Forecasting Love and Weather 4 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Forecasting Love and Weather Episode 4 Part 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek juga episode sebelumnya disini.

Foto : drakor.id
Foto : drakor.id

Narasi Si Woo : saat baru bekerja di BMKG tugas pertamaku mendeteksi jarak pandang. Aku akan naik ke sini pada waktu tertentu setiap hari mengamati objek yang letaknya jauh di depan mata dan memperhitungkan jarak pandang.

JARAK PANDANG TERKINI GUNUNG INWANG 1.6 KM.

PUNCAK BAEGUNDAE GUNUNG BUGAK JARAK PANDANG 2,9 KM.

Hal yang paling membuatku terkejut selama mendeteksi jarak pandang adalah orang dengan penglihatan rata rata pun mampu mendeteksi jarak pandang dengan tepat hingga bisa dijadikan data observasi. Namun alasan kita tetap bergantung pada alat meski deteksinya tepat adalah karena mata manusia begitu mudah terhalang..menyempit dan terdistorsi.  

Foto : drakor.id
Foto : drakor.id

Seorang wanita yang nggak diperlihatkan wajahnya cuma sepasang sepatu merahnya naik ke atas tangga menyusulnya Si woo terus mengawasinya.

Si Woo terbangun saat pesan Ha kyung masuk ke ponselnya. Si woo menatap pemandangan pagi itu.

Foto : drakor.id

Episode 4 Jarak Pandang

Foto : drakor.id

Jarak pandang pagi ini buruk. Seiring turunnya suhu malam hari berbagai daerah diselimuti kabut tebal ditambah kadar partikulat yang tinggi sehingga jarak pandang memendek. Prakirawan  menghimbau agar anda waspada saat menyetir.

Ha kyung jogging di tengah kabut. Sms dari Si woo masuk. Ha kyung teringat pembicaraan mereka semalam. Tentang hubungan mereka Ha kyung menegaskan hanya sebagai Kepala Tim dan prakirawan. Atasan dan bawahan di BMKG. Walau saling menyukai. Bagi Ha kyung perasaan itu hanya sementara. Bagaiamana jika menyesal kelak?tanya Si woo. Ha kyung takapa setidaknya ada rasa tak rela. Ha kyung tak akan berpacaran dengan rekan sekantor lagi. Kau goyah olehku kan?tanya Si Woo. Maaf perasaanku jadi tepergok olehmu.kata Ha kyung. Si Woo tak akan minta maaf hanya karena tepergok olehnya.

Foto : drakor.id
Foto : drakor.id

BMKG Pusat Divisi Utama Tim Dua

Terjadi kecelakaan beruntun 14 kendaraan akibat kabut tebal dini hari tadi di tol Jungang dekat Hoengseong.

Kantor BMKG pusat

Ha kyung : informasi detail mengenai kabut telah diumumkan kemarin sore dan sudah ada menu berita kilat soal kabut sejak pukul 22.00 kemarin. Jarak pandang saat kecelakaan diketahui kurang lebih 100 meter.

Pak Go : Prakiraan cuaca kita bagaimana?

Ha kyung : Sudah tepat Pak. 5Pesan imbauan agar waspadasaat mengemudi pun sudah dikirim terus menerus karena jarak pandang bisa memburuk hingga 60 meter akibat kabut di sekitar Hoengseong mulai pukul 2.00

Pak Go : Prakiraan cuaca tak ada masalah. Berapa jumlah kecelakaan terbaru di daerah itu?

Ha kyung  : Menurut data rata rata tiga tahun terakhir total 326 kali di Daegwallyeong 115 kali di Chuncheon dan 109 kali di Cheowon

Pak Go : Mestinya mereka kurangi kecepatan saat berkabut. Meski begitu apa kita sebaiknya kita buat solusi prakiraan yang lebih detail.

Ha kyung : Biar kudiskusikan itu dengan kepala tim lain.

Ha kyung memulai rapat pagi itu tanggal 11 mei.

Ha kyung: Kabut tebal akibat pendinginan intens pada malam hari dan berpusat di daratan kini memengaruhi gangwon namun akan lenyap akibat sinar matahari dan di prakirakan cuaca cerah.

