Hush Ep 16 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hush Episode 16 Part 2, Yuk gaes baca juga selengkapnya untuk daftar link ada di tulisan yang ini. Pastikan Kalian juga harus mengetahui kalau tersedia juga Episode sebelumnya baca di sini.

Yoon Kyung pulang bawa dua kantong belanjaan.

Joon dan Seo Jin bergegas membantu ibu mereka membawa belanjaan masuk. Yoon Kyung tersenyum melihat Seo Jin ikut membantunya.

Se Joon dikejutkan dengan kepulangan Parker. Ditambah lagi dengan penampilan Parker yang seperti anak punk.

Se Joon : Kenapa kau disini? Apa logam di telingamu itu?

Parker : Aku… Aku kembali.

Se Joon : Kembali? Kau pasti sudah gila.

Sang istri berusaha menjelaskan kalau Parker tengah mengambil cuti.

Lah Parkernya malah ngaku kalau dia udah berhenti kuliah sejak tahun lalu. Sontak Se Joon marah.

Cho Yi dan Cho Ha makan ayam goreng dengan lahap. Sementara Ki Ha dan Eun Hee bersulang. Lalu Ki Ha mengajak kedua putrinya bersulang juga.

Eun Hee tiba-tiba marah.

Eun Hee : Jika itu membuatmu kewalahan, berhenti saja.

Ki Ha : Kenapa tiba-tiba? Aku baik-baik saja. Aku bisa.

Eun Hee : Jika kau marah, pukul saja. Kenapa kau menahan diri? Kau bilang tidak akan membuatku menangis. Aku ingin menangis saat kau menahan diri.

Cho Ha bertanya apa mereka bertengkar.

Ki Ha dan Eun Hee tertawa, lalu Ki Ha menjelaskan bahwa mereka tidak bertengkar.

Se Joon tengah menyidang Parker. Sang istri hanya menatap mereka dari ruang makan.

Se Joon ingin tahu alasan Parker berhenti kuliah.

Se Joon : Kau tahu berapa uang yang kami habiskan untukmu?

Parker memberikan buku rekeningnya pada Se Joon.

Se Joon melihatnya dan kaget.

Se Joon : Bagaimana kau… Bagaimana kau mendapatkannya tanpa gelarmu?

Parker lalu meletakkan sebuah topeng di depan ayahnya.

Se Joon tambah kaget dan berpikir kalau Parker merampok bank di Amerika.

Parker : Ayah, di dunia ini ada hal-hal yang layak selain gelar atau uang. Saat masih kecil, ayah mengatakan kutipan favoritku. Ayah ingat? “Jika menurutmu itu tidak benar, berhenti dan mulai dari awal.” Kuharap ayah juga tidak melupakan itu.

Parker beranjak pergi. Se Joon bertanya-tanya apa dia sungguh mengatakan itu. Lah istrinya malah sibuk lihatin tabungan Parker yang sangat banyak.

Se Joon menatap topeng Parker. Omo.. itu topeng pria youtubers favorit Joo Ahn, yang acaranya sering ditonton Joo Ahn. Jadi si youtuber itu Parker?

Yoon Kyung tengah makan malam bersama kedua anaknya.

Yoon Kyung lalu menatap Seo Jin, kemudian menghela napas.

Seo Jin menatap ibunya, ibu mau berhenti bekerja?

Yoon Kyung : Kenapa kau bertanya?

Seo Jin : Ibu tampak begitu.

Yoon Kyung : Kau pasti bisa membaca pikiran. Bagaimana jika kau berhenti belajar dan mencari pekerjaan? Peramal?

Seo Jin : Tidak, aku juga harus belajar untuk itu.

Seo Jin beranjak ke dapur, membawa piring kotornya. Dia mencuci piringnya.

Seo Jin : Jangan hiraukan aku. Lakukan apa pun yang ibu inginkan. Itu hidup ibu.

Joon juga sama, benar, bu. eli apa pun yang ibu mau.

