Hush Ep 12 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hush Episode 12 Part 1, Yuk gaes baca juga selengkapnya untuk daftar link ada di tulisan yang ini. Pastikan Kalian juga harus mengetahui kalau tersedia juga Episode sebelumnya baca di sini.

Ji Soo yang hendak pergi bekerja, melihat ibunya tengah membuat gimbap.

Ji Soo bilang dia punya waktu untuk membuat 10 gulung gimbap.

“Basahi tanganmu.”

“Baiklah, agar nasi tidak bisa menempel.”

Tapi gimbap yang digulung Ji Soo pecah.

“Sudah ibu bilang. Tekan keras dengan tanganmu. Tekan seolah-olah kau melahirkan.”

“Apa aku terlihat seperti akan melahirkan? Hanya satu gimbap. Tidak perlu melahirkan.”

“Hanya satu gimbap? Dengar, Nak. Ibu pengusaha layak dengan lisensi bisnis. Membuat gimbap dan melahirkan sama saja. Kau menciptakan sesuatu dari nol, jadi, keduanya sangat sulit.”

“Astaga. Ibu tidak membuat gimbap berlapis emas. Berhenti bicara seperti gimbap yang meledak.”

“Jangan asal bicara soal gimbap yang meledak. Pikirkanlah. Pernahkah kau mengisi dompet ibu sampai meledak? Ini menghasilkan uang kuliahmu. Ini memenuhi nafkah.”

Ji Soo pun terdiam memandangi gimbap sang ibu.

Kyung Woo yang lagi makan gimbap, terkejut melihat berita Pengusaha Kim yang hendak bunuh diri.

Di berita dilaporkan, bahwa tim damkar sudah menyiapkan matras dibawah gedung untuk berjaga-jaga jika Pengusaha Kim melompat.

Pintu lantai 15 akhirnya terbuka. Siapa yang membuka? Joon Hyuk!! Ji Soo terdiam menatap Joon Hyuk. Begitu pun Joon Hyuk.

Ji Soo teringat kata-kata Joon Hyuk, saat Joon Hyuk minta dibawain kopi. Mereka bertemu di tempat main billiar.

Joon Hyuk : Kepalkan tanganmu.

Ji Soo mengepalkan tangannya. Joon Hyuk memegang kepalan tangan Ji Soo.

Joon Hyuk : Lebih kencang.

Ji Soo : Kenapa?

Joon Hyuk : Aku akan naik ke lantai 15. Aku akan melakukan hal yang sangat buruk.

Ji Soo : Apa maksudmu?

Joon Hyuk : Jadi, kepalkan tanganmu seperti ini dan hentikan aku.

Joon Hyuk menaruh kepalan tangan Ji Soo di dadanya.

Flashback end…

Ji Soo menahan tangis, menatap Joon Hyuk.

Ji Soo : Tidak, aku hanya… Aku… Sudah berakhir. Aku tidak bisa melakukan ini lagi.

Joon Hyuk : Apa yang kukatakan? Reporter…

Ji Soo : Ikuti, dorong, dan tahan. Seseorang bisa mati melakukan itu.

Joon Hyuk : Ya, aku tahu. Itu sebabnya ayahmu mengatakan ini. Jangan kehilangan tekadmu dan menulislah dengan hati-hati.

Ji Soo terdiam mendengarnya.

Joon Hyuk : Jadi, kau akan menyerah padahal sudah sampai jauh-jauh kemari?

Ji Soo berdiri dan terus menatap Joon Hyuk.

Pak Kim Kim sudah bertekad bunuh diri. Dia memejamkan matanya, seperti membulatkan tekadnya. Tapi saat membuka matanya, dia melihat artikel tentang dirinya di layar LCD di depannya.

Itu adalah artikel Ji Soo.

Ji Soo : Kim Jong Won, dia pemilik restoran kari kecil di ujung jalan selama 30 tahun. Karinya enak sekali, pelanggan membanjiri restorannya.

Kita diperlihatkan saat Pak Kim membuat karinya di dapur.

Pelanggannya rame. Bahkan ada yang mengantri diluar.

Ji Soo : Tapi suatu hari, ujung jalannya ramai, dan dia tidak mampu membayar biaya sewa yang meningkat hanya dengan menjual kari. Dia harus membuka toko anggota dari waralaba perusahaan besar.

Pak Kim melihat dua pekerja memasang nama restoran yang letaknya di ujung jalan tak jauh dari resto karinya.

Itu adalah Restoran Narin.

