Forecasting Love and Weather 16 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Forecasting Love and Weather Episode 16 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. Cek juga episode sebelumnya disini.

Foto : JTBC
Foto : JTBC

Sesuai perkiraan ada potensi dengan curah lima milimeter sekitar dini hari esok. Tambah hujan di prakiraan akhir pekan. Siwoo ngingetin suhu permukaan pagi ini turun hingga tiga derajat.

Pak Um : Apa benar bentuknya hujan?dalam kondisi ini kemungkinan turunnya suhu nanti malam hingga ke satu derajatlebih 50 persen.

Hakyung : Berarti kemungkinan menjadi salju lebi dari 80 persen?

Siwoo :Ya benar.

Soojin : Bagaimana jika kita analisis ulang data curah hujan lalu analisis curah salju dengan menerapkan rasio kadar air?

Hakyung : Butuh berapa lama?

Soojin : Satu jam

Hakyung pun setuju. Pegawai baru menatap Soojin kagum.

Foto : JTBC
Foto : JTBC

Kemungkinan hujan dan salju 50 banding 50. Pak go ngingetin dulu mereka pernah dihebohkan kasus serupa. Kijun membenarkan sekitar desember 2001 kita pernah memprakirakan salju lebat saat jam pulang kerja lalu diganti menjadi hujan karena suhu permukaan tinggi. Akibatnya prakiraan kita dikritik berlebihan bahkan sampai ada yang diaudit.

Pak Go : Dengarkan. Bila presipitasinya salju ini adalah salju pertama.mengerti? Kalian tahu pers yang sensitif soal salju pertama kali.

Pegawai baru : Salju pertama sudah turun kan?aku jelas melihat salju turun di daerah rumahku dua hari lalu saat pergi kerja dini hari. Pak go : Nona kim soojin tolong jelaskan tentang salju pertama.

Soojin : Salju pertama juga memiliki standar. Suatu fenomena cuaca itu ditetapkan dari data observasi  stasiun cuaca yang ada di tiap daerah. Misal salju pertama seoul baru resmi ditetapkan jika setiap stasiun cuaca seoul di Songwol dong sudah melihat kepingan salju dengan dua mata mereka. Apa kalian paham sekarang?

Para pegawai baru memuji tim divisi utama keren dan hebat.

Pak Go  mengakhiri sesi pelajaran bagi pegawai baru. Pak tanya Hakyung kesimpulannya.

Siwoo yakin itu salju.kelembapan nisbinya diasumsikan 80 persen dan suhu permukaan 3 derajat.potensi presipitasi salju memang 2 persen kurang tapi jika suhu turun satu atau dua derajat ,salju pontensinya 77 persen.

Hakyung membenarkan tapi suhu 4 minus selama 4 hari lalu naik ke 6 derajat udaranya berubah drastis.. Presentase suhu turun ke satu derajat saat ini kurang dari 50 persen. Siwoo melihat atmosfer sedang tidak stabil. Dia pikir suhu permukaan pasti turun drastis saat matahari terbenam.

Soojin menyerahkan hasil analisis rasio kadar air yang tadi diminta hakyung. Pak go tanya keputusan Hakyung.

Hakyung menginngat saat dia tanya kiat pak Go agar tepat memprakirakan cuaca adalah mencari orang prakiraannya sering salah dan ternyata itu pak Go sendiri. Pak go belajar dari kesalahannya. Akan banyak pengalaman yang didapatkannya.lalu presentase ketepatan prakiraan pun naik dengan sendirinya.

Hakyung memutuskan akan turun salju setelah lewat pukul 00.00 hari ini mulai dari daerah barat termasuk Seoul dan seluruhnya. Sementara curah salju didaerah sentral diramalkan tiga hingga lima sentimeter.

Foto : JTBC

Ibu menunggu di depan rumah hakyung sampai kedinginan. Ibu lalu memberitahu alasa. Siwoo minta putus karena ayahnya sakit parah dan tak ingin menyusahkannya. Ibu kasihan pada siwoo yang masih muda. Hakyung memberitahu ayahnya memang  beban baginya. Ibu pikir tak pantas menyebut orangtua beban. Ayahnya sering membuat masalah dan  sering meminta uang. Jadi kau membencinya karena itu? Tanya ibu.

Foto : JTBC

Hakyung nggak membencinya. Ibu menebak nomor sandi rumahnya itu tanggal lahir Siwoo berarti hakyung masih menyukainya. Ihakyung nyangkal itu tanggal lahir siwoo. Ibu yakinin nggak akan meramalkan hubungan mereka. Hakyung bilang itu tanggak mereka bertemu 14 maret. Lalu kenapa putus?

Hakyung merasa tak ingin putus tapi Siwoo sudah minta putus. Hakyung tak bisa menahannya apalagi dia atasannya di kantor. Sebenarnya hakyung pun merasa tersiksa.

Foto : JTBC

Waktu itu ibu ngasih tahu siwoo hal terbodoh di dunia adalah putus karena cinta. Kenapa putus jika masih saling cinta. Itu tak masuk akal. Ibu pikir Siwoo tak begitu mencintai putrinya.

Siwoo menjelaskan minta putus dulu karena takut hakyung menderita.namun tak menyangka dia akan segera sepakat untuk putus. Siwoo juga sedih. Ibu nuuruh Siwoo meraih hakyung kembali.

Siwoo pikir hakyung benar benar ingin putus karena mungkin hakyung membebaninya dan bersyukur saat minta putus.

