Live On Ep 6

Live On Ep 6
foto: JTBC

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Live On Episode 6, Simak dan baca daftar lengkap sinopsisnya di tulisan yang ini. Untuk Kalian yg ingin mengetahui Episode sebelumnya baca di sini.

Live On Ep 6
foto: JTBC

Sohyun menonton video Huisu waktu festifal, Huisu masuk dan berkata kau masih di sini Sohyun . Sohyun berkata kau lalu Horang datang dan melihat mereka berdua lalu mengambil tasnya Huisu berkata sampai jumpa Horang sampai jumpa besok. Baiklah ucap Horang lalu keluar. Bukankah kau akan mengatakan sesuatu kepadaku kau mau mengatakan sesuatu tadi tanya Huisu setelah Horang keluar. Itu aku ingin bilang kau bekerja dengan baik hari ini. Kau juga dan sampai jumpa besok ucap Huisu sembari mengambil tasnya lalu keluar, Sohyun kembali menonton video tesebut.

Live On Ep 6
foto: JTBC

Kali ini video kita 5 menit 30 detik kau mau menontonnya tanya Huisu kepada Horang, lalu memperlihatkan laptopnya, Sohyun melihat mereka dan kembali mengingat video waktu festifal. Tinggal sepuluh detik lagi ucap Jinguk, sampai apa tanya Horang. Sampai Euntaek datang, tersisa lima detik lagi. Tidak mungkin bagaimana orang bisa selalu tepat waktu ucap Horang, lalu Euntaek masuk dan duduk dikursi, sudah kuduga ucap mereka. Kalian tahu kalian harus mengurus siaran besok, bukan tanya Euntaek. Yakin aku tidak perlu memeriksanya lagi. Kau sudah memeriksanya enam kali dan ini sempurna. Baiklah aku akan memeriksa video Tim B dan mengakhiri rapat hari ini.

Saat mereka menonton video, Euntaek bertanya kau merekam suara itu dengan apa. Ponselku, kenapa apa ada masalah. Siapa yang merekam suara dengan ponsel ini bukan rekaman panduan Jeong Huisu kenapa kau tidak memeriksanya saat menyunting tanya Euntaek. Kukira dia sudah tahu jadi aku mendapatkannya darinya di saat terakhir maafkan aku seharusnya aku memeriksanya lebih dahulu ucap Huisu, Sohyun tersenyum melihat Huisu yang berkata begitu. Euntaek menyuruh Horang untuk meyuruh merekam lagi diakhir akhir pekan. Akhir pekan ini, pekan ini akan berakhir saat kita kembali dari retret ucap Horang. Kau bisa melakukannya setelah retret dan kau punya akhir pekan juga. Huisu berbisik kepada Horang berkata kalau maafkan aku mari kita kerjakan bersama. Baiklah jawab Horang. Semua boleh pergi kecuali Baek Horang yang bertugas piket hari ini ucap Euntaek, lalu mereka semua keluar.

Live On Ep 6
foto: JTBC
Live On Ep 6
foto: JTBC

Horang sedang membersihkan ruang penyiaran, kemudian Jaeyi menelponnya.

“Hei, Baek Horang. Haruskah aku membawa pengeriting atau pelurus rambut?”

“Benar juga besok kita retret aku sibuk membersihkan studio penyiaran karena pria ini sampai aku lupa soal retret.” Ucap Horang seraya mengeraskan suaranya dan mendekatkannya kearah Euntaek.

“Apa? Hei. Haruskah aku membawa pengeriting atau pelurus rambut?”

“Aku harus bekerja setelah pulang. Baiklah, sampai jumpa.”

“Lupakan saja. Aku akan bawa pelurus rambut saja.”

Jadi, mana yang akan dia bawa tanya Euntaek. Pelurus rambut tunggu apa. Aku mendengar semuanya karena suara Kang Jaeyi sangat lantang. Kau merasa santai karena aku melunak kepadamu baru-baru ini aku membiarkannya beberapa kali karena kau kesulitan dan aku punya daftar berapa kali kau terlambat kau mau melihatnya. Lupakan saja ucap Horag melanjutkan mengepelnya. Lalu Euntaek menyebutkan satu persatu,

“Pada tanggal 5 Oktober, kau terlambat empat menit. Pada tanggal 12 Oktober, kau terlambat 13 menit 20 detik. Pada tanggal 15 Oktober kau pergi tanpa membersihkan persediaan.”

Hei. Kau sering sekali terlambat dan aku tidak suka orang yang tidak tepat waktu. Kau bilang aku cukup andal. Benar juga tidak banyak hari saat kau cukup andal. Euntaek kembali menyebutakan kesalahannya Horang, Aku mengerti jadi, diamlah. Euntaek melihat buku Horang terjatuh lalu mengambilnya dan membacanya, Horang melihat Euntaek membaca bukunya segera mengambilnya dan bertanya apa itu. Bukan apa-apa jawab Horang.

