SINOPSIS Film Toilet: Ek Prem Katha (2017)

4 min read

Toilet: Ek Prem Katha

Toilet: Ek Prem Katha adalah film India komedi dan romantis yang ditayangkan pertama kali pada 11 agustus 2017.

Ceritanya tentang kisah pernikahan Keshav dan Jaya, tetapi Istrinya mengeluh karena tidak ada toilet di rumah mereka.

Film India ini diproduksi oleh Viacom 18 Motion Pictures dan dibintangi sederet bintang Bollywood terkenal.

Diantaranya adalah Akshay Kumar, Bhumi Pednekar, Sudhir Pandey, Divyendu Sharma dan Anupam Kher yang bermain sebagai tokoh utama.

Baca juga SINOPSIS Film Shaandaar (2015)

DETAIL TOILET: EK PREM KATHA

  • Judul: Toilet: Ek Prem Katha
  • Genre: Comedy
  • Negara: India
  • Sutradara: Shree Narayan Singh
  • Produser: Aruna Bhatia, Shital Bhatia, Prernaa Arora, Arjun N. Kapoor
  • Penulis Skenario: Siddharth Singh
  • Sinematografi: Anshuman Mahaley
  • Produksi: Viacom 18 Motion Pictures
  • Durasi: 2 jam 35 menit
  • Tanggal Rilis: 11 Agustus 2017
  • Jadwal Tayang: 4 April 2020 di Zee Bioskop Indonesia Pukul 21:30
SINOPSIS Film Toilet: Ek Prem Katha (2017)
Photo via instagram.com/toiletthefilm/

PLOT TOILET: EK PREM KATHA

Di sebuah desa di India, sekelompok wanita pergi ke sebuah ladang, jauh dari desa mereka di dekat Gorakhpur pada dini hari untuk buang air besar di tempat terbuka, di belakang semak-semak.

Hal ini sudah menjadi tradisi warga setempat, terutama untuk para wanita biasanya melakukan itu di pagi hari waktu subuh, sebelum matahari terbit.

Keshav yang diperankan oleh Akshay Kumar mau tidak mau harus nikah dengan seekor kerbau hitam.

Ayahnya Panditji (Sudhir Pandey) merupakan seorang ahli agama yang sangat religius dan pernikahan putranya dengan seekor kerbau itu harus dilakukan. Pernikahan pun dilakukan dan disaksikan oleh warga setempat.

Keshav sangat patuh pada ayahnya dan melakukan apa pun keinginannya. Hingga Dia akhirnya bertemu dengan seorang gadis bernama Jaya (Bhumi Pednekar).

Dia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama saat bertemu di kereta. Jaya adalah gadis berpendidikan dan dari perguruan tinggi.

Takdir mempertemukan kembali Keshav dengan Jaya saat mengantar sepeda di rumah Ayah Jaya.

Keshav mencoba mendekatinya hari demi hari, Dia mengikuti Jaya. Walaupun banyak pertengkaran pada awalnya, nmamun keshav akhirnya dapat meyakinkan hati Jaya.

Mereka berdua saling jatuh cinta dan ingin menikah, tetapi ayah Keshav berpandangan bahwa ramalan bintang untuk jodoh putranya adalah seorang wanita yang memiliki dua jempol di tangan kiri.

Akhirnya Keshav membuat ibu jari buatan untuk Jaya dan Ayah Keshav tak curiga. Dia menyetujui pernikahan mereka. Pesta pernikahan berlangsung mewah dan bahagia.

Keshav membawa Jaya ke rumahnya dan semuanya berjalan dengan baik-baik saja.

Setelah Pernikahan

Tetapi, saat pagi hari tiba, seorang wanita memanggil Jaya dan mengajaknya ke ladang untuk buang air besar. Akhirnya Jaya baru sadar kalau di rumah Keshav tidak ada toilet.

Tidak ada satu pun di desa itu yang membangun dan membuat toilet. Jaya ikut dengan rombongan para wantia desa. Dia merasa gelisah tanpa buang air besar dan mengeluh tentang hal itu kepada Keshav.

