Love (ft. Marriage and Divorce) Season 2 Ep 12 part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Love (ft. Marriage and Divorce) Season 2 Episode 12 Part 2, Untuk menemukan daftar-daftar link recap ada di tulisan yang ini. Kalian bisa temukan sesuatu lainnya seperti Episode Sebelumnya baca di

Foto : TV CHOSUN

Lanjut lagi perdebatannya ya…

Yusin: Hanya melihat sisi buruknya. Tak ada baiknya jika kau tahu. Kebenaran tak selalu baik. Apa kebohongan selalu buruk? Ada istilah “kebohongan putih” dan “lebih baik tak tahu”. Meski bukan istilah yang tepat, kutemui dia untuk melepas penat. Kau pikir aku tak stres? Aku ingin lakukan yang terbaik untukmu dan Ji a di rumah, berusaha sebisaku. Tiap hari, aku harus hadapi pasien, serta dengarkan betapa menderita dan tersiksanya mereka. Mengoperasikan RS lebih sulit dari perkiraanmu.

Piyoung: Itu sebabnya kau mulai berkuda. Kau menyukainya karena bisa melepas penat. Kau pasti sangat menyukainya sampai dibawa ke tempat berkuda. Lalu, suaminya Si Eun melihat kalian yang terlihat seperti pasangan muda dan menyuruh Si Eun memberitahuku. Ibu pernah menyuruh kami ikut denganmu ke tempat berkuda, dan apa katamu? “Kuda bisa terkejut. Anggota klub tak suka jika suasana jadi kacau.” Agar kami tak ikut. Kini semua jelas. Kau masih bilang keluarga berharga bagimu? Jangan pernah menyebut kata “keluarga” lagi!

Yusin: Aku hanya ingin bertemu sambil berolahraga awalnya.

Foto : TV CHOSUN
Foto : TV CHOSUN

Piyoung: Kau takkan akui satu hal pun, kan? Aku juga akan pakai Ji a sebagai contoh, meski sangat ngeri membayangkannya. Jika Ji a berpacaran dengan pria tua yang sudah berkeluarga, apa kau akan menyuruh Ji a menemuinya sambil berkuda? Berhenti berdebat. Makin kau bicara…

Yusin: Apa Ji a harus tumbuh besar tanpa ayah? Meski wanita lemah, bukankah ibu kuat? Apa kau mau buat Ji a tersiksa hanya karena aku menyakitimu?

Piyoung: Aku takkan beri tahu sampai dia bisa menerima semuanya secara alami.

Yusin: Apa wajar keluarga hancur?

Piyoung: Kau menghancurkannya!

Yusin: Ji a tak bodoh.

Piyoung: Jelaskan kepada putri kecilmu soal yang kau katakan kepadaku. Hubungan kalian tak seserius yang kupikirkan. Tak bisa?

Yusin: Meski tampak kuat, manusia sangat lemah. Kau tak bisa memaafkanku karena lemah.

Foto : TV CHOSUN
Foto : TV CHOSUN

Piyoung: Benar. Meski aku berusaha berkali-kali untuk berubah pikiran, tak akan bisa. Semua kebohongan. Pengkhianatan. Bagaimana bisa kumaafkan? Bagaimana bisa kulupakan? Jika ada obat yang bisa melupakan kenangan buruk, ingin kumakan dan kulupakan semuanya. Suami yang berpenampilan dan berkepribadian baik. Semua orang di sekitarku iri dan memujiku. Aku ingin terus hidup dicemburui orang-orang. Apa kau selingkuh dengan pikiranmu? Pikiranku juga ingin memaafkanmu dan terus berjuang, tapi hatiku tak bisa. Mungkin pikiranmu juga tak berniat melewati batas. Hatimu yang tak mendengarkannya. Kau pria lemah yang tak bisa menahan godaan wanita. Aku wanita berpikiran sempit yang tak bisa memaafkan kesalahan suaminya. Kita cocok. Mungkin ibu-ibu di zaman dulu bisa memaafkan perselingkuhan suaminya, tapi aku sama sekali tak bisa.

Yusin: Kita tinggal terpisah sampai kau bisa menerimanya. Itu tawaranku. Aku tak masalah disalahkan dan jadi pria jahat. Tanyalah kepada teman-temanmu. Apa berpisah adalah pilihan yang tepat?

Piyoung: Kenapa kau tak tanya temanmu lebih dulu? Apa boleh berselingkuh? Apa ternyata semua temanmu berselingkuh?