Live On Ep 6
foto: JTBC

Woojae sedang menyiapkan barang-barangnya untuk kegiatan retret besok pagi, kemudian Woosol masuk, Woojae memarahi Woosol karena tidak mengetuk pintu lebih dulu. Aku mau pakai laptopmu selagi kau pergi. Kenapa kau memakai laptopku alih-alih laptopmu. Astaga, apa ini kau akan ke pemakaman selama dua hari seleramu buruk sekali ucapnya kemudian keluar. Berandal itu maki Woojae kepada Woosol. Jaeyi mengirim pesan kepada Woojae.

“Maafkan aku. Aku sedang mengunduh video dari Netflix, dan kulihat itu ID-mu.”

“Aku mengirimkan uang lewat Toos, dan aku akan keluar sekarang.”

“Tak masalah. Kau tidak perlu membalas.”

Live On Ep 6
foto: JTBC

Sudah kubilang jangan berbaring ucap Horang, tetapi Jaeyi tetap berbaring dan bertanya kasur apa yang kau pakai ini sangat nyaman. Kau datang ke sini seolah-olah ini rumahmu sendiri barangmu cukup untuk pindah ke negara lain. Baiklah, aku hanya membawa sebanyak ini karena ini perjalanan satu malam. Jaeyi bertanya kenapa orang tuamu belum pulang kukira aku akan menemui mereka jadi aku membawakan jus. Jus atau tidak cepat bangun kau bilang mau merias wajah. Beri aku lima menit saja. Baiklah ucap Horang lalu pergi, Jaeyi kembali berbaring lalu melihat pesan yang ia kirim kepada Woojae. Jaeyi mengambil bedaknya kemudian meletakkannya kembali lalu membuka laci Horang, ia melihat gantungan kunci milik Horang di dalam laci, Jaeyi mengambil tissue dan berkata aku memakai beberapa tisu basahmu aku pernah melihat produk itu.

Live On Ep 6
foto: JTBC
Live On Ep 6
foto: JTBC

Shyun memesuki bus lalu duduk sambil melihat akun media sosial milik Huisu, Euntaek masuk kedalam bus lalu menyapa Sohyun dan dibalas senyum, kemudian Yushin datang lalu menyapa Sohyun. Sohyun berkata kalau ini bus untuk Kelas Tiga. Itu sebabnya aku ingin bertanya bisakah kau bertukar tempat denganku kumohon ucap Yushin kepada Euntaek. Euntaek melarangnya dan menyuruh Yushin pergi. Kumohon aku membeli banyak camilan untuk Sohyun. Kau bisa berikan kepadanya dan pergi. Semuanya sudah datang ucap sang guru, Yushin langsung duduk disebelah Euntaek. Setelah mengabsen murid-murid buspun berangkat dan meninggalkan Woojae yang masih diluar sembari melihat busnya yang sudah berangkat. Woojae membaca pesan dari Yushin,

“Aku melihatmu memakai topi hari ini. Syukurlah.”

“Bus Kelas Satu ada di podium. Aku mencintaimu!”

Jaeyi bertanya kepada Horang kenapa Kim Yushin belum datang. Mungkin dia tersesat di suatu tempat jawab Horang. Ketika melihat Woojae Horang bertanya sedang apa kau di sini, Do Woojae. Hai ucap Woojae lalu duduk. Woojae tersenyum ketika mendengar jawaban Jaeyi ketika Horang bertanya kepadanya.

Ketika sudah sampai siswa lainnya langsung turun, Jaeyi sudah terbangun lalu membangunkan Horang yang masih tertidur, Jaeyi melihat tempat duduk Woojae yang sudah kosong lalu melihat topi Woojae yang tertinggal. Saat Euntaek diluar ia melihat panggilan telpon dari ibunya.

Live On Ep 6
foto: JTBC

Sohyun melihat Huisu sedang berfoto bersama temannya lalu Sohyun menghampirinya dan bertanya mau kubawakan untukmu, Huisu memberiak ponselnya kepada Sohyun dan menyuruh temannya berpose, Satu, dua, tiga aku tidak sengaja mematikannya apa yang harus kulakukan ucap Sohyun. Huisu menghampiri Sohyun dan membuka ponselnya. Aku akan mengambilnya sekarang satu, dua, aku sungguh minta maaf aku tidak sengaja mematikannya lagi. Huisu memberi tahu kode sandinya adalah 753411. Aku akan mengambilnya sekarang satu, dua, tiga.

