Love (ft. Marriage and Divorce) Season 2 Ep 12 part 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Love (ft. Marriage and Divorce) Season 2 Episode 12 Part 3, Untuk menemukan daftar-daftar link recap ada di tulisan yang ini. Kalian bisa temukan sesuatu lainnya seperti Episode Sebelumnya baca di

Foto : TV CHOSUN
Foto : TV CHOSUN

Piyoung: Apartemen satu kamar itu, tak mungkin lebih nyaman dari rumah ini. Itu artinya kau lebih suka orang yang tinggal di sana. Katakanlah. Apa yang membuatmu tertarik? Karena muda? Atau bertingkah manis?

Yusin: Tak begitu.

Piyoung: Lantas?

Yusin: Ada buku yang berjudul, Men Are from Mars, Women Are from Venus. Kau tak akan mengerti.

Piyoung: Hentikan analogi dan teknik persuasimu. Coba jelaskan secara logis. Berhenti mencoba berkelit dengan berkata ini “masalah pria”.

Yusin: Saat kecil, anak perempuan bermain boneka dan rumah-rumahan, sedangkan anak laki-laki suka mainan. Setelah bermain beberapa kali, akan bosan dan mau mainan baru. Kau paham, kan?

Piyoung: Jadi, kau menikahi mainan, lalu tertarik dengan mainan baru.

Foto : TV CHOSUN
Foto : TV CHOSUN

Yusin: Itu hanya metafora. Kita berdua melakukan yang terbaik sebagai suami dan istri. Lalu aku bertemu Ami. Cara dia bicara, tingkah laku, dan sikapnya padaku berbeda denganmu. Aku hanya ingin merasakan sesuatu yang baru sesaat. Ini sungguh bukan apa-apa. Ubahlah pikiranmu menjadi lebih positif. Pria adalah langit, dan wanita adalah tanah. Langit menurunkan hujan. Hujan bisa turun di mana pun, tapi tanah tak bisa bergerak mengikuti hujan. Itu logika menurut alam. Karena manusia adalah mikrokosmos, wanita diibaratkan tanah. “Pria tak bisa menolak yang datang padanya?” Itu mencerminkan kenyataan. Karena perbedaan yang melekat antara pria dan wanita.

Piyoung: Apa kau senang berhubungan…dengan wanita lain?

Yusin: Jika kusangkal, kau pasti menanyakan kenapa membelikan mobil, mengajaknya berkuda, dan bertemu berbulan-bulan. Ada mainan yang disimpan selamanya dan ada mainan yang membosankan setelah dimainkan beberapa kali.

Piyoung: Aku mainan 13 tahun, dan dia mainan satu tahun?

Yusin: Saat menikah, aku membuka kotak penyimpanan benda yang berharga waktu kecil dan kau tertawa melihat mainan robotku. Apa mainan yang kumainkan hanya robot itu? Maknanya berbeda. Begitulah pria. Makanya pria disebut binatang. Jika manusia hidup dengan binatang, pasti ada yang membuat frustrasi dan hal yang tak disukai. Karena berbeda jenis. Aku akan jujur. Wanita lebih tinggi levelnya.

Foto : TV CHOSUN
Foto : TV CHOSUN

Piyoung: Kenapa binatang berpura-pura menjadi manusia saat pacaran? Kau tampak sangat normal, sangat pintar, sopan, dan berpengetahuan.

Yusin: Benar.

Piyoung: Setelah menikah pun, apa kau tak bisa terus bertanggung jawab?

Yusin: Aku berusaha, tapi sifat asli akan muncul pada titik tertentu. Meski tak terlihat, bukan berarti baik-baik saja. Aku juga sangat menderita karena merasa bersalah kepadamu. Kini aku malah merasa lebih lega dan nyaman.

Piyoung: Intinya, aku hanya bisa hidup dengan manusia. Pria yang manusia di luar dan dalam. Jika tak ada pria seperti itu, aku akan hidup sendiri.

Piyoung: Lihatlah hikmahnya. Apa anak-anak selalu menyebalkan? Jika begitu, bisakah membesarkannya? Memungkinkan karena lebih menggemaskan. Ji a juga mulai melawan saat berusia empat tahun. Banyak hal yang membuat kita kesal. Selain masalah ini, aku tak pernah berbuat salah.

Meski kekayaanku diwarisi dari Ayah, aku tak punya kebiasaan buruk saat minum miras, menghormati sifatmu, aku rajin mandi meski banyak pria yang malas mandi, penampilanku tak terlihat buruk, dan kepribadianku cukup baik. Pikirkanlah sisi baiknya. Satu kesalahan cukup. Aku tak akan mengulanginya. Jika begitu, aku bedebah…

Foto : TV CHOSUN
Foto : TV CHOSUN

Piyoung: Bukan itu intinya. Jika mendengar perkataanmu, semua terdengar benar. Namun, kesempurnaan itu… bukan dalam artian baik, tapi buruk. Bagaimana kau bisa melakukan hal itu kepada istri dan anak yang kau kagumi serta cintai, sambil mengekspresikan kasih sayang begitu? Bagian dan sisi dari dirimu itu yang terasa asing dan tak manusiawi.

