Hush Ep 15 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hush Episode 15 Part 1, Yuk gaes baca juga selengkapnya untuk daftar link ada di tulisan yang ini. Pastikan Kalian juga harus mengetahui kalau tersedia juga Episode sebelumnya baca di sini.

Joon Hyuk makan dengan Kepala Na. Joon Hyuk menghela nafas setelah menenggak mirasnya, lalu memulai pembicaraan.

Joon Hyuk : Kau tahu? Sejujurnya, aku merindukan tahun-tahun jajangmyeon murah dan soju. Semuanya salah sejak kita mulai menyantap makanan mahal.

Kepala Na bilang tak ada yang salah.

Joon Hyuk : Pada hari kematian Yong Min, putriku juga terluka parah. Dan aku mengetahui arti karma yang sebenarnya.

Kepala Na minum, lalu berkata sebagian orang terlahir kaya dan tetap kaya sepanjang hidup mereka. Tapi saat mati, mereka menutup mata di peti mati indah yang dipenuhi bunga. Sebagian memberikan dagingnya untuk makhluk lain, tapi mereka bahkan tidak bisa menutup mata. Apa ini karma?

Kepala Na : Takdirmu ditentukan begitu kau lahir.

Joon Hyuk terdiam, lalu terdiam menatap ikan yang menjadi hidangan makan siang mereka saat itu.

Kepala Na bilang pada Ji Soo, bahwa media tidak membuat berita palsu. Orang-orang ingin percaya dengan cara mereka sendiri dan keyakinan yang salah menciptakan berita palsu.

Kepala Na : Keyakinanmu pada ayahmu menciptakan berita palsu.

Ji Soo : Jadi maksud anda, ayahku menerima suap dan dia pantas mendapatkannya?

Kepala Na : Itu fakta yang tidak terbantahkan. Itu ditoleransi pada saat itu.

Ji Soo yakin ayahnya bukan orang macam itu.

Kepala Na : Aku tahu. Dua tahun lalu aku harus meminta kisah pemulilahannya ke Harian Shilla.

Ji Soo : Apa?

Kepala Na : Aku tahu dia pria yang jujur dan baik.

Ji Soo : Tolong berhenti. Anda tidak tahu orang seperti apa ayahku.

Ji Soo mau pergi tapi Kepala Na terus mencoba meyakinkan Ji Soo tentang aslinya PD Lee.

Kepala Na : Saat kami makan malam kantor, dia pulang dengan ayam pedas. Meskipun dia pikir saus pada ayam goreng tidak menghargai ayam yang sudah mati dan penghinaan kuliner. Itu sebabnya dia tidak pernah menikmati ayam pedas. Joon Hyuk menyarankan untuk tetap setia tapi aku tidak bisa. Karena aku harus membawakan pizza untuk putriku.

Flashback….

Kepala Na sedang bermainan biliar dengan Joon Hyuk.

Lalu PD Lee datang dan melemparkan amplop berisi uang pada Kepala Na.

PD Lee : Ayo kita minum dengan ini dan berikan putrimu pizza.

Flashback end…

Ji Soo tak percaya. Dia bilang tak ada bukti jika ayahnya menerima suap.

Kepala Na bertanya, bisakah Ji Soo menanganinya jika buktinya ada.

Kepala Na lalu mengirimkan sesuatu pada Ji Soo.

Ji Soo membukanya dan kaget.

Kita diperlihatkan flashback, setelah PD Lee memberikan uang itu pada Kepala Na.

Dia mengambil foto, foto tangannya memegang amplop uang di depan PD Lee dan Joon Hyuk.

Di amplop itu tertulis, “Terima kasih MBS, Produser Lee”.

Dan foto itulah yang kini dilihat Ji Soo.

Kepala Na : Berita bahagia yang disukai semua orang, kisah yang indah. Tidak ada akhir manis seperti itu di dunia ini. Jadi jauhkan pikiranmu dari ide tidak berguna. Lakukan apa yang diperintahkan.

Kepala Na memberikan Ji Soo uang.

Kepala Na : Ibumu terlalu tua untuk membuat gimbap gulung. Kau akan membiarkannya melakukan itu terus?