Live On Ep 6
foto: JTBC

Kegiatan pertama ada tari daerah. Setelah guru memberikan contoh kepada mereka lalu mulai memperagaknnya. Yushin berpasangan dengan Sohyun, Horang dengan Woojae dan Jaeyi bersama Euntaek. Jaeyi mengeluh kepada Euntaek kenapa tari daerah ini sangat menyebalkan kenapa kita menari seperti babi di sini. Apa maksudmu tanya Euntaek. Tari daging babi, tari babi. Lupakan saja ucap Euntaek. Ada apa denganmu mari kita bahas langkah-langkahnya. Yushin tertawa melihat Horang dan Woojae, Horang menyuruh Woojae melepaskan tangannya Woojae segera melepaskan tangannya dan meminta maaf.

Woojae melihat jadwal pertemuan OSIS diponselnya, Horang bertanya boleh aku melihatnya. Tentu ucap Woojae lalu memberikan ponselnya kepada Horang. Kupikir tim penyiaran yang paling intens tapi kalian sama intensnya dan kenapa kau di dalamnya kau sepertinya menganggap ini menyebalkan. Kenapa kau ada di tim penyiaran kau sadar itu lebih mengejutkan bagi siapa pun, bukan. Entahlah aku berakhir di sana. Aku juga ucap Woojae. Semua orang membicarakan betapa canggungnya kalian ucap Euntaek lalu memberikan jaketnya kepada Hoarng untuk menutupi pahanya. Aku tidak kedinginan. Bajumu terus naik saat menari balas Eunteak. Seseorang datang dan berkata kalau Woojae dicari oleh guru.

Live On Ep 6
foto: JTBC

Setelah Woojae pergi Euntaek duduk disebelah Horang, bagaimana dia dengan Jaeyi tadi tanya Euntaek. Tadi di bus itu pemandangan yang cukup menarik kuharap kau bisa melihat wajah mereka. Horang menyuruh Euntaek memegang ponselnya lalu ia mengikat rambunya dengan karet tapi karetnya putus, kau tidak punya karet tanya Horang. Bagaimana dengan ini tanya Euntaek sambil meemberikan gelangnya dan bertanya apa ini akan membantu. Bagaimana aku bisa mengikat rambutku dengan ini lalu Horang megikat rambutnya degan gelang, bagaimana apa itu tidak nyaman. Ini tidak nyaman tapi bukankah ini terlihat aneh. Sama sekali tidak kau tampak cantik.

Live On Ep 6
foto: JTBC
Live On Ep 6
foto: JTBC

Lihat mereka berdua. Apa yang mereka lakukan apa mereka berpacaran. Apa yang terjadi kepada Horang setelah insiden itu tidakkah kau merasa semuanya tiba-tiba tenang. Huisu melihat mereka berdua tidak senang, kemudian kedua temannya pergi dan berkata kau benar menyebalkan sekali lalu ikut pergi dan meninggalkan ponselnya, Sohyun datang dan menjatuhkan mntelnya lalu mengambilnya beserta ponsel Huisu. Ketika ditempat yang sepi Sohyun mulai membuka ponsel Huisu, Sohyun melihat galerinya yang penuh dengan foto Horang waktu dibully. Huisu melaporkan kepada petugas kalau ia kehilangan ponselnya dan berkata aku jelas memegangnya di lapangan. Kau sudah mencoba meneleponku. Ya, sudah kubilang aku mencoba menelepon tiga kali dan tidak ada yang menjawab. Nona, ini ponselmu tergeletak di lantai ucap petugas sambil memberikan ponselnya kepada Huisu.

Live On Ep 6
foto: JTBC
Live On Ep 6
foto: JTBC

Woojae sedang membersihkan peralatannya untuk tidur sambil mengingat waktu Jaeyi sedang latiah tari daerah sendiri, kemudian mencari sesutau ditasnya lalu berguman topiku.

Apa itu milikmu tanya Horang. Itu milik Woojae dia menjatuhkannya di bus selagi membahasnya, bisakah kau membawanya ke Euntaek besok katakan kepadanya kau mengambilnya. Aku melihat Woojae tersenyum lebar kepadamu tadi aku tidak pernah melihat wajahnya seperti itu. Woojae begitu dia mungkin mentertawakan betapa buruknya aku. Lampu mati dalam satu menit uca penjaga lalu mereka bersiap untuk tidur, ketika melihat pesan Woojae, Jaeyi tidak sengaja menekan telpon kepada Woojae,

“Maaf. Itu kecelakaan.”

“Ada yang ingin kau katakan?”

“Ya. Kau meninggalkan topimu di bus. Akan kuberikan besok.”

“Kau mau memberikannya kepadaku sekarang? Aku akan ke sana. Kau bisa menungguku.”

“Aku sudah keluar. Tidak ada penjaga.”

Jaeyi berlari tiba-tiba Woojae menariknya lalu membawanya dibalik pintu, sudah kubilang tetap di sana. Ketika penjaga lewat Woojae menari Jaeyi mendekat kearahnya. Ini ucap Jaeyi memberikan topinya kepada Woojae. Terima kasih. Kau memanggilku kemari selarut ini hanya untuk sebuah topi tanya Jaeyi. Tidak, aku merindukanmu aku merindukanmu Jaeyi. Jaeyi menarik kerah baju Woojae lalu menciumnya.

Live On Ep 6
foto: JTBC
Live On Ep 6
foto: JTBC

Huisu membuka ponselnya lalu melihat galerinya semua foto tentang Horang hilang. Sohyun mengirim pesan kepada Huisu untuk berbicara sebentar. Ponselmu sudah kembali tanya Sohyun ketika sampai. Sohyun apa kau yang mengambil ponselku. Ya aku mengambilnya. Kenapa tanya Huisu. Aku harus memeriksa sesuatu dan aku benar memang kau orang yang mengunggah foto Horang dan orang yang menulis kisah untuk memprovokasi Horang yang mengirim pesan langsung kepada Park Hyerim dan yang mengunggah foto itu di internet saat festival semuanya kau.

Hei, Sohyun kau tidak boleh melakukan itu kenapa kau memeriksa ponselku. Kenapa kau pikir orang lain harus hidup dengan benar sementara kau tidak kenapa kau melakukannya. Bukankah sudah kubilang kami teman sekelas saat SMP dia bahkan tidak ingat temannya yang sekelas dengannya selama setahun dia mengabaikanku seperti serangga dan itu menyebalkan sekali. Sohyun aku yakin kau juga tahu itu setiap kali bicara dia merendahkan orang dan mengajari mereka dia bukan siapa-siapa sepertiku saat kelas satu tapi dia terus mendapat perhatian padahal tidak pantas mendapatkannya dia dan aku berada di tingkat yang sama tapi konyol melihatnya bersikap sombong seperti dia penting karena itu aku mempertegasnya bahwa dia berada di sini bawah rantai makanan bukan di atas.

Begini rasanya mengecewakan saat orang-orang mengira dia penindas. Apa maksudmu tanya Sohyun. Benar dia bersikap angkuh alih-alih menyadari posisinya jadi dia pantas menerimanya. Sohyun kau pikir semua unggahan yang aku unggah dibuat-buat apa kau tahu sebenarnya Baek Horang tidak suka angka 16 tidakkah kau penasaran apa yang terjadi hari itu kekerasan sekolah. Ya itu dia hari itu Horang dipukuli oleh Lee Seonju.

Live On Ep 6
foto: JTBC
Live On Ep 6
foto: JTBC

2 tahun lalu

Horang memasuki ruang karaoke, lalu disambut Lee Seonju dan mengucapkan selamat ulang tahun. Siapa dia tanya mereka. Seorang teman dia sahabatku. Aku datang itu saja bukan, aku akan pergi sekarang ucap Hoarng. Kau mau ke mana apa kau mencoba menghinaku saat aku bekerja keras menyiapkan ini untukmu duduklah mari bersenang-senang mari kita berpesta. Mereka memakaikan topi gajah kepada Horang dan memutar-mutarkan tubuh Horang. Huisu yang mencari ruangan tidak sengaja melihat Horang didalam yang sedang dibully, lalu memfotonya. Kurasa dia bau aku punya parfum, tunggu harganya mahal jangan banyak-banyak. Lalu mereka mulai menyemprotkan parfum ke wajah Horang berkali-kali. Bereskan ini sebelum kau pergi aku akan kesulitan jika pemiliknya menelepon aku yakin kau juga tidak menginginkan itu. Baiklah ucap Horang lalu mulai membersihkan sampah-sampahnya. Ketika didepan karaoke Horang bertemu Sohyun, tapi Sohyun hanya melewatinya.

Live On Ep 6
foto: JTBC

Apa kau benarkah itu jika semua ini bohong. Aku melihatnya sendiri dia bergaul dengan mereka seolah-olah menguasai jalanan tapi setelah melihat apa yang terjadi kepadanya aku merasa kasihan kepadanya tapi lihat apa yang terjadi dia diam saja dan bahkan tidak ingat aku. Sohyun aku tahu kau juga tidak menyukainya aku tahu semuanya kalian dekat tapi bertengkar dia tidak akan pernah mengakui bahwa dia dirundung dan lihat dia sekarang dia tidak bisa mengatakan apa pun dan dijebak sebagai pelaku tapi tetap diam. Tunggu aku tidak mengerti apa yang terjadi bisakah kau diam. Aku akan membantumu mengerti Baek Horang mengakhiri persahabatan karena tidak mau menunjukkan betapa menyedihkannya dia kau mengerti sekarang dia takut memberitahumu bahwa dia dipukuli jadi dia menghindarimu selama ini.

