memasak. Ingat kejadian tadi membuat tangannya gemetar.

Piyoung datang dan meriksa keadaan Jia. Ia lalu duduk dengan yang lain di ruang keluarga. Ami menceritakan kejadian saat ia melihat Jia. Juga nasehat yang dikatakannya. Menurutnya anak kecil nggak mungkin berkata seperti itu.

Yusin langsung bilang kalo Jia kerasukan. Dongmi lalu bilang akan melakukan eksorsis. Ia lalu bicara seolah sangat mencintai suaminya sampai selalu nangis tiap malam. Ia berpikir kalo suaminya nggak bisa pergi dengan tenang karena ia masih terus memikirkannya. Ami langsung tahu kalo Dongmi hanya berpura-pura. Tanpa mengeluarkan suara ia mengajak Piyoung untuk bicara berdua. Ia mengajak Piyoung untuk berdoa bersama di gereja.

Dongmi menunjukkan kalo ayah Jia adalah dokter psikiater dan bisa mengobati Jia. Ami rasa kerasukan nggak bisa disepelekan.

Foto : NODRAKOR.ICU

Ayah akhirnya sadar. Mereka langsung ke ruangan Songwon. Sahyun masih di sana dengan menggenggam tangan Songwon. Ayah sama ibu nangis meratapi yang terjadi. Mereka mendesak Sahyun untuk melakukan sesuatu alih-alih hanya diam. Kasihan Bada yang nggak bisa melihat wajah ibunya. Anak-anak harusnya diasuh sama ibunya.

Foto : NODRAKOR.ICU

Ami bicara sama Piyoung di mobil. Ia memberitahu dugaannya kalo Dongmi membunuh ayah. Jia bilang kalo ia mati karena Dongmi. Ia juga bilang kalo ia nggak seharusnya mati. Piyoung memberitahu kalo ayah meninggal di bioskop karena serangan jantung. Ami rasa itu hanya yang dikatakan Dongmi. Ia mengajak Piyoung untuk menyelidikinya.

Piyoung rasa Yusin nggak akan setuju karena bisa merusak reputasinya. Ami menyarankan agar mereka melakukannya secara diam-diam. Ia akan mencari detektif swasta.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Sahyun dan orang tuanya melihat Bada di ruang bayi. Ayah sama ibu langsung nangis. Begitu juga sama Sahyun. Ayah melihat wajah cucunya dan merasa ada wajah keluarga Pan di sana. Anak yang malang. Ia menenangkan kalo meski ibunya sudah nggak ada tapi masih ada kakek, nenek, ayah, paman sama dua sepupu perempuan.

Yusin menemui Jia yang masih belum sadar. Dongmi mau pergi. Katanya dia takut membuat Jia marah kalo melihatnya nanti.

Di gereja Ami mendoakan ayahnya agar beristirahat dengan tenang.

Foto : NODRAKOR.ICU

Shi Eun sampai di parkiran. Haerun nelpon dan memarahinya karena berpikir nggak mau datang. Mereka bertemu. Shi Eun melihat rumahnya sangat berantakan. Kayaknya Haerun hanya minum dan makan ramyeon. Ia juga belum sarapan. Shi Eun membuka kulkasnya. Kosong. Katanya susah kalo mau makan. Dia kena gangguan saraf.

Keluarga Sahyun mengadakan pemakaman untuk Songwon.

Shi Eun mengantar Haerun. Lah bukannya dia punya teman dokter oriental? Ih bicaranya Haerun nggak jelas. Temannya sudah meninggal setelah jatuh dari kuda. Ia koma berbulan-bulan lalu meninggal.

Foto : NODRAKOR.ICU

Dongmi minum kopi di taman sambil memikirkan semuanya dan juga menyusun langkah selanjutnya. Saat mau pergi ia melihat seorang kakek yang terus melihat ke arahnya dan yakin kalo orang itu pasti menyukainya. Ih mendadak Donngmi kesandung.

Kakek itu berbaik hati menolongnya dan bahkan mengajaknya ke restoran bebek yang dikelolanya tapi Dongmi menolak dan bahkan juga menyebutnya pria tua. Saat ia berjalan pergi kakek itu balik mengejeknya yang kayak nenek-nenek kalo dilihat dari belakang. Ia yakin kalo dia pasti melakukan operasi pengangkatan wajah.