Kau tak seperti suamiku lagi. Kasih sayangku padamu sudah habis. Tak bisa memasang wajah ceria, tatapan penuh cinta, dan mengatakan ucapan yang manis.

Apa itu keluarga? Bisakah hidup serumah dengan sebutan “sayang?”

Bagaimana bisa? Hanya demi anak? Apa harus berpura-pura? Apa kita harus hidup berpura-pura? Apa kita ajarkan Ji-a begitu? Jika kau pulang telat lagi,

“Apa ada selingkuhan baru?” Jika kau memberiku hadiah, “Apa melakukan kesalahan di luar?” Mau kau perhatian atau lalai, aku akan curiga.

Perselingkuhanmu telah hancurkan cinta, rasa hormat, dan rasa percaya. Aku sedih, hampa, dan pilu. Untuk apa aku terus bertahan hidup? Demi Ji a? Pandangan orang lain? Masa depan yang belum terjadi? Karena orang-orang akan memuji kita saat wajah kita penuh keriput dan bergandengan tangan dengan erat? Itu mungkin.

Seperti katamu, jika terus berjuang, aku mungkin akan bisa melupakan dan menerima semuanya. Karena manusia pelupa. Itu bisa terjadi saat pria masih muda. Aku bisa saja bersyukur karena kau tak minta bercerai dan mau mempertahankan keluarga.

Meski begitu, kupikirkan berkali-kali dengan kepala dan hatiku saat tak bisa bicara. “Tak seharusnya begini.” Bagaimana bisa? Bagaimana bisa kepercayaan dibalas dengan tipu muslihat?

Foto : TV CHOSUN
Foto : TV CHOSUN

Yusin: Bukan tipu muslihat.

Piyoung: Lantas? Penghinaan? Bagaimana rasanya melihatku tertipu? Aku tak menyangka kau melakukan hal lain. Kau berpikir apa saat melihatku tertawa tiap kau berkata manis? Apa kau senang? Apa bahagia dan lega karena aku tertipu? Namun, kau tak bisa berbohong selamanya. Kulihat Ami memakai mantel. Suaminya Si Eun melihatmu berkuda dengan wanita muda. Aku ke tempat berkuda untuk memastikannya. Jadi, kau mengakhirinya, kan? Padahal kau sudah memohon maaf, tapi aku tak berubah pikiran. Kau pasti kesal. Jika hidup seadanya seperti wanita lain, aku mungkin hanya akan marah dan memaafkanmu dengan janji kau tak akan mengulanginya. Namun, aku sudah lakukan yang terbaik. Aku sama sekali tak bisa hidup dengan kau yang seperti ini. Kau sungguh berbeda. Seperti wanita yang tak semua sama, tak semua pria binatang. Aku sudah selesai bicara. Tak ada lagi yang mau kukatakan atau dengar.

Piyoung bangiut dan menawari Yusin untuk minum air tapi Yusin menggeleng. Ia ke dapur dan minum dari cangkir. Setelahnya ia kembali.

Yusin: Jika ibumu… bersabar dan memaafkan perselingkuhan ayahmu, kau pun akan bersabar menghadapi ini. Orang mengikuti yang mereka lihat. Kau salahkan ibumu karena bercerai dengan ayahmu, tapi tindakanmu ini sama.

Foto : TV CHOSUN
Foto : TV CHOSUN
Foto : TV CHOSUN

Piyoung: Lancang sekali.

Yusin: Jangan hanya memikirkan kesalahanku. Pikirkan dirimu sendiri. Apa keputusanmu sungguh tepat? Apa kau bisa katakan kepada Ji a dengan percaya diri setelah ini? Apa Ji a akan memujimu? “Ibu, keputusan Ibu tepat. Karena Ibu sudah bercerai, aku tak akan malu di depan teman-temanku. Calon mertuaku pun berkata bahwa aku tumbuh besar dengan baik meski kedua orang tuaku berpisah.”

Piyoung yang nggak bisa nahan langsung menamparnya.

Yusin: Pukul lagi. Aku juga akan katakan semua yang kuinginkan. Anak cerminan orang tua.

Piyoung: Apa ayahmu mendidikmu seperti itu? Benar juga. Pasti Bu Kim Dongmi yang mengajarimu.

Yusin: Jangan jelekkan orang di belakang. Dia tak bersalah kepadamu.

Foto : TV CHOSUN
Foto : TV CHOSUN

Piyoung duduk.

Piyoung: Katamu anak cerminan orang tua. Kau tumbuh besar dengan didikan Bu Kim. Itu sebabnya.

