Hush Ep 13 Part 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hush Episode 13 Part 3, Yuk gaes baca juga selengkapnya untuk daftar link ada di tulisan yang ini. Pastikan Kalian juga harus mengetahui kalau tersedia juga Episode sebelumnya baca di sini.

Ji Soo , Ki Ha, Yoon Kyung dan Se Joon berkumpul di ruang meeting.

Mereka membahas video konferensi Sung Yeon.

Yoon Kyung : Apa waktunya sungguh tepat? Maksudku gugatan adiknya.

Se Joon : Aku tahu. Dia seharusnya melakukannya saat “Tanpa Hasil, Tanpa Derita” masih mendidih.

Ji Soo : Pers asing memperhatikan, jadi, perusahaan lain tidak bisa mengabaikannya.

Ki Ha : Tapi mereka semua akan menghapusnya besok.

Ji Soo : Apa?

Se Joon : Kita menyerang media lain saat diperlukan, tapi kita semua berbisnis media bersama.

Ji Soo : Apa maksudmu? Kekurangan kita adalah keuntungan mereka, bukan?

Ki Ha : Tidak. Karena mereka juga bisa melalui ini.

Yoon Kyung : Harian Korea akan menyerang si pembawa pesan, bukan pesannya. Mengajukan tuntutan balik dan memanipulasi kisahnya.

Ji Soo : Lantas, kita juga harus menyerang pembawa pesannya.

Yoon Kyung : Bagaimana caranya?

Ji Soo menceritakan apa yang diceritakan salah satu pendemo kemarin.

Flashback….

Seorang pendemo, pemilik bisnis kecil, ditanyai oleh Ji Soo. Ji Soo menunjukkan selebaran revitalisasi itu pada si bapak pendemo.

Si bapak pendemo bilang, kata mereka itu semua karena No Gain No Pain.

“Mereka hanya memberi kami beberapa kotak mi instan dan segenggam selebaran ini. Aku melihat anak-anak muda itu kemarin. Kami semua berada di situasi yang sama. Kami tidak bodoh. Kami tidak akan bangkrut karena pekerja paruh waktu.”

Ji Soo lalu menulis di catatan ponselnya, Grup Nammoo.

Flashback end…

Yoon Kyung : Grup Nammoo?

Ji Soo : Ya. Tapi…

Ki Ha mengambil selebaran yang ditunjukkan Ji Soo. Dia mengomel, An Ji Yoon bukan hanya membuat kesepakatan dengan kisah, tapi memprovokasi publik dengan ini. Dia berencana menyingkirkan “Tanpa Hasil, Tanpa Derita” dengan teliti.

Ji Soo ingin bicara. Soal selebaran itu tapi Ki Ha terus nyerocos.

Ki Ha : Baik, mari kita tulis tentang ini. Aku akan menulisnya.

Yoon Kyung : Benarkah?

Se Joon : Itu dia Ki Ha kita. Setelah keributan di atap, dia benar-benar kembali, bukan? Kuharap kau kembali dengan benar.

Ji Yoon, Joon Hyuk, Sang Kyu, Kepala Na baru keluar dari ruangan CEO Park.

Joon Hyuk mendekati Ji Yoon. Ji Yoon tanya, bisakah dia mempercayai Joon Hyuk.

Joon Hyuk : Itu tidak akan mahal. Percayalah kepadaku.

Ji Yoon ingat pembicaraan mereka tadi.

CEO Park : Direktur Yoon menentangnya?

Sang Kyu : Tapi… Manajer Han belum gagal. Kurasa kita bisa memercayainya sekali lagi.

CEO Park berdiri dan menatap lukisannya.

CEO Park lalu menatap mereka semua.

CEO Park : Benar. Itu yang ingin kukatakan.

Flashback end…

Joon Hyuk lantas bilang, ada alasan kenapa dia masih di lantai 15.

Joon Hyuk : Karena aku belum gagal.

Joon Hyuk beranjak pergi. Ji Yoon terdiam dengan wajah ragunya.

Ki Ha menulis artikel tentang Nammoo Food.

“Apa hasil pertukaran politik antara Harian Korea dan Nammoo Food? “Tanpa Hasil, Tanpa Derita” hancur karena kesepakatan buruk.” tulis Ki Ha.

Ji Soo resah menatap Ki Ha.