Ji Soo tersinggung, Kepala!

Kepala Na : Jadi kenapa kau mau membeberkannya? Seharusnya kau tidak membuka pintu yang tidak bisa kau tutup.

Kepala Na pergi, meninggalkan Ji Soo yang terdiam menatap uangnya.

CEO Park langsung memeriksa brankasnya. Dia terkejut, CD, flashdisk dan disketnya tidak ada.

CEO Park menatap Joon Hyuk.

Melihat itu, Sang Kyu langsung meminta penjelasan Joon Hyuk. Dia tanya, apa yang Joon Hyuk ambil.

Joon Hyuk bilang tidak ada.

Sang Kyu : Tidak mungkin. Kau tertangkap basah.

Sang Kyu langsung membongkar tas Joon Hyuk.

CEO Park mengangkat dokumennya. Ternyata barang2nya masih utuh di sana.

Dia memeriksa disketnya dan lega.

Sang Kyu masih memeriksa barang-barang Joon Hyuk.

Joon Hyuk : Aku tidak mencuri apapun, tapi memasukkan sesuatu.

CEO Park menaruh lagi disketnya, lalu mengambil berkas yang ditaruh Joon Hyuk di sana.

Berkas itu berjudul, “Jurnalisme Untuk Pengembalian Kepercayaan Terhadap Media”.

CEO Park membawa berkas itu dan mendekati Joon Hyuk. Dia tanya apa itu.

Joon Hyuk : Saat anda masuk parlemen, pengalaman anda sebagai CEO media akan membantu anda.

CEO Park : Seharusnya kau langsung memberikannya padaku. Kenapa langsung menaruhnya di sana?

Joon Hyuk : Itu brankas rahasia di kantor CEO dan anda bilang tidak ada yang serius di sana.

Sang Kyu yang sewot, beraninya kau mengatakan omong kosong itu!

CEO Park membentak Sang Kyu, Yoon Siljang!

Sang Kyu langsung minta maaf.

CEO Park kembali menatap Joon Hyuk. Lalu dia melihat-lihat berkas yang diberikan Joon Hyuk dan menemukan secarik pesan di sana.

“MP Park, anda belajar dari kegagalan kemarin untuk kesuksesan hari ini. Kuharap ini menjadi pondasi karir politik anda.”

CEO Park kembali teringat kata-kata Joon Hyuk saat ia menunjukkan brankasnya kepada Joon Hyuk.

Joon Hyuk : Kuharap suatu hari nanti ini bisa menampung prestasi anda atau bahkan warisan besar Harian Korea.

CEO Park : Jadi maksudmu ini warisan besar Harian Korea? Kunci kesuksesan?

Joon Hyuk : Aku ingin itu menjadi hadiah kejutan. Aku bersikap tidak sopan.

CEO Park : Ini salahku. Seharusnya aku mengerti.

Joon Hyuk : Maafkan aku.

Joon Hyuk mengambil kepingan puzzle di lantai.

Dia mau mengembalikannya pada CEO Park. CEO Park menggeleng. Lalu dia memberikan berkas Joon Hyuk pada Seketaris Min dan beranjak pergi.

Joon Hyuk lega dan membereskan barang2nya.

Sang Kyu menatapnya dengan kesal.

Ji Soo sudah di depan kantornya. Dia termenung, di tengah jalan. Seseorang mengklaksonya.

Ji Soo minta maaf dan langsung ke tepi.

Ji Soo teringat obrolannya dengan ayahnya, di hari ulang tahunnya.

Ji Soo : Ayah pasti punya impian saat masih kecil.

PD Lee : Ayah ingin menggali kejahatan di dunia ini dan memperbaikinya agar dunia ini menjadi lebih adil. Ayah ingin kau melakukan apapun yang kau inginkan.

Ji Soo menatap gedung Harian Korea yang tinggi.

Dia menghela nafas.

Setelah itu, dia melihat Joon Hyuk hendak pergi dengan CEO Park.

Joon Hyuk juga menatap Ji Soo.