Pak Kim akhirnya membuka Restoran Narin.

Ji Soo : Resesi menyakiti pemilik usaha kecil tapi di dunia bisnis restoran waralaba, yang kuat memangsa yang lemah.

Restoran Narin Pak Kim sepi.

Si pekerja part-time menuntut gajinya.

“Jika anda tidak membayarku sampai hari ini, aku akan memberi tahu pihak berwenang.” ancam si pekerja part-time.

Pak Kim meletakkan pisaunya.

Ji Soo : Dia tidak bisa memedulikan orang lain saat dia sendiri tidak bisa membayar bahan-bahannya.

Pak Kim : Yang benar saja. Lebih baik aku mati.

Begitulah kejadian sebenarnya.

Ji Soo : Apa dia sungguh ingin membunuh pekerja paruh waktu itu?

Tangis Pak Kim keluar membaca artikel dirinya.

Sang Kyu masuk ke ruangan Kepala Na.

Sang Kyu : Kepala.

Kepala Na menyuruh Sang Kyu diam.

Ternyata Kepala Na lagi menonton berita Pak Kim yang mau bunuh diri.

Ji Soo : Mereka berdua menderita dan melakukan kesalahan. Tapi ini bukan hanya tentang dua orang ini.

Joon Hyuk di ruangan editing.

Dia lah yang menyuruh petugas menaikkan tulisan Ji Soo.

Kyung Woo berlari menuju Harian Korea.

Istri Pak Kim datang. Dia menangis memanggil suaminya, yeobo.

Pak Kim menoleh menatap istrinya.

Pak Kim lalu kembali membaca tulisan Ji Soo.

Ji Soo : Jadi, jika sudah menderita dan melakukan kesalahan, mereka harus bicara langsung. Mereka berdua harus bertahan hari ini dan melihat matahari terbit besok. Aku belum mencicipi kari 30 tahunnya. Suatu hari, di sebuah restoran kecil di ujung jalan, semoga aku bisa mencicipi kari buatannya yang disajikan pekerja paruh waktu itu.

Ji Soo masih menonton.

Dia cemas Pak Kim masih berniat bunuh diri.

Pak Kim akhirnya turun dari bibir atap.

Sang istri berlari memeluknya.

Ji Soo yang menonton berita live nya, menarik napas lega melihat Pak Kim tak jadi bunuh diri.

Joon Hyuk masih di ruang editing, berterima kasih pada petugas.

Dia bilang, dia yang akan melaporkan itu pada atasan mereka jadi si petugas tak perlu cemas.

Joon Hyuk keluar dan dia terkejut melihat Ji Soo berdiri di depan pintu ruangan editing.

Joon Hyuk : Bagaimana kau terpikir untuk menulis itu?

Ji Soo bilang itu karena kata-kata Joon Hyuk. Joon Hyuk bilang padanya, kalau dia bisa merobek alas papan biliar jika ceroboh menggunakan tongkat.

Ji Soo : Kisah yang salah bisa membunuh seseorang. Kau juga ingin menyelamatkannya.

Joon Hyuk memberi isyarat dengan tangannya, agar Ji Soo diam.

Lalu Joon Hyuk bicara dalam hati, bahwa Ji Soo benar, dia juga mau menyelamatkan Pak Kim.

Joon Hyuk : Tapi kau yang menyelamatkannya, Ji Soo-ya. Bukan aku.

Joon Hyuk teringat kata-kata Sang Kyu tentang mata-mata di perusahaan.

Untuk melindungi dirinya dan Ji Soo, Joon Hyuk pun menahan diri dan pergi begitu saja.

Ji Soo teringat pembicaraannya dengan Joon Hyuk. Ternyata mereka sudah pernah bicara sebelumnya, setelah Joon Hyuk naik ke lantai 15.

Flashback…

Ji Soo : Kau berencana menjadi pengadu? Kenapa?

Joon Hyuk : Kau benar. Sesuatu terjadi pada malam kematian Soo Yeon. Lantai 15 mengambil semua rekaman kamera pengawas. Tapi aku tidak bisa menemukan apa pun di sini. Meskipun berhasil menemukan sesuatu, kita tidak bisa membuktikannya.

Ji Soo : Jadi, kau akan ke atas sana, ke tempat CEO berada sendirian dan mengekspos semuanya?

Joon Hyuk mengangguk.

Ji Soo : Bagaimana dengan kami?

Joon Hyuk : Sudah kubilang. Sampai selesai, jangan beri tahu siapa pun.

