Love (ft. Marriage and Divorce) Season 2 ep 2 part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Love (ft. Marriage and Divorce) Season 2 Episode 2 Part 2, Untuk menemukan daftar-daftar link recap ada di tulisan yang ini. Kalian bisa temukan sesuatu lainnya seperti Episode Sebelumnya baca disini.

Yusin nelpon Dongmi lagi dan kali ini diangkat. Kenapa lama sekali menjawabnya? Tanya Yusin khawatir. Dongmi menanggapinya dengan santai. Nggak papa. Kamu di rumah sakit?

Aku ada di depan rumah. Keluarlah. Suruh Yusin. Kamu di depan rumahku? Tanya Dongmi senang tapi ngggak mau terlalu menunjukkannya. Yusin mengiyakan. Aku lapar. Dongmi nyuruh Yusin untuk pulang dan makan malam. Aku di luar.

Yusin nggak percaya. Dia membuka pagar rumah dan menemukan mobilnya Dongmi ada di rumah. Akhirnya Dongmi membukakan pintu untuk Yusin. Tapi sebelumnya ia merapikan penampilannya dulu.

Sampai rumah Dongmi masih mengacuh nggak acuhkan Yusin. Tahu deh kalo dia ngambek. Ia mengaku mencemaskan Dongmi karena Dongmi adalah keluarganya. Dongmi menyindir Yusin yang nyuruh dokter datang kalo beneran cemas.

Dongmi nyuruh Yusin untuk pulang. Dia mau istirahat. Yusin menahan tangan Dongmi dan menyuruhnya untuk sembunyi. Ia mengungkit kalo mereka sering main petak umpet dulu saat ia masih kecil. Berkat itu Dongmi bisa senyum lagi.

Dongmi sudah sembunyi dan Yusin mencarinya. Ia mencari kemana-mana tapi nggak bisa menemukannya. Sementara itu Dongmi cekikikan di tempat ia sembunyi.

Yusin makin dekat. Ia ke kamar dan menyalakan lampu. Dongmi yang merasakan kehadiran Yusin merasa tegang. Yusin membuka semua kemari sambil mengeluh lapar. Dan setelah semuanya terbuka akhirnya ia menemukan Dongmi. Dongmi dan Yusin tertawa bahagia mengingat masa lalu.

Shi Eun bicara dengan anak-anaknya. Wuram dan Hyanggi. Ayah mereka nggak mengirim pesan. Shi Eun pikir mungkin merasa bersalah. Tapi Hyanggi pikir mereka sudah nggak saling peduli sekarang.

Sementara itu Haerun malah sedang membuat pangsit sama Gabin. Keduanya membicarakan makanan yang sering mereka makan di Korea Utara. Pangsit yang nrtrka buat sudah banyak. Bisa untuk makan selama 6 bulan. Haerun menjanjikan kalo ia akan sering mampir.

Gabin ragu menanyakan apa Haerun nggak merindukan anak-anaknya? Haerun mengalihkan dengan bilang kalo mereka sudah besar. Keduanya lalu membicarakan seandainya hubungan mereka terungkap. Gabin khawatir tentang posisi Haerun di Universitas. Haerun malah lebih mengkhawatirkan Gabin yang punya banyak penggemar. Pasti terus dibicarakan di internet.

Mengenai hal itu Gabin nggak terlalu peduli. Kehidupan yang dramatis juga menguntungkan aktor. Ia ingin agar setelah mereka menikah nanti nrtrka tinggal di rumah di Yangpyeong dan bercocok tanam. Tempatnya luas. Orang tuanya akan sering berkunjung. Haerun mengkhawatirkan apa yang akan dipikirkan orang tua Gabin tentangjya tapi Gabin menenangkan kalo orang tuanya lama tinggal di luar negeri jadi cara berpikirnya juga seperti orang luar.

Piyoung dan Yusin sarapan berdua karena Ji a habis makan piza semalam jadi nggak boleh sarapan. Ia akan membawakan belak tomat ceri dan wortel. Yusin memuji istrinya dan juga masakannya. Kalo di luar terlalu asin.

Piyoung menanyakan ibu. Secara nggak sengaja Yusin bilang kalo habus dari sana dan malah membuta Piyoung kesal. Yusin menekankan kalo mereka keluarga dan meminta Oiyoung agar jangan kesal. Ia ke sana karena ibu nggak menjawab telponnya.