Yusin: Ibumu menderita setelah perceraiannya. Aku selalu merasakan kesedihan di matanya. Dia tak pernah bisa tertawa lepas kecuali saat melihat Ji a.

Piyoung: Murah sekali. Jangan berani-berani menyinggung kelemahanku.

Yusin: Ini situasi yang sama. Ibumu…

Piyoung: Berbeda! Ayahku tak khianati ibuku tanpa rasa bersalah!

Foto : TV CHOSUN
Foto : TV CHOSUN

Yusin: Ayahmu bilang sebelum berselingkuh dengan sekretaris? Selain bajingan atau pria yang sudah tak mencintai istrinya, tak ada yang berniat untuk selingkuh sejak awal. Semuanya terjadi secara tak terduga. Banyak masalah dalam hidup. Ini salah satunya. Apa hanya ada hal baik? Kita bisa alami kesedihan, ketidakadilan, bahkan kecelakaan. Selain manusia bermoral tinggi, wajar jika tak bisa menahan godaan. Seperti wanita yang suka barang mewah dan terpaksa beli, lalu menyesalinya. Itu adalah dasar psikologi. Semua jenis keinginan sama. Hanya subjek yang berbeda. Tas mewah atau orang.

Piyoung: Lagi-lagi dengan kepalsuan.

Yusin: Apa salah secara logika? Jika masuk akal dan logis, artinya benar. Meski perkataanmu benar…

Piyoung: Kata siapa benar? Aku mengakui bahwa aku banyak kekurangan. Pergilah ke sisi A Mi yang berbaik hati mau berbohong dan mengakui pacar yang telah beristri sebagai kakak! Aku akan melepaskanmu!

Yusin: Jangan rusak hidup kita dengan emosi sesaat.

Piyoung: Siapa kau menasihatiku?

Yusin: Bukan hanya soal kita. Kumohon. Kita harus prioritaskan anak. Kesalahanku itu masa lalu dan sudah berakhir, tapi anak masa depan. Apa harus hancurkan hidup anak hanya karena kesalahan suami?

Piyoung: Meski orang tuaku bercerai, aku baik-baik saja. Aku lebih buruk dari wanita yang tinggal bersama ayah dan ibu?

Yusin: Tidak.

Piyoung: Ji a pun akan begitu. Tak perlu cemas.

Foto : TV CHOSUN

Yusin: Syukur jika orang-orang juga mengakui kau pintar dan tak kekurangan apa pun. Jika bukan karena Ibu, ayahku tak akan menerimamu sebagai menantu. Kau tak hidup di dunia ini sendiri. Kita dibantu dan membantu orang lain. Aku memahamimu. Aku hanya perlu kemurahan hatimu.

Piyoung: Harusnya kita ikuti kemauan ayahmu dan tak menikah.

Yusin: Aku telah menjadi suami yang baik selama 13 tahun. Kau juga mengakuinya. Meski bersalah selama kurang dari setahun, tak berarti aku mengabaikan keluarga kita. Tapi kau menyesal menikahiku?

Piyoung: Akhirnya begitu. Bahkan bendungan besar bisa runtuh karena satu lubang. Manusia pun bisa kesal karena hal kecil. Wajar jika hubungan merenggang. Mau setahun atau dua tahun, waktu tak penting. Keyakinanku telah hancur. Cinta suami dan istri bisa bertahan karena kepercayaan dan keyakinan. Anggaplah rasa cintamu padaku masih tetap sama, tapi kepercayaan dan keyakinan telah hancur.

Yusin: Akan kukembalikan semuanya seperti semula. Setidaknya kita harus coba. Kau tak bisa merebut kesempatan itu.

Foto : TV CHOSUN
Foto : TV CHOSUN

Piyoung: Jangan berharap apa pun padaku setelah lakukan hal yang tak masuk akal!

Yusin: Mana mungkin manusia bisa sempurna?

Piyoung: Kurekomendasikan pernikahan ke junior yang menimbang untuk menikah. Kubilang, berbeda dengan pacaran. Ada rasa sayang yang sangat luar biasa. “Bagaimana jika tak cinta lagi? Bagaimana jika suami beralih ke wanita lain?” Dia bahkan cemaskan masalah keluarga mertua dan lainnya. Kujawab, “Lebih baik tak menikah jika kau tak yakin bisa mengatasinya.” Aku sangat yakin saat menasihatinya, tapi aku yang tak bisa mengatasinya. Mungkin ini adalah kekuranganku. Sama seperti kau mengakui kesalahanmu, aku pun mengakui kekuranganku.