Live On Ep 6
foto: JTBC

Ulang tahunmu bulan depan jadi apa yang ingin kau lakukan. Mari kita lihat ucap Horang. Bagaimana dengan pergi ke taman bermain kita bisa memakai bandana dan berfoto. Hei, kita bukan anak-anak. Mau lihat berapa harganya lalu mereka melihat ponsel Horang, Lee Seonju mengirim pesan kepada Horang,

“Baek Horang, kau bodoh? Tolong tutup mulutmu.”

Apa itu tadi kenapa dia bicara seperti itu. Hei, kita teman dia hanya bercanda. Kita akan ke taman bermain saat ulang tahunmu, ya. Baiklah. Janji.

Live On Ep 6
foto: JTBC
Live On Ep 6
foto: JTBC

Hei ini dia aku membeli tteokbokki bukankah itu tampak enak. Bukankah kau bilang akan makan dengan Lee Seonju. Kami sudah makan, tapi bagaimana mengatakannya, aku merasa hariku akan selesai jika aku makan tteokbokki denganmu di sini itulah yang kurasakan. Apa maksudnya. Ini hanya perasaanku ini satu-satunya masa saat aku merasa nyaman jadi aku akan lebih sering datang tanpa memberitahumu sebelumnya seperti hari ini. Tapi apa yang akan terjadi jika kita berakhir di SMA berbeda. Bahkan jika kita masuk SMA yang berbeda, kita bisa bertemu di sini setiap hari. Kau benar kita tinggal berdekatan.

Live On Ep 6
foto: JTBC
Live On Ep 6
foto: JTBC

Makin aku memikirkannya makin terasa tidak adil kau tampak baik-baik saja setelah putus denganku. Apa aku tampak seperti itu aku memang hidup tanpa masalah setelah kita putus. Apa maksudmu Do Woojae. Tapi aku tidak baik-baik saja tanpamu aku tidak punya alasan untuk marah atau tertawa dan aku sama sekali tidak senang begitulah aku tahu pasti semua emosi yang kubagikan denganmu sangat istimewa bagiku. Kita mungkin sering bertengkar tapi itu saja sangat berarti. Jadi aku tahu mungkin aku egois sekarang, tapi Jaeyi ayo kembali bersama aku akan berusaha lebih keras daripada sebelumnya.

Hei, Do Woojae aku merasakan hal yang sama setelah kita putus aku memikirkanmu setiap hari dan aku ingin tahu apa yang kau lakukan aku juga akan berusaha lebih keras jika kau merespons perlahan aku akan menunggu sampai kau menjawab dan aku akan berusaha lebih keras untuk memahamimu jadi pastikan kau tidak memikirkan sesuatu dan memutuskan sendiri lagi kalau begitu aku akan membunuhmu. Baiklah, aku mengerti aku tidak akan melakukan itu. Ayo masuk kau akan terserang flu, Jaeyi. Baiklah ada yang ingin kukatakan Woojae bisakah kita merahasiakan bahwa kita bersama lagi. Kenapa tanya Woojae. Masalahnya aku berkeliaran menggunjingkanmu jadi, aku butuh waktu untuk mengubah pendapatku. Kenapa kau begitu jujur. Aku tidak begitu menjelek-jelekkanmu sejujurnya aku bilang ke semua orang bahwa aku tidak akan kembali bersamamu. Kau memberi tahu semua orang. Hei dengarkan aku. Kurasa kau membicarakanku ke semua orang.

Live On Ep 6
foto: JTBC

Jaeyi menelpon Horang menanyakan ia dimana, Horang menyuruh Jaeyi jangan tutup teleponnya sampai aku tiba di sana karena menyadari ada orang yang mengikutinnya dari belakang. Horang terkejut saat berbalik lalu menjatuhkan ponselnya, dengan cepat Euntaek mengambilnya sebelum jatuh kebawah lalu menutup mulut Horang dengan tangannya, menyuruh untuk tidak berisik,

Ada apa? Kenapa kau tidak bicara? Hei, jika kau setakut itu, kenapa tidak menelepon pria yang kau sukai? Saat suka seseorang, kau membuat alasan terkecil untuk menelepon.

Horang langsung menutup panggilan telpon denagn Jaeyi, Apa dia membicarakanku tanya Euntaek. Tidak masalahnya. Aku suka jika dia membicarakanku ucap Euntaek.

