Hush Ep 15 Part 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hush Episode 15 Part 3, Yuk gaes baca juga selengkapnya untuk daftar link ada di tulisan yang ini. Pastikan Kalian juga harus mengetahui kalau tersedia juga Episode sebelumnya baca di sini.

Joon Hyuk bilang pada Kyu Tae bahwa flashdisk itu adalah bukti seseorang mengabaikan Soo Yeon.

Joon Hyuk : Ini rekaman keamanan di hari kematiannya. Sebelum dia membuat keputusan yang salah, seseorang mungkin menghentikannya, tapi tidak. Semuanya ada di sini.

Kyu Tae terkejut mendengarnya tapi dia masih mengaku tidak tahu apapun soal kematian Soo Yeon.

Joon Hyuk lantas bertanya, apakah tidak apa-apa jika dia mengekspos rekaman itu jika tidak berhubungan dengan Kyu Tae. Kyu Tae terdiam.

Kyu Tae yang ketakutan, mulai sibuk memainkan ponselnya.

Joon Hyuk bertanya, apa menurut Kyu Tae, Soo Yeon bunuh diri hanya karena perkataan Kepala Na.

Kyu Tae pun menatap Joon Hyuk.

Kepala Na bilang pada Ji Soo, bahwa Ji Soo bukanlah reporter sampah seperti Joon Hyuk.

Kepala Na : Kau manusia baik. Karirmu baru saja dimulai. Jadilah reporter luar biasa, lalu ibumu….

Ji Soo : Ibuku mengatakan ini. Jangan lupa bahwa aku putri berbangga Produser Lee Yong Min. Lalu dia akan membiarkanku hidup sesukaku. Tapi aku tidak suka makan apapun untuk bertahan hidup. Terkadang gimbap gulung kering rasanya cukup enak. Tapi terkadang, jamuan tidak memuaskan nafsuku. Seperti sup pereda pengar yang anda belikan untukku kemarin.

Ji Soo meraih ponselnya dan mengirimi Kepala Na sebuah video.

Ji Soo : Tapi anda tahu, aku pergi ke sana dengan orang lain. Itu sangat lezat.

Kamera menyorot video yang dikirimkan Ji Soo.

Ternyata itu video saat Kepala Na memberikan Ji Soo uang.

Flashback…

Ditemani Joon Hyuk, Ji Soo minta izin memeriksa rekaman keamanan restoran tempat dia makan dengan Kepala Na.

Ji Soo juga memberikan kartu pegawainya kepada pemilik resto dan mengaku akan menulis kisah.

Si pemilik resto mengizinkan.

Joon Hyuk bertanya pada Ji Soo untuk apa. Ji Soo bilang itu urusannya.

Flashback end…

Kepala Na tersenyum menonton video itu. Lalu dia tanya itu apa.

Ji Soo : Apapun itu, faktanya anda berusaha menyuapku. “Mengejutkan! Kenapa Redaktur Kepala Menyuap Reporter Wanita Junior?”

Kepala Na tertawa, siapa yang percaya berita palsu yang tidak masuk akal itu?

Ji Soo : Berita palsu? Orang-orang ingin percaya dengan cara mereka sendiri dan keyakinan itu menciptakan berita palsu, kan?

Kepala Na mulai bereaksi, Lee Ji Soo.

Ji Soo : Jika anda ingin memecatku, pecat aku. Jika anda ingin menjatuhkanku, lakukanlah. Tapi aku tidak akan pergi tanpa keributan.

Ji Soo mengancam Kepala Na dengan video itu guys…

Ji Soo mau pergi. Kepala Na bertanya, apa Ji Soo tahu siapa yang menjadikan Ji Soo reporter.

Ji Soo : Jika ini tentang Soo Yeon Eonni….

Kepala Na : Apa alasanmu diterima sebagai pemagang.

Ji Soo bilang dia tidak akan tertipu lagi oleh Kepala Na.

Kepala Na menyuruh Ji Soo bertanya sendiri ke Joon Hyuk. Dia bilang, ini bukan tentang PD Lee atau Joon Hyuk.