Yusin: Kau tak punya kekurangan. Aku yang bersalah.

Piyoung: Terserah. Aku juga tertarik dengan pria tampan. Aku juga terpesona pada pria bersuara bagus. Namun, hanya itu. Aku tak berpikir aneh-aneh dan serakah. Aku sudah lakukan yang terbaik. Namun, bagaimana kau bisa melakukannya? Sambil bersikap sebagai suami yang baik, kau berselingkuh…

Yusin: Aku khilaf sesaat.

Foto : TV CHOSUN
Foto : TV CHOSUN

Piyoung: Semua orang melakukan kesalahan. Namun, membunuh seseorang tak disebut kesalahan, tapi pembunuhan. Kau bahkan memeluk wanita lain selain istrimu. Pasti sudah menyatakan cinta juga. Ini tak masuk akal.

Jika kulakukan itu dan pulang dengan tatapan penuh kasih sayang, bagaimana perasaanmu? Aku baru mau makan malam, lalu Bibi yang ada di Filipina telepon dan bilang ibuku pingsan. Aku berlari seperti orang gila. Bibi menyalahkanku karena telah biarkan Ibu sampai seperti itu, lalu menampar pipiku. Aku terjatuh setelah ditampar. Aku bahkan tak tahu Ibu sakit. Kau tak bisa dihubungi. Ibu dipindahkan ke kamar keluarga.

Karena Perawat Park lewat, kutanya keberadaanmu. Katanya kau baru saja ke kamar Ami di kamar naratama. Karena selantai, aku langsung ke sana. Ada wali yang salah membuka kamar itu, lalu masuk ke kamar sebelah. Begitu tiba, karena pintunya sudah terbuka aku bisa melihatmu berpelukan dengan pasien wanita.

Aku berjalan mundur tanpa kusadari. Aku sangat terkejut. Entahlah. Kenapa aku ingin kembali ke kamar Ibu. Kurasa karena aku lihat sesuatu yang harusnya tak kulihat. Saat menuju kamar Ibu, terpikir kemungkinan aku salah lihat. Jadi, aku kembali ke kamar naratama itu.

Namun, tiba-tiba lututku lemas. Lorong rumah sakit berputar. Bibi bilang sesuatu sambil mencoba mengangkat badanku, tapi tak bisa. “Aku pasti salah lihat. Yu-sin tak mungkin begitu.” Hanya itu yang ada di pikiranku. Lalu, tiba-tiba…kau keluar dari kamar itu.

Ingatanku hilang setelah itu. Saat membuka mata, kau sedang tidur di kasur wali dengan wajah tenang. Meskipun begitu, aku ingin menanyakan kondisi Ibu, tapi tak bisa bersuara. Aku bukan hanya terkejut.

Aku sama sekali tak curiga kau akan lakukan hal itu. Aku sangat memercayaimu. Aku bahkan tak terpikir kata “khianat.” Yang ada di pikiranku hanya, “Bagaimana bisa dia melakukan itu?” Ada sisi yang sehari-hari kau tunjukkan kepadaku. Kau selalu bertanggung jawab atas segalanya, tak pernah asal bicara, dan sangat pengertian.

Aku kehabisan kata-kata. Semua orang berpikir aku tak bisa bicara karena Ibu. Keadaan Ibu kritis, dan beberapa kamar sebelah kamar Ibu, selingkuhan suamiku sedang terbaring. Aku tak bisa bernapas dengan teratur. Aku…bahkan terpikir untuk pergi mengikuti Ibu.

Jika bukan karena Ji a… . Namun, kau mau aku memaafkanmu karena ini tak disengaja? Aku juga sangat ingin memaafkanmu. Boleh tertarik dengan wanita lain, tapi tak boleh menyukainya. Atau setidaknya akhiri sebelum kuketahui.

Foto : TV CHOSUN
Foto : TV CHOSUN

Yusin: Pria hanya cintai satu orang. Aku tak menyukainya. Jika begitu, aku sudah minta cerai seperti suaminya Si Eun.

Piyoung: Kau lebih jahat. Dia jatuh cinta, sementara kau memanfaatkan wanita ini tanpa sedikit pun rasa bersalah. Tak aneh. Kau pun tak merasa bersalah kepadaku.

Yusin: Bukan begitu.