Sang Kyu datang. Ki Ha dan Se Joon kaget Sang Kyu mendadak datang.

Sang Kyu sedikit menatap Ji Soo, sambil berjalan ke mejanya Ki Ha.

Se Joon : Apa yang dilakukan direktur kita di tempat sederhana ini?

Sang Kyu : Manajer Kim, bagaimana kalau kita minum kopi?

Ki Ha : Apa? Kenapa?

Sang Kyu : Ayo.

Seketaris Lee menunjukkan resume Joon Hyuk dan Ji Soo pada CEO Park.

Seketaris Lee : Menurut penelitian Direktur Yoon, latar belakang Manajer Han mencurigakan.

CEO Park menatap resume Ji Soo.

CEO Park : Lee Ji Soo? Apa dia terkait dengan mendiang pemagang itu?

Seketaris Lee : Tidak. Mereka berdua terkait dengan Produser Lee Yong Min.

CEO Park : Siapa itu?

Seketaris Lee menunjukkan berita Produser Lee.

CEO Park : Kejadiannya sudah lama sekali. Manajer Han berguna saat ini. Hasilnya menunjukkan itu. Dari yang kulihat, reaksi Direktur Yoon berlebihan. Jangan terganggu.

Kepala Na duduk di meja Joon Hyuk. Dia menatap Joon Hyuk yang tampak sibuk dengan komputer.

Kepala Na : Saat kukenang, jajangmyeon murah dan soju adalah yang terbaik.

Joon Hyuk : Aku tidak tahu soal itu. Makanan dan minuman mahal tampak lebih baik.

Kepala Na : Ketamakan akan menghancurkanmu.

Joon Hyuk : Anda bilang orang tamak lebih baik daripada pemarah.

Kepala Na berdiri dan menasehati Joon Hyuk.

Kepala Na : Jika punya rencana lain di otakmu, kau harus mengakhirinya dengan tenang di sini.

Joon Hyuk : Lalu apa? Jika aku diam, apa yang akan anda lakukan untukku?

Kepala Na kaget dengan pertanyaan Joon Hyuk, apa?

Joon Hyuk lalu tertawa. Dia bilang dia hanya bercanda.

Joon Hyuk : Rencana lain apanya? Aku anak didik anda. Jika anda menyuruhku tetap di sini, tentu saja aku akan tetap di sini. Tapi Kepala. Kita semua jurnalis yang sama. Mengatakan bahwa aku telah berubah dan menjadi serakah… Jangan pura-pura bersih. Lalu aku ini apa?

Sang Kyu memfitnah Joon Hyuk. Dia bilang dia mengkhawatirkan Joon Hyuk pada awalnya.

Ki Ha : Maksudmu Han Joon Hyuk? Bukankah dia bawahanmu?

Ki Ha : Tidak juga. Dia sendirian belakangan ini. Dahulu dia hanya mata-mata untuk Kepala dan kini dia percaya diri dengan CEO di pihaknya.

Ki Ha kaget mendengar Joon Hyuk mata-mata Kepala Na. Padahal mata-matanya Kyung Woo.

Sang Kyu : Kau tidak tahu? Dia dan Kepala sudah lama saling mengenal. Kepala membawanya ke mana-mana seperti anak anjing dan membuatnya melakukan banyak hal buruk. Dia tidak melewatkan satu tulang pun yang dilempar Kepala. Dia terlahir seperti itu. Tabloid itu tidak mengejutkan.

Ki Ha : Tabloid?

Sang Kyu : Kau tahu. Tentang mendiang pemagang itu. Itu pembunuhan, bukan bunuh diri.

Ki Ha : Pembunuhan?

Sang Kyu : Ya. Ada juga rumor dia berselingkuh dengan seniornya serta dia mengaborsi bayi itu dan lainnya… Ada banyak detail.

Ki Ha pun teringat masa lalunya. Di tahun 2012, Ki Ha yang ingin ke pantry, melihat Sang Kyu dengan seorang wanita tengah bersitegang.

Ki Ha masuk ke pantry.

Sang Kyu : Pokoknya, turuti perkataanku.

Ki Ha mendengar. Sang Kyu lalu melangkah pergi. Wanita itu menangis.

Ki Ha menatap wanita itu.

Ki Ha : Dia tidak pantas menerima air matamu. Dunia tidak akan runtuh.