Kepala Na : Lihat kekuranganmu sendiri, Lee Ji Soo.

Tepat setelah Ji Soo pergi, Kepala Na dihubungi CEO Park.

Kepala Na kaget menerima telepon CEO Park.

Kyu Tae bertanya apa Joon Hyuk mengancamnya.

Joon Hyuk bilang dia tidak mengancam Kyu Tae, tapi memberikan Kyu Tae kesempatan. Bagi mereka semua, termasuk dia dan Kyu Tae.

Kyu Tae : Bagi kita semua?

Joon Hyuk : Kurasa ini kesempatan terakhir kita meminta maaf kepadanya.

Kyu Tae akhirnya bercerita, kalau malam itu dia makan malam dengan CEO Park.

Flashback…

CEO Park menuangkan minum untuk Kyu Tae. Lalu dia bertanya, apa Kyu Tae sudah selesai magang hari itu.

Kyu Tae bilang iya.

CEO Park : Kau melakukannya dengan baik. Lanjutkan dengan masa juniormu.

Kyu Tae : Ya, aku akan berusaha sebaik mungkin.

Soo Yeon tengah bekerja. Dia kemudian mencari-cari sesuatu di mejanya. Dan saat mau mengambil berkas, dia tak sengaja menjatuhkan penanya ke lantai. Dia mengambil penanya.

Kyu Tae datang bersama CEO Park. Mendengar suara mereka, Soo Yeon bersembunyi di kolong mejanya.

CEO Park : Jadi ini Meja Berita Digital?

Kyu Tae : Ya, CEO.

CEO Park : Tidak perlu memanggilku begitu. Panggil aku paman. Kau bekerja magang disini?

Kyu Tae : Ya.

CEO Park : Teman-teman pemagangmu berutang kepadamu. Mereka akan setia kepadamu selamanya. Mereka mendapatkan posisi tetap karenamu.

Soo Yeon yang mendengar itu terkejut.

Kyu Tae lalu bilang ada yang mau dia sampaikan.

Kyu Tae : Salah satu dari mereka tidak akan mendapat posisi tetap. Aku merasa kasihan padanya.

CEO Park : Siapa yang bilang begitu? Kepala?

Kyu Tae : Ya.

CEO Park : Kenapa?

Kyu Tae : Kurasa itu karena latar belakang pendidikannya.

CEO Park : Begitukah? Paman tidak keberatan mempekerjakan sembarang orang. Paman rasa dia bahkan tidak memenuhi syarat untuk sembarang itu. Dia seperti mayat di lukisan itu. Sudah tersembelih. Dia tidak lebih dari mayat itu. Kau yang memegang pisau bedah.

Soo Yeon yang mendengar itu, nangis.

Dia menutup mulutnya agar tangisnya tak terdengar.

CEO Park melanjutkan perkataannya. Dia bilang level Kyu Tae berbeda dari mayat itu. Jangan merasa terganggu. Pemilik tidak peduli dengan hal sepele.

CEO Park mengajak Kyu Tae ke ruangannya.

Tapi kemudian dia berkata lagi, ruangan itu akan menjadi milik Kyu Tae.

Kyu Tae tersenyum mendengarnya.

CEO Park pergi duluan.

Kyu Tae menghela nafas, lalu menatap sekelilingnya dan dia melihat kaki Soo Yeon.

Kyu Tae tidak perduli dan pergi begitu saja.

CEO Park dan Kyu Tae minum bersama.

Soo Yeon terdiam di depan komputernya.

Tak lama kemudian, dengan menahan rasa sakit hatinya, dia mulai mengetik.

Pintu lift terbuka. CEO Park keluar duluan dari dalam lift.

Kyu Tae bilang dia meninggalkan sesuatu di kantor.

CEO Park : Sampai jumpa di mobil.

Pintu lift terbuka di lantai 12. Kyu Tae berpikir sejenak dan menutup kembali pintu lift nya.

Bersamaan dengan itu, Ji Soo datang dan melihat pintu lift tertutup. Ji Soo mendekat dan memeriksa.