Seo Jin berbalik menatap ibunya.

Seo Jin : Hanya jangan membuatku kelaparan sampai usiaku 20 tahun.

Yoon Kyung : Jangan khawatir. Ibu tidak akan pernah membuat kalian kelaparan.

Ji Soo tengah menatap kartu pegawainya. Dia sedang tugas malam.

Tak lama kemudian, Ji Soo mengirimkan pesan untuk semua sunbaenya.

Ji Soo : Para sunbae, ini Lee Ji Soo. Saat mengingat kembali, aku berutang banyak kepada kalian dalam waktu singkat.

Yoon Kyung yang tengah mencuci piring, mendengar bunyi ponselnya. Dia meraih ponselnya dan membaca pesan Ji Soo.

Se Joon di kamar mandi, memakai topeng Parker, membaca pesan Ji Soo.

Ji Soo : Terkadang aku melihat kalian di balik topeng, menyembunyikan kebenaran di dalamnya. Aku berpura-pura tidak tahu ketulusan kalian, padahal aku sudah tahu dari awal.

Ki Ha bersama Cho Yi dan Cho Ha yang sudah tidur di pelukannya saat membaca pesan Ji Soo.

Joon Hyuk tengah menulis kisah di apartemennya.

Ji Soo : Terutama Reporter Han, aku berutang paling banyak kepadamu. Putra MP Hong, Hong Kyu Tae dipekerjakan secara ilegal, dan aku dipekerjakan untuk menutupinya. Pasti ada alasan lain, tapi Reporter Han harus berhenti meskipun sudah berusaha karena dia harus melindungiku. Tanda namaku tidak diberikan secara adil. Jadi, setelah tugas malam hari ini, aku akan meninggalkan Harian Korea. Aku mengirim permintaan maaf dan rasa terima kasihku. Kuharap kalian menerima ketulusan reporter junior yang bodoh. Setelah tugas malam, datanglah untuk menemui reporter junior yang bersemangat, Lee Ji Soo. Aku akan membuatkan kalian somaek perpisahan.

Kyung Woo juga membacanya.

Selesai mengirim pesan, Ji Soo memakan gimbap Ji Soo dengan lahap.

Sambil makan gimbap, dia menghubungi ibunya.

Ji Soo : Aku menelepon tentang Gimbap Ji Soo. Ibu tidak tahu apa pun soal hak merek dagang?

Nyonya Kang : Hei, Nona. Kau sebenarnya dibuat oleh Kang Sun Young. Tempat asalmu adalah perut ibu. Kau tidak berhak mengatakan itu.

Ji Soo : Benar. Kalau begitu… ibu membuka lowongan? Mungkin aku harus berhenti dari pekerjaanku sekarang.

Nyonya Kang : Kau tahu gajinya kecil, bukan?

Ji Soo : Ya. Aku akan pulang larut. Tidurlah.

Joon Hyuk masih menulis.

Joon Hyuk : Jika ingin hari esok yang penuh harapan dan positif, kita harus merenungkan hari kemarin.

Joon Hyuk selesai menulis.

Malam itu juga, Joon Hyuk dan Detektif Kim bertemu di tempat mereka biasa makan seolleongtang. Joon Hyuk memberikan tulisannya pada Detektif Kim. Detektif Kim serius membacanya.

Joon Hyuk : Kawan. Baca itu saat kau pulang. Makanlah dahulu.

Detektif Kim : Bagaimana kau bisa makan dalam situasi ini? Astaga. Memoar – Jurnalisme untuk Pemulihan Kepercayaan Terhadap Media. Ditulis oleh Han Joon Hyuk.

Joon Hyeok : Kenapa kau membacanya seperti itu? Itu norak. Bagaimana menurutmu? Apa itu bisa dibaca?

Detektif Kim : Pertama… Ini tebal. Kenapa kau menulis banyak sekali? Kau pasti melewati banyak kesulitan. Kau menulis semua kisah yang kau lewatkan selama bertahun-tahun.