Wanita itu berkata dia marah.

Ki Ha marah, kenapa kau tidak meninjunya? Kau seharusnya marah kepadanya. Kenapa kau menangis?

Flashback end…

Ki Ha tampak marah. Dia tanya apa maksud Sang Kyu.

Ki Ha : Itu omong kosong.

Sang Kyu : Awalnya, kupikir juga begitu. Tapi Joon Hyuk bereaksi dengan aneh. Seolah-olah bersalah atau semacamnya, dia benar-benar membeku. Sejujurnya, Joon Hyuk sangat baik kepadanya. Dia sudah bertahun-tahun tidak menulis kisah dan dia berusaha keras untuk obiutarinya. Kau tidak pernah tahu apa yang terjadi antara pria dan wanita. Mereka pasti punya sesuatu. Astaga. Seharusnya aku tidak mengatakan ini, tapi… Aku cukup andal…

Ki Ha : Hentikan!

Sang Kyu kaget Ki Ha teriak.

Ki Ha : Aku tahu Han Joon Hyuk sampah, tapi dia tidak sepertimu, brengsek.

Sang Kyu : Apa? Brengsek? Kau pikir aku siapa?

BRAAAK!! Ki Ha menggebrak meja dan berusaha meredam emosinya.

Setelah emosinya agak mereda, dia minta Sang Kyu gak membahas Joon Hyuk lagi dengannya.

Ki Ha : Aku tidak ada sangkut paut dengannya. Janji yang kau buat denganku… simpan saja.

Ki Ha beranjak pergi.

Je Kwon di mejanya, dihubungi seseorang.

Je Kwon : Aku mengerti. Aku akan segera mulai.

Habis menemui Sang Kyu, Ki Ha langsung naik ke atap gedung Harian Korea.

Ki Ha berusaha menenangkan dirinya.

Dia lalu teringat masa lalunya.

Flashback…

Dia mengajak wanita itu makan. Wanita yang dilihatnya bersitegang dengan Sang Kyu.

“Aku merasa jauh lebih baik sekarang. Aku menyedihkan, bukan?”

“Saat kau marah, makanlah makanan hangat. Kau bisa berkeringat. Jangan menangis.”

Ki Ha lalu bilang tak bisa melihat wanita itu menangis lagi.

Ki Ha lantas meminta wanita itu menjadi kekasihnya.

Ki Ha : Aku tidak tahu soal hal lain, tapi aku tidak akan membuatmu menangis.

Wanita itu adalah Hong Eun Hee, yang kini menjadi istrinya.

Ki Ha memberitahu Sang Kyu bahwa Eun Hee sudah resign dari Harian Korea dan menjadi istrinya.

Sang Kyu kaget, apa?

Ki Ha : Jadi, jangan menghubunginya lagi.

Sang Kyu : Kau tidak mengenalnya. Dia sedang hamil.

Ki Ha pun meledak. Dia mencengkram Sang Kyu dan mendesaknya ke bibir atap.

Ki Ha : Jika ingin mempertahankan pekerjaanmu, sebaiknya kau diam. Jika kau menyinggungnya lagi, aku akan membunuhmu.

Sang Kyu ciut, baiklah. Aku berutang banyak kepadamu.

Ki Ha : Berutang kepadaku? Apa utangmu kepadaku?

Sang Kyu : Tidak, maksudku… Terima kasih. Maafkan aku.

Ki Ha berusaha keras meredam emosinya. Dia akhirnya melepas cengkramannya dan mendorong Sang Kyu ke sampingnya.

Ki Ha : Lupakan semuanya. Lanjutkan hidupmu seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Jika kau melakukan itu, aku akan memperlakukanmu sebagai senior dan tidak pernah bersikap seenaknya.

Sang Kyu : Baiklah.

Flashback end…

Ki Ha : Kau tidak melakukannya kan, Han Joon Hyuk? Kau bukan sampah seperti itu.

CEO Park menggelar konferensi pers.

CEO Park : Pertama-tama, saya mendoakan arwah Oh Soo Yeon, reporter magang Harian Korea. Setelah kematiannya beberapa bulan lalu, kami semua di Harian Korea berduka cita atas kematiannya.

Joon Hyuk menatap CEO Park dari kejauhan. Dia berdiri di dekat pintu ruangan konferensi.