“Zaman sekarang hal-hal aneh terjadi di Korea. Orang-orang menyalahkan CEO atas kematian reporter magang. Dan CEO mengakui bahwa itu salahnya, dengan mengatakan dia membiarkan itu terjadi. Dalam semalam, bunuh diri menjadi pembunuhan dan bunuh diri lagi. Dalam semalam CEO menjadi tersangka dan tersangka itu dengan berani menghina dirinya.”

Joo Ahn tengah serius menonton sebuah program melalui komputernya.

Se Joon lewat dan ikut-ikutan menonton program itu.

Joo Ahn kaget melihat Se Joon disampingnya dan langsung merebahkan layar komputernya.

Se Joon : Kau harus menyelesaikannya.

Joo Ahn memberdirikan lagi layar komputernya.

Se Joon melihat orang yang berbicara di program itu memakai topeng.

Se Joon : Apa yang dia lakukan dengan topeng aneh itu?

Joo Ahn : Dia disebut Mask Man. Dia salah satu newtubers yang populer dengan sekitar dua juta pelanggan.

Se Joon : Dua juta? Jadi dia menghasilan dua juta won dalam sebulan?

Joo Ahn : Tidak, lebih dari itu.

Se Joon : Kalau begitu, 2,3 juta?

Joo Ahn : Kalau begitu maukah kau…

Joo Ahn memberikan earphone nya.

Se Joon bilang bukan untuknya. Dia tidak suka Newtube atau Nutria itu. Selesaikan.

Se Joon pergi.

Se Joon : Kalau begitu 2,5 juta?

Joo Ahn menatap Se Joon.

Se Joon bilang ke Ki Ha kalau dia mau ke parlemen.

Ki Ha mengiyakan.

Se Joon papasan dengan Ji Soo yang baru masuk.

Ji Soo menganggukkan kepalanya, memberi hormat. Se Joon pergi.

Ji Soo ke mejanya. Dia termenung, memikirkan sesuatu.

Lalu dia meraih ponselnya, mau menghubungi seseorang tapi ragu.

CEO Park menyuruh Ji Yoon memilih diantara posternya yang paling bagus.

Ji Yoon menunjuk salah satu poster. Dia bilang yang itu tampak lebih dominan.

Joon Hyuk yang berdiri di dekat jendela, menghela nafas melihat itu.

Ponsel Joon Hyuk berdering. Sebuah pesan masuk.

Joon Hyuk serius membacanya.

Ji Yoon menatap Joon Hyuk dengan tatapan curiga.

Tapi begitu ditatap balik Joon Hyuk, dia tersenyum.

Joon Hyuk menatap salah satu poster CEO Park.

Di poster itu, tertulis kalimat, “Melampaui Parlemen, Menuju Rumah Biru”.

Se Joon, Ki Ha dan Yoon Kyung lagi membahas nominasi CEO Park dan Joon Hyuk.

Se Joon : Nominasinya sudah ditentukan sejak lama. Dia memilih distrik untuk nominasi.

Yoon Kyung : Dia menyingkirkan ‘No Gain, No Pain’ dengan An Ji Yoon untuk memanipulasi citranya sendiri dan mengamankan nominasi itu bukan?

Se Joon menghela nafas, konferensi pers dan tabloid, reporter koran lain sudah tahu. Sial. Aku kehilangan sentuhanku. Kurasa aku harus berhenti.

Yoon Kyung : Kau tidak melihatnya karena kau orang dalam.

Ki Ha : Han Joon Hyuk meramalkan itu dan naik ke sana, alih-alih berada di bawah sini.

Se Joon : Tapi menurutmu dia sungguh menginginkan ini?

Ki Ha : Apa maksudmu?

Se Joon : Aku bisa memahaminya jika dia melakukannya demi uang. Tapi dia tidak akan melakukan itu untuk lencana emas.

Se Joon lagi-lagi mendesah, kurasa ada sesuatu yang kurang.

Ki Ha dan Yoon Kyung juga berpikir kenapa Joon Hyuk naik ke lantai 15. Tapi dia tidak bisa menemukan jawabannya.

Joon Hyuk menemui Ji Soo di tempat biliar.

Joon Hyuk tanya ada apa.