Piyoung masih kesal dan nyuruh Yusin untuk cepat makan dan berangjat kerja. Yusin mengancam akan mencubit pinggang Piyoung Piyoung malah menantang.

Yusin mengeluhkan kalo dia nggak akan bisa fokus kerja kalo keadaannya gini. Dia nyuruh Piyoung untuk mengedipkan matanya tapi Piyoung nggak mau. Akhirnya Yusin yang mengedipkan matanya.

Akhirnya Piyoung tersenyum. Yusin sesumbar kalo Piyoung adalah suplemen nutrisi nya.

Ji a bangun. Yusin mengajaknya sarapan tapi Ji a hanya melihat saja. Dia nggak mau makan. Yusin sampai bilang kalo Ji a sangat mirip sama Piyoung.

Sementara itu Sahyun yang sedang bersiap berangkat kerja ditanya-tanya mulu sama Hyerong. Dia sudah bicara sama selingkuhannya? Sahyun menjawabnya dengan singkat. Mereka sudah bicara dan wanita itu setuju untuk berpisah dengannya.

Hyerong seakan nggak percaya. Kenapa semudah itu padahal dia sedang hamil anaknya Sahyun. Harusnya dia lengket padanya. Sahyun ngasih tahu kalo di pernikahan sebelumnya ia kesulitan punya anak. Karena itulah ia cukup dengan anak itu dan setuju untuk mengakhiri hubungan mereka.

Hyerong malah nggak habis pikir. Sahyun suka sama janda. Dan karena sudah berakhir ia melarang Sahyun untuk memberitahu namanya. Sahyun mengiyakan. Ia sudah siap berangkat. Hyerong menegurnya yang nggak memakai kaos kaki. Akhirnya Sahyun balik lagi.

Gabin baru bangun dan dapat telpon dari manajernya. Ia mengirimkan pertanyaan dari penulis acara radio melalui email. Gabin bisa menghapus pertanyaan yang nggak sesuai. Gabin menanyakan nama penulisnya. Lee Shi Eun. Ia mengiyakan lalu bangun.

Di rumahnya Shi Eun sedang membuat kopi. Haerun nelpon dan bilang mau datang.

Nggak lama kemudian mereka bicara di rumah. Pertamanya dia menanyakan Hyanggi. Ia akan mengambil barang-barangnya. Shi Eun sudah nggak begitu peduli. Dia nyuruh Haerun untuk mengambilnya. Bahkan ia juga sudah mengepak pakaiannya di gudang.

Hyerong nelpon ibunya Sahyun dan mendesaknya untuk segera menemui wanitanya Sahyun. Ternyata Sahyun juga meminta ibu untuk menjaga wanita nya. Ibu juga sudah bicara dengan ayah. Ia meminta Hyerong untuk tenang agar ia bisa segera hamil.

Sebenarnya Hyerong juga nggak ingin hamil tapi ia sudah terlanjur mengatakannya. Sekali lagi ia minta ibu untuk memastikan wanita itu untuk pindah.

Shi Eun mau berangkat kerja. Dilihatnya Haerun masih di ruang kerjanya. Ia menghampirinya dan menyinggungnya yang nggak pernah mengirim pesan ke anak-anak.

Haerun sendiri berpikir kalo anak-anak sangat sensitif. Shi Eun mengungkit tentang cinta Orang tua dengan anak-anaknya. Begitulah ia karena mencintai wanita itu?

Sambil jalan Shi Eun nyuruh Haerun untuk mengosongkan ruangan itu.

Song Won yang sedang menerjemahkan teringat pembicaraannya dengan Sahyun. Ia diminta untuk menemui ibunya. Ibunya akan merawatnya jadi ia nggak akan sering datang dan membuatnya cemas. Song Won teringat ibunya. Kalo dia masih ada pasti sangat syok.

Sahyun melarangnya memikirkan hal itu. Saat mendapat sesuatu ia juga pasti akan kehilangan sesuatu.

Piyoung bertemu dengan Seoban yang habis menyikat gigi. Ia berhenti merokok. Dan tiap kali ia ingin merokok ia menyikat giginya. Piyoung tertawa. Giginya bisa terkikis nanti.

Seoban menanyakan tentang sogaeting ibu mertuanya Piyoung. Piyoung memberitahu kalo ibunya nggak mau. Seoban sudah menduganya. Kalo masih ada perasaan sudah sewajarnya nggak berkencan dengan orang baru.

