Hush Ep 14 Part 4

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hush Episode 14 Part 4, Yuk gaes baca juga selengkapnya untuk daftar link ada di tulisan yang ini. Pastikan Kalian juga harus mengetahui kalau tersedia juga Episode sebelumnya baca di sini.

Sambil melahap rotinya, Joon Hyuk tanya, apa Ji Yoon sudah memutuskan.

Ji Yoon yang berdiri di depan jendela, sambil memegang cangkir kopinya, berbalik menatap Joon Hyuk.

Ji Yoon : Apa?

Joon Hyuk : Kau merencanakan konfrontasi itu kemarin. Kau ingin memeriksa apa aku tidak punya niat tersembunyi.

Ji Yoon mendekati Joon Hyuk.

Ji Yoon : Aku memilih orang yang tepat. Saat aku menilai seseorang, 90 persen pekerjaanku adalah…

Joon Hyuk : Meragukan orang itu.

Ji Yoon : Ya. Makin aku percaya, makin aku ragu. Jadi… aku siap. Bagaimana denganmu?

Joon Hyuk : Kurasa aku bisa memetik bunga jika sering melihatnya.

Ji Yoon : Jika kau bisa, itu mungkin saja. Aku tidak tahu kau bisa.

Joon Hyuk : Aku mencari nafkah dengan enggan memegang pena. Sebenarnya, aku ingin menjadi jaksa dan memakai pedang itu di pinggangku. Tapi aku sudah lama menyerah. Sekarang aku ingin bunga di dadaku. Aku juga siap. Mari lakukan ini bersama. Aku mengincar bunga emas itu.

Ji Yoon tertawa keras, sudah kuduga. Kau memang “hiu”.

Ji Soo makan siang dengan Kepala Na. Kepala Na menanyakan pendapat Ji Soo tentang niat Joon Hyuk pergi ke lantai 15.

Ji Soo : Alasan sebenarnya? Apa maksud anda?

Kepala Na : Aku baik-baik saja. Dahulu aku sering melakukan pekerjaan rahasia dengannya. Sama seperti yang kau lakukan dengannya. Dia akan marah kepadaku di depan semua orang karena kisahnya dimatikan dan aku menghajarnya. Itu seperti lelucon kantor. Bagaimanapun, itu menyenangkan. Tapi… Itu tidak menyenangkan lagi. Yang Joon Hyuk lakukan adalah kejahatan.

CEO Park memuji Joon Hyuk. Baik, Manajer Han. Pilihan bagus.

Joon Hyuk : Aku akan melakukan yang terbaik.

CEO Park : Bagaimana jika kita melihat-lihat kantor baru kita?

Di sana juga ada Ji Yoon, Sang Kyu dan Seketaris Min.

Joon Hyuk sengaja meninggalkan dompetnya di sofa CEO Park.

Lalu Joon Hyuk pergi bersama mereka.

Kepala Na mengajak Ji Soo membahas PD Lee.

Ji Soo mengernyit heran, ayahku?

Kepala Na : Enam tahun lalu, kisah tentang dia. Ya. Aku yang menulisnya.

Ji Soo : Bagaimana anda bisa begitu percaya diri?

Kepala Na : Dia rekan dan temanku, dan aku tidak bisa membantunya. Jadi, aku tidak percaya diri soal itu. Tapi aku tidak malu. Itu fakta.

Ji Soo : Fakta? Itu laporan salah. Ternyata itu berita palsu.

Kepala Na : Berita palsu? Bagaimana kau bisa yakin? Kau pikir dia tidak pernah menerima apa pun?

Di lobi, Joon Hyuk bilang pada CEO Park kalau dompetnya ketinggalan di ruangan CEO Park.

Joon Hyuk : Aku akan menyusul. Silakan pergi lebih dahulu.

CEO Park mengerti dan mengajak yang lain pergi duluan.

Joon Hyuk bergegas ke ruangan CEO Park. Begitu tiba di sana, dia mengambil dompetnya di sofa, lalu beranjak ke lukisan CEO Park.

Dia berusaha membuka kunci dibalik lukisan, tapi lukisan itu begitu sulit dibuka.

Sementara itu, CEO Park teringat kata-kata Joon Hyuk usai dia menunjukkan brankasnya.

Joon Hyuk : Anda memberitahuku rahasia besar Anda. Ini sama sekali tidak membosankan. Keinginanku terwujud.

Curiga, CEO Park dan yang lain bergegas kembali ke ruangannya.

Joon Hyuk berhasil membuka brankas CEO Park.

CEO Park dalam perjalanan menuju kembali ke ruangannya.

Joon Hyuk hendak mengunci kembali brankas CEO Park. Tapi sangat susah.

Sang Kyu paling semangat. Dia membuka pintu. Mereka melihat Joon Hyuk di sofa, tengah mencari dompet.

CEO Park menatap ke lukisannya.

Joon Hyuk : Kenapa anda tidak pergi lebih dahulu?

CEO Park : Kau sudah menemukan dompetmu?

Joon Hyuk : Apa? Ya. Ini. Lama sekali kutemukan.

Joon Hyuk merogoh sakunya. Sang Kyu melihat itu, menyuruh Joon Hyuk berhenti.

Sang Kyu menggeledah saku Joon Hyuk. Dan dia mengambil kepingan puzzle CEO Park dari sana.

Joon Hyuk : Kukira anda menghilangkannya.

CEO park mengajak mereka pergi.

Kepala Na menasihati Ji Soo.

Kepala Na : Semua orang ingin nada berita sesuai kemauan mereka. Seperti acara TV. Orang miskin ingin kita menghukum orang kaya yang korup. Orang kaya juga ingin kita menulis sesuai keinginan mereka. Mereka ingin kita menulis kebijakan ramah masyarakat menghancurkan negara ini.

Mereka ingin kita menjadi sup pengar demi kebaikan mereka sendiri. Media tidak membuat berita palsu. Orang-orang ingin percaya dengan cara mereka sendiri dan keyakinan yang salah itu menciptakan berita palsu. Keyakinanmu kepada ayahmu menciptakan berita palsu. Berita bahagia yang disukai semua orang, kisah yang indah. Tidak ada akhir manis seperti itu di dunia ini.

Dan saat CEO Park dan yang lain mau pergi, lukisan terbuka!!

Tentu saja Joon Hyuk terkejut.

Terdengar narasi Kepala Na.

Kepala Na : Seharusnya kau tidak membuka pintu yang tidak bisa kau tutup.

Bersambung………

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Undercover Ep 9 Part 3
Read More

Undercover Ep 9 Part 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Undercover Episode 9 Part 3, Untuk melihat recap-recap spoilernya langsung ke tulisan yang ini. Namun…