Live On Ep 2

Live On Ep 2
foto: JTBC

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Live On Episode 2, Daftar lengkap selengkapnya di tulisan yang ini. Sedangkan untuk Episode sebelumnya baca di sini.

Ketika penyiaran sedang berlangsung, secara tergesa-gesa Horang masuk ke ruang penyiaran dan mengambil alih mikrofon lalu mengatakan sesuatu dengan lantang.

“Kau pasti mendengarnya, bukan? Bahwa Aku tak takut sama sekali tentang apa yang Kamu lakukan ini. Silahkan langsung datang padaku dan katakan di depanku ketimbang melantur dari keyboard.”

Setelah berkata seperti itu semua orang yang ada didalam terbengong, bingung dan heran.

Live On Ep 2
foto: JTBC

Euntaek dimarahi guru, setelah kejadian tersebut, aku sangat terkejut saat mendengarnya.Ini salah satu leluconmu, begitukah. Jawab aku, brandal. Mengagumkan, teruslah bekerja lebih keras untuk sekolah kita, SMA Seoyeon, mengerti. Kau tahu sebesar apa masalah yang kau timbulkan, beraninya kau menganggap ini lelucon. Kau tidak pernah menyebabkan masalah, apa yang terjadi kekacauan ini cukup besar. Karena ini sudah terjadi, kurangi segmennya dan delegasikan lebih banyak kepada orang lain, pikirkanlah.

Live On Ep 2
foto: JTBC

Jadi, kau memilih cerita payah ini. Minta maaf dahulu, kau menyebabkan masalah bagi semua orang. Baiklah, maafkan aku. Sekarang, jawab aku, semua cerita sampah yang kau baca, kau yang memilihnya. Ya. Aku yang memilihnya. Selera yang payah. Sohyun, jika ini yang akan kau lakukan. Rupanya kau sungguh menyembunyikan sesuatu, apa yang membuatmu sangat ketakutan, mau kuberi tahu. Selama bertahun-tahun, kau, seblum menyelesaikan ucapannya Euntaek datang. Dan menyuruh Sohyun untuk keluar.

Live On Ep 2
foto: JTBC

Kau meremehkan kegiatan kami di sini. Ya, sepertinya begitu. Kau tidak tahu tentang perangaiku, kau tahu. Kau merekrutku karena ingin klubmu mendapat perhatian. Kenapa, kini aku tidak berguna bagi klubmu kalau begitu dan lupakan saja. Kau meremehkan urusan semua orang, kau pikir hanya urusanmu yang penting, bukan. Aku tidak tahu setenar apa dirimu untuk asal mengamuk di sini. Tapi tahukah kau, tidak akan ada yang menemanimu. Kau pikir orang memperhatikanmu karena siapa dirimu, bukan, jangan menipu diri sendiri. Orang hanya butuh seseorang untuk memusatkan perhatian mereka. Kebetulan saja mereka memperhatikanmu. Kau pikir orang akan terus menemanimu saat kau tidak lagi menarik. Sadarlah, jika terus begini kau akan sendirian selamanya.

Itulah yang ingin kukatakan kepadamu, kau pasti merasa sebagai murid teladan jika bersikap tangguh dan penting, tidak akan ada yang menemanimu dan membusuklah seumur hidupmu di tempat mengerikan ini, tidak akan ada yang memperhatikanmu. Pergilah, kau tidak lagi dibutuhkan di sini, ucap Euntaek kemudia Horang keluar dengan membanting pintu dengan keras.

Live On Ep 2
foto: JTBC

Baek Horang luar biasa, bagaimana dia bisa berbuat onar di awal semester. Siapa. Horang. Woojae menarik Jaeyi karena didepannya ada air dan menyuruhnya hati-hati. Mau pergi ke Sungai Han setelah tes, ada sesuatu yang ingin kucoba, aku ingin rakit tenda di Sungai Han dan makan ramyeon. Sungai Han. Ya, sebenarnya haruskah kita belajar di sana saja, bagaimana kita bisa bawa matras.