Foto : drakor.id

Terlihat dua orang pria membicarakan Ha kyung dan Ki jun. Ha kyung yang nyaris senasib dengan Bu Oh myung joo yang usai menikah dengan rekan sekantor tetapi tak kunjung dipromosikan lalu cuti melahirkan dua kali. Lalu Ha kyung yang gagal menikah dengan Ki jun karena Ha kyung terlalu baik untuknya dan lebih baik menikah dengan pria sukses. Diam diam Ki Jun mendengar pembicaraan mereka.

Foto : drakor.id

Ruang Pers

Mereka membahas soal kecelakaan beruntun kemarin akibat kabut itu karena jarak pandang hanya sepuluh meter dan tidak adanya peringatan kabut. Yu jin menjelaskan di negara mereka memang tidak ada peringatan kabut. Salah satunya ingin tahu alasannya mengapa. Dan  menduga tidak adanya peringatan kabut sebagai tameng agar BMKG tidak di maki rakyat.

Atasan meminta Yujin membuat artikel spesial dari sudut pandang itu dan menambahkan kecelakaan hari ini dan yang lalu. Yu jin sepertinya keberatan dan berpikir itu terlalu memaksa. Atasan mengira Yu jin begitu karena suaminya bekerja di BMKG dan menyuruhnya bersikap profesional sebagai jurnalis. Yu jin  mengerti.

Foto : drakor.id
Foto : drakor.id

Di kantor pusat

Ha kyung langsung ke kantor usai berolahraga. Seo jin penasaran siapa wanita yang bersama Si Woo semalam. Si woo menatap Ha kyung lalu pura pura tak tahu siapa yang dimaksudnya. Seok ho menebak Si Woo punya pacar lagi. Si Woo melirik Ha kyung lalu bilang tidak. Seok tahu dari ekspresinya terlihat menyukai seseorang. Si Woo bilang belum sejauh itu. Seo jin kepo lagi kenal di mana? Si Woo mengaku saat bekerja. Seo jin menduga itu berarti sesama pegawai BMKG dan mereka kenal.

Ha kyung yang mendengar langsung waspada dengan menghentikan obrolan mereka lalu menyuruh Si woo mengirim peta penyebaran kabut di area Hoengseong tiap 10 meterdari satu jam sebelum dan sesudah kecelakaan. Bu oh bergosip sama Seo jin…dia pikir Ha kyung menyiksa Si Woo.

Ha kyung diberitahu wanita dari agen perumahan Dream kalau pembeli yang meneken kontrak sementara nggak jadi membeli rumahnya. Ada masalah dengan kreditnya. Kalau Ha kyung butuh cepat ha kyung bisa menjualnya lebih murah dari harga pasar. Ha kyung akan mempertimbangkannya.

Foto : drakor.id

Ki jun melamunkan kedua pegawai BMKG tadi yang membicarakannya saat atasannya menegurnya soal artikel yang ditulisnya meskipun hanya untuk media internal BMKG terlalu asal. Kolom sebelumnya juga sama. Saat itu atasannya membiarkan karena dia sibuk mengurus pernikahan. Ki jun dinilai hanya pandai bicara. Kebetulan Yu jin melihat semuanya.

Foto : drakor.id

Ki Jun tak menceritakan sama Yu jin kalau dimarahi atasannya. Yu jin minta tolong dicarikan prakirwan dari divisi utama untuk diwawancari soal kecelakaan beruntun di tol Hoengseong. Ki jun minta dia menunggu karena mereka tak bisa asal dipanggil. Yujin sepertinya marah dan akan mengurus sendiri.

Si Woo menyerahkan laporan yang diminta Ha kyung tadi. Si woo ingin tahu alasannya. Ha kyung menyuruhnya mengurangi mengobrol urusan pribadi di jam kerja.

Foto : drakor.id
Foto : drakor.id

Seok Ho jadi ingin tahu apa kesalahan Si woo sampau disiksa Ha kyung begitu.Si Woo bilang ngobrol urusan pribadi. Seok Ho yakin mustahil nona jin menyiksa orang karena hal sepele itu terlebih lagi dia berbeda.