Joon Hyuk memberikan tulisan ‘HUSH’ ke Ji Soo.

Ji Soo : Jadi, maksudmu aku juga harus merahasiakan ini dari mereka?

Joon Hyuk : Karena kini kau tahu rahasianya, aku sangat membutuhkan bantuanmu.

Ji Soo : Bagaimana aku bisa membantumu?

Joon Hyuk : Kantor sekretaris akan memasang magnet padaku.

Ji Soo : Maksudmu anjing penjaga?

Joon Hyuk : Ya. Jadi, jika kita bertemu, berpalinglah. Percayalah kepadaku dan tunggu sampai akhir.

Flashback end…

Lalu Kyung Woo datang dengan napas memburu.

Ji Soo hanya diam menatap Kyung Woo.

Sang Kyu dan Joon Hyuk berdebat di depan Kepala Na.

Sang Kyu : Kau sudah gila. Beraninya kau…

Joon Hyuk : Bukankah lantai 15 seharusnya menyelesaikan masalah?

Sang Kyu : Jika bukan karenamu, kita bisa membuat publik mengasihani pemiliknya.

Joon Hyuk : Bagaimana? Dengan membunuhnya?

Sang Kyu, apa katamu?

Joon Hyuk : Semua koran lain meniru kita. Kisah yang ditulis Kyung Woo.

Joon Hyuk lalu bertanya, kenapa Kepala Na mengincar Pak Kim.

Kepala Na : Aku tidak mengincar pemiliknya. Aku membela pekerja paruh waktu. Yang penting bagi kita adalah “Tanpa Hasil, Tanpa Derita”. Kau melarangku mengganggu mereka.

Joon Hyuk pun teringat kata-katanya.

Joon Hyuk : Jika kita membiarkan laman “Tanpa Hasil, Tanpa Derita”, hanya pengikut kejam yang akan bertahan. Masalah ini bisa saja menjadi pemicu mereka, melimpahi halaman dengan masalah terkait. Kritik mereka terhadap kita akan menjadi jauh lebih kuat.

Kepala Na menatap Joon Hyuk.

Kepala Na : Kukira kau sudah menduga ini dan merencanakan semuanya.

Joon Hyuk : Bukan aku. CEO An yang memerintahkan ini. Sudah kubilang kita harus menunjukkan kedua sisi.

Kepala Na : Karena sudah di sini, kau harus memilih satu dari dua sisi. Kau membuat pilihan bagus, jadi, tidak ada yang terluka. Kalau begitu, tidak apa-apa.

Joon Hyuk : Anda hampir membunuh seseorang dan Lee Ji Soo menyelamatkannya.

Sang Kyu : Lee Ji Soo? Siapa itu?

Joon Hyuk pun pergi tanpa menjawab pertanyaan Sang Kyu.

Sang Kyu makin gedek dan minta Kepala Na bertindak.

Kepala Na nya membela Joon Hyuk, apa dia mengatakan hal yang salah?

Ji Soo dan Kyung Woo di atap. Ji Soo bilang, kisahnya tidak mendukung siapa pun.

Ji Soo : Itu menunjukkan fakta dan membuat para pembaca berpikir tentang awal masalah ini. Ayahku… Dia juga terluka karena berita palsu.

Kyung Woo : Kau benar selama ini. Kepala memerintahkan kita berdua dan memilih kisahku daripada ceritamu. Dia punya niat lain.

Ji Soo : Apa maksudmu? Kau sudah tahu niatnya?

Kyung Woo : Tidak. Tapi terima kasih.

Ji Soo : Untuk apa?

Kyung Woo : Apa pun niatnya, kau dan Reporter Han menyelamatkan dua nyawa. Pak Kim dan aku.

Ki Ha menulis artikel tentang Ji Yoon.

Ki Ha : Bukti menunjukkan CEO V News membuat kesepakatan dengan pers besar. V News membuat kesepakatan dengan pers besar untuk kisah yang diatur.

Ki Ha teringat amplop ungu yang diberikan Ji Yoon pada Kepala Na.

Dia lalu bingung harus mengunggah atau membatalkan. Tapi pada akhirnya, dia memilih membatalkannya.

Sekarang, kita ditunjukkan lanjutan cerita saat Ji Soo membantu ibunya membuat gimbap.

Ji Soo : Masa juniorku…

Ji Soo meralat ucapannya, residensiku sudah berakhir.

Nyonya Lee : Lalu apa?