Flashback end…

Kyu Tae menyangkal. Dia bilang dia bahkan tak yakin ada Soo Yeon di sana.

Padahal menurut kamera, jelas-jelas Kyu Tae tahu ada Soo Yeon di sana.

Kyu Tae : Meskipun aku tahu, apa yang seharusnya kukatakan padanya? Semua pemagang akan mendapat posisi tetap berkat diriku, tapi kau bahkan tidak pantas menjadi sembarang orang. Itu sebabnya kau gagal. Haruskah kukatakan itu padanya? Aku tidak punya apapun. Tidak ada yang bisa kukatakan padanya.

Joon Hyuk terdiam. Kyu Tae tampak menahan tangis.

Joon Hyuk dan Kyu Tae sudah tiba di depan kantor.

Kyu Tae terlihat menunduk.

Joon Hyuk : Aku tahu ini bukan salahmu. Tapi tidak ada yang melakukan hal baik disini.

Joon Hyuk mengembalikan flashdisk itu kepada Kyu Tae. Dia bilang, tidak ada salinannya jadi Kyu Tae tak perlu cemas.

Joon Hyuk : Diamlah saja sebentar.

Kyu Tae mengerti.

Kyu Tae turun dari mobil Joon Hyuk. Joon Hyuk langsung pergi.

Joon Hyuk : Kematian Soo Yeon memang bunuh diri. Tapi banyak orang menyebabkan kematiannya atau hanya menjadi penonton.Seperti kata Ji Soo, itu pembunuhan. Bagaimana jika Kyu Tae menghibur dia dengan kata-kata menenangkan?

Kita diperlihatkan apa yang terjadi jika semua orang peka terhadap perasaan Soo Yeon.

Kyu Tae kembali dan meminta maaf kepada Soo Yeon.

Joon Hyuk bicara di telepon dengan Soo Yeon. Dia bilang akan melakukannya untuk Soo Yeon dan menyuruh Soo Yeon menunggu.

Soo Yeon : Tidak, Sunbae. Ini hari terakhirku, jadi biarkan aku menyelesaikannya.

Joon Hyuk : Hei, kubilang tunggu!

Joon Hyuk menutup teleponnya dengan kesal, dasar Lee Jae Eun iblis!

Joon Hyuk : Bagaimana jika aku langsung pergi untuk bertugas malam?

Ji Soo bertanya pada Soo Yeon, apa Soo Yeon mau dia menungguinya.

Soo Yeon : Tidak, kereta bawah tanahnya akan segera tutup. Terima kasih untuk gimbapnya.

Ji Soo : Baiklah, aku akan pergi. Teruskan kerja kerasmu.

Joon Hyuk : Bagaimana jika Ji Soo tidak meninggalkannya sendirian?

Ji Soo balik lagi dan mengajak Soo Yeon minum-minum.

Ji Soo : Aku akan membiarkanmu mencicipi somaek-ku yang luar biasa. Bagaimana pun juga ini hari terakhirmu.

Soo Yeon tersenyum lega.

Joon Hyuk : Bagaimana jika Reporter Lee tidak menyuruhnya bertugas malam? Bagaimana jika Kepala tidak mengatakan apa yang sebenarnya dia katakan? Bagaimana jika tidak ada program magang? Apa dia masih bersama kita? Bagaimana jika seseorang bertanya apa dia baik-baik saja? Bagaimana jika satu orang lagi mengulurkan tangan?

Joon Hyuk yang merasa sesak, menepikan mobilnya.

Joon Hyuk : Bukan kata menyakitkan yang mendorongnya ke jurang. Melainkan ketidakpedulian kami. Bagaimana pun, kami yang hidup harus menghadapi kenyataan.

Kyu Tae memberikan flashdisk itu ke pamannya.

Kyu Tae : Dia bilang tidak ada salinannya, tapi kurasa dia berbohong. Apa yang harus kita lakukan jika dia mengeksposnya ke media?

CEO Park : Kau tidak memberitahu MP, kan?

Kyu Tae : Tidak.