Dia orang perfeksionis dan sangat kaku. Si woo membenarkan Ha kyung lebih konservatif dari dugaannya. Seok ho merasa Ha kyung tak cocok dengan Si woo yang berjiwa bebas. Mereka akan konflik terus. Si woo merasa Ha kyung menjaga jarak dengannya.

Foto : drakor.id
Foto : drakor.id

Ha kyung dan Pak Um sedang mengamati grafik prakiraan kabut.

Ha kyung: Dini hari esok pun suhu permukaan tanah pasti turun lagi akibat pendinginan radiasi kan?

Pak Um : Begitulah. Selisih suhu pagi dan malam di daerah itu memang jauh. Kurasa tingkat prakiraan kabutnya bisa kita umumkan seperti kemarin.

Ha kyung : Bagaimana kalau diperluas areanya?

Si Woo : Apa tak terlau luas?jika begitu menurutku lebih baik kita bagi areanya menjadi area dekat lembah inti sekitar sungai di jalan masuk terowongan.

Ha kyung : Kabut paling parah itu pukul 0.300 hingga pukul 0.700 dan daerah paling banyak orang lewat itu adalah jalan tol.

Si Woo : Namun efektifitasnya menurun bila kita satukan seluruh daerah itu terlebih lagi radiasi surya di jalan nomor tiga kuat

Si Woo berdiri dekat Ha kyung. Ha kyung menyuruhnya tak dekat dekat dengannya.

Si Woo : Jadi kabut pasti hilang begitu matahari terbit. (kenapa kau merasa tak nyaman?)

Ha kyung : Dari data observasi menara kelembaban nisbi di daerah yang kau sebut tadi itu tinggi

Si Woo : Aku sangat mengenal daerah itu sekali berkabut di masa masa ini pasti luar biasa  tebal

Ha kyung : kenapa kau tahu banyak? Waktu itu kau kenal betul kondisi laut barat.setelah naik kapal cuaca kali ini kau kenal betul kondisi kabut di daerah  pegunungan gangwon?

Si Woo : Kapal cuaca di laut barat dan keadaan di provinsi gangwon,aku kenal betuk dua daerah iti sampai hafal topografinya dan memiliki data berdasarkan pengalaman pribadi soal perubahan iklim cuaca tak sebanding dengan kau yang hanya  melihat monitor

Ha kyung : Apa maumu?

Si Woo : Aku sedang menarik perhatian atasan sebagai seorang prakirawan 

Ha kyung : Kita beri peringatan menyeluruh

Si Woo : Jangan! Areanya harus dibagi dan diberi peringatan waspada terutama area masuk terowongan dan jembatan

Ha kyung : Prakirawan Lee…

Si Woo : Saat hujan es dan hujan biasa aku yang benar

Pak Um : Bila kita fokus kecelakaan lalu lintas di tol Hoengseong pada bulan mei dan juni…pendapat nona Jin masuk akal

Ha kyung: Kau dengar itu?

Pak Um : Namun bila mempertimbangkan karakteristik provinsi Gangwon pendapat Pak Si Woo juga logis

Si Woo : Kau dengar itu?

Pak Um : intinya provinsi Gangwon sudah pasti diliputi kabut dini hari esok jadi biar kuumumkan informasi kabut sementara kalian cari jalan tengahnya.

Ha kyung dan Si Woo : Sisanya? Detailnya. Yang benar saja

Pak Um : Hal itu harus kita diskusikan lagi bersama. Bila belum dapat kesimpulan kita serahkan kepada staff shif malam. Ha kyung :Ini waktunya memberi pengumuman. Paham.

Si Woo minta mengirimkan pengumuman daerah yang akan diliputi kabut harus diberi sinyal. Detail kabut akan diumumkan  nanti.

Foto : drakor.id

Ibu dan Taekyung ke biro jodoh untuk mendafarkan Ha kyung. Ibu membanggakan Ha kyung pejabat eselon lima di BMKG dan berhasil menjadi kepala tim. Taekyung menyuruhnya pulang Ha kyung bisa marah kalau tahu..