Joon Hyuk ingat sarannya tadi ke CEO Park.

Ternyata Joon Hyuk lah yang menyarankan CEO Park untuk konferensi.

Sang Kyu tak setuju, perwakilan pers tidak pernah meminta maaf. Apa maksudmu, konferensi pers? Maksudmu dia melakukan kesalahan?

Flashback end…

Lanjut ke pidato CEO Park.

CEO Park : Tapi saat pers berhenti, kebenaran juga berhenti. Jadi, para reporter dari Harian Korea telah menahan duka mereka dan memenuhi tanggung jawab mereka. Kematian menyedihkan Reporter Oh Soo Yeon adalah kesalahan saya. Jelas, saya tidak mengurus pegawai dengan cukup baik.

Kita kembali diperlihatkan alasan Joon Hyuk meminta CEO Park melakukan itu.

Joon Hyuk : Jika anda memikul semua tanggung jawab dan mundur dari manajemen, anda bisa tampil sebagai pebisnis yang jujur. Dengan memisahkan anda dari Harian Korea, lingkaran masyarakat dan politik akan mengevaluasi anda ulang sebagai cip biru yang kurang dihargai.

Kembali ke CEO Park yang masih berpidato. CEO Park pura-pura sedih.

CEO Park : Saya tahu karena pernah kehilangan seorang anak. Jadi, saya ingin memanfaatkan waktu ini untuk mengirim permintaan maaf terdalam kepada keluarga Oh Soo Yeon. Mulai sekarang, saya mundur dari posisi CEO Harian Korea.

Ji Yoon merasa itu masuk akal, tapi juga berisiko.

Kepala Na : Bagaimana dengan kita?

Joon Hyuk : Kita tidak boleh bertindak terbuka. Tapi di belakang….

Kepala Na : Kita menyerang pembawa pesan dengan tabloid?

CEO Park : Terakhir, kuharap kelalaian saya tidak akan melukai reporter Harian Korea dan usaha mereka selama 65 tahun terakhir.

CEO Park yang baru keluar dari ruang konferensi langsung dikerubungi reporter dari harian lain.

Mereka minta kepastian apakah CEO Park beneran mundur.

CEO Park masuk ke mobilnya. Joon Hyuk ikut mengantar CEO Park sampai ke mobil.

Ji Yoon mendekati Joon Hyuk.

Ji Yoon : Kau melakukan hal yang sangat berisiko. Kau tahu itu, bukan?

Joon Hyuk : Jika aku mengkhawatirkan kartuku berikutnya, bagaimana aku bisa berjudi?

Ji Yoon : Kau tampak sangat berbeda.

Joon Hyuk : Tidak. Aneh sekali. Hari ini CEO An sangat “pemalu”.

Je Kwon bersama Sang Kyu di bar.

Sang Kyu : Jadi, kau sudah membagikan semua tabloid?

Je Kwon : Ya.

Je Kwon menunjukkan tabloid yang dia bagikan di ponselnya.

Je Kwon : Aku mengirim yang pertama ke kantor. Aku akan mengirimkan yang kedua setelah memeriksa reaksi terhadap konferensi pers.

Sang Kyu : Kau tidak perlu melakukan itu. Masukkan semuanya.

Je Kwon : Baiklah.

Sang Kyu : Omong-omong, bagaimana kabar calon CEO kita? Bekerja dengan baik?

Je Kwon : Bekerja? Aku tidak bisa menyuruhnya melakukan apa pun. Aku tidak tahu siapa bosnya.

Kyu Tae mentraktir Ji Soo dan Joo Ahn di resto mahal.

Ji Soo : Ada acara apa? Sesuatu yang baik terjadi? Itu selalu diterima, tapi…

Kyu Tae : Aku tahu.

Joo Ahn : Tapi tiga hidangan untuk tiga orang?

Kyu Tae : Aku akan memesan lagi nanti. Tentu saja. Kita tidak butuh alasan untuk makan bersama.

Ji Soo : Aku tidak bilang kita butuh alasan, tapi dari semua hari…

Kyu Tae : Jika harus membuat alasan, aku penasaran apa pendapat kalian tentang acara hari ini.

Ji Soo : Acara apa?

Kyu Tae : Konferensi pers. Bagaimana menurutmu?