Foto : NODRAKOR.ICU

Shi Eun dan Haerun sampai di klinik. Hehe..karena nggak bisa menutup mulutnya, jadinya Haerun harus mengelap liurnya. Akhirnya ia berkonsultaasi sama dokternya. Apa yang dialaminya biasanya disebabkan oleh stres yang sangat berat. Shi Eun ngasih tahu kalo Haerun dicampakkan sama teman dekatnya. Dokter memberitahu kalo selain perawatan akupuntur, Haerun juga harus minum obat nanti.

Gabin meninggalkan rumah sakit bersama Dongma. Ia mengajak Gabin untuk mencoba gaun, memilih cincin dan mencari gedung hari ini juga. Gabin menanyakan keluarganya. Dongma minta asistennya untuk nggak ngsih tahu ibunya tentang yang dilakukannya hari ini.

Shi Eun pergi setelah Haerun mendapatkan perawatan. Di dalam lift ia teringat apa yang Seoban katakan kalo mereka saling mengenal.

Foto : NODRAKOR.ICU

Piyoung nelpon Yusin dan membicarakan tentang Jia. Ia ingin agar Yusin menunggu Jia sampai bangun untuk tahu kondisinya. Selebihnya ia ingin mereka bicara malam ini.

Shi Eun terus penasaran akan siapa sebenarnya Seoban. Di toilet Hyerong juga memikirkan Seoban. Ia takut mereka menghabiskan malam berdua setelah kepergiannya waktu itu, ih tapi ia rasa Shi Eun bukan tandingannya. Shi Eun kebetulan masuk. Ia bertanya tentang malam itu. Shi Eun memberitahu kalo ia langsung pergi setelah menunggu sebentar dan nggak ketemu Seoban setelahnya.

Mendadak Seoban mengirim pesan. Ia mengirim tempat janjian nanti dan menanyakan waktunya. Pukul 18.00 apa 19.00. Shi Eun menjawab pukul 19.00…

Foto : NODRAKOR.ICU

Piyoung masuk dengan wajah penuh khawatir. Mereka lalu bicara bertiga di luar. Ia menceritakan yang terjadi dari yang di dengar karena memang nggak melihatnya secara langsung. Shi Eun pikir itu karena seorang kakek pasti sangat menyayangi cucu perempuannya. Tapi Hyerong heran, kenapa ianggak merasuki istrinya?

Di pemakaman, salah seorang temannya HYerong melihat Sahyun.

Di tempat siaran Shi Eun terus melihat Seoban meski dari belakang.

Foto : NODRAKOR.ICU

Gabin sarapan dengan Dongma. Ia ingin tahu kabar Songwon tapi Dongma malah mengambil ponselnya. Ia yakin kalo temannya akan mengabarinya dan minta Gabin untuk hanya fokus padanya. Mereka membicarakan tentang pernikahan yang inginnya nggak kurang sebulan dari sekarang.

Gabin sendiri menanggapinya dengan tenang. Nggak seperti Dongma yang sangat bersemangat. Ia bahkan memikirkan untuk punya anak dulu. Kalo nggak bisa mereka bisa mencari ibu pengganti. Gabin langsung menyatakan keberatannya. Dongma lalu berubah mau mengadopsi. Yang Gabin pikirkan adalah orang tua Dongma. Seenggaknya ia harus menemui mereka. Dongma minta untuk tinggal bersama dengan Gabin.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Dalam siarannya Hyerong membaca surat dari salah seorang pendengar yang ditinggalkan suaminya demi wanita lain sebanyak dua kali. Meski begitu mantan suaminya masih mengiriminya uang untuk biaya anak-anak. Sampai suatu hari mantan suaminya jatuh dan mengalami kelumpuhan di badan bagian kiri.

Wanita itu meninggalkannya dan bahkan menjula rumah mereka. Mantan suami kembali ke mantan iastrinya. Ia merawatnya, menyuapinya dan memandikannya sambil merawat kedua buah hatinya. Ia juga membuka penitipan anak untuk menambah ekonomi keluarga. Ia ingin marah karena lelah. Tapi ia juga berpikir kalo itu mungkin adalah takdirnya.