Foto : JTBC

Sekarang ibu nyaranin hakyung nggak hanya pandai meramalkan cuaca esok tapi juga hari ini. Lihat langit rasakan angin di pelantaran dan pandang wajah orang yang kau sayang.

Hidupmu hari ini saja belum becus kenapa kau meramal hari esok? Makanya kau selalu salah. Ingat hidup itu singkat. Hakyung pun menangis.

Foto : JTBC

Salju benar benar turun seperti dugaan Siwoo dan hakyung. Siwoo dan Hakyung bertemu di sekitaran BMKG dan melihat bersama salju yang turun pertama kali.

Orang orang tidak peduli dengan hujan pertama tapi peduli dengan salju pertama. Salju ini pun akan terus terkenang…seperti hujan yang turun saat kita pertama kali bertemu.

Foto : JTBC

Hakyung ingat itu tanggal 14 maret. Terus terang awalnya hakyung tertarik padanya karena sisi riang dan energiknya. Waktu itu hakyung sedang letih dan murung. Namun seiring berjalannya waktu setelah mengetahui lukanya dan segala hal yang ingin disembunyikannya malah jadi ingi mengenalnya dan makin menyayanginya.

Foto : JTBC
Foto : JTBC

Kuharapa kau tidak terlalu membenci dan meratapi hujan badai dalam hidupmu. Itu pada dasarnya hujan badai adalah fenomena sesaat bukan?

Menurut Siwoo setiap orang pasti mengalami hujan badai akan tetapi bukankah kita akan merasa lebih segar jika ditemani seseorang dan tidak sendiri ketika dilanda hujan badai itu. Begitu kuharap.

Siwoo : Aku tidak suka teman tapi mesra.

Hakyung : Siapa yang mengajakmu berteman tapi

mesra?

Siwoo: lantas berpacaran? Kita berpacaran jika saling suka dan tidak berpacaran jika tidak saling suka.

Hakyung : Sepertinya aku sungguh mencintaimu.

Siwoo lalu memeluk hakyung dan mengatakan lebih mencintainya.

Foto : JTBC
Foto : JTBC

Seokho menangis seperti anak kecil melihat salju turun pertama kali sambil menelepon Taekyung. Seokho teringat taekyung. Seokhi tak sanggup putus dengan. Kare a Takyung cinta pertamanya.

Foto : JTBC
Foto : JTBC

Di rumah Kijun dan yujin terlihat akur dan menonton tv berdua.

Pak Um masih sibuk di kantor dia minta ditanyakan kondisi di lapanagan ke stasiun songwol dong. Terlihat di monitor hakyung dan Siwoo terekam sedang berpelukan.

Foto : JTBC

Bu Oh mengatakan pada suaminya dia nggak harus lolos ujian dan nggak merasa terbebani. Bu Oh mencintainya apa adanya. Sedangkan Pak Um kembali kepada anak istrinya.

Foto : JTBC

Soojin melakukan penyuluhan untuk pegawai baru. Bila ada dugaan presipitasi kita harus mempertimbangkan bentuknya jika bentuknya salju atau hujan beku kita harus menetapkan sejak kapan akan tertimbun di permukaan tanah lalu menghitung curah salju. Serta rasio kadar airnya bila ada dugaan salju menimbun semua ini adalah pengetahuan dasar bagi pegawai BMKG.

Foto : JTBC

Yujin sedang membuat Laporan proyeksi Iklim Musim Panas. Dan perutnya sudah membesar. Atasan menegurnya karena judulnya nggak provokatif. Yujin pikir itu nggak baik bagi janinnya. Dan Yujin akan akan mengambil cuti ketika melahirkan. Atasan memujinya hebat. Tentu dia harus menjadi hebat karena kini seorang ibu.

Foto : JTBC

Seokho meyakinkan Taekyung mulai sekarang dia yang akan menerbitkan semua buku dongengnya. Point menariknya memang kurang dari segi segi bisnis tapi nilai kesastraannya cukup. Taekyung memuji pacarnya hebat sekali. Seokho akan terus berupaya sampai hari pacarnya berubah menjadi suaminya.

Foto : JTBC

Ayah Siwoo sekarang tinggal bersama Siwoo. Ayah nyuruh nggak pulang cepat meski cuaca bagus.pulang malam saja dan berkencan dengan nona jin. Siwoo tertawa dan ngingetin minum obat dan bethenti main go stop sama tetangga. Juag lusa kemoterapi. Ayah mungki pikir dia rewel.

Foto : JTBC
Foto : JTBC

Kantor BMKG pusat

Rapat prakiraan cuaca maret 2023. Sistem pusat melaporkan saat ini debu asia terdeteksi di laut kuning. Mungkin memang tidak pernah ada sejak awal.  

Hanya ada proses untuk membuat pilihan kita menjadi jawabannya maka hari ini pun kmi tidak takut salah menemukan jawaban untuk hari esok.

Foto : JTBC
Foto : JTBC

Hakyung dan Siwoo sepertinya akan bertemu dengan  orang tua mereka. Sebelum itu Siwoo memasangkan kalung yang dibelinya waktu itu.

Foto : JTBC

Ayah dan ibu Siwoo berhadapan. Mereka saling memperkenalkan diri.. Dari penampilannya dia tampak kekanak kanakan. Dia jelas sekali tampak berdarah dingin.

Siwoo dan hakyung mengintip di depan pintu lalu memtuskan pergi.

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Read More

Red Shoes Ep 68 Part 2

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Red Shoes Episode 68 Part 2, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan…