Hush Ep 10 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hush Episode 10 Part 1, Yuk gaes baca juga selengkapnya untuk daftar link ada di tulisan yang ini. Pastikan Kalian juga harus mengetahui kalau tersedia juga Episode sebelumnya baca di sini.

Ep kali ini dibuka dengan Joon Hyuk yang pindah ke lantai 15.

Dia di lift, menuju ke lantai 15! Begitu pintu lift terbuka, dua petugas keamanan sudah menunggu. Protokol keamanan di lantai 15 sangat ketat. Petugas bilang Joon Hyuk bisa meninggalkan barang-barangnya sama mereka. Joon Hyuk juga diperiksa memakai metal detector. Selesai diperiksa, Joon Hyuk disuruh pergi ke ruangan di sebelah kanan. Joon Hyuk pergi hanya membawa tas nya.

Sekarang, Joon Hyuk tengah makan bersama Kepala Na dan CEO Park. Mereka makan di restoran mewah.

CEO Park : Reporter Han, sudah berapa lama? Satu dekade?

Joon Hyuk : Sudah 13 tahun.

CEO Park : 13 tahun. Kau ingin berada di kantor eksekutif? Kenapa kau menginginkan itu?

Joon Hyuk : Apa alasan yang kumiliki selain gajiku? Aku ingin menjalani hidup yang lebih baik.

Kepala Na : Dia memiliki visi yang luas, dan yang terpenting, dia tahu cara menulis. Dia dahulu…

Joon Hyuk memotong perkataan Kepala Na. Dia bilang, dia akan melenyapkan akun ‘No Gain, No Pain’.

CEO Park : Bukankah itu sudah mereda?

Joon Hyuk : Ya. Sampai sekarang, Kepala melindungi kita dengan baik. Tapi sekarang, kurasa kita harus menyingkirkannya.

CEO Park menatap Kepala Na.

CEO Park : Saat kau bilang akan mengurusnya untuk selamanya, maksudmu Reporter Han?

Kepala Na : Ya. Aku memikirkan Reporter Han.

Joon Hyuk : Kepala mengajariku dengan baik. Dahulu aku mengerjakan tugas seperti ini dengan sangat baik.

CEO Park dan Kepala Na saling menatap.

Lalu CEO Park menyuruh pelayan menyiapkan makanan.

Mereka makan steik daging.

Joon Hyuk menatap dagingnya.

Joon Hyuk : Restoran menghasilkan keuntungan dengan pisau dan pers dengan pena mereka. Aku akan mengembalikan kehormatan Harian Korea yang hilang dengan penaku.

CEO Park hanya tersenyum, selamat menikmati. Makanlah sebelum sarinya kering.

Joon Hyuk : Baiklah.

CEO Park menusuk dagingnya.

CEO Park : Lihat. Ini seperti kita. Kau harus mendaki lebih tinggi saat masih bersari. Tidak ada gunanya jika sudah kering.

Kepala Na : Beberapa orang makin ambisius saat bertambah tua.

CEO Park : Itu juga masuk akal. Selamat menikmati.

Kita dibawa kembali ke hari pemakaman Soo Yeon.

Ji Soo bertemu Reporter Goo di sana. Reporter Goo mengajaknya makan.

Reporter Goo : Aku mewawancaraimu dua tahun lalu tentang ayahmu, bukan?

Ji Soo : Ya. Aku tidak akan pernah berhenti berterima kasih kepadamu.

Reporter Goo : Tidak perlu. Aku melakukan yang seharusnya.

Ji Soo : Kau kemari untuk meliput cerita Soo Yeon?

Reporter Goo : Ya. Ini besar. Omong-omong, kau memang hebat. Bagaimana kau bisa masuk ke Harian Korea? Ayah dan anak sama saja. Jadi, apa rencanamu?

Ji Soo : Rencana?

Reporter Goo : Dapatkan permintaan maaf dan kompensasi. Bukankah rencanamu membersihkan nama ayahmu?

Ji Soo kaget, apa?

Reporter Goo : Yang menulis laporan salah ayahmu, Han Joon Hyuk. Kau sudah bertemu dengannya?

Ji Soo mengangguk.

Seketaris CEO Park menyuruh Joon Hyuk menandatangani perjanjian kerahasiaan dan kontrak gaji.