Usai siaran ketiganya berkumpul membahasnya sambil minum kopi. Hyerong kalo jadi istri itu akan mengirimnya ke panti jompo. Kalo mau kerja juga nggak akan bisa berkonsentrasi. Menurutnya itu adalah hukuman dari Tuhan untuk perbuatannya. Shi Eun memberitahu kalo ia sedang mengalaminya sekarang. Haerun menghubunginya tadi subuh dan ia mengantarnya untuk akupuntur.

Hyerong pikir itu karena syok ditinggalkan sama Nam Gabin. Mungkin dia berharap untuk rujuk. Shi Eun langsung membantahnya. Piyoung dan Hyerong melarang Shi Eun untuk rujuk. Hyerong yakin kalo itu adalah teguran dari Tuhan agar Park Haerun merenungkan perbuatannya.

Foto : NODRAKOR.ICU

Piyoung bersama Jia. Dia sudah nggak papa sekarang dan juga sudah nggak memimpikan kakeknya lagi.

Hyanggi baru pulang dan Shi Eun mau pergi. Ia nyuruh Hyanggi untuk memanaskan sup dan ikan. Sebentar lagi Wuram pulang. Hyanggi mengantar ibunya sampai depan. Ia memuji mantel ibu yang tampak modis dan elegan padahal harganya nggak mahal.

Foto : NODRAKOR.ICU

Dongma dan Gabin sampai rumah. Dongma bicara seseorang tentang kondisi Haerun sementara Gabin mengambil minum. Setelah kembali Dongma mengajaknya untuk makan sama Seoban hari Minggu nanti. Gabin menyarankan agar Dongma menemui ayahnya meski ia meninggalkan rumah.

Dongma akhirnya memberitahu yang terjadi pada Haerun. Gabin merasa bersalah dan Dongma menghiburnya karena secara nggak langsung itu juga salahnya. Ia lalu mengajak Gabin untuk tinggal di hotel. Ia nggak suka dengan rumah itu karena merasa kalo energinya nggak bagus.

Foto : NODRAKOR.ICU

Shi Eun sampai di sana dan Seoban sudah datang. Ih padahal ia sudah datang 10 menit lebih awal. Ia pulang duluan untuk menyiapkan makan anak-anaknya. Seoban sudah pesan dan yakin kalo Shi Eun akan menyukainya. Shi Eun sendiri nggak ingat sama Seoban sama sekali. Seoban juga bilang kalo mereka nggak satu sekolah dulu.

Seoban akhirnya memberitahu kalo ia mengganti namanya. Sebelumnya namanya adalah Seo Dongmin. Ibunya nggak suka dengan nama tengahnya karena sama sama adik tirinya. Seoban mencoba memberitahu Shi Eun kalo mereka pernah belajar bersama di akademi seni Daechi dulu saat SD. Sayang Shi Eun pindah saat musim semi kelas 5. 10 hari setelah ia bergabung. Saat itu Shi Eun memberinya cokelat saat pertama kali bergabung. Dan itu adalah cokelat terenak yang pernah ia makan.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Selain itu Seoban juga minta Shi Eun untuk memanggil namanya saja. Ban. Shi Eun melakukannya tapi ia malah tertawa setelahnya. Menurutnya itu lucu. Mungkin karena belum terbiasa. Kayaknya Seoban menaruh rasa ke Shi Eun. Tanpa ragu ia menceritakan tentang situasi keluarganya ke Shi Eun. Ia juga seneng banget bisa ketemu lagi dengan Shi Eun. Pertemuan mereka dulu sangat membekas di hatinya sampai nggak bisa untuk dilupakan.

Haerun mau makan. Ia menghangatkan makanan di microwave. Dan saat mau minum malah minumannya tumpah.

Foto : NODRAKOR.ICU

Hyerong datang ke rumah Shi Eun dan membawakan kue dari penggemarnya. Shi Eun nggak ada. Ia lalu mengobrol dengan Hyanggi seputar tentang hidup. Ia juga menyinggung tentang ayah Hyanggi. Wuram datang sehabis mandi.

Hyerong mau pulang karena Shi Eun nggak ada. Mendengar Hyerong menyinggung tentang Seoban yang ngasih uang jajan ke Wuram, Hyanggi lalu bertanya seperti apa pak Ban itu. Hyerong memberitahu kalo dia baik dan keren. Kalo seperti itu kenapa belum menikah? Hyerong tersenyum. Setiap orang punya alasannya sendiri.

Piyoung nelpon Yusin setelah menidurkan Jia. Besok Piyoung ada siaran dan Yusin juga ada pasien. Ia berpesan agar Jia jangan sampai tidur sendirian.

Foto : NODRAKOR.ICU

Dalam perjalanan pulang HYerong membayangkan akan ke rumah Seoban dengan alasan mau melihat rumahnya. Secara mereka juga tetanggaan.

Seoban sendiri sedang bersama dengan Shi Eun. Dih dih ini dah kayak orang mabuk cinta. Lihat samping mulu. Padahal lagi menyetir.

Ayah sama ibu Sahyun sedih mikirin nasib Songwon dan bayinya. Mereka berniat untuk mendoakan Songwon sampai 49 hari ke depan.

Foto : NODRAKOR.ICU

Shi Eun dan Seoban yang masih di jalan membicarakan tentang ulang tahun. Seoban tahu kalo ulang tahunnya Shi Eun saat musim semi. Sedang ia 2 hari lagi di hari Minggu. Seoban ingin mengajak Shi Eun dan anak-anaknya untuk makan malam bersamanya. Ia yakin kalo mereka psati akan senang. Ia juga berpikir kalo Wuram menyukainya. Ia juga sudah ketemu sama Hyanggi. Shi Eun melarang Seoban untuk bicara dengan mereka. Takutnya mereka bingung. Ia yang akan menanyakannya pada mereka.

Sudah sampai. Shi Eun ingin Seoban menurunkannya di jalan tapi Seoban malah mengantarkannya sampai depan gedungnya. Nggak hanya itu, ia juga membukakan pintu untuk Shi Eun. Ia sampai nggak habis pikir, anak perempuan 12 tahun yang matanya bersinar kalo tertawa dulu sekarang ada di hadapannya.

Foto : NODRAKOR.ICU

Shi Eun mengingatkan kalo usianya sudah 50 tahun sekarang. Mereka ngak tahu apa yang akan terjadi nanti. Bagi Seoban, yang terpenting adalah hasilnya. Shi Eun nyuruh Seoban untuk masuk mobil. Di luar dingin. Ia lalu masuk. Dan seakan tahu kalo sedang diawasi, ia nyuruh Seoban untuk pergi karena ia nggak suka dilihat dari belakang.

Sebelum masuk mobil Seoban minta ijin untuk mengirim pesan ke Shi Eun kalo ia sudah sampai rumah.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Akhirnya Shi Eun sampai rumah. Hyanggi mengikutinya sampai kamar dan bertanya tentang kondisi ibu. Ia menyayangkan kalo harusnya ibu memberitahunya. Ia mengaku tahu dari HYerong yang tadi datang membawakan kue dari penggemarnya. Hyanggi meminta ibunya agar jangan sampai goyah.

Usai bermain drum HYerong ditelpon sama temannya yang sebelumnya melihat Sahyun di pemakaman. Ia memberitahukan apa yang dilihatnya pada Hyerong. Dari apa yang ia lihat sepertinya yang meninggal adalah keluarga dekat. Hyerong yang khawatir kalo ayah mertuanya meninggal lalu nelpon Sahyun. Kebetulan Sahyun sedang masuk ke ruang istirahat. Dilihatnya kalo telpon itu dari Hyerong.

Sebenernya dulu alasan pertama nyinop ini karena ada Sunghoon. Makanya agak kecewa saat tahu kalo Sunghon nggak ikut dalam LMAD season 3 ini. Juga kesan Sahyun yang anak manja jadi kayak ilang pas pemerannya diganti. Ih gemes tapi mau gimana lagi😅😅😅

Bersambung…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
18 Again Ep 12 Part 1
Read More

18 Again Ep 12 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis 18 Again Episode 12 Part 1, Cerita lengkap sinopsis fullnya di tulisan yang ini. Bagi…
Read More

Eve Ep 6

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Eve Episode 6, Cara menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Lihat episode sebelumnya…
Read More

Our Blues Ep 13

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Our Blues Episode 13, Cara menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. BACA EPISODE…
Read More

Idol: The Coup Ep 10

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Idol: The Coup Episode 10, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang…