Forecasting Love and Weather Ep 1 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Forecasting Love and Weather Episode 1 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini.

Foto : narashika.pro
Foto : narashika.pro

Sinyal itu sederhana adakala muncul lewat suara atau warna juga getaran. Sinyal terus muncul dihadapanku mengisyaratkan bahwa tak ada yang aman di dunia ini.

Foto : narashika.pro

Episode satu Sinyal.

Jin Ha kyung mencoba menghubungi pacarnya Ki jun tapi tak diangkat. Ki jun mengirim pesan kalau nggak bisa ikut ke toko hanbok karena nggak enak badan. Tae kyung dan ibu membicarakan mereka.

Tae kyung pikir Ki jun marah karena diseret seret ibu kemarin.. Di mana coba bisa nemuin laki lak seperti ki jun,punya pekerjaan stabil dan dapat pensiun karena itu ha  kyung akan menikahinya. Ibu sepertinya tak suka. Berpikir ki jun tak bisa diandalkan. Ibu pikir ada yang ganjal dengan hubungan mereka. Ha kyung terlihat kesal.

Foto : narashika.pro
Foto : narashika.pro

Ibu membawa Ha Kyung ke peramal. Dukun wanita memperingatkan Sifat Ha kyung terlalu penakut tapi takdir tak dapat dihindarinya haanya dengan hati hati. Takdir calon suaminya dia ditakdirkan tidak peduli pada istri ditambah ada pedang dalam takdirnya.

 Ha kyung bisa terluka. Ha kyung yang marah pergi duluan. Dukun wanita memyuruhnya membawa payung karena akan hujan. Ha kyung melihat langit cerah dan tak percaya lalu meletakkan payungnya kembali.

Foto : narashika.pro
Foto : narashika.pro

Sementara itu  Lee Si woo yang dengan cerianya menjelaskan arti  namanya. Si bearti waktu  woo berarti hujan artinya hujan yang turun tepat waktu. Cap nama itu ia butuhkan untuk membeli mobil.

Foto : narashika.pro
Foto : narashika.pro

Ha Kyung ke apartemen Ki jun, Di lift Ha kyung berpapasan sama seorang wanita. Saat menekan sandi rumah ki jun pintu nggak bisa dibuka. Pintu dibuka Ki jun. Katanya merasa lebih baik setelah mandi air dingin. Ha kyung nggak curiga mengira sandinya di ganti karena ibu datang tanpa kabar. Ki jun diam saja.

Foto : narashika.pro
Foto : narashika.pro

Saat turun rekannya di BMKG pusat, Seok Ho nyuruh menghubungi Pak Choi. Ha kyung pikir bahasaan itu sudah selesai. Seok Ho ngingetin itu masalah hujan es. Mereka harus menganalisis potensinya walau cuma satu persen.

Sebab hujan es pasti merugikan. Lantas berapa potensi analisismu saat ini?tanya Ha kyung. Seok Ho jawab radar hujan es mendekati lima persen. Ha kyung minta bahas lagi bila melewati lima persen. Ha kyung akan mengikuti aturan. Seok Ho terlihat kesal.

Foto : narashika.pro

See Woo dengan pedenya memamerkan mobil barunya sama pacarnya. Nona Chae Yoo Jin terlihat malas apalagi setelah tahu mobilnya semi bekas. See woo ngajak makan di restoran yang ingin didatangi pacarnya. Ternyata Yoo Jin sudah pernah ke sana padahal see woo pengen jadi yang pertama. Yoo Jin bilang itu sudah lama sama seorang teman.

See woo ngajak berlibur di musim panas nanti kan dia sudah punya mobil. See woo bersemangat saat cerita dua hari lalu melihat sinyal hujan es di diagram adiabat mustahil salju turun di bulan maret jadi firasatnya itu pasti hujan es. Lantas ia menginap di kantor selama tiga hari untuk mencari sinyal… Pacarnya sepertinya kurang tertarik sama ceritanya.

Tahu begitu See woo ngajak ke gapyeong yang banyak cafe cantik di sana. See woo ngajak berkemah dia paham topografinya tapi pacarnya nggak suka berkemah. See woo akan pesan villa. Yoo Jin akan bilang sesuatu saat hujan es tiba tiba turun. Tak ada berita prakiraan karena mereka mengabaikan See woo.