Dalam hari Piyoung merasa kalo Seoban makin terlihat menarik semakin ia mengenalnya.

Ibu Piyoung meminum obat. Wajahnya makin pucat.

Dokter Cho melihat wanita yang sedang berkuda dan membuatnya teringat pada putrinya. Apa hobinya. Siapa namanya.

Ami semobil sama Yusin. Mereka membicarakan apa yang didapatnya dari berkuda. Sedikit menyesal karena ia nggak memulainya saat di Amerika.

Yusin menekankan kalo hal baik akan terjadi bahkan saat ia tidur. Ia meminta Ami untuk mengikuti apa yang dikatakannya. Ami mengaku ingin hal baik lainnya. Ia ingin mobil. Yusin menjanjikan akan membelikannya di ulang tahunnya yang selanjutnya.

Ami menolak karena ia hanya bercanda tapi Yusin tahu kalo ia memang menginginkannya.

Dokter Cho masih memikirkan putrinya. Yusin yang baru datang bersama Ami menyapanya sekedar berbasa-basi.

Shi Eun habis menonton film dengan anak-anaknya dan mau lanjut makan.

Ahjumma yang bekerja di rumah Dongmi nenyampaikan kalo dia krlihat ayah duduk di lantai. Ia bahkan menunjukkan tempatnya. Dongmi nggak mempercayainya. Menurutnya hantu itu nggak ada. Pun kalo ada dia malah nyuruh ahjumma untuk bertanya jrnapa dia duduk di lantai.

Ahjumma itu takut. Dongmi menawarkan untuk menaikkan gajinya tapi ahjumma itu menolak. Dia hanya ingin berhenti bekerja.

Di restoran, sambil menunggu makanan, Shi Eun menyinggung tentang ayah mereka yang menanyakan kabar mereka saat mengambil barang-barangnya di ruang kerjanya. Bukankah Hyanggi mau menggunakan ruangan itu?

Hyanggi menolak dan mau menjadikannya sebagai ruang ganti saja. Wuram punya use lain. Ibu bisa menggunakan ruangan itu sebagai ruang kerjanya dan ruang belajar bagi mereka.

Ami sama Yusin memberi makan kuda sambil membicarakan tentang Jeju. Secara Ami habis dari Jeju. Ami menyampaikan keinginannya untuk pergi ke Jeju bersama Yusin selama 10 hari atau sebulan. Mereka juga bisa mendaki gunung.

Yusin yang nggak bisa memenuhinya nyuruh Ami untuk pergi dengan teman-temannya. Ami kecewa dengarnya. Mau melakukan hiking aja nggak bisa.

Sahyun sudah selesai bekerja. Song Won nelpon dan menyampaikan kalo ia kau bertemu dengan ibunya. Sahyun mau mampir untuk membawakannya makanan tapi Song Won menolak.

Setelahnya Sahyun nelpon ibu dan menyampaikan kalo wanitanya mau menemui ibu. Ia menanyakan apanyang ibu mau katakan tapi ibu nggak mau ngasih tahu. Ia menjanjikan nggak akan kejam pada wanita itu karena ia tahu kalo dia sedang mengandung.

Kehamilannya membuat Sahyun mrhasa bersemangat. Ibu menyindirnya yang akan lebih semangat saat Hyerong hamil nanti. Ibu menanyakan na wanita itu tapi Sahyun nggak mau ngasih tahu. Padahal sebelumnya bilang kalo ia adalah anak yang jujur. Pantas saja kejujurannya sampai membuat Hyerong muntah darah.

Sahyun minta ibu untuk berhenti membahas itu. Ibu menyalahkan Sahyun. Gegara Sahyun ia sama ayahnya jadi lebih tua 5 tahun.

Ayah datang. Ibu terpaksa menutup telponnya. Ia bahkan bohong lagi telponan sama ibunya Byeolhui saat ayah nanya. Ayah nggak bisa membuka kancing jaketnya dan nyuruh ibu untuk membukakannya.

Ibu menurut. Ayah juga nyuruh ibu untuk mengatur pertemuan sama wanitanya Sahyun. Ibu meremehkan kalo belum tentu wanita itu mau. Ayah yakin mau. Orang mereka akan membelikannya rumah.

Bersambung..

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like