Ji Soo : Aku bisa dibayar lebih banyak.

Nyonya Lee : Kau tidak tahu kapan kau akan berhenti, sama seperti ayahmu.

Ji Soo heran, apa maksud ibu?

Nyonya Lee : Kau paham maksud ibu. Ibu tahu semua tentang pekerjaanmu. Harian Korea Digital, reporter junior Lee Ji Soo. Kenapa kau mengabaikan ibumu seperti itu? Kau pikir ibu orang tua kolot yang tidak tahu cara menggunakan ponsel?

Ji Soo kaget, sejak kapan ibu tahu?

Nyonya Lee : Ibu membaca kisahmu.

Ji Soo : Kenapa ibu diam saja? Ibu membenci Harian Korea.

Nyoya Lee memotong gimbapnya, kita butuh energi untuk membenci sesuatu. Ibu tidak punya itu lagi. Ini bukan Zaman Pertengahan. Harian Korea bukan musuh keluarga kita.

Ji Soo terharu, eomma.

Nyonya Lee menatap Ji Soo.

Nyonya Lee : Apa yang harus ibu lakukan? Membuatmu berhenti dari pekerjaan yang sulit kau dapat? Zaman sekarang tidak mudah mendapatkan pekerjaan. Menjadi reporter itu sulit. Kisahmu sangat hebat, ayah dan anak memang mirip. Reporter Lee Ji Soo, berbuatlah sesukamu. Jangan lupa kau putrinya. Produser kebanggaan kita, Lee Yong Min.

Ji Soo : Aku juga tidak akan pernah lupa bahwa aku putri ibu. Wanita cantik, Kang Sun Young.

Nyonya Lee lalu menyuruh Ji Soo pergi bekerja.

Nyonya Lee : Kau memperlambat ibu 10 gulung.

Kepala Na baru saja tiba di parkiran, saat Joon Hyuk tiba-tiba datang mengetuk kaca jendela mobilnya.

Kepala Na menyuruh Joon Hyuk masuk.

Kepala Na : Ada apa? Bukankah kita sudah selesai bicara kemarin?

Joon Hyuk : Sejak insiden kemarin, aku meragukan alasan anda memanggilku ke lantai 15. Aku merasa anda mengujiku.

Kepala Na : Jika aku mengujimu dengan itu, pilihanmu kemarin menimbulkan kecurigaan.

Joon Hyuk : Anda sungguh ingin aku mengabaikan siapa yang mati atau tidak? Jika aku melakukan itu, apa anda akan berhenti curiga? Tidak, anda mau…

Kepala Na : Ya. Sudah kuduga kau tidak akan tinggal diam. Apa pun situasinya, kau tidak tahan mendengar suatu kisah menyakiti seseorang. Ada kemungkinan kau tidak akan bertindak.

Joon Hyuk : Aku juga tahu anda akan melakukan sesuatu.

Kepala Na : Berarti itu bukan tes.

Joon Hyuk : Benar. Anda membalasku karena aku mengacaukan anda tempo hari. Anda menyuruhku mengambil potongan untuk kisah CEO An, Grup Nammoo.

Kepala Na : Kau tahu semuanya. Jadi, perbincangan kita sudah berakhir, bukan?

Joon Hyuk : Tidak. Aku memecahkan masalah anda. Jadi, anda harus bayar.

Kepala Na terdiam mendengarnya.

Kyung Woo minta maaf pada Yoon Kyung. Dia bilang, itu salahnya.

Yoon Kyung : Kepala dan aku sudah memberi izin.

Kyung Woo : Aku tahu.

Yoon Kyung : Biarkan saja. Ini salah Meja. Jangan sedih soal itu. Untungnya tidak ada yang terluka.

Yoon Kyung lalu tanya apa bener Joon Hyuk yang membuat papan iklan itu.

Kyung Woo : Ya, Ji Soo memintanya.

Yoon Kyung beranjak pergi.

Kyung Woo menatap ruangan Kepala Na, sebelum akhirnya dia menyusul Yoon Kyung.

Bersambung ke part 2…

10 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

The Penthouse 3 Ep 22

Tentangsinopsis.com – Sinopsis The Penthouse Season 3 Episode 22, Jika Kalian ingin tahun daftar spoilernya langsung di tulisan…
Mine Ep 7 Part 1
Read More

Mine Ep 7 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Mine Episode 7 Part 1, Apakah Kalian mencari daftar full recapnya gaes? Yuk baca tulisan…