Live On Ep 6
foto: JTBC

Astaga apa itu kenapa mereka keluar selarut ini mereka tidak tidur. Itu karena anak-anak sepertimu yang tidak mendengarkan dan berkeliaran. Apa maksudmu aku keluar mencari Kang Jaeyi karena dia tidak kembali. Kang Jaeyi setelah kupikirkan Do Woojae juga tidak ada di kamar kami mereka pasti bertemu. Apa itukah masalahnya Kang Jaeyi menyuruhku mengaku saja. Mengakui apa apa berkaitan dengan menyukai seseorang yang dia sebutkan tadi. Lupakan saja kau mendengar semuanya, lalu kenapa terus bertanya, ulurkan tanganmu. Tanganku tanya Euntaek lalu mengulurkan tangannya Horang memakaikan gelang Euntaek ke tangannya. Bagaimana denganmu apa yang kau lakukan pukul sebegini. Aku tidak bisa tidur jawab Euntaek. Kenapa kau lupa mencatat waktu untuk tidur di agendamu. Lalu apa, apa ada masalah. Tidak ada masalah tidak apa-apa.

Live On Ep 6
foto: JTBC
Live On Ep 6
foto: JTBC

Kau ingat saat kita ke atap sementara kau dan aku menyiapkan festival. Kali pertama aku ke sana. Ya, aku bercerita kepadamu tentang orang yang selalu melanggar janjinya kepadaku. Dia mengirim pesan bahwa dia ingin bertemu denganku aku bilang tidak dengan tegas tapi aku merasa tidak enak. Euntaek orang yang kau maksud boleh aku tahu siapa dia, begini jika tidak mau mengatakannya tidak perlu aku hanya penasaran. Itu ibuku, orang tuaku bercerai saat aku masih kecil dan Ibu meninggalkan rumahku saat itu. Begitu rupanya aku tidak tahu.

Dia bilang akan kembali lalu dia tidak pernah bicara denganku lagi dia jahat bukan, itu sebabnya aku membencinya dia bahkan seharusnya tidak berjanji. Mungkin dia takut karena dia mencintaimu dia hanya ingin menunjukkan momen terbaiknya aku mengerti alasannya, makin kau mencintai seseorang makin kau ingin bersembunyi. Entahlah aku tidak mengerti itu hanya terdengar seperti alasan, orang lain hanya terluka tanpa tahu apa yang terjadi dan perilaku seperti itu menunjukkan bahwa dia tidak peduli itu sebabnya aku tidak suka orang yang berbohong. Maaf aku membuat perbincangannya menjadi sangat serius mau pergi sekarang kurasa tidak akan ada yang melihat. Tentu ayo kembali.

Sohyun apa tidurmu nyenyak. Halo Jaeyi selamat pagi. Kenapa matamu bengkak sekali apa tidurmu tidak nyenyak. Tidak juga jawab Sohyun. Aku meninggalkan pengisi daya di kamarku Horang tunggu aku di sini. Horang tarik koper lebih dekat jangan menghalangi lorong uacp Sohyun lalu mengirim pesan kepada Huisu

“Jeong Huisu aku akan diam seperti yang kau inginkan. Tapi sebaiknya kau juga berhenti di sini.”

Live On Ep 6
foto: JTBC
Live On Ep 6
foto: JTBC
Live On Ep 6
foto: JTBC

Kenapa kalian berdua masih di sini jika sangat lelah aku menunggu Sohyun tapi bagaimana dengan kalian berdua kalian menunggu seseorang. Begini rumahku searah dengan rumah Euntaek. Tentu anggap saja begitu dan bagaimana denganmu Jaeyi mereka datang. Aku pergi sekarang aku akan pergi lebih dahulu sampai jumpa di sekolah. Dia pergi karena melihat Woojae ucap Yushin kepada Horang. Aku juga akan pergi lebih dahulu ucap Woojae. Euntaek mengajak mereka makan terlebih dahulu lalu mereka semua pergi untuk makan bersama.

Sohyun, kau tidur lebih awal semalam aku meneleponmu tapi kau tidak menjawab. Aku tidur lebih awal karena lelah bagaimana denganmu Yushin. Aku tidak bisa menghubungimu jadi aku ke kamarnya dan bercengkerama sebelum tidur, Euntaek bukankah Woojae juga di kamarmu kenapa dia tidak ada saat aku berkunjung. Itu karena dia pergi menemui Jaeyi. Apa yang kalian lakukan kalian berdua pergi ke sana kenapa kau kembali kami datang ke arah lain untukmu tanya Horang. Tidak mungkin kalian berkencan lagi ucap Yushin. Bagaimana kalian tahu Woojae kau sudah memberi tahu mereka.