Ji Soo : Pernahkah kau menerima suap?

Joon Hyuk : Apa?

Ji Soo : Apa kau pernah menerima uang untuk kisah, bahkan sekali saja?

Joon Hyuk : Tidak pernah.

Ji Soo : Bagaimana dengan ayahku?

Joon Hyuk : Tentu saja Yong Min tidak pernah melakukannya.

Ji Soo menunjukkan bukti foto itu.

Joon Hyuk menggeleng menatap Ji Soo, tidak Ji Soo-ya. Kau salah.

Ji Soo : Bagaimana kau bisa bilang begitu jika ada bukti disini?

Joon Hyuk menghela nafas dan teringat masa lalu.

Flashback…

Joon Hyuk yang baru saja tiba di tempat biliar, tak sengaja mendengar pembicaraan Kepala Na dengan seseorang.

Orang itu bertanya, bagaimana kalau mereka mengecualikan Yong Min.

Kepala Na : Kita lihat nanti saja. Kita sudah kehilangan Jae Hak. Jika Yong Min pergi, kita tidak akan punya siapapun dari MBS. Kita harus menjaganya.

Pria itu bilang kalau Jae Hak dan Yong Min sama saja. Mereka berdua sombong.

Joon Hyuk tak jadi masuk dan pergi menemui PD Lee.

Joon Hyuk memberikan amplop berisi uang ke PD Lee. Dia meminta PD Lee melakukan permintaannya kali ini saja.

Joon Hyuk : Tunjukkan kepada mereka amplop suap ini dan katakan ini, “Ayo kita minum dan belikan putrimu pizza”. Satu kebohongan ini akan menyelesaikan semuanya. Tolong lakukan ini sekali saja.

PD Lee : Lantas waktu itu?

Joon Hyuk : Tentu saja itu palsu. Aku kesulitan menabung. Aku harus melakukannya tanpa sepengetahuan istriku. Kau bercanda? Kau sunggung berpikir aku keliling menerima suap? Bagaimana bisa kau menganggapku seperti itu?

PD Lee tertawa, aku memang merasa itu sangat aneh. Terima kasih. Tapi Joon Hyuk…

Joon Hyuk : Uang ini? Tidak apa-apa. Aku menabungnya untuk joran baru.

PD Lee : Joran?

Joon Hyuk : Kami sudah kehilangan Jae Hak. Kami harus punya reporter sungguhan sepertimu. Jika kau berhenti, aku juga akan berhenti. Aku lebih baik pergi ke Laut Timur dan menjadi nelayan.

Joon Hyuk lalu menuliskan kata2 ‘MBS’ itu di amplop.

PD Lee tanya kenapa Joon Hyuk terus bergaul dengan geng nya Kepala Na.

Flashback end…

Joon Hyuk menyentil bola putih di atas meja biliar. Dia bilang dia harus jatuh ke level yang sama. Dia harus menulis kisah dan menerima gaji.

Joon Hyuk : Aku harus mencari nafkah.

Ji Soo tertawa kesal. Dia juga tampak menahan tangisnya.

Ji Soo : Aku kasihan pada ayahku.

Joon Hyuk : Ini salahku. Aku penyebabnya. Aku menyebabkan kesalahpahaman itu.

Ji Soo : Tidak. Aku berjanji kepada diriku sendiri. Tidak akan tertipu apapun yang dia tunjukkan ke hadapanku. Tapi aku gagal. Aku menyalahkan diriku karena meragukan ayahku meskipun hanya sebentar.

Ji Soo menatap Joon Hyuk dan bilang itu salahnya.

Ji Soo : Ini antara aku dan Kepala jadi aku akan mengurusnya.

Ji Soo lalu bertanya apa Joon Hyuk tidak lapar?

Bersambung ke part 2….

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
The Penthouse 2 Ep 4
Read More

The Penthouse 2 Ep 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse 2 Episode 4, Lihat cerita lengkap sinopsisnya di tulisan yang ini. Kamu juga…
Read More

Yumi’s Cells Ep 10

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Yumi’s Cells Episode 10, Jika Kalian ingin melihat full recapnya tersedia lengkap di tulisan tulisan…