Mungkin dingin jika kita terlalu lama di sana. Jika dingin, kita bisa membawa jaket hangat. Kalau begitu, aku akan mencari tahu. Baiklah. Ayo beli permen kenyal dalam perjalanan pulang, aku mengunduh drama Amerika Netflix agar kita bisa menonton tanpa internet, mari bergegas dan menontonnya. Maaf. Aku akan bermain sepak bola dengan teman-teman. Apa maksudmu, saat bertelepon kemarin, kau bilang mau menonton drama denganku siang ini. Ini rencana pekan lalu. Seharusnya kau memberitahuku di telepon kemarin. Baiklah, telepon aku nanti.

Live On Ep 2
foto: JTBC

Tadi kau hebat. Tutup mulutmu, suasana hatiku buruk. Kau masuk Tim Penyiaran karena itu untuk mengejar orang yang mengeksposmu. Skalamu sangat bagu tunggu jika kau menyebabkan masalah, bukankah Sohyun akan menderita. Kau tidak boleh mengganggu Tim Penyiaran untuk keserakahanmu sendiri. Yushin mulutmu pernah ditampar, jangan pernah lagi membahas Tim Penyiaran di depanku, karena aku berhenti. Yushin kaget, tanpa sengaja semua siswa yang ada dikelas melihat kearahnya. Terima kasih kawan, ini hadiah untukku dari langit. Tapi kenapa kau bergabung jika hendak berhenti, kau juga tidak pernah tertarik pada hal seperti itu. Ada sesuatu yang ingin kucari, tapi tidak perlu lagi.

Horang dan Yushin sedang menunggu bus dihalte bus. Yushin bertanya kepada Horang Kenapa kau selalu naik bus padahal uangmu banyak. bagaimana bisa aku bersekolah setiap hari naik taksi. Kenapa tidak, kau selalu membeli lilin mahal. Horang, lihatlah ini kau tahu YouTuber Melonie, gadis yang dituduh merundung, lelu memperlihatkan ponselnya kepada Horang. Ketika busnya datang Yushin segera menaikinya, meninggalka Horang sendiri dihalte bus tersebut.

Live On Ep 2
foto: JTBC

Ketika berjalan Horang bersimpangan dengan Euntaek. Horang memanggil Euntak, menanyakan apakah ada waktu. Maaf, aku minta maaf. Semarah apa pun, seharusnya aku tidak melakukan itu. Selain itu, aku sama sekali tidak terluka dengan perkataan kasarmu, aku sama sekali tidak terganggu. Aku tidak pernah bertanya apa kau baik-baik saja. Benar juga, kukira kau akan merasa bersalah. Sama sekali tidak.

Aku masih teringat perbuatanmu dan itu membuatku kesal setiap jam. Baiklah, aku salah jadi, bisakah kau. Ya, kau salah, memang benar aku salah, tapi bagaimana denganmu, kau mungkin juga tidak bersikap benar. Lihat. Kau sama sekali tidak menyesal, sudah jelas. Tidak. Aku merasa tidak enak, sungguh tapi kenapa kau yang bicara kasar kepadaku, tapi aku yang minta maaf lebih dahulu. Kau ingin bicara karena ini. Memang benar, orang yang kesal setiap jam adalah aku, bukan kau. Aku akan pergi. Baiklah, pergilah aku juga akan pergi.

Live On Ep 2
foto: JTBC

Kenapa kau ingin bermain gim hari ini, kau bahkan menulis di jadwalmu saat pergi ke warnet. Aku menulisnya, waktuku 37 menit lagi. Apa karena dia, kecelakaan penyiaran. Ya, kami bertengkar lagi hari ini. Kudengar keadaan menjadi lebih baik Jaeyi bilang, laman pengakuan SMA Seoyeon juga kacau. Laman, lalu Euntaek mengecek laman SMA Seoyeon.

“Ulah Baek Horang dari Kelas 11-1. Dia selalu berbuat semaunya.”

“Kini Baek Horang selalu di kelasnya.”

“Dia pasti dipecat setelah kecelakaan penyiaran itu.”

Setelah melihat lamannya, lalu bertanya siapa sebenarnya Horang. Tiba-tiba Yushin datang dan berkata kalau aku sahabat Horang. Kalian juga memainkan gim ini, mari membentuk satu tim. Apa ID kalian, beri tahu aku akan kuberi tahu ID-ku. Tunggu, baiklah selesai berikan kibormu juga. Selesai. Mari mulai, cepatlah bergabung dalam permainan. Lalu Woojae dan Euntaek kembali memakai Earphonenya dan kembali bermain.