Ceritakan semuanya kapan ini terjadi ucap Yushin. Benar sekali kau bilang tidak akan pernah kembali bersama lagi ucap Horang. Jaeyi bertanya kapan aku pernah mengatakan itu. Kau datang ke rumahku dan mencurahkan hati selama satu jam penuh. Kau mengada-ada ini sebabnya aku tidak memberitahumu tentang kami. Bagaimana kalian berdua kembali bersama. Benar siapa yang pertama menyarankannya. Begini Woojae meninggalkan topinya di bus jadi aku bertemu dengannya untuk mengembalikannya itu terjadi begitu saja. Kenapa kalian tidak terkejut pa hanya aku yang tidak tahu tanya Yushin. Bukankah kau yang bodoh ucap Horang. Aku sangat terkejut mendengar Euntaek menyukai Horang ucap Yushin. Euntaek kau menyukainya sejak kapan tanya Jaeyi. Kurasa kau tidak tahu. Bagaimana kau tahu dia menyukaiku. Horang orang yang kau suka yang kau bicarakan selama ini adalah dia. Makanlah Jaeyi. Berhenti Sohyun bosan mari bicarakan hal lain ucap Yushin. Tidak, aku mendengarkan.

Live On Ep 6
foto: JTBC
Live On Ep 6
foto: JTBC

Semua baik-baik saja sepertinya kau tidak makan dengan baik ucap Euntaaek. Semua baik-baik saja sepertinya kau tidak makan dengan baik. Bukan apa-apa aku tidak tahu kau menyukai Horang. Kau tidak kecewa, bukan tanya Euntaek. Aku kenapa begitu. Karena kau dan dia bermasalah kau sudah memberitahuku sejak lama. Sudah kubilang itu rahasia kita berdua aku mendoakan yang terbaik untuk kalian berdua. Apa hubunganmu dengan Horang masih buruk tanya Euntaek. Ya aku masih tidak menyukainya aku mulai amat tidak menyukainya jadi aku akan memberi diriku ruang. Karena sudah bilang begitu kurasa akan bagus jika kau tetap bersamanya seperti sekarang aku sadar hari ini Horang punya banyak orang yang menjaganya syukurlah.

Kalian mau ke mana kami menuju pusat kota tanya Jaeyi. Aku mengantar Sohyun pulang kau tidak keberatan, bukan.Bagaimana dengan kalian berdua. Kami akan pulang ini sudah larut. Baiklah, kalau begitu dah sampai jumpa di sekolah.

Jaeyi dan yang lainnya melihat unggahan Huisu yang mengatakan,

“Ada bukti bahwa Baek Ho-rang seorang perisak. Maaf. Aku tahu ini bukan papan yang tepat. Tapi aku tetap tidak bisa memiliki akun media sosialku sendiri karena dia merisakku. Melihat dia menjadi terkenal di media social membuatku ingin mengakhiri hidupku.”

Yushin, aku harus mampir ke suatu tempat aku akan pergi sekarang, maaf ucap Sohyun lalu pergi sambil menelpoh Huisu dan bertanya di mana kau sekarang.

Live On Ep 6
foto: JTBC

Huisu tersenyum melihat postingannya, kemudian Horang datang. Cepat sekali kita baru saja bicara di telepon. Aku sedang di sekitar sini apa kau kecewa karena aku tidak terpengaruh sama sekali itu hanya terjadi saat aku tidak tahu itu kau entah kenapa saat kali pertama bertemu kau membuat suasana hatiku buruk jadi aku menyelidikimu agar aman dan ternyata kau, firasat itu menakutkan. Kau tahu itu aku tanya Huisu. Bagaimana mungkin aku tidak tahu kau meninggalkan jejak petunjuk yang mengarah kepadamu, setelah saat kau membuat kesalahan dengan memakai kata segmen aku membaca pesan yang kau kirim saat makan siang dan aku bisa menyisihkan beberapa orang di tim penyiaran tapi OSIS adalah masalahnya, kebetulan OSIS ada rapat hari itu dan aku beruntung setelah menyisihkan beberapa orang di daftarku ada kau dan beberapa anak kelas dua di daftarku dan dengan semua yang kutemukan pelaku memastikan usianya untukku dan aku bersyukur aku tahu kau bodoh tapi aku tidak tahu kau sebodoh ini.

Live On Ep 6
foto: JTBC

Lalu kenapa hanya ini yang kau punya tanya Horang. Biar kujelaskan Horang aku selalu bilang bahwa kau yang bodoh dan unggahan itu aku sengaja mengunggahnya agar kau bisa melihatnya kau bodoh jika tidak tahu siapa aku setelah membaca unggahan itu jika aku takut kepadamu kau pikir aku akan menunggu di sini sampai kau datang. Horang tolong berpikir masalahmu adalah kau mudah ditebak. Jeong Huisu apa masalahmu denganku tanya Horang. Pertanyaanmu salah sebanyak apa yang kau tahu itu yang seharusnya kau tanyakan kau tidak penasaran kau dipukuli hari itu dan aku melihat semuanya. Kau beruntung sudah menjadi terkenal sekarang astaga kau tampak seperti pecundang hari itu kau tahu betapa buruknya perasaanku yang benar saja seharusnya kau sadar diri. Kenapa kau menentangnya Horang kau terlambat kau bukan orang pertama yang mendatangiku hari ini. Apa maksudmu ada orang lain tanya Horang. Itu dia dia yang pertama datang kepadaku.

