Hometown Cha-Cha-Cha Ep 10

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hometown Cha-Cha-Cha Episode 10, Jika Kalian ingin melihat full recapnya tersedia lengkap di tulisan tulisan yang ini. Baca episode sebelumnya

Foto : nodrakor.icu

Pria m#sum yang meresahkan warga Gongjin akhirnya ditangkap setelah menerobos masuk ke rumah Hyejin dan dilumpuhkan oleh Dusik.

Dusik yang menderita luka tusuk berakhir di rumah sakit. Hyejin nangis lihat Dusik yang menerjang penjahat yang membawa pisau.

Sung Hyun datang dengan alasan kalo barangnya ketinggalan makanya ia kembali. Setelah memastikan kalo Hyejin nggak papa ia pun kembali ke Seoul untuk keperluan syuting.

Foto : nodrakor.icu
Foto : nodrakor.icu

Setelah mendapat beberapa jahitan, Dusik pun diijinkan untuk pulang. Rumahnya Hyejin sekarang jadi TKP dan ia nggak bisa pulang. Akhirnya ia ikut pulang ke rumah Dusik. Ia juga mengganti pakaiannya dengan pakaian Dusik. Ia dikasih teh dan selimut.

Besok adalah hari peringatan kematian kakeknya Dusik. Ia jadi cerita banyak tentang kakeknya pada Hyejin. Gimana kakeknya membesarkannya selama ini. Sampai saat kakeknya meninggal dan ia nggak ada di sampingnya karena menonton piala dunia. Gegara itu Dusik nghak pernah lagi bermain bola ataupun melihat pertandingan bola. Ia merasa kalo kakeknya meninggal karena dirinya.

Hyejin melarang Dusik untuk berpikiran seperti itu. Kakeknya pasti sedih. Dan ternyata itu kali keduanya Dusik cerita tentang kakeknya ke orang lain. Ih Hyejin kayak kecewa tahu kalo dia bukan yang pertama.

Foto : nodrakor.icu

Sung Hyun menatap laut sambil mengenang masa lalu. Jadi setelah kejadian itu Hyejin merubah penampilannya dan memutuskan hubungan dengan pacarnya. Dan ternyata Hyejin membeli sepatu itu dari gajinya mengajar selama 2 bulan. Semua yang indah pasti punya duri. Kakinya berdarah pada pemakaian pertama. Sung Hyun menempelkan plester ke kakinya dan menekuk-nekuk sepatunya agar nyaman dipakai.

Foto : nodrakor.icu
Foto : nodrakor.icu

Hyejin menghabiskan makanan yang dimasakin Dusik. Mi Seon nelpon mengabarkan tentang keadaan ibunya. Hyejin bohong kalo semuanya baik-baik saja. Dan oh ternyata Eun Cheol ikut nemenin Mi Seon nungguin operasi ibunya.

Saatnya tidur. Dusik ngasih kamarnya buat tidur Hyejin tapi dia nggak bisa tidur karena suara angin dan Bugyeong, anjing kepala pelaut. Akhirnya Dusik membawa Hyejin ke ruang tamu dan nenbacakan buku untuknya. Nggak lama Hyejin tertidur. Ternyata dia masih penasaran siapa orang yang Dusik cetitakan tentang kakeknya pertama kali. Dan malam itu keduanya tidur di sana.

Foto : nodrakor.icu
Foto : nodrakor.icu

Para warga Gongjin membicarakan kejadian semalam. Ternyata pria m#sum itu baru keluar dari penjara dan ada di Gongjin selama 2 bulan. Mereka lalu lihat Hyejin mau berangkat ke klinik dan sangat mengkhawatirkannya. Mereka memberikan perhatiannya pada Hyejin sampai membuat Dusik cemburu.

Mi Seon kembali bersama Eun Cheol. Mereka sudah dengar yang terjadi dan khawatir banget sama Hyejin. Kayak sebelumnya Hyejin sama Mi Seon berpelukan sambil nangis-nangis sedang Eun Cheol sama Dusik hanya menyaksikan. Kayak pernah lihat sebelumnya.

Foto : nodrakor.icu
Foto : nodrakor.icu

Sampai di klinik Mi Seon cerita ke Hyejin tentang semua yang Eun Cheol lakukan untuknya. Nggak kayak mantannya yang nggak mau nemenin saat ayahnya di rumah sakit karena nggak mau membahas pernikahan. Ia merasa mencintai Eun Cheol sekarang ini.

Young Guk masih mikirin Cho Hui. Hwajung mendadak datang membahas masalah keamanan desa. Ia minta diadakan siskamling, CCTV dan alarm. Young Guk mau membahas masalah pribadi tentang alasan perceraian mereka tapi Hwajung mengalihkan dengan menerima telpon dari Yoon Kyung lalu pergi.

Foto : nodrakor.icu

Bora nangis-nangis minta ayahnya untuk memperbaiki konsol game nya tapi ayahnya mengabaikannya. Dusik datang dan memperbaikinya. Ia juga ingin memesan sesuatu. Geun Cheol mengalihkan dengan nelpon Yoon Kyung. Barang yang Dusik pesan adalah kunci jendela.