Live On Ep 2
foto: JTBC

Horang dan Jaeyi satu kelompok. Siapa yang bisa membuat salindra presentasi, tanyanya tapi tidak ada yang menjawab, mereka semua sibuk sendiri. Siapa yang mau melakukan penelitian. Berikan kepadaku. Ada apa. Kita harus mencari tahu apa. Biar aku saja, ucap Jaeyi lalu mengambil kertas tersebut.

Telepon aku ASAP, apa artinya ini. Apa maksudnya menelepon seseorang dengan asap. Apa ini, apa itu masuk akal, Artinya, “Panggil aku Asap.” Kalau begitu baiklah, kau kasar sekali. Aku apa, aku sudah kesal, tapi kau membuatku makin kesal. Teman-teman, bukan asap, artinya “As soon as”. Hei. Kau sudah sangat menyebalkan. Kau lebih menyebalkan.

Bu Guru! Aku tidak boleh berganti grup. Sieun, kita berdua harus melakukan penelitian dahulu. Aku harus ke pedesaan dengan ibuku akhir pekan ini, jika kau lakukan penelitian dahulu, lalu menunjukkannya padaku, aku akan. Hei, jangan curang. Apa maksudmu. Berani sekali kau mencoba kabur. Kalau begitu, aku akan melakukan penelitian. Kalian bisa buat salindra presentasi.

Live On Ep 2
foto: JTBC
Live On Ep 2
foto: JTBC

Akhirnya mereka berdua yang membuat salindra peresentasi. Baiklah, aku sibuk jadi cepat selesaikan. Aku lebih sibuk darimu. Dia mengabaikan pesanku, dia harus kirim materi penelitiannya agar aku bisa mengerjakan presentasi. Jelek sekali, ucap Jaeyi sambil melihat presentasi milik Horang. Lebih baik daripada salindara presentasi Bonobono-mu. Apa maksudmu, hurufmu juga payah. Jika kau punya waktu untuk melantur.

Siapa yang menelepon, apa yang dia lakukan. Lalu menjawab telponnya.

Do Woojae, Ya. Apa itu saja, di mana kau. Di warnet bersama Euntaek. Euntaek, kau seharusnya memberitahuku ke mana kau pergi. Kau tidak pernah memberitahuku hal-hal seperti ini. Aku yang selalu bertanya kepadamu. Terserah. Tutup teleponnya.

Live On Ep 2
foto: JTBC

Setelah selesai belajar Euntaek dan Sohyun pergi keluar. Euntak memberikan minuman kepada Sohyun dan berkata, sudah berakhir setelah presentasi bahasa Inggris. Ya, kurasa begitu. Aku lebih suka melakukan tes. Aku juga. Bekerja dengan orang lebih sulit daripada belajar. Siapa anggota grupmu. Seo Yungi dan Lee Jitae. Begitu rupanya, semoga berhasil.

Kau akan merekrut orang lain. Untuk apa. Untuk menggantikan Horang. Seharusnya begitu bukan.  Aku akan memasang pengumuman hari Senin. Dia memang seperti itu, dia datang dan pergi kapan pun dia mau, jadi jangan hiraukan dia. Sepertinya kau cukup mengenalnya. Aku sempat mengenalnya saat SMP. Begitu rupanya.

Live On Ep 2
foto: JTBC

Horang, rasanya jauh lebih enak karena kau yang membayar, bagaimana kita bisa bertemu begitu saja. Benar, aneh rasanya kau ada di samping rumahku yang berseberangan dengan rumahmu. Yushin, aku harus bertemu denganmu bahkan di akhir pekan. Lagi pula, kau kesepian karena tidak punya teman, kau juga dikeluarkan dari Tim Penyiaran. Kata siapa aku dipecat, aku tidak dipecat, tapi berhenti sendiri. Euntaek tidak memecatmu. Tidak

Kenapa kau bicara seolah kenal baik dengan Euntaek. Aku berteman baik dengannya, kami bahkan pernah ke warnet bersama. Terserah, habiskan, lalu pergilah. Aku sedang sibuk, harus beli banyak barang. Benarkah, aku akan ikut.