Ji Soo : Yang mana? Soo Yeon Eonni dongsaeng? Sajang?

Kyu Tae : Keduanya.

Ji Soo : Aku sedih soal adiknya Soo Yeon, tapi CEO kita….

Joo Ahn : Itu tidak masuk akal. Perwakilan pers tidak pernah meminta maaf. Dia bahkan mengundurkan diri. Itu tidak masuk akal.

Ji Soo : Menurutmu dia berbohong?

Joo Ahn : Sudah jelas.

Kyu Tae : Dia jelas mundur dari posisi pemilik.

Ji Soo : Benarkah? Kau mendengar kabar dari Meja Politik?

Kyu Tae : Tidak juga. Kita akan tahu dari langkah berikutnya.

Kyu Tae lalu mengajak mereka bersulang. Dia bilang mereka sudah terlalu banyak bicara soal pekerjaan.

Usai bersulang, Ji Soo tanya bagaimana rasanya berada di Meja Politik.

Ji Soo : Kau punya banyak pekerjaan?

Joo Ahn : Hei, kita yang paling banyak bekerja di Harian Korea Digital.

Kyu Tae : Para senior tampak sangat sibuk. Aku masih junior, jadi, aku tidak yakin. Tapi sebentar lagi pemilihan umum.

Ji Soo berpikir, pemilihan umum…

Sang Kyu dan Je Kwon masih di bar.

Sang Kyu : Dia akan menjadi Redaktur Meja Politik termuda yang baru.

Je Kwon : Jangan lupakan aku saat kau mengikutinya ke Parlemen. Aku junior langsungmu.

Sang Kyu : Hei. Kau pikir mudah mendapatkan lencana emas itu?

Je Kwon : Tentu saja tidak. Tapi… Itu tidak benar, bukan?

Sang Kyu : Tidak masalah tabloid benar atau tidak. Hanya ada kecurigaan bahwa itu mungkin benar.

Joon Hyuk yang tengah menyetir, melihat notifikasi di ponselnya tentang kematian Soo Yeon.

“Berita Sela! Reporter magang Harian Korea yang bunuh diri ternyata mungkin dibunuh!”

Joon Hyuk kaget dan menepikan mobilnya. Dia membuka berita yang lain.

“Reporter magang lainnya mengungkapkannya ke Harian Shilla.”

Joon Hyuk kaget.

Dia lalu ingat pas tadi usai konferensi, dia melihat Reporter Goo di lobi Harian Korea.

Teringat hal itu, Joon Hyuk menghubungi Detektif Kim.

Joon Hyuk : Halo? Detektif Kim. Ini aku.

Ji Soo cs tengah berkumpul.

Mereka membahas mundurnya CEO Park sebagai CEO Harian Korea.

Yoon Kyung : Mustahil dia menyerah secepat ini.

Kyung Woo : Benar. Itu bahkan bukan permintaan maaf tertulis, tapi konferensi pers.

Ji Soo : Redaktur Yang ,selebaran yang kutunjukkan tadi.

Ji Soo mengambil selebaran itu dan menunjukkannya ke Yoon Kyung.

Dia menunjukkan tulisan yang ada dibawah selebaran, yang lebih mirip slogan.

“Harian, jendela Korea menuju kebenaran. Kini jendela menuju kebahagiaan.”

Yoon Kyung : Apa-apaan ini? Maksudmu, Harian Korea yang membuat ini, bukan Grup Nammoo?

Ji Soo : Tidak. Kurasa itu bukan ungkapan demonstrasi. Itu mungkin slogan pemilu. Sebentar lagi pemilihan umum.

Ki Ha : Pemilu?

Ji Soo menyuruh mereka membaca lagi.

Ji Soo : Harian, jendela Korea menuju kebenaran. Aku akan menjadikannya jendela untuk kebahagiaan.

Mereka tak percaya.

Yoon Kyung : Kau bercanda? Apa maksudmu CEO mencalonkan diri menjadi MP?

Se Joon : Tidak mungkin. Dia meminta maaf dan mundur dari jabatannya. Dia tidak akan melakukannya jika sungguh mencalonkan diri.

Ji Soo : Bagaimana jika dia berhenti untuk mencalonkan diri menjadi MP?

Ji Soo pun akhirnya diam karena semua menatapnya dengan tatapan tidak percaya.