Foto : narashika.pro
Foto : narashika.pro

Tanpa adanya peringatan akan adanya hujan es banyak kerugian dan kerusakan yang terjadi.

Foto : narashika.pro

Di kantor BMKG pusat terjadi kepanikan karena tidak ada laporan sampai tadi pagi.atmosfer masih stabil. Diperkirakan variasi suhu vertikal tidak naik namun ketidakstabilan atmosfer menguat seiring kenaikan suhu di siang hari. Stasiun cuaca sudah menganalis angin vertikal secara aktual tidak ada prakiraan hujan es. Pak Go minta data 12 jam lalu atau minimal 3 jam lalu.

Foto : narashika.pro
Foto : narashika.pro

Seok Ho negur Ha kyung,  kau tak merasa bersalah? Ha kyung diam saja.

Foto : narashika.pro

See woo langsung ke kantor padahal itu hari liburnya. See woo minta uang taruhan. Karena prakiraannya benar.

Foto : narashika.pro

Kembali ke kantor pusat yang sibuk mencari pertanda hujan es. Ditampilkan diagram adiabet di daerah yang terdampak mulai dari 12 jam lalu sampai ke 3 jam sebelumnya. Sepertinya mereka menemukan sinyal.di incheon.

Foto : narashika.pro

Di kantor BMKG kota See woo nyalahin rekannya karena saat memberitahunya dibantah habis habisan. Rekannya nggak punya uang jadi akan ditraktir kopi. Kasihan see woo menolaknya.

Foto : narashika.pro
Foto : narashika.pro

Pak Go menegur Pak Choi sebagai ketua Tim atas kelalaiannya. Pak choi menduga itu sebagai fenomena melintas. Pak Go memakluminya tapi seharusnya sudah terlampir di data. Ha kyung akan membela Pak Choi tapi tak jadi…pak choi mengakui itu salahnya dan akan membuat laporannya.

Pak Go nyuruh menghubungi Pusat Meteorologi Penerbangan itu kelalaian mereka. Juga menghubungi KEC dan administrasi Pengembangan Perdesaan lalu tanya kerugian produk pertanian

Pak Choi diminta menemui pers sedangkan dia akan menemui kepala BMKG. Ki jun menatap Ha kyung. Pak choi memegangi dadanya dan terlihat kesakitan.

Foto : narashika.pro
Foto : narashika.pro

See woo minta rekannya lapor ke kantor pusat kalau dia sudah melaporkan padanya soal hujan es. Rekannya tanya untuk apa, ruang kontrol pusat tempat berkumpulnya orang orang paling ahli. See woo dengan senyumnya dialah si ahli itu. Rekannya bilang itu cerita lama. Kalau sekarang anggap saja tambang batu bara Aoji. See woo bingung.

Foto : narashika.pro
Foto : narashika.pro

Pak Go nyuruh tim dua divisi utama mempelajari data data untuk analisis pasca hujan es. Datanya diambil sejak tahun 1990 sampai sekarang. Rekan rekan Ha kyung seperrinya keberatan. Mereka sibuk harus membuat laporan prediksi cuaca numerik dan memantau cuaca aktual. Ha kyung dengan tenang mengambil data data itu.

Seok Ho nyuruh Ha kyung menemui reporter jika masih punya hati nurani. Ha kyung pikir itu menyalahi wewenang. Itu bukan kali pertama BMKG dimaki rakyat. Ha kyung melihat pak choi kesakitan dan jatuh pingsan. Setelah pak choi dibawa ke rumah sakit barulah Ha kyung mau menggantikannya menemui pers.

Foto : narashika.pro

Ha kyung melihat Ki jun bicara sama seorang wanita tapi saat ditanya Ki jun bilang itu hanya reporter dia bersikap begitu karena Ki jun melarangnya mengganti urutan pertanyaan. Tugas Ha  kyung memberi penjelasan rinci soal hujan es.

Foto : narashika.pro

Pak Go mengikuti Pak Choi ke rumah sakit. Bu choi sepertinya marah karena dulu suaminya sudah mengajukan mutasi ke daerah tapi Pak Go terus menyuruhnya bertahan di pusat. Lalu sekarang dibuat pingsan karena hujan es. Pak Go memberitahu bukan itu saja prakiraan cuacanya selalu salah. Bu choi memakinya tapi kemudian minta maaf.