CEO Park : Jangan khawatir, itu tidak ada artinya. Dia tahu benar tidak ada media yang akan melaporkan itu. Dia tidak akan gegabah. Bukan begitu, Kepala?

Kepala Na : Tentu saja. Aku akan mengurusnya sebelum menjadi rumit.

Kyu Tae : Benarkah?

Kepala Na : Itu tidak ada apa-apanya bagiku. Aku akan menyimpannya. Tidak akan ada yang menyakitimu. Jangan khawatir. Tunggu saja.

Joon Hyuk menghubungi Reporter Goo. Tentang kisah Oh Soo Yeon yang kujanjikan, kau sudah memastikannya dengan Kepala bukan?

Reporter Goo : Ya, tentu saja. Ya, jangan khawatir. Apa? Sekarang? Baiklah, aku akan menunggu.

Baru saja selesai bicara dengan Reporter Goo, ponselnya berbunyi lagi.

Telepon dari Yeon Doo.

Joon Hyuk : Halo?

Yeon Doo : Appa? Ini aku. Ayah tidak mengirimiku pesan belakangan ini. Aku suka saat ayah mengirimiku pesan.

Joon Hyuk : Mian, ayah sibuk belakangan ini. Mianhae.

Yeon Doo : Ayah membuat alasan. Ayah juga sibuk hari ini? Aku ingin menunjukkan sesuatu. Akan kukirimkan pada ayah.

Yeon Doo memutus panggilannya.

Tak lama kemudian, Joon Hyuk mendapatkan kiriman video. Video Yeon Doo tengah berlatih cello.

Sekarang, Joon Hyuk menonton video itu bersama Yeon Doo di kafe.

Yeon Doo : Julukanku Han Cello belakangan ini. Karena aku andal memainkannya.

Joon Hyuk : Benar, kau sangat andal.

Yeon Doo : Aku di posisi ketiga diantara 10 pesaing.

Joon Hyuk : Menurut ayah, kau yang terbaik.

Yeon Doo : Appa, orang-orang bilang di internet reporter itu sampah. Kenapa?

Joon Hyuk : Oh, itu karena…

Guru Yeon Doo datang membawa kursi roda.

Joon Hyuk ingin memindahkan Yeon Doo ke kursi roda, tapi Yeon Doo bilang dia bisa sendiri.

Kamera menyorot kaki Yeon Doo. Kaki kiri Yeon Doo memakai kaki palsu.

Joon Hyuk melihat kaki palsu Yeon Doo. Lalu dia menatap Yeon Doo.

Joon Hyuk : Yeon Doo-ya, ayah…

Yeon Doo : Diam. Aku khawatir karena hampir lupa wajah ayah. Tapi ada satu hal yang pasti. Aroma ayah.

Yeon Doo kemudian pergi.

Malamnya, Ji Soo cs kembali berkumpul di tempat biasa.

Ji Soo termenung, memikirkan kata-kata Kepala Na tadi, tentang alasan dia bisa diterima sebagai pemagang.

Yoon Kyung : Aku tidak mau peduli soal pengkhianat.

Yoon Kyung meletakkan artikel tentang kesepakatan politik Harian Korea dan Nammoo Food di meja.

Ji Soo membacanya.

Ji Soo : Mereka menjadikan laporan eksklusif MP Go laporan salah dan membuat kesepakatan dengan Grup Nammoo untuk kisah. Harian Korea menginginkan lebih. Lebih dari penghapusan No Gain, No Pain.

Yoon Kyung : Park Myung Hwan dan Ahn Ji Yoon. Akan kusingkap keduanya bersamaan.

Ji Soo kaget, apa?

Ki Ha : Aku juga ingin mengekspos mereka. Menulis kisah bukan masalahnya. Kita tidak bisa mengunggahnya.

Ji Soo : Benar. Pada akhirnya Kepala akan mematikannya.

Yoon Kyung : Aku tidak akan meminta izinnya. Aku akan mengunggahnya dengan wewenangku.

Ji Soo melarang keras Yoon Kyung melakukan itu. Sontak lah semua langsung menatap Ji Soo.

Ji Soo : Aku tidak boleh dipecat.