Seketaris : Perjanjian kerahasiaan ini untuk…

Joon Hyuk : Membantuku bertanggung jawab atas kasus pidana dan perdata jika aku menyingkap apa pun yang terjadi di sini.

Seketaris : Kau paham benar karena lulusan hukum.

Joon Hyuk : Kau sekretaris kepalanya, bukan? Bersama-sama, kita…

Tapi melihat ekspresi seketaris CEO Park yang galak, Joon Hyuk mengalak dan menandatangani surat-surat itu.

Joon Hyuk juga diberikan ponsel yang hanya boleh digunakan untuk masalah lantai 15.

Seketaris : Kau juga hanya bisa menggunakan internet dengan komputer tablet dan laptop yang diberikan.

Joon Hyuk : Sungguh keamanan yang ketat. Hampir seperti agen rahasia…

Seketaris : Aku mengirimimu surel mengenai detailnya. Pelajari semuanya sampai hari ini. Siapkan taklimatmu sampai besok sore.

Seketaris lalu minta izin bertanya secara pribadi.

Seketaris : Kau sudah lama menjadi reporter. Kudengar kau sangat terampil. Kenapa di sini?

Joon Hyuk : Kau seharusnya tahu dengan pengalaman jurnalismemu. Tidak menyenangkan menjual kisah. Yang terpenting, angkanya berbeda di sini.

Joon Hyuk menunjukkan kontrak gaji yang sudah ditandatanganinya.

Seketaris CEO Park lalu beranjak pergi.

Kamera menyorot CCTV di ruangan tempat Joon Hyuk duduk.

Joon Hyuk sadar ada kamera CCTV di sana.

Ki Ha, Yoon Kyung dan Se Joon di atap.

Ki Ha marah karena Joon Hyuk mengkhianati mereka. Yoon Kyung minta Ki Ha tak langsung mengambil kesimpulan. Dia yakin Joon Hyuk punya alasan melakukan itu.

Ki Ha : Alasan? Kau tidak tahu saat melihatnya? Dia menjual kisah kita kepada Kepala agar bisa memanjat lebih tinggi. Tidak ada alasan lain.

Se Joon diam saja. Ki Ha tanya pendapat Se Joon, apa Se Joon gak keberatan.

Se Joon : Entahlah. Kukira dia pemberontak yang keras kepala, bukan pengkhianat yang licik.

Ki Ha : Itu maksudku!

Se Joon : Aku ingin segera memuntir lehernya, tapi ayahnya sakit.

Yoon Kyung : Kurasa dia punya alasan.

Ki Ha : Alasan? Semua orang punya alasan.

Di mejanya, Ji Soo melamun menatap tulisan H.U.S.H di kertas kecil yang dipegangnya.

Joo Ahn melihat Ji Soo, bergegas mengirimi Ji Soo pesan.

Ji Soo kaget dikirimi pesan oleh Joo Ahn. Joo Ahn lantas pergi.

Ji Soo melihat pesan Joo Ahn. Sebuah pesan suara. Ji Soo memakai earphone nya untuk mendengarkan pesan suara yang dikirim Joo Ahn.

Suara Kepala Na terdengar.

Kepala : Aku tidak tahan ada satu pun di ruang beritaku. Tugasmu adalah memecatnya.

Sontak Ji Soo kaget. Ji Soo pun langsung menyusul Joo Ahn. Joo Ahn menunggu Ji Soo di jendela, tempat Soo Yeon bunuh diri.

Joo Ahn : Kau sudah mendengarkannya?

Ji Soo : Ya. Kau sungguh merekam ini?

Joo Ahn : Ya. Aku melakukannya untuk berjaga-jaga. Aku sedang merekam vlog magangku, berpikir aku mungkin tidak dapat posisi tetap di sini. Itu sebabnya aku terus merekam.

Joo Ahn menunjukkan kameranya.

Joo Ahn : Aku berhenti setelah Soo Yeon meninggal. Reporter Han pasti menggunakannya untuk menyarankan kesepakatan atau memeras Kepala. Aku memberikannya kepada Reporter Han.

Ji Soo : Tapi kau menyuruhku tetap diam. Kenapa sekarang?