Foto : narashika.pro

Ha kyung ditunjuk jadi ketua tim sementara Pak choi sakit terkena serangan jantung selama dua pekan. Ha kyung keberatan karena dia akan menikah tapi dia tak pilihan.

Foto : narashika.pro
Foto : narashika.pro

Ha Kyung terlihat cemas. Dia memberitahu Ki jun kalau nggak bisa ikut acara reuninya karena pak choi pingsan. Ki jun sepertinya keberatan tapi minta dia nggak khawatir. Ha kyung minta dia maklum karena hanya menggantikannya dua pekan.

See woo dengan wajah cerianya pergi melihat lihat pemandangan pedesaan. Sepertinya memeriksa cuaca di sana.

Foto : narashika.pro
Foto : narashika.pro

Sementara Yoo Jin ditegur atasannya karena berita yang dibuatnya  tentang musim panas bertele tele. Orang itu minta berita yang provokatif  dan menarik pembaca itu bisa membuat AC laku terjual karena itu sponsor terbesar mereka.

Lagi kesal begitu See woo mengiriminya gambar gambar pemandangan. Pacar See woo meletakkan Hpnya dengan kasar. See woo pikir dia sibuk karena nggak membalas pesannya.

Foto : narashika.pro
Foto : narashika.pro

Sesampainya di kantor seniornya mengeluhkan antena radar yang baik baik saja tapi see woo datang jauh jauh ke sana. See woo rasa alat itu nggak selalu bisa dipercaya untuk memeriksanya sekalian mereka bertemu.

See woo berharap nggaj ada masalah. See woo ngasih memberitahu lagi itu karena suhu di daratan tampak abnormal lebih tinggi daru tahun lalu padahal masih maret. Rekannya nyurimuh tanya ke BMKG provinsi Gangwon. See woo cuma tersenyum.

Foto : narashika.pro
Foto : narashika.pro

Nyatanya see woo lapor ke BMKG gangwon kalau suhu di provinsi Gangwon meningkat. See woo minta tolong sekalin periksa pyeongcheong,chuncheon, hongcheon,heongseong dan wonju.

Pak Um melihat itu hanya fenomena temporer akibat radiasi suramya ketika angin timur muncul itu kadang terjadi nanti hilang sendiri. See woo merasa itu tidak akan hilang.

Rekan Pak Um memberitahu posisi ketua tim dua divisi utama kosong di kantor pusat. Orang itu menyarankan seniornya kembali ke kantor pusat. Pak Um tak mau karena di sana sangat memusingkan. Rekannya ngingetin lagi bila tinggal jauh dari keluarga dia bisa dikucilkan.

Pak um lalu menghubungi keluarganya tapi putrinya nggak mau bicara dengannya.

Foto : narashika.pro
Foto : narashika.pro
Foto : narashika.pro

Tae kyung memberitahu Ha kyung kalau Ki jun belum menstranfer uang muka dan menolak panggilannya. Ha kyung membela dia tak pernah lupa pasti ada yang keliru. Ha kyung menutup telepon karena harus berapat.

Ha kyung memberitahu Pak Go melihat sesuatu yang kecil di peta. Awan konveksi yang terbentuk akibat kuatnya ketidakstabilan atmosfer. Kelembaban di sana saat ini sekitar 82 persen. Potensi memguap 70 persen lebih. Tapi angkanya terlalu tanggung untuk dijadikan peringatan mereka akan berapat dulu. Ha kyung mengumumkan akan materi diskusi prakiraan cuaca 14 maret.

Stasiun pusat melaporkan awan awan yang berkembang ke arah timur laut.” Pihak BMKG provinsi gangwon mohon tanggapannya.”

“Dari karakter daerah ini diduga tak berubah memjadi preaipetasi”

See woo, “aku yakin pasti akan hujan.” See woo menunjuk suatu tanda di peta dianggap.sebagai bom. Pihak pusat akan berapat dulu. See woo panik tak ada waltu daerah ibu kota harus diberi peringatan hujan lebat. Suhu permukaan tanahnya meningkat.

BMKG Gangwon melihat itu fenomena temporer tetapi berpotensi berubah menjadi awan hujan sebab ketidakstabilan atmosfer kuat.