Piyoung: Setelah kupikir, apa kau berikan kejutan karena merasa bersalah? Karena merasa bersalah, kau katakan hal-hal manis. Kata orang manusia makhluk paling mengerikan. Kau buktinya.

Yusin: Apa hanya ada putih dan hitam? Tak ada abu-abu? Apa perasaan manusia bisa dikategorikan seperti itu?

Piyoung: Bisa, jika soal cinta. Hanya suka atau benci. Tak ada di antaranya. Kau suka istrimu dan wanita lain. Hanya bajingan yang mempermainkan wanita. Pekerjaan dan kepribadian bisa beragam, tapi bagaimana bisa membodohi keluarga sebagai suami, juga ayah?

Yusin: Aku sangat malu dengan diriku dan merasa sangat bersalah. Kau pernah bilang bahwa kita tak boleh mengomentari orang dan berlagak sampai peti mati ditutup dan dipaku. Semua bisa terjadi.

Piyoung: Kau mau aku melakukan kesalahan? Mungkin benar, tak bisa dihindari, tapi apa tak bisa hindari perselingkuhan? Jika punya hati nurani, bisa menghindar. Tak perlu lakukan apa pun.

Foto : TV CHOSUN
Foto : TV CHOSUN
Foto : TV CHOSUN

Yusin: Tergantung pada pemikiran dan keputusan. Bisa jadi bukan masalah besar. Aku pernah undang biksu ke RS dan dengar ceramahnya. Lebih baik sakit daripada mati, dan lebih baik miskin daripada sakit. Bukankah lebih baik sakit hati daripada kita menderita sakit akut? Katakan kita hidup bahagia dan aku tak lakukan kesalahan, tapi sakit parah. Kemudian Tuhan bilang aku akan disembuhkan jika berselingkuh. Kau pasti akan mencari wanita yang ideal dan mendukungku. Bukankah begitu? Habis gelap, terbitlah terang. Kali ini, aku makin yakin dengan perasaanku terhadapmu. Aku tak bisa hidup…

Piyoung: Karena tak ada wanita sebaik aku. Tak ada istri yang sekompeten aku. Aku satu-satunya.

Yusin: Benar. Sudah kubilang, wanita sepertimu hanya ada satu. Mulai kini, aku akan menjadi suami terbaik di dunia. Aku akan perbaiki jika ada kerusakan, pekerjaan rumah, mengurus Ji a. Kulakukan semuanya. Kau fokus pada pekerjaanmu. Kau bisa hidup semaumu.

Piyoung: Kau bilang akan menikah tiga kali? Sekali dengan istri sekarang, sekali dengan Sa Piyoung, dan sekali dengan ibunya Ji a? Kau malah bersenang-senang dengan wanita lain. Bagaimana bisa katakan itu?

Yusin: Aku serius. Meski bertingkah gila, aku tak asal bicara. Jika dilahirkan kembali, aku tetap ingin menikah denganmu. Meski tak mungkin terjadi, jika kau lebih dulu wafat, aku akan simpan mayatmu dan menyuruh Ji a mengkremasi kita bersama, lalu disebar setelah abu kita dicampurkan.

Foto : TV CHOSUN
Foto : TV CHOSUN

Piyoung: Kata siapa kuizinkan? Hubungan kita berakhir! Jika mati lebih dulu, aku mau langsung dikremasi dan disebar abunya. Aku menyesal telah mengatakan, “Aku juga akan menikah tiga kali dengan suamiku sekarang, Shin Yu-sin, dan ayahnya Ji a.” 6 Aku ingin merobek mulutku. Aku ingin memotong lidahku! Pergi ke pengadilan sekarang. Aku sudah katakan dan dengar segalanya.

Piyoung bangkit dan bersiap pergi.

Yusin: Aku takkan ke pengadilan. Kita hanya bisa dipisahkan kematian.

Piyoung: Apa katamu?

Ia kembali duduk.

Foto : TV CHOSUN
Foto : TV CHOSUN

Yusin: Akan kubayar kekecewaan dan lukamu. Alih-alih bercerai, akan kubuat kau melupakannya dengan cara lain. Jika berpisah begini, akan benci dan dendam. Meski aku akan terus mencintaimu, kau akan menyalahkan dan membenciku selamanya. Akan kubuat kau merasakan bahwa cintaku kepadamu tulus. Jika mau dipisahkan kematian, harus mencintai sampai akhir.

Piyoung: Jangan konyol.