Live On Ep 2
foto: JTBC
Live On Ep 2
foto: JTBC

Setelah berbelanja Horang menyuruh Yushin pulang lebih dulu. Horang pulang dengan berjalan kaki, tiba-tiba ada yang menabraknya dari belakang. Ketika berbalik, ternyata Euntaek yang menabraknya dan bertanya kenapa kau di sini. Aku dalam perjalanan pulang. Begitu rupanya, aku juga akan pulang. Apa, kau tinggal di Mirae. Ya.  Begitu rupanya. Jangan berjalan di belakangku. Itu menggangguku. Berjalanlah di depanku.

Horang, mari bicara. Tentang apa. Aku hanya berpikir menjalani hidup seperti itu pasti sulit bagimu. Kau mau bertengkar denganku. Aku tidak ingin berkelahi, aku serius. Aku memeriksa akunmu, aku menyadarinya setelah memeriksanya dan aku mengerti kenapa kau sangat marah. Apa yang kau baca di akunku hingga kau seperti ini. Tapi aku tidak membenarkan masalah yang kau timbulkan, kau jelas-jelas salah soal itu. Karena itu aku meminta maaf kepadamu, kubilang aku minta maaf. Itu bukan permintaan maaf, tapi kau ingin bertengkar denganku. Aku minta maaf atas ucapanku, aku tidak tahu maafkan aku. Baiklah, kau asal bicara padahal tidak tahu apa yang kualami. Kau terluka. Terluka, tidak mungkin ucapanmu bahkan tidak menggangguku. Ada banyak orang yang ingin menyakitiku.

Live On Ep 2
foto: JTBC

Mulai hari ini, kita harus periksa suara untuk CSAT, Huisu, Euna. Kalian bertugas. Euntaek, kalau begitu, kita akan punya pembaca berita baru, haruskah aku menulis sesuatu di Face. Soal itu, tiba-tiba pintunya terbuka kemudian Horang datang, Kau terlambat delapan menit. Aku tahu. Bereskan setelah rapat. Baiklah.

Kau tidak pergi, tanya Sohyun. Pergilah lebih dahulu, aku harus bicara dengan Horang. Begitu rupanya, baiklah sampai nanti. Apa yang ingin kau bicarakan, soal bersih-bersih. Euntaek meberikan kertas kepada Horang. Apa ini. Akun Tim Penyiaran, lakukan dengan baik. Baiklah.

Hampir lupa, Jangan lupa utangmu kepadaku kemarin. Baiklah. Aku ingin kau memperbaikinya. Baiklah. Ayo. Pergilah dahulu. Kenapa, Apa rencanamu. Aku ingin istirahat sebelum kembali ke kelasku. Tentu, jangan terlambat nanti. Baiklah.

Horang masuk ke akun yang diberikan Euntaek, lalu mebbuka kotak pesan milik Har Ley. Horang membuka Teman Har Ley, dan melihat akun Ji Sohyun. Setelah itu Horang mengingat kejadian 2 tahun yang lalu.

Live On Ep 2
foto: JTBC

Ketika Euntaek da Woojae berjalan, ia bertemu dengan Woosol. Do Woojae, beri aku 2.000 won. Aku tidak punya. Kau punya, aku melihatnya. Tidak punya. Aku melihatmu. Kubilang tidak. Aku melihatmu punya. Ini, hanya ada 1.000 won. Astaga Euntaek, terima kasih. Jangan, dia tidak akan membayarmu. Aku akan mengembalikan uangmu. Baiklah.

Benar juga, kau sudah menelepon Jaeyi. Jangan ikut campur, aku akan mengurusnya. Apa maksudmu. sudah jelas apa yang kau lakukan, mungkin kau bungkam dan bilang ya atau tidak. Jaeyi selalu kesulitan menjalani hubungan sepihak. Pergilah. Cepat pergi. Aku memang hendak pergi, dengarkan perkataanku atau kau akan menyesal. Sampai jumpa lagi, Euntaek. Sampai jumpa.

Aku setuju dengan Woosol. Kau juga. Kang Jaeyi sangat unik. Dia tipe orang yang bicara blak-blakan dia akan frustrasi jika kau tidak bicara dengannya. Marahlah dan katakan hal-hal yang tidak kau sukai.

Live On Ep 2
foto: JTBC
Live On Ep 2
foto: JTBC

Semua murid berkumpul didalam aula sekolahan untuk olahraga.

Hentikan, semuanya berkumpul. Pak Han sedang sakit hari ini, Jadi Kelas 1 dan Kelas 3 akan mengadakan kelas gabungan. Kalian seharusnya bersiap untuk tes, tapi tidak bisa. Mari bermain dodgeball di antara dua kelas. Minta satu orang dari setiap kelas untuk maju.