Ki Ha : Tidak. Dia pura-pura minta maaf dan menyebarkan rumor di belakang. Mungkin tebakanmu benar.

Ki Ha menunjukkan tabloid di tabletnya tentang Soo Yeon.

Ji Soo membaca, reporter magang Harian Korea yang bunuh diri mungkin sebenarnya dibunuh. Sesama pemagang membocorkannya ke Harian Shilla?

Ji Soo teringat pas dia keceplosan kalau Soo Yeon dibunuh ke Reporter Goo. Ji Soo pun langsung diam.

Kyung Woo membaca lagi.

Kyung Woo : Dia punya sikap kerja yang buruk dan bertindak tidak senonoh…

Yoon Kyung merebut tablet Ki Ha dari Kyung Woo.

Yoon Kyung : Juga dicurigai berselingkuh dengan reporter senior…

Ki Ha : Dia tidak meminta maaf. Dia menghina Soo Yeon dengan membingkainya dengan menjijikkan. Lalu, terduga selingkuhannya adalah Han Joon Hyuk. Itu sebabnya dia menulis obituarinya dengan hati-hati. Itulah yang mereka curigai.

Se Joon : Siapa yang mengatakan omong kosong itu?

Ki Ha : Yoon Sang Kyu, si brengsek itu.

Ji Soo yang tahu kebenarannya, membela Joon Hyuk.

Ji Soo : Reporter Han tidak seperti itu…

Ki Ha : Aku tahu. Aku tahu itu bukan dia. Kuharap bukan dia.

Yoon Kyung : Tentu saja. Aku benci dia karena mengkhianati kita, tapi dia tidak mungkin melakukan itu.

Ki Ha : Kudengar dia mata-mata Kepala.

Se Joon : Benarkah itu?

Ki Ha : Dia menerima suap saat memerankan anjing Kepala.

Joon Hyuk tiba-tiba muncul di belakang mereka.

Joon Hyuk : Kau benar. Setengah benar, setengah salah. Saat baru ditugaskan ke Meja Kota, aku ingin kisahku utuh. Jadi, aku memerankan anjing penggembala untuk Kepala Na. Tentu saja, aku tidak menerima apa pun untuk itu.

Flashback…

Joon Hyuk terkejut melihat ada segepok uang di bawah piring.

Kepala Na membuat tanda segitiga dengan tangannya.

Kepala Na : Jika kau memercayaiku sampai akhir, aku akan mempertahankanmu sampai akhir.

Joon Hyuk menyusul Kepala Na keluar restoran. Dia mengembalikan uang itu.

Joon Hyuk : Aku akan mengikuti anda sampai akhir. Tapi aku tidak butuh ini. Jangan berikan ini kepadaku.

Flashback end…

Joon Hyuk : Tapi setelah kejadian enam tahun lalu, aku memutuskan lebih baik berhenti menulis kisah. Aku bahkan tidak ingin melihatnya atau bicara dengannya lagi. Kalian tahu sisanya. Selain itu, Oh Soo Yeon dan aku. Kalian tahu orang seperti apa Yoon Sang Kyu itu.

Yoon Kyung : Apa CEO Park mencalonkan diri menjadi MP?

Melihat ekspresi Joon Hyuk, Yoon Kyung paham itu benar.

Yoon Kyung : Aku mengerti. Karena kau di sini, minumlah.

Joon Hyuk : Tidak. Aku mampir untuk bicara dengan Ji Soo.

Tapi pas mau pergi, Se Joon memanggil Joon Hyuk.

Se Joon : Kau tahu… Setelah gelap, bahkan anak kucing pulang. Kau bisa makan di mana pun kau mau, tapi tidurlah di tempatmu seharusnya. Saat waktunya tiba, pulanglah.

Bersambung ke part 4….

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
The Penthouse 2 Ep 20
Read More

The Penthouse 2 Ep 20

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse Season 2 Episode 20, Adapun bagian lengkap terhadap linknya di tulisan yang ini.…
Start Up Ep 3 Part 1
Read More

Start Up Ep 3 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Start Up Episode 3 Part 1, Cek juga daftar lengkap sinopsisnya langsung di tulisan yang…
Read More

The Penthouse 3 Ep 18

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse Season 3 Episode 18, Jika Kalian ingin tahun daftar spoilernya langsung di tulisan…