Gadis Pemimpi 2 September 2019 Sinopsis: Episode 1

3 min read

Gadis Pemimpi 2 September 2019 Sinopsis: Episode 1

Sinopsis Gadis Pemimpi Episode 1 Hari Ini, Senin 2 September 2019. Cahaya sedang melamun dan membayangkan dirinya memiliki WO (Wedding Organizer) sendiri. Di sana ada seorang pria yang bernama Toni. Ia berkata kalau temannya ada yang baru buka WO dan Cahaya bisa ikut investasi ke temannya. Tetapi Cahaya tak memiliki uang.

Babehnya menyuryuh Cahaya belanja, di jalan Ale dengan motornya yang ngebut hampir saja menabrak Cahaya. Hal itu membuat uang yang Cahaya pegang berserakan di jalan dan Dia marah. Ale kabur begitu saja. Cahaya tak terima dan menyumpahinya agar menabrak gerobak sayur…eh ternyata beneran masih di lokasi yang sama, ale menabrak pedagang sayur.

Dia harus ganti rugi 500.000 ribu. Ale tak memiliki uang. Ada mobil mewah melintas ternyata ada Dimas dan mamahnya. Ale meminta Dimas untuk membayarkan uang ke tukang sayur itu. Ale berterima kasih padanya dan berkata, kalau sudah ada uang akan aku ganti. Di mobil Mamahnya sedang membicarakan tentang ayahnya yang akan pensiun dan memberikan kursi direktur perusahaan. Mamahnya berharap Dimas yang mendapatkan itu, karena ale, Kakaknya Dimas nampak seperti pria yang tak suka kerja.

Gadis Pemimpi 2 September 2019 Sinopsis: Episode 1
vidio.com/@sctv

Cerita berlanjut ke Babehnya Cahaya, Dia meminjam uang 100 juta dari rentenir bernama Jamal. Toni datang dan memberikan hadiah untuk adik-adiknya Cahaya, Intan dan Jalu. Babeh memberikan uang 100 juta itu ke Toni. Buat bantu Toni dan teman-teman bantu Cahaya mewujudkan WO itu. Cahaya menyarankan untuk pakai setengahnya saja dan setengahnya untuk tambahan toko. Tetapi Babeh tak mau dan ingin 100 juta itu demi Cahaya.

Baca juga: Sinopsis Gadis Pemimpi SCTV Episode 1 – 10 Terakhir (Miniseri)

Toni adalah seorang penipu. Dia nampak tersenyum ketika melihat mereka berdua tertipu olehnya.

Dimas, Mamah dan Papahnya sedang membicarakan proyek yang Dimas akan jalankanm. Mamahnya mengatakan ke suaminya kalau Dimas sudah cocok untuk sebagai pengganti Papah. Tetapi Ayahnya justru mengalihkan pembicarakan dan bertanya dimana Ale. Dia menjelaskan kalau ale sudah beberapa hari tak pulang. Dimas pergi berangkat kantor.

Cahaya pergi ke rumah Toni, namun di sana bukanlah Toni melainkan Ale yang tinggal. Dia mengeluarkan teman-temannya kalau temannya bernama Monti dan Roni, jadi Toni itu siapa? Ujar Ale ke Cahaya. Bukan Dia, kemudian Roni mengatakan kalau pria yang kurus putih itu bukan? Dia udah pindah seminggu yang lalu. Mereka tak tahu pindahnya kemana.

Cahaya mencoba menelepon namun tak diangkat dan ponselnya tak aktif. Dia sudah mulai panik karena duit 100 jutanya dibawa kabur oleh Dia. Cahaya duduk di pinggir jalan. Ale datang dan meledek Cahaya. Tak terima Dia lempar sandal ke Ale. Tetapi Ale justru kesal dan melempar sandal itu ke atas pohon.

Dimas sedang berangkat kantor dengan sopirnya. Sopirnya melihat wanita terjatuh dari pohon dan menolongnya. Dia berhasil mengambilkan sepatu itu. Dimas keluar dan menyuruh bergegas. Cahaya terpesona kagum melihat Dimas. Dia membayangkan, berduaan dengan Dimas.

Dengan sedih Cahaya sedih dan bercerita ke babeh kalau Toni kabur. Dito melihat Babeh dan Cahaya, Dia menyampaikan pesan hutang ayahnya. Dito nampak tertarik dengan Cahaya.

Malam harinya Dia berkata ke babehnya kalau Ia sedang mencari pekerjaan. Dan pagi hari Ia terbangun telat. Intan dan Jalu membangunkannya. Di jalan Cahaya melihat duren dan makan banyak. Temannya mengingatkan nanti sakit perut kalau makan banyak-banyak dan belum sarapan.