Ibu marah ibu dapat peringkat 8.kata petugas data saudara dan orang tua memengaruhi

Ibu marah menurutnya membesarkan dua anak sendirin  sudah bagus.. Maksudnya peringakat 8 setara denagn konglomerat dan tes pejabat eselon lima jadi tak begitu buruk dan bisa dijodohkan dengan pejabat sekelasnya. Ibu mengerti.

Foto : drakor.id
Foto : drakor.id

Teman Yu Jin ingin dikenalkan dengan Si Woo. Dia bosan jika ke BMKG hanya untuk meliput berita. Yujin bilang mereka tidak begitu dekat sampai berani mengenalkan seseorang.

Seo jin dan Ha kyung mendengarnya. Seo jin pikir Si Woo lumayan populer. Seo jin masih penasaran siapa pacar Si woo. Dia yakin sesama pegawai BMKG. Ha kyung mendengar mereka belum seajuh itu,pacaran maksudnya. Seo jin menggoda kalau ha kyung pura pura tak dengar. Ha  kyung membela diri bukan sengaja mendengar tapi pembicaraan mereka terdengar. Seo jin minta Ha kyung tak menyiksa Si woo kan masih pegawai baru. Ha kyung tak merasa menyiksanya.

Foto : drakor.id

Si Woo lembur sendiri malam itu. Rekan rekannya pulang. Bu Oh myung joo mempertanyakan dia yang sibuk sendiri mengumumkan detail kabut. Si Woo sudah berjanji mengumunkan ke provinsi Gangwon.Seo jin ngingetin untuk nggak cari masalah. Si woo hanya ingin mendapat pujian atasan. Ha kyung maksudnya.

Si Woo pura pura menolak saat Ha kyung mau membantunya. Ga kyung pergi Si woo berharap dia membalikkan badan tapi setelah Si Woo berpaling barulah Ha kyung melihatnya.

Foto : drakor.id

Di lift Ha kyung bertemu Yu jin. Di luar Lift Yu jin ingin bicara membutuhkan opninya untuk bahan artikelnya.

Foto : drakor.id

Ki jun sendiri menulis artikel bertema Juni tapi ia sepertinya mengalami kesulitan.Ki jun teringat saat itu dia mengalami hambatan saat menulis bertema mei dan Ha kyung membantunya.

Ha kyung pikir cuaca di bulan mei bagus dan orang ingin berkegiatan di luar. Jadi panduan itu menjadi semacam pengalaman pribadi dalam memanfaatkan prakiraan cuaca.

Foto : drakor.id
Foto : drakor.id

Wawancara Yu jin dengan Ha kyung

Yu jin : Kecelakaan akibat kabut sering terjadi belakangan ini.

Ha kyung : Bukan hanya belakangan ini lebih tepatnya frekuensi kecelakaan relatif meningkat akibat drastisnya perbedaan suhu dalam satu hari pada februari akhir, awal akhir pertengahn mei akhir agustus dan awal oktober

Yu jin : Intinya belakangan ini memang sering terjadi akibat kabut di provinsi Gangwon,kan?

Ha kyung : Aku yakin frekuensi di sekitar jembatan laut barat pun mirip

Yu jin : Namun kenapa negara kita tidak memberikan peringatan kabut?

Ha kyung : Fenomena itu terlalu sering terjadi sehingga efektivitasnya kurang. Ditambah kita butuh alat di tiap dua kikometer negeri ini untuk memantau molekul air daerah itu agar prakiraan kabut dijadikan peringatan tetapi anggaran BMKG belum bisa memenuhinya

Yu jin : Jadi tidak bisa karena kekurangan dana dan alat? Bukan sengaja?

Ha kyung : Jawaban apa yang kau butuhkan

Yujin : Aku hanya butuh fakta

Ha kyung : Tabrakan di tol Heongseong sering terjadi karena jarak pandang pengemudi yang memburuk akibat kabut bukan karena kesalahan penyampauan informasi kabut dari BMKG. Itulah faktanya.

Yu jin : Soal itu biar masyarakat yang menilainya.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like