Kemudian Keshav mencoba membahas tentang membuat toilet kecil di rumahnya, namun Ayahnya Panditji, begitu marah mendengarnya.

Meskipun Keshav berulang kali berupaya meyakinkan Jaya untuk menyerah pada kekeraskepalaannya tentang kebutuhan toilet, Jaya mencoba untuk tetap bersabar.

Dia membuat menyesuaikan diri sementara untuk menyelesaikan masalah, Keshav lalu membawanya ke rumah tetangga yang memiliki toilet portabel untuk wanita tua / nenek-nenek yang terbaring di tempat tidur dan sakit.

Suatu malam, Jaya ingin buang air besar dan Dia diantar Keshav ke ladang. Tak sengaja, Saat Ayah Keshav sedang mengendarai motor di malam hari, lampu motornya menyinari Jaya yang sedang di sana.

Jaya sangat mali sedangkan ayah Keshav mencoba memalingkan lampu motornya dan terjatuh di ladang. Dia bergegas pergi melanjutkan perjalanan pulang. Jaya kembali kesal.

Kemudian Keshab dan Nanu memiliki ide lain. Yakni di sebuah kereta. Jaya melakukan buang air disaat kereta sedang berhenti di stasiun desa dan Dia memiliki waktu selama 10 menit.

Kehidupan keduanya kembali berjalan dengan baik dan mereka rutin melakukan itu setiap pagi hari.

Tetapi suatu hari, saat Jaya sedang berada di toilet kereta ada banyak penumpang yang membawa barang bawaan. Dan meletakan itu di depan pintu toilet. Jaya terkunci di dalam toilet kereta hingga akhirnya berjalan.

Setelah berteriak minta tolong akhirnya para penumpang sadar dan menyingkirkan barang bawaan mereka di depan pintu itu.

Kekesalan Jaya

Akhirnya Jaya kembali sangat kesal. Dia frustasi dan meninggalkan keshav. Jaya memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuanya.

Hingga ayah Keshav juga mengetahui kebenaran jari palsu, Dia menemukannya dan marah besar kepada Keshav.

Sebuah syuting film dilakukan di desa itu, Di sana ada sebuah toilet portable yang bisa mudah diangkut. Malam hari Dia mencuri toilet itu dan membawanya pulang.

Dia menghubungi istrinya tentang hal ini. Saat mereka berdua bertemu dan hubungan sudah membaik, Keshav ditelepon dan saat itu juga Dia dipenjara karena mencuri properti syuting.

Ayahnya datang ke kantor polisi dan mereka berdua bertengkar argumen tentang masalah toilet itu. Ayahnya enggan membantu mengeluarkan putranya.

Hingga kabar itu terdengar pada Jaya. Dia mendatanginya ke kantor polisi. Keshav juga akhirnya bisa bebas setelah sutradara produksi itu menjamin kebebasannya.

Tetapi hubungan Jaya dan Keshav masih renggang. Akhirnya Keshav dan Naru kemudian menyakinkan Sarpanch dan penduduk desa untuk membangun toilet di desa.

Tetapi semuanya sia-sia karena pada menolak pemikiran itu. Dengan bantuan Jaya, menghubungi pihak berwenang dan pemerintah untuk memulai pembangunan toilet di halaman depan rumahnya.

Setelah banyak usaha dilakukan akhirnya pembangunan toilet pun terjadi. Walaupun ditentang oleh ayahnya

Ketika konstruksi selesai, ayah Keshav dan sarpanch mengatur untuk menghancurkan toilet sementara Keshav masih tidur.

Tetapi Keshav bangun sebelum toilet benar-benar hancur dan melindunginya dari pembongkaran total itu. Dia menghalangi para pekerja yang menghancurkan tembok toiletnya.