Joo Ahn : Entah kenapa aku melakukannya. Jika diam saja, aku tidak akan rugi apa pun. Saat melakukan sesuatu, aku merasa kehilangan sesuatu. Jadi, Ji Soo-ya, jangan lakukan apa pun mulai sekarang. Turuti apa yang mereka katakan.

Hari sudah malam. Joon Hyuk hendak pulang, tapi di depan kanton dia dicegat Se Joon, Yoon Kyung dan Ki Ha.

Ki Ha marah, kau pengkhianat di antara kita. Benar, bukan? Teganya kau melakukan ini kepada kami. Setidaknya beri kami alasan!

Ki Ha membanting tasnya ke jalan. Yoon Kyung mengkode Se Joon, untuk membawa Ki Ha pergi. Se Joon mengambil tas Ki Ha dan membawa Ki Ha pergi.

Yoon Kyung menatap Joon Hyuk. Dia bilang tahu alasan Joon Hyuk melakukan itu.

Joon Hyuk : Tidak ada alasannya.

Yoon Kyung : Jangan sok pintar. Kau pikir aku tidak mengenalmu?

Joon Hyuk : Maaf mengecewakanmu. Tapi ini tidak seperti yang kau bayangkan.

Joon Hyuk mau pergi. Yoon Kyung, Han Joon Hyuk!

Joon Hyuk berbalik dan menatap Yoon Kyung lagi.

Joon Hyuk : Kau tahu, jalan yang kulalui… Semuanya hancur. Aku tidak tahu malu. Aku meninggalkan keluargaku, apalagi mencari nafkah untuk diriku sendiri. Sungguh impian yang tidak masuk akal, menjadi reporter hebat dan menulis kisah yang bagus. Ki Ha salah. Aku bisa melihat tidak ada “tengah” di dunia. Entah kau memegangnya dengan erat, atau memanjat dengan mempertaruhkan hidupmu. Salah satu dari keduanya.

Yoon Kyung : Lalu? Kau memanjat untuk menyelamatkan diri, alih-alih menyelamatkan orang lain? Kau ingin aku memercayai itu?

Joon Hyuk : Itu mengecewakan. Terserah kepadamu. Aku tidak peduli jika kau tidak memercayaiku. Aku belum melakukan apa pun dan kau sudah kecewa. Bagiku, itu lebih mengecewakan.

Ji Soo datang. Joon Hyuk menatap Ji Soo, apa? Kau mau sebut aku pengkhianat juga?

Ji Soo : Aku tidak akan bilang aku kecewa. Ini keputusasaan dan penyesalan. Tapi…

Joon Hyuk : Tidak ada lagi. Jika kau tidak ingin menyesal lagi, berhenti di sana.

Joon Hyuk beranjak pergi.

Ji Soo menatap Yoon Kyung. Mereka pusing memikirkan kenapa Joon Hyuk tiba-tiba pergi ke lantai 15.

Seorang wanita berbaju merah datang ditemani seorang pria muda. Si pria muda membawa tanaman. Mereka diantar staf keamanan menuju lift.

Se Joon, Yoon Kyung dan Ki Ha yang kebetulan lewat, melihatnya. Yoon Kyung terus menatap wanita itu.

Se Joon : Kenapa? Kau mengenalnya?

Yoon Kyung : Kau tidak mengenalnya?

Se Joon : Entahlah.

Yoon Kyung : Dia…

Ki Ha : An Ji Yoon, CEO V News.

Se Joon : V News? Apa itu media daring?

Ki Ha : Itu lebih seperti perusahaan periklanan. Mereka dibayar untuk menulis kisah perusahaan besar. Seperti Baekje News dan Grup Saesong. Mereka punya kesepakatan untuk kisah yang direncanakan.

Se Joon : Benarkah? Lalu kenapa dia di sini?

Yoon Kyung : Entahlah. Terlebih lagi, dia sangat percaya diri.

Mereka melihat Ji Yoon pergi ke lantai 15.

Se Joon : Lantai 15?

Bersambung ke part 2…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Penthouse Ep 7 Part 1
Read More

Penthouse Ep 7 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Penthouse Episode 7 Part 1, Check jg untuk Episode sebelumnya baca di sini. Apabila ingin…