Joon Hyuk : Terima kasih. Kau menyelamatkan hidupku. Pada dasarnya kau yang menulisnya.

Detektif Kim : Terima kasih apanya? Kau seharusnya minta maaf. Aku mendengar “Sial” dari Kapten Yang ratusan kali. Bagaimanapun, kerja bagus.

Mereka mulai makan.

Selesai bertugas, Ji Soo mampir ke kedai tempat dia dan para sunbae nya biasa ngumpul. Semula dia takut untuk masuk. Dia takut para sunbae nya tidak datang. Tapi begitu masuk, dia terharu melihat para sunbae nya berkumpul.

Ji Soo pun membuatkan somaek untuk para sunbaenya.

Tapi Kyung Woo bilang mereka butuh segelas lagi.

Ternyata Joon Hyuk datang.

Yoon Kyung : Aku meneleponnya. Anak didiknya berhenti. Bahkan seorang pengkhianat harus menghadiri pesta perpisahan.

Ki Ha : Dia selalu datang lebih lambat daripada para senior.

Se Joon : Dia terkenal tidak sopan.

Se Joon menyuruh Joon Hyuk duduk.

Joo Ahn, Dong Wook, Jae Eun dan Sung Han lagi berkumpul. Jae Eun udah teler karena mabuk.

Sung Han : Kurasa ini hampir berakhir. Ayo pulang.

Jae Eun : Sudah? Sudah berakhir? Ayo minum lagi.

Dong Wook menguap lebar. Joo Ahn memukul Dong Wook.

Jae Eun : Apa kita akan berakhir seperti ini tanpa gelar?

Sung Han : Kau terlalu mabuk. Apa maksudmu?

Jae Eun : Kau tahu aku ingin menjadi penyair saat masih kecil. Saat masih sekolah, aku mendaftar untuk lomba buta huruf.

Dong Wook : Lomba sastra, Bu. Kau penulis sungguhan?

Jae Eun : Anggap saja hidup kita sinetron. Jika setiap episode diberi judul sebagai makanan, kita ini apa? Hidup kita ada di episode berapa dan apa judulnya?

Sung Han : Aku tahu pasti. “Kopi” dan sekitar Episode 8.

Dong Wook melirik Joo Ahn.

Dong Wook : Kita mungkin…

Mereka berdua menatap menu yang dipajang di dinding.

Dong Wook : Kurasa tidak ada yang cocok dengan kita.

Joo Ahn : Jika harus memilih satu, aku akan bilang “Banchan”.

Dong Wook : Maksudmu “Lauk”.

Dong Wook dan Joo Ahn tertawa.

Jae Eun : Itu sama saja. Banchan dan Lauk. “Tsukidashi” dalam bahasa Jepang. Jadi, menurutmu kita berondong jagung?

Jae Eun melihat popcorn nya di dalam mangkuk.

Jae Eun : Astaga, Redaktur! Kenapa kau berbaring di sini? Di sini dingin. Bagian sampingnya pecah.

Dong Wook, Joo Ahn dan Sung Han tertawa.

Joo Ahn : Bu. Apa kau benar-benar menjadi penulis?

Jae Eun : Tidak mungkin. Aku menjadi peminum. Aku mabuk.

Jae Eun lalu bertanya ke semuanya, apa ini akhir kisah mereka.

Jae Eun mendongak, menatap ke atas diikuti yang lain.

Jae Eun : Kau tidak menyesal?

Bersambung ke part 3….

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Be My Boyfriend Ep 7
Read More

Be My Boyfriend Ep 7

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Be My Boyfriend Episode 7, Link untuk memahami Episode sebelumnya cek di sini. Gaes! untuk…
Read More

Yumi’s Cells Ep 4 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Yumi’s Cells Episode 4 Part 2, Jika Kalian ingin melihat full recapnya tersedia lengkap di…