“Soal awan yang terbentuk di daerah Gangwon tampaknya mencurigakan”

“Makaudmu berpotensi berubah menjadi awan hujan?” tanya ha kyung

“Benar. Dalam satu jam”

“Landasanmu apa?”

“Awan yang masih rendah satu jam lalu mendadak berkembang cepat saat melewati chuncheon”

See woo menampilkan datanya.

Pak Um memperingatkan keringnya atmosfer saat ini meski awan itu akan menguap ke lapisan atmosfer sebelum sampai ke ibukota.

“Bagaimana jika awaannya terus menerima uap air saat menuju utara?”

“Suhu atmosfer terendah darrah ini naik sehingga awan terus menerima uap air. Satu jam lalu awan itu hanya setebal 2 km kini mencapai lima hingga enam ditambah suhu permukaan daerah ibukota bagian timur saat ini tinggi. Sehingga alih alih menguap kemungkinan besar awan akan berkembang dan kembali akibat atmosfer yang labil. Bila prakiraanku benar dalam dua sampai tiga jam akan ada hujan lebat di wilayah ibukota.

Foto : narashika.pro

Ha kyung memberitahu presentase penguapan ke atmosfer 80 persan lebih. Nona jin apa keputusanmu? Tanya pak Go. Ha kyung mulai berpikir sambil melihat diagram adiabet. Tae kyung kirim pesan lagi, katanya benar uang mukanya belum ditransfer. Mereka sudah memberitahu ki jun reservasi akan batal bila belum ditransfer sampai hari ini.

Pak Um mempertanyakan potensi 20 persen kurang yang harus  dijadikan peringatan. See woo nyahut itu tak perlu dipertimbangkan.

“Prakiraan cuaca ada standar”kata Pak um

See woo, makanya kau selalu salah,

Apa?

Saat topan musim panas tahun lalu,kabut musim dingin tahun ini,dan hujan es kemarin. Lantas apa hasilnya? Tinggal umumkan saja prediksi cuaca numerik dari komputer. Kata see woo berapi api. Ha kyung yang ikut cemas mematikan ponselnya.

Foto : narashika.pro
Foto : narashika.pro

Perdebatan Pak Um dan See woo

“Prakiraan cuaca adalah arus bukan sesuatu yang bisa diluruhkan dengan angka kecil.”

“Dasar prakiraan cuaca adalah perubahan fenomena kecil saja bisa memberi pengaruh besar.”

“Kau sedang mengajariku?”

“Aku hanya mengatakan bahwa poun utama kita berbeda” “mungkinkah itu sudah cukup.”

“Baik.”

Ha kyung bicara, Hipotesis dari BMKG wilayah ibukota tidak salah tetapi presentasenya terlalu kecil.landasannya lemah dannterlebih lagi tak ada kasus serupa.

See woo, tadi aku sudah memperlihatkan data..

Peringatan hujan lebat area ibukota akan diputuskan usai dipantau satu jam lagi. Selama itu pihak BMKG wilayah ibukota bisa menyerahkan data tambahan.

See woo tampak kecewa.

Foto : narashika.pro
Foto : narashika.pro
Foto : narashika.pro

See woo yang bersikeras kalau nyangkut soal cuaca akhirnya menelepon Seok ho minta dia memberi peringatan cuaca. Seok Ho awalnya tak mau tapi See woo yakin pasti hujan.

Foto : narashika.pro

Seok Ho menerbitkan  peringatan hujan lebat di area ibukota. Ha kyung terkejut. Pak Go memarahinya. Seok Ho memberi alasan soal sinyal hujan es kemarin yang diabaikan. Ia mendapat laporannya dari staf wilayah BMKG wilayah ibukota yang sudah menyadarinya.  

Ha kyung membela diri,potensinya yang kurang dari 5 persen. Pak go kembali menegur seok ho yang berbuat sesuka hati tanpa ijin atasan lalu menyuruh mereka bersiap siap karena peringatan sudah diterbitkan.

Foto : narashika.pro

Ha kyung ditegur pak Go karena tak melapor ke pak choi dan bukan pak choi yang membuat keputusan. Ha kyung disruh membuat laporannya.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Red Shoes Ep 33 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 33 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…
Read More

Hush Ep 11 Part 3

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Hush Episode 11 Part 3, Yuk gaes baca juga selengkapnya untuk daftar link ada di…