Live On Ep 6
foto: JTBC
Live On Ep 6
foto: JTBC

Sohyun panggil Horang. Horang kenapa kau. Aku yang seharusnya bertanya kenapa kau di sini jawab aku kenapa kau di sini. Aku tidak bermaksud mencari tahu tapi aku baru-baru ini tahu aku bisa menjelaskan semuanya Sohyun mendekat dan memegang tangannya lalu berkata tapi sebelum itu apa kau baik-baik saja, apa aku baik-baik saja. Hei ini pasti amat menyenangkan untukmu kau tahu semuanya tapi pura-pura tidak tahu dan mengawasiku aku pasti terlihat seperti orang bodoh. Tidak Horang bukan itu yang kulakukan. Hei sebanyak apa yang kau tahu kalau begitu beri tahu aku kenapa tidak aku tidak mengerti ini saat ini melihatmu di sini membuatku lebih marah daripadanya perbuatannya kepadaku selama ini kau tahu itu. Benar sekali Horang jadi tolong dengarkan aku. Sohyun kau seharusnya tidak datang ke sini ucap Horang lalu pergi.

Live On Ep 6
foto: JTBC
Live On Ep 6
foto: JTBC

Sohyun menyusul Horang, Horang hei kenapa kau hanya memikirkan diri sendiri itu yang kau lakukan dua tahun lalu saat kau menjauhkanku dan tiba-tiba meninggalkanku tahukah kau betapa aku membencimu setelah mengetahui apa yang terjadi aku tidak bisa tidur malam itu karena sangat menyesalinya tapi aku berpaling dan menguburnya karena kau tidak ingin orang-orang tahu jadi aku menutup mulutku dan melakukan semua yang kubisa apa lagi yang harus kulakukan di sini. Seharusnya kau berpura-pura tidak tahu sampai akhir.

Kau mengasihaniku sekarang dan kau payah dalam hal itu jika benar-benar menjagaku kau seharusnya menyembunyikannya sampai akhir seharusnya kau tidak menemuinya untuk melindungiku seharusnya kau mengutukku dan bertanya kepadaku kenapa aku tidak memberitahumu. Aku juga ingin melakukan itu aku hampir membencimu seumur hidupku tanpa tahu cerita lengkapnya aku ingin bertanya kenapa kau tidak bilang apa pun kepadaku. Aku ingin mengutukmu dan bertanya kenapa kau melakukannya tapi bagaimana bisa kau tetap temanku. tidakkah kau juga merasa seperti itu.

Hei, Ji Sohyun jangan berlebihan kau dan aku berhenti berteman dua tahun lalu. Horang, Baek Horang kumohon ucap Sohyun memegang tangan Horang, Horang berbalik dan berkata ini sebabnya aku tidak menyukaimu aku sangat malu bagaimana aku bisa bertemu denganmu lagi mari jangan bertemu lagi. Sohyun melepaskan tangan Horang, lalu Horang pergi, meninggalkan Sohyun yang menangis.

Epilog

Live On Ep 6
foto: JTBC
Live On Ep 6
foto: JTBC

Horang datang dan duduk didepan Sohyun lalu bertanya hei apa kau pewarna bibir. Ini ucpanya lalu memberkan kepada Horang.  Apa kau punya warna lain. Sohyun mengambil didalam tasnya dan bertanya bagaimana dengan yang ini. Horang mengambilnya lalu berkata kau hanya punya teman pria bukan itulah yang kudengar, kudengar kau tidak punya teman wanita dan hanya bergaul dengan pria. Benar juga masalahnya ku lebih nyaman bicara dengan pria tapi bukan berarti aku tidak nyaman bicara dengan wanita. Kenapa kau membuat alasan begitulah manusia saat seseorang berbeda dari mereka mereka pikir itu aneh apa kau mengencani mereka semua. Tidak jawab Sohyun.

Kalau begitu tidak aneh kau punya banyak teman pria tapi warna ini sangat aneh tidak ada yang akan menggunakan ini. Apakah seburuk itu. Hei kalau begitu, bisakah kau ikut denganku untuk membelinya nanti atau katakan saja apa yang bagus untuk dibeli. Aku akan membeli bedak padat sepulang sekolah kau bisa ikut denganku jika mau. Baiklah ucap Sohyun. Hei, kau murid pintar. Semacam itu. Astaga, kau menyebalkan sekali.

BERSAMBUNG……

Sampai berjumpa lagi di Live On Eps 7 dan jangan pernah bosen untuk membaca di drama yang aku tulis, salam A2One

62 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like