Hush Ep 9 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hush Episode 9 Part 1, Yuk gaes baca juga selengkapnya untuk daftar link ada di tulisan yang ini. Pastikan Kalian juga harus mengetahui kalau tersedia juga Episode sebelumnya baca di sini.

Joon Hyuk makan ikan bakar dengan Kepala Na. Selagi menunggu ikannya matang, Joon Hyuk mengeluarkan kail dari dalam potongan ikan yang belum dibakar.

Joon Hyuk : Kau tahu ini apa?

Kepala Na : Ini kail ikan.

Joon Hyuk : Ya. Itu artinya nelayan yang menangkapnya. Ini tidak diternak. Jika belut memiliki ini di kerongkongannya, harganya akan naik. Belut adalah hewan yang waspada. Sangat sulit menangkapnya. Tapi anehnya, beberapa merangkak di gunung di siang hari. Airnya makin jernih jika mereka naik. Mereka tahu di sana lebih baik.

Kepala Na tertawa, jika lahir di air, mereka harus mati di air. Apa gunanya jauh-jauh naik?

Joon Hyuk : Kenapa? Mereka semua akan terbakar di panggangan setelah beberapa tahun. Kenapa tidak mencoba memanjat setidaknya sekali saja? Kerongkongan mereka akhirnya akan terkena kail juga.

Sekarang, kita ditunjukkan ke saat2 Ji Soo dan Joon Hyuk di ruangan Soo Do.

Soo Do marah dan memaki mereka, kalian sungguh percaya diri? Dasar reporter sampah. CEO kalian jelas tidak tahu kalian di sini. Tentu saja, kalian akan dipecat. Tapi apa kalian sungguh ingin melihat akhir dari Harian Korea?

Joon Hyuk menatap Ji Soo.

Joon Hyuk : Kau sudah dengar, bukan? Mulai sekarang, kita berisiko dipecat. Pikirkan baik-baik.

Ji Soo balas menatap Joon Hyuk.

Ji Soo : Tidak ada gunanya berpikir. Mari kita hadapi langsung sampai akhir.

Sementara itu, Sang Kyu meminta Yoon Kyung berpikir sebelum bicara.

Sang Kyu : Apa yang kau dapatkan dari ini? Kau tidak tahu cara kerja bisnis ini? Kau menghindari risiko dan meraih kesempatan. Tanggung jawab? Penyesalan? Bisakah kau menguangkan pujian? Jangan mati kelaparan di depan pesta.

Yoon Kyung : Tentu saja, “BAP” lebih kuat daripada “PEN”. Tapi aku tidak akan memberi anak-anakku makanan busuk. Aku bisa memberi mereka makan sendiri.

Yoon Kyung mengembalikan brosur sekolah di luar negeri ke Sang Kyu.

Kembali ke Joon Hyuk, Ji Soo dan Soo Do.

Joon Hyuk : Anda sudah dengar, bukan? Anda bertanya apa kami percaya diri? Tentu saja. Seseorang berusaha menyamarkan laporan eksklusif sebagai laporan salah untuk pembersihan bisnis anda. Kami sudah menyelidikinya. Kami mencurigai Kepala Na, lalu Redaktur Yoon. Tapi pada akhirnya, hanya CEO kami yang tersisa.

Soo Do : Sidangnya sudah berakhir, dan namaku dibersihkan.

Joon Hyuk lalu meletakkan artikel tentang pernikahan Sung Hee, lengkap dengan fotonya Sung Hee.

Soo Do kaget melihatnya.

Joon Hyuk : Astaga, aku menebak dengan benar. Anda mengambil umpanku dua kali hari ini.

Soo Do terkejut, apa?

Joon Hyuk dan Ji Soo berdiri.

Joon Hyuk : Karena persidangan sudah berakhir dan nama anda dibersihkan, anda pikir itu berakhir? Jaksa dan hakim sampah menyiasati persidangan. Apa yang bisa disiasati reporter sampah? Tetaplah bersama kami.

Joon Hyuk dan Ji Soo beranjak pergi.

Joon Hyuk dan Ji Soo berjalan dengan gagahnya keluar dari kantor Soo Do.

Tapi begitu tiba diluar, Ji Soo mengaku dia gemetaran tadi dan jantungnya hampir meledak.

Joon Hyuk tertawa, kenapa?

Joon Hyuk : Kau berbakat. Kau bisa menjadi reporter sampah yang baik.

Ji Soo : Siapa wanita di foto itu?

Joon Hyuk : Aku belum tahu.

Ji Soo : Apa kau melempar tali pancing tanpa tahu apa itu umpannya?

Joon Hyuk : Kau mengerti sekarang? Kau sadar kenapa aku membawamu ke sini?

Ji Soo : Kenapa?

Joon Hyuk : Jangan pernah melakukan liputan memancing yang tidak etis ini. Jadilah reporter yang baik dan lakukan laporan dengan benar.

Ji Soo : Kau juga menipuku. Bagaimanapun, Redaktur Yoon memang melakukan sesuatu, melihat dari suap MP Go. Bukankah itu berita eksklusif?

CEO Park membahas kunjungan Joon Hyuk dan Ji Soo ke kantor Soo Do dengan Kepala Na.

CEO Park cemas orang di perusahaan tahu bahwa Sung Hee adalah ponakannya lantaran Joon Hyuk dan Ji Soo menunjukkan foto Sung Hee ke Soo Do. Dia menduga, semua orang di perusahaan tahu.

Kepala Na : Tidak ada yang menyuruh mereka. Mereka mengunjunginya sendiri. Para reporter Harian Korea adalah pena dan pisau anda. Mereka memastikan itu. MP Go pasti sadar dia tidak bisa mengandalkan anda lagi.

CEO Park : Bukankah memerintahkan melakukan laporan lanjutan ide yang buruk?

Kepala Na : Lagi pula, aku tidak berencana mengunggahnya. Tapi aku tidak menduga mereka akan mengunjungi MP Go. Mereka terlalu gigih. Ini salahku.

CEO Park : Bagaimana dengan kecelakaan mobil?

Kepala Na : Aku menutupinya dengan baik, jadi, jangan khawatir.

Joon Hyuk setengah berlari, membawakan Ji Soo makanan.

Mereka duduk di taman.

Joon Hyuk : Kyu Tae pernah membeli ini dan aku jadi menyukainya.

Ji Soo : Terima kasih.

Joon Hyuk : Bagus untuknya. Dia punya kualifikasi yang bagus. Keluarganya pasti kaya, bukan?

Ji Soo : Entahlah. Kudengar keluarga Kyung Woo lebih kaya.

Joon Hyuk : Benarkah? Semuanya sejahtera.

Joon Hyuk lalu bertanya apa yang akan Ji Soo lakukan.

Joon Hyuk : CEO pasti sudah tahu tentang kita. Kita bisa kehilangan pekerjaan karena aksi reporter sampah ini.

Ji Soo pun mematahkan roti panjangnya menjadi dua keping.

Ji Soo : Tidak harus kita berdua. Salah satu bisa bertanggung jawab.

Joon Hyuk : Mudah mengatakannya. Tapi kau tahu, kau tidak bisa disalahkan.

Ji Soo : Aku tahu. Aku tidak bisa. Aku hanya junior. Jika ada yang harus disalahkan, seharusnya kau, reporter veteran 13 tahun.

Joon Hyuk : Dasar berandal. Apa katamu?

Ji Soo : Mari bicara dengan realistis. Para junior yang tidak tersentuh cenderung dikorbankan. Ibuku bilang hanya dokter dan hakim yang bisa memperbaiki sesuatu. Tapi haruskah kita memperbaiki sesuatu untuk dianggap hebat? Bukankah bertahan hingga akhir cukup?

Joon Hyuk : Aku mengerti. Kau membuatku bertanggung jawab sendiri.

Ji Soo : Tidak, aku tidak berusaha membuatmu melakukan itu. Maksudku, jika kita tidak bisa mengubah keadaan, setidaknya kita tidak boleh berkecil hati. Jangan salah paham.

Joon Hyuk : Kau hanya bisa bicara.

Ji Soo : Kau melarangku melakukan ini. Tapi rasanya menyenangkan, aku seperti menjadi reporter sungguhan. Bagus bahwa jantungku berdebar setidaknya sekali. Jika aku diam atau berbohong karena takut akan dipecat, itu bahkan lebih seperti sampah.

Joon Hyuk terdiam mendengar kalimat Ji Soo itu.

Kepala Na berencana menghukum Joon Hyuk dan Ji Soo, tapi CEO Park melarang.

CEO Park : Reporter menyelidiki situasi mencurigakan. Kita tidak boleh selalu menghentikan mereka.

Kepala Na mengerti, anda benar. Mereka berspekulasi…

CEO Park : Bukan menetapkan kebenaran.

Kepala Na : Kini anda jurnalis terhormat.

Keduanya lantas tertawa licik.

Bersambung ke part 2….

27 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

A Model Family Ep 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis A Model Family Episode 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang…
18 Again Ep 11 Part 3
Read More

18 Again Ep 11 Part 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis 18 Again Episode 11 Part 3, Kalian yang tertarik untuk melihat cerita sinopsis lengkap ada…