Mereka saling melepar bolanya, ketika Euntaek mendapat bolanya dan hendak melemparkaknnya ke arah Horang, ia urungkan dan melemparnya kesamping. Horang melempar bolanya ke Sohyun dan ia keluar. Kemudian Horang terkena bolan dari arah belakang akhirnya ia keluar. Permainan kembali dilanjutkan, dan Woojae mendapatkan bolanya melemparkan kearah lawannya dan terkena akhirnya keluar. Kini tiggal Woojae dan Jaeyi. Jaeyi melemparnya karah Woojae, permainan pun berakhir.

Live On Ep 2
foto: JTBC

Do Woojae Kenapa kau tidak menghindari bola. Aku ingin selesai dengan cepat. Berhentilah berbohong, siapa pun bisa melihat kau marah. Kenapa kau bilang begitu. Bagaimana dengan kemarin, kenapa kau tidak meneleponku. Aku belajar. Kau bersikap seperti ini sampai akhir, apa hanya kau yang kesal, aku juga kesal. Kenapa harus aku yang mempertahankanmu dan memancingmu agar bicara.

Jaeyi, tidak menelepon selama satu hari tidak perlu sampai semarah ini. Aku bersikap seperti ini bukan karena kau tidak menelepon. Orang lain biasanya mengobrol setiap hari, hanya saja kau tidak begitu. Baiklah, maafkan aku. Do Woojae, aku berpacaran denganmu selama dua tahun, tapi ada saatnya aku tidak tahu pikiranmu. Aku serasa menjalani hubungan sepihak, lupakan saja. Hanya aku yang menderita jika marah seperti ini.

Live On Ep 2
foto: JTBC

Baek Horang, masuklah bersamanya dan perhatikan dia. Tidak. Ini bahkan bukan siaran makan siang. Bawa naskah di meja. Astaga. Lalu Hoarng masuk kedalam ruang penyiaran. Kau cukup membaca apa yang tertulis. Setelah selesai membaca, matikan mikrofonnya agar suaramu tidak keluar. Lalu, berikan tanda itu pada Euntaek. Dan, fokuslah. Jangan menyusahkan orang lain karena kesalahanmu.

“Boleh minta perhatiannya, siaran pendidikan pencegahan kekerasan di sekolah akan segera dimulai. Nyalakan televisi di kelas kalian dan tunggu. Aku ulangi. Langkah pertama dalam mencegah kekerasan di sekolah adalah menarik perhatian.Jika menjadi korban kekerasan atau pernah melihat itu terjadi, kau harus meminta bantuan guru atau orang tuamu. Jika menyembunyikan fakta ini karena takut, kau tidak bisa membantu siapa pun. Jika kau diam saja, tidak akan ada yang tahu. Keberanian untuk memberi tahu orang di sekitarmu. Keberanian untuk tidak hanya melihat, itulah kuncinya. Karena itu, untuk mencegah perundungan, perbincangan terus-menerus dengan temanmu diperlukan serta solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah. Siapa pun bisa menjadi pelaku dan korban.”

Live On Ep 2
foto: JTBC

Apa itu tadi, ada apa dengan Sohyun. Melatihmu. Latihan, apa itu perlu. Kau tahu tugasmu sebagai pembaca berita. Aku hanya perlu membaca apa pun yang tertulis di naskah. Belajarlah dengan baik dari Sohyun besok, kau akan segera siaran sendiri. Kau bisa melatihku, aku tidak mau bicara dengan Sohyun. Tim ini bukan lelucon. Jangan bertindak semaumu, kenapa dia tidak keberatan melatihmu. Kau keberatan. Dia membicarakanku. Dia hanya bilang mengenalmu sejak SMP. Terserah, kau harus melatihku, mengerti. Aku akan memikirkannya. Aku tidak akan melakukannya jika kau tidak melatihku. Kau boleh pergi. Aku serius. Baiklah. Kubilang aku akan memikirkannya. Kau tidak pulang. Aku akan mengerjakan ini dahulu. Baiklah.