Ternyata semalam Sung Hyun nggak pulang ke Seoul. Padahal Wang Jagga dan Doha nungguin. Dia minta mereka untuk ngasih dia waktu untuk sendiri.

Foto : nodrakor.icu
Foto : nodrakor.icu

Sudah saatnya pulang. Mi Seon pulang duluan dan ketemu sama Eun Cheol. Mereka minum kopi di tempatnya Chun Jae. Mi Seon menyinggung yang terjadi sebelumnya. Ia berterima kasih atas apa yang Eun Cheol lakukan untuknya. Dan ia pun memutuskan untuk melupakannya dan nggak berhubungan lagi dengannya. Ih Eun Cheol kayak mau ngomong sesuatu tapi nggak sempat keburu Mi Seon pergi.

Sepulang dari klinik Hyejin beli jeon untuk peringatan kematian kakek Dusik. Sampai di sana belum sempat ia ngasihnya para warga Gongjin berdatangan ngasih makanan buat Dusik buat perayaan Kematian kakeknya. Hyejin jadi ragu mau ngasihnya.

Foto : nodrakor.icu

Malamnya Hyejin dan Dusik menata meja persembahan untuk kakek. Dusik sengaja menambahkan jeon yang Hyejin beli. Mereka menyapa kakek bersama-sama lalu makan malam berdua. Ternyata Dusik suka kepiting. Tapi malas makannya karena merepotkan. Hyejin mengupaskannya dan secara nggak sengaja bilang “butuh banyak cinta untuk mengupas kepiting buat seseorang”. Lah habis itu suasana jadi nggak nyaman. Hyejin pulang. Ia bahkan menolak saat Duduk mau mengantar pulang.

Foto : nodrakor.icu
Foto : nodrakor.icu

Sampai depan rumah ada Sung Hyun yang menunggunya. Ada yang mau ia bicarakan. Mereka bicara di luar sambil makan. Ternyata yang ingin Sung Hyun katakan adalah perasaannya terhadap Hyejin yang ia rasakan selama 14 tahun. Hyejin bingung menanggapinya tapi Sung Hyun nggak memintanya untuk menjawab.

Hyejin akhirnya pulang. Ia dan Mi Seon mengeluhkan hubungan masing-masing. Dan untuk mengembalikan semangat mereka, keduanya sepakat untuk ke Seoul akhir pekan nanti.

Foto : nodrakor.icu

Hari itu tiba. Keduanya pergi dengan perasaan riang. Ih Hyejin lupa mencabut pengeriting rambut. Mi Seon nelpon Dusik untuk melakukannya. Dih kamarnya Hyejin berantakan.

Mereka tiba di Seoul dan mulai dengan belanja baju. Hyejin malah melihat-lihat baju pria. Ia ingat Dusik dan mau membelikan. Sementara itu Dusik sedang bersama para nenek. Setelah nenek Matyi dan nenek Sook Ja ke toilet, nenek Gamri bicara berdua dengannya. Ia minta Dusik untuk jujur dengan dirinya sendiri.

Foto : nodrakor.icu

Cho Hui yang nggak sengaja lewat depan restoran Hwajung dipanggil dan dikasih makanan. Mereka mengobrol tentang yang terjadi malam itu dan tentang Cho Hui juga. Mendadak Young Guk pulang mengantar Ijun. Suasana nggak enak dan dia pamit.

Foto : nodrakor.icu
Foto : nodrakor.icu
Foto : nodrakor.icu

Saat makan, Mi Seon merasa ada yang aneh sama Hyejin. Saat belanja baju tadi dia cuman lihat baju dan tas pria. Pun saat makan juga yang diomongin cuman Gongjin mulu. Dan saat habis makan mendadak hujan turun. Hyejin nggak bawa payung soalnya ramalan cuaca bilangnya nggak hujan.

Mendadak dia ingat Dusik dan waktu yang sudah mereka habiskan berdua. Tanpa sadar dia jalan di bawah hujan. Ia pamit ke Mi Seon mau ke Gongjin. Sampai sana ia langsung ke rumahnya Dusik tapi orangnya nggak ada. Ia lalu menemuinya di tempat biasa. Dusik ada di sana. Nggak mau membuang waktu ia langsung nembak Dusik. Nggak peduli sifat dan gaya hidup mereka beda. Ia nggak bisa menahannya.

Dusik mau bilang sesuatu tapi Hyejin keburu menutup mulutnya. Dusik menjawab perbuatannya dengan sebuah ciuman. Nado. Dia ternyata juga nggak mampu lagi menahannya.

Foto : nodrakor.icu

Saat Dusik remaja ulang tahun, ia mendapat kado sepatu sepak bola dari kakeknya. Dalam doanya ia ingin selalu bersama dengan kakeknya tapi kakek berdoa agar Tuhan mengirim seseorang yang baik untuk menemani Dusik agar dia nggak kesepian setelah kakek meninggal

Dan saat Dusik ke kamar Hyejin untuk mencabut pengeriting rambut, secara nggak sengaja ia lihat foto Hyejin sama orang tuanya. Foto yang diambil sama kakeknya. Ternyata Hyejin adalah gadis kecil itu.

Bersambung…

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like