Dia begitu marah kepada semua orang dan menangis. Jaya sekarang mengajukan perceraian di pengadilan setempat dengan alasan tidak tersedianya toilet di rumah suaminya sebagai alasan utama perceraian.

Hal tersebut membuat kabar berita heboh dan masuk koran lokal. Pihak televisi pun mulai memberitakan kejadian itu dan Jaya diwawancarai.

Semuanya menjadi pesat setelah mendapat perhatian media dan dimuat di televisi. Hingga berita ini masuk kejajaran dalam wewenang pemerintahan yang lebih tinggi dan politisi.

Tapi ayah Keshav tetap teguh pada keputusannya untuk tidak memiliki toilet di rumahnya, bahkan semua wanita di desa itu juga mulai semikiran dengan Jaya.

Hingga suatu malam Ibunya Panditji / Vimu keluar untuk buang air besar, tetapi jatuh di ambang pintu, melukai pinggulnya.

Dia menangis keras-keras dan tidak bisa berjalan ke ladang untuk buang air. Hingga akhirnya Vimu mengantar ibunya ke toilet yang hampir sepenuhnya hancur di depan halaman rumah. Dia akhirnya menggunakan toilet yang dibangun Keshav.

Ayahnya keshav kemudian menyadari bahwa toilet memang persyaratan penting dalam rumah.

Pada hari persidangan kasus perceraian Keshav dan Jaya, hakim mendapat pemberitahuan resmi dari kantor Ketua Menteri mendesak hakim untuk tidak mensyahkan perceraian mereka karena pembangunan toilet di desa mereka akan dimulai pada hari berikutnya.

Keduanya akhirnya keluar bersama dengan bahagia. Ayah Keshav meminta maaf terhadap Jaya karena selama ini sangat keras kepala.

Pada akhirnya kredit film ini, penduduk desa ditunjukkan mengantri untuk menggunakan toilet umum bergerak di luar desa mereka sementara pembangunan toilet di seluruh desa berlangsung.

Baca juga SINOPSIS Film Toonpur Ka Super Hero (2010)

PEMERAN UTAMA

  • Akshay Kumar sebagai Keshav Sharma
  • Anupam Kher sebagai Dinanath (“Kakka”) Joshi
  • Bhumi Pednekar sebagai Jaya Joshi Sharma
  • Divyendu Sharma sebagai Narayan (“Naru”) Sharma
  • Sudhir Pandey sebagai Pandit Vimalnath Sharma (“Panditji” / “Vimu”)
  • Shubha Khote sebagai Rampyari (“Dadi”) Sharma, Neneknya Keshav
  • Atul Srivastava sebagai Jagdish, Ayahnya Jaya
  • Rajesh Sharma sebagai Mathur
  • Ayesha Raza Mishra sebagai Vidya Joshi, Ibunya Jaya
  • Mukesh S Bhatt sebagai Rastogi
  • Kimti Anand sebagai Pradhan
  • Rati Shankar Tripathi sebagai Sarpanch
  • Gunjan Malhotra sebagai Anu

PEMERAN PENDUKUNG

  • Richa Tiwari sebagai Reporter
  • Sachin Khedekar sebagai Director (Cameo)
  • Sana Khan (Cameo)
  • Sapna Khatana
  • Sonam Srivastav
  • Exta Singh
  • Kalpana Kha
  • Seema sebagai Neelam
  • Komal Sachdeva sebagai Chulni
  • Aakriti Saagar sebagai Sana
  • Sreshtha sebagai Jhoni
  • Khushboo Sawant sebagai Meena
  • Vijay Dogra sebagai Shivshankar
  • Jaspal sebagai Dabloo
  • Satyendra Chaturverdi sebagai Adhar
  • Shubha Sharma sebagai Majaani Bi
  • Deepak Sitoike sebagai Mukhau Tawala
  • Manoj Bakshi sebagai Inspektur
  • Sukreeti Sharma sebagai Vasudha
  • Monicha Mishra sebagai Reporter

TRAILERS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© Copyright Tentang Sinopsis 2020

KONTAK