Kenapa kau membawa ini. Agar kau melihatnya. Aku tidak akan lupa. Aku hanya bercanda. Aku akan membelinya nanti, kalau begitu kita bisa pergi bersama. Ke mana, ke toko piringan hitam. Ya. Jika aku membiarkanmu, hanya itu yang ingin kau bicarakan, aku tidak mau mendengarnya, ayo pergi sekarang, biar kubelikan. Tunggu apa lagi, Ayo.

Live On Ep 2
foto: JTBC

Kau yang memindahkan ranselku. Woojae mengangguk. Kenapa. Karena aku ingin kau duduk di sampingku. Kenapa kau marah. Bukan begitu aku hanya lelah, maafkan aku. Kau sakit. Jaeyi, mau menonton film malam denganku nanti. Kenapa tidak, kau pernah menonton Hero, aku ingin menontonnya, tapi belum sempat. Dengan siapa lagi aku akan menontonnya. Aku juga ingin menonton The Reporter. Mari kita tonton itu besok.

Live On Ep 2
foto: JTBC
Live On Ep 2
foto: JTBC

Setelah mendapat piringan hitan yang dicari. Euntaek menyuruh Horang mendengarkan lagu dari piringan hitam, lalu mereka mendengarkan lagu bersama-sama.

Bagaimana menurutmu, bagus bukan. Kau bisa menemukan lagunya di internet, kenapa datang jauh-jauh kemari untuk membeli ini. Rasanya menyenangkan, memesan, menunggu, dan datang ke sini untuk mengambilnya. Aku sungguh tidak mengerti.

Euntaek dan Horang keluar dari took tersebut. Euntaek memberikan piringan hitam kepada Horang. Untukku, aku tidak punya pemutar piringan hitam. Aku tahu kau suka hal-hal yang terlihat mewah, karena ini cantik, letakkan di kamarmu. Baiklah.

Euntaek mendapat pesan dari ayahnya,

“Aku akan pulang sekarang. Kapan kau pulang”

Horang. Ya. Karena kau kubelikan piringan hitam. Sudah kuduga, karena inilah aku akan membayar. Makanlah denganku, kau bisa membayar makanannya.

Live On Ep 2
foto: JTBC

Apa ini cukup untuk makan. Terlalu merepotkan untuk pergi jauh. Kita bisa memesan makanan. Jika kau merasa bersalah, belikan aku makanan enak lain kali. Apa maksudmu, sekali saja cukup. Apa ada masalah. Tidak. Kenapa kau terus memeriksa arlojimu. Aku harus pulang sebelum pukul 23.00. Kenapa. Itu aturan yang kutetapkan sendiri.

Lantas kenapa, ini yang kusadari tentangmu saat kali pertama bertemu, kenapa kau terobsesi dengan waktu, kau mengatur jadwalmu berdasarkan menit, kau mencoba menjadi perfeksionis. Tidak. Hidupmu juga sulit. Aku ingin menepatinya. Apa. Janji, aku benci orang yang tidak menepati janji dan membohongiku. Mereka mungkin tidak menyadarinya, tapi ingkar janji dan kebohongan bisa melukai orang lain. Kurasa tidak ada yang kau sembunyikan. Bukan begitu.

Benar juga. Omong-omong, kau harus jaga stan selama festival. Apa, kenapa aku harus melakukan itu, aku tidak mau. Hei, aku merekrutmu untuk melakukan itu. Apa maksudmu, kau keterlaluan, aku akan melakukan hal lain dan itu merepotkan. Aku sudah memutuskan, tidak bisa diubah. Kubilang aku tidak mau dan kau boleh minum semuanya. Minumlah. Tidak, aku juga tidak akan menjaga stan.

Live On Ep 2
foto: JTBC

Horang sedang melihat pesan yang ia kirim kepada pemilik akun Har Ley, pemilik akun tersebut membalas pesannya.

“Halo”

“Hai, Baek Horang”

Horang melihat Sohyun berjalan sambil memainkan ponselnya, lalu memanggilnya. Ji Sohyun, bukan ulahmu, bukan.  Apa maksudmu. Benarkah itu ulahmu?

BERSAMBUNG……

Sampai berjumpa lagi di Live On Eps 3 dan jangan pernah bosen untuk membaca didrama yang aku tulis, salam A2One

19 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Hush Ep 5 Part 4
Read More

Hush Ep 5 Part 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hush Episode 5 Part 4, Simak selengkapnya untuk daftar ada di tulisan yang ini. Lihat…