Yoon Kyung : Jangan khawatir. Kalian tidak akan disertakan.

Kyung Woo : Tidak, aku mau.

Ji Soo : Tidak ada yang boleh melakukannya!

Se Joon : Reporter junior kita tumbuh dalam sekejap. Dia mengkhawatirkan pekerjaannya.

Ki Ha : Benar, aku bangga padanya. Tapi agak sedih.

Ji Soo : Bukan karena itu.

Yoon Kyung : Mereka membayar kita dengan baik tapi harus ada batasan. Mereka menghasilkan uang dari kematian pegawai dan CEO berusaha naik dengan perusahaannya sebagai batu loncatan. Orang2 di bawahnya hanya mendapatkan remah.

Se Joon : Kita ada untuk itu. Kita ada untuk mengekspos dan menghentikan para iblis itu. Benar. Aku dengan senang hati akan menyingkap semua hal kotor ini untuk CEO kita menjadi MP dan bahkan presiden. Aku akan menulisnya. Kalian harus pura-pura tidak bersalah.

Ki Ha : Mari kita lakukan bersama. Jika akan menyesalinya, kita harus bertindak saja.

Yoon Kyung : Benar. Mari mengacau dengan benar dan menyesalinya sepenuhnya.

Kyung Woo : Mari lakukan ini!

Ji Soo tetap melarang.

Ji Soo : Jangan, maksudku Reporter Han…

Ji Soo tak punya pilihan selain mengatakan kebenarannya.

Ji Soo : Dia berjuang sendirian.

Yoon Kyung : Apa maksudmu?

Ji Soo : Reporter Han tidak mengkhianati kita demi dirinya sendiri. Dia ingin mengakhirinya sendirian tanpa menyakiti kalian. Dia berpura-pura menjadi pengkhianat. Jadi kita harus percaya dan menunggunya. Begitulah cara kita menghentikan Harian Korea dan CEO. Itu juga cara kita melindungi Reporter Han.

Ki Ha marah karena Ji Soo tidak ngasih tahu mereka dari awal.

Tapi Se Joon mengerti Ji Soo.

Se Joon : Dia tahu karena harus tahu. Dia tidak memberitahu kita karena harus. Dia pasti sangat khawatir. Ini bukan salah anak kita. Joon Hyuk keluarga kita. Salah kita karena tidak memercayai anggota keluarga.

Semua diam setelah mengetahui tujuan Joon Hyuk sebenarnya.

Joon Hyuk pergi menjenguk ayahnya. Ayahnya sudah tidur. Joon Hyuk galau. Lalu sang ayah memegang tangannya.

Joon Hyuk menatap ayahnya. Sang ayah bangun.

Pak Han : Ayah tahu, bahwa kau tidak bisa menelpon Yeon Doo karena menyesal. Begitulah perasaan orang tua. Sedikit saja aroma mereka….”

Ji Soo sudah di rumahnya, dia mengirimi Joon Hyuk pesan.

Dia minta maaf karena sudah tak bisa lagi merahasiakan semua itu dari yang lain.

Lalu ibunya datang membawa hadiah.

Ji Soo : Apa ini?

Nyonya Kang bilang, apa lagi. Itu tas bermerek.

Ji Soo langsung girang, benarkah? Darimana ibu mendapatkan uang untuk ini?

Ji Soo melihat tasnya. Dia bilang itu bukan tas bermerek.

Nyonya Kang : Ayahmu pernah memberi ibu tas semacam itu dan bilang itu tas bermerek. Dan bilang jika ibu menggunakannya cukup lama, itu akan menjadi tas bermerek.

Ji Soo : Astaga, ayah tidak berbakat menjadi pujangga.

Nyonya Kang : Pujangga? Benar. Lihat ke atas lemari. Ayahmu memang calon pujangga.

Ji Soo bingung, apa?

Bersambung ke part 4…

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

Red Shoes Ep 22 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 22 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…
Read More

Hush Ep 12 Part 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hush Episode 12 Part 4, Yuk gaes baca juga selengkapnya untuk daftar link ada di…