Yusin: Kepribadianku tak buruk karena mirip dengan Ayah. Tak bisa disangkal. Aku tak melakukan kesalahan sambil menipu dan memanipulasimu. Aku diajari untuk baik kepada wanita. Kau diajari apa? Memperpanjang kesalahan pria? Sifat keras kepalamu yang tak akan berubah terlepas dari semua yang telah kukatakan dan lakukan? Aku bertindak sesukaku dengan badanku dan kau tak dirugikan.

Piyoung: Tak dirugikan?

Yusin: Apa aku membelikannya mobil dan makanan dengan uangmu? Aku memberimu cukup uang untuk biaya sehari-hari. Meski kau terluka dan merasa dikhianati, pernahkan kuabaikan keluarga kita dan hanya pedulikan kesenanganku?

Apa perasaanku kepadamu berubah dan menyiksamu? Aku hanya berpaling sesaat karena tak sengaja bertemu, tapi kau menghinaku dengan kata-kata kasar. Meski benar, itu keterlaluan. Aku sudah minta maaf, tapi tak berguna.

Piyoung: Sifat aslimu mulai keluar? Siapa yang menyuruhmu berdebat? Aku hanya mau kita ke pengadilan.

Foto : TV CHOSUN
Foto : TV CHOSUN

Yusin: Bagaimana bisa aku mengikutimu terjun ke jurang? Kau mau merusak keluarga kita. Anak kita terancam akan terluka dan menangis. Apa harus kuikuti?

Piyoung: Kau penyebabnya.

Yusin: Pikirkan sudut pandangku! Jika kau pria…

Piyoung: Pikirkanlah aku lebih dulu!

Yusin: Aku memikirkannya berkali-kali karena aku memahamimu.
Aku minta maaf kepadamu, bahkan tak keberatan kau memacari pria lain. Kau bisa hidup sesukamu. Hanya suami gila yang akan berkata begitu!

Piyoung: Ini pasti wajah aslimu.

Yusin: Kau harus melihatnya. Banyak yang belum kutunjukkan. Jika kau terima keputusan ibumu dan memperlakukannya dengan baik, mungkin ibumu takkan sakit. Jika begitu, hari itu takkan dilarikan ke RS dalam keadaan koma.

Dan hubunganku dan Ami berakhir sesuai rencana. Karenaku kau tak bisa meminta maaf kepada ibumu? Baiklah. Aku yang membuatmu tak bisa bersuara. Namun, bisa berlalu tanpa diketahui. Semua orang pasti lakukan beberapa kesalahan dalam hidup.

Piyoung: Tergantung kesalahannya.

Foto : TV CHOSUN
Foto : TV CHOSUN

Yusin: Tak ada jiwa tanpa luka. Kebanyakan wanita akan memaafkan dan melupakan perselingkuhan suami mereka. Lihatlah istri Gyeong-cheol dan Dokter Ha. Apa mereka memaafkan suami karena tak kompeten? Istri Dokter Ha adalah interpreter.

Istri Gyeong-cheol mengurus akademi dan berpenghasilan lebih tinggi. Apa hebatnya kau sampai berlagak? Kuakui kau tampak lebih anggun dan terlihat lebih muda dari wanita lain karena pintar merawat diri. Tapi jika aku tak hasilkan banyak uang, gajimu harus dipakai untuk biaya sehari-hari. Jika begitu, kau tak ada bedanya dengan wanita lain. Kau takkan punya uang untuk mengurus dirimu.

Piyoung: Apa dibesarkan ibu tunggal mengganggu peranku sebagai istri? Apa wanita yang dibesarkan oleh kedua orang tuanya memiliki hati seluas laut dan murah hati? Aku istri yang lebih baik daripada mereka semua!

Yusin: Itu maksudku. Aku tak bisa tanda tangan surat cerai karena tahu semua usahamu. Aku tahu terima kasih. Kau tak bisa lebih baik lagi dari ini. Ini hanya cobaan yang terjadi karena aku. Aku memohon kepadamu untuk berjuang bersama-sama.

Jika jadi kau, akan kumaafkan. Tiap terpikir dan merasa kesal, kau bisa salahkan dan marahi aku. Setelah melakukannya beberapa kali, kau akan lelah dan lupa. Lalu, kau akan mulai tertawa lagi. Bukankah manusia seperti itu? Ada kelebihan dan kekurangan.

Piyoung: Pada akhirnya, aku yang lebih bersalah daripada kau?

Yusin: Berhenti berdebat soal siapa yang salah. Jika anak meminta maaf saat melakukan kesalahan, bukankah harusnya orang tua memaafkan? Apa akan kau usir setelah mereka memohon maaf? Begitu juga para suami.

Bersambung…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Yumi’s Cells Ep 10

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Yumi’s Cells Episode 10, Jika Kalian ingin melihat full recapnya tersedia lengkap di tulisan tulisan…
Read More

Red Shoes Ep 14 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 14 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…
Nevertheless Ep 2
Read More

Nevertheless Ep 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Nevertheless (I Know But) Episode 2, Jika penasaran akan daftar lengkapnya ada di tulisan tulisan…