Saat diwawancarai kerja beneran Cahaya sakit perut. Dia bahkan bersendawa dan membuat Cahaya diusir dan disuruh keluar dari sana. Jamal datang dan menagih hutang. Dia ingin menyita toko namun Cahaya berkata jangan seperti itu karena toko tersebut buat menghidupi keluarga mereka yang bahkan masih ada dua adik cahaya.

Dito menyarankan ke Jamal kalau Ia ingin menikah dengan Cahaya. Tetapi Cahaya menolaknya. Jamal memberikan waktu satu minggu untuk melunasi hutang-hutangnya, jika tidak Ia akan menaikan bunga 100%. Cahaya sedang sedih dan menangis di bawha pohon. Ayahnya datang dan berkata, kalau kau tak bisa dapat kerjaan, sebaiknya Kamu menerima tawaran si Dito.

Saat yang sama Cahaya dapat panggilan untuk interview. Dia bergegas dan berlari. Lagi-lagi Ale hampir saja menabraknya. Tetapi justru wanita lain yang tertabrak. Mereka berdua bertengkar masalah itu. Ale menghentikan mobil dan membawa wanita yang ditabraknya ke rumah sakit. Cahaya ikut ke mobil itu dan Ale naik motor mengikutinya dari belakang.

Cahaya merasa resah dan Dia ingin pergi Interview kerja. Ale ingin mengantarnya namun Cahaya naik angkot. Tetapi Ale mengikuti Cahaya dengabn angkot. Ale sebelumnya di rumah sakit berkata kalau Dia tak ingin ditinggal sendiri karena takut harus bertanggung jawab dan mengira Dia yang menabrak ibu itu. Jikalau ada Cahaya kan Dia bisa jadi saksi, ujar Ale saat di rumah sakit.

Cahaya sampai ke kantor, harusnya interview jam satu siang, tapi Cahaya datang jam 2 siang. Kantor tersebut sudah terima orang lain, Cahaya tambah kesal dan menyalahkan Ale. Dimas menelepon Ale dan menyuruhnya datang karena Papahnya yang suruh, Di sana ada Dimas sedang lagi sama Cintya.

Papah mereka menyuruh Dimas jadi mentornya Ale. Tetapi Ale bilang tak mampu. Dia menyuruh Dimas saja yang ngurus dan lalu meninggalkan mereka. Sementara itu Cahaya pulang dan keadaan sedih karena tidak diterima kerja. Esok harinya Dito datang mengatakan kalau Ayahnya ingin jual toko milik Babehnya Cahaya.

Temannya Cahaya Dinda berkata ke Cahaya kalau tempat kerjanya ada lowongan. Dinda akhirnya ikut dengannya. Disana Cahaya melihat Cintya yang Ia kira merebut antrean calon pelamar kerja lain. Tetapi Cintya dengan sombongnya memperkenalkan Dia bahwa dirinya adalah calon istri direktur tempat ini (Dimas).

Cahaya menggerutu tentang Cintya, Dia tak terima dan hampir menamparnya. Tetapi Dimas datang dan menghentikan pertengkaran mereka berdua. Cahaya senang melihat Dimas. Dia juga masih ingat tentang kejadian waktu di pohon itu.

Dimas yang mewawancarai Cahaya. Dia dalam hati berkata, kalau Cahaya nampak cantik. Dia diterima kerja dikantornya. Ale sedang foto-foto pemandangan. Saat yang sama Ia melihat Cahaya dan memotretnya. Cahaya tak terima Dirinya di potret.

Saat di depan rumah, Ale senyum-senyum sendiri memperhatikan foto Cahaya. Dimas yang baru pulang lewati Ale dan Dia melihat abangnya memiliki foto-foto Cahaya. Dia penasaran dan bertanya dari mana model baru itu? Ale menjawab yang jelas Dia unik dan menarik. Ale nampak tertarik dengannya. Ale ingin kejar Dia dan menganggap gadis itu takdirnya. Dia juga cakep.

Dalam hati Dimas berkata, kenapa setiap perempuan yang gue suka, Bang Ale juga suka. Dimas lalu masuk rumah.

Dia berkata dalam hati kalau bang Ale tak boleh tahu bahwa Cahaya bekerja sebagai sekretaris aku. Dimas juga penasaran ingin tahu info lebih banyak tentang Cahaya.

NONTON SIARAN ULANG GADIS PEMIMPI SCTV 2 SEPTEMBER 2019 EPISODE 1

NONTON GADIS PEMIMPI EPISODE 1 PART 2

All images credit and content copyright : SCTV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright Tentang Sinopsis 2020

KONTAK | DMCA.com Protection Status

error: Content is protected !!