Yusin: Ratu Elizabeth II dan suaminya menikah selama 74 tahun. Ada artikelnya. Apa perasaan mereka konsisten selama 74 tahun? Ada banyak masalah. Bahkan ratu Inggris bertahan dan mempertahankan pernikahannya. Melalui kesempatan ini, aku akan menjadi orang yang lebih baik. Aku akan lebih dewasa. Aku akan menjadi suami yang hebat, mendedikasikan hidupku untukmu selamanya 6dan membuatmu mencintaiku lagi.

Piyoung: Kau tak dengar perkataanku? Kau bisa mengutuk dan meludahiku. Meski kau perlakukan aku seperti serangga, akan kuterima. Itu pantas. Biarkan aku bertambah tua di sampingmu sebagai suamimu.

Piyoung: Atas dasar apa? Aku juga ingin kencan dengan pria lain, yang bisa dipercaya luar dan dalam. Apa aku hidup sia-sia selama ini? Aku memercayaimu, tapi dikhianati.

Yusin: Yang terpenting adalah hasilnya. Seseorang bisa dikatakan sukses jika tak ada penyesalan selama hidup. “Hal baik akan datang jika bersabar. Bersabarlah setidaknya tiga kali.”

Piyoung: Kenapa kau tak menahan diri?

Yusin: Aku menjaga jarak, lalu terpeleset.

Piyoung:: Kenapa terus mengelak?

Yusin: Apa kau mau buat Ji a menyalahkanmu sepanjang hidupnya?

Foto : TV CHOSUN
Foto : TV CHOSUN

Piyoung: Ibuku melarang ayahku untuk menemuiku. Kau boleh temui Ji a. Kapan pun. Tak kuhalangi.

Yusin: Aku tahu dari pasien. Meski terlihat baik dari luar, perceraian orang tua berdampak buruk bagi anak.

Piyoung: Perselingkuhan berdampak baik?

Yusin: Itu bisa diperbaiki.

Piyoung: Jangan menilai dengan pemikiran dan standarmu. Lukaku… . Kasih sayang kepadaku, pasti diberikan kepadanya juga. Sentuhan fisik kepadaku, pasti kau lakukan kepadanya juga. Bagaimana bisa tak memikirkannya? Tiap terpikirkan, aku mungkin akan berubah menjadi iblis. Apa artinya hidup seperti itu?

Yusin: Serahkan kepadaku. Percayalah.

Foto : TV CHOSUN
Foto : TV CHOSUN

Piyoung: Karena kau, aku tak bisa ucapkan salam perpisahan kepada ibuku. Aku harus meminta maaf, tapi tak bisa bersuara. Aku melepas kepergian ibuku begitu. Saat ibuku kembali, aku malah tanya, “Kenapa Ibu kembali?” dan menyuruhnya kembali ke Filipina.

Kusakiti perasaan ibuku sepanjang hidupku. Kusalahkan ibuku atas perselingkuhan ayahku dengan sekretarisnya. Kubilang, “Karena Ibu bermasalah, Ayah berpaling pada wanita lain.” Tak terbayang betapa sakitnya hati ibuku. Harus mengalami dulu baru bisa paham. Apa kau akan memaafkanku jika aku berselingkuh?

Yusin: Asal tak cinta.

Piyoung: Karena belum mengalaminya. Aku yang menyerang ibuku dengan percaya diri sampai tak bisa berbicara. Kupercaya ibuku yang salah sampai ayahku selingkuh. Apa ada yang salah denganku? Apa salah dan kekuranganku? Katakanlah. (Yusin menggeleng).

Aku harus membakar mulutku karena bilang pada Hyerong bahwa Profesor Park selingkuh karena Si Eun tak berdandan dan berpenampilan menarik. Ternyata bukan itu alasannya. Tak ada alasan pria berpaling kepada wanita lain. Itu sifat asli mereka. Kupikir cinta kita akan bertahan dan kepercayaan kita terjaga jika aku istri sempurna.

Saat kau telat, aku penasaran kau sedang dengan siapa, tapi kutahan. Melihatmu berpakaian keren saat pergi kerja, membuatku takut wanita lain akan menggodamu. Aku selalu cemas. Namun, aku tak pernah bertanya atau mengomelimu.

Aku terus bergumul dengan diriku dan menahan diri hingga kini agar bisa menjadi istri yang pengertian dan bijaksana. Aku mau buat suamiku nyaman. Aku berusaha agar kau bisa beristirahat dengan tenang begitu pulang ke rumah, tapi hasilnya begini.

Bersambung…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like