F4 Thailand: Boys Over Flowers Ep 16

Tentangsinopsis.com – Sinopsis F4 Thailand: Boys Over Flowers Episode 16, Jika Kalian ingin melihat full recapnya tersedia lengkap di tulisan tulisan yang ini. Episode sebelumnya.

Foto : NODRAKOR.ICU

Thyme ada di ruang operasi dan kehilangan banyak darah. Di saat kondisi anaknya seperti itu, ibu malah mau mengadakan rapat ulang besok. Tia aja sampai nggak habis pikir lihatnya. Dia yang nggak pernah memikirkan orang lain akan kehilangan semua yang dimilikinya suatu saat nanti. Nggak ngaruh. Ibu tetap pada pendiriannya dan pergi ninggalin anaknya.

Tia dan Gorya nangis di luar ruang operasi sedang Thyme yang berada dalam kondisi kritis teringat wajah Gorya.

Foto : NODRAKOR.ICU

12 hari berlalu sejak hari itu. Semalaman Gorya nggak tidur. Dia melipat bintang untuk mendoakan Thyme. Ren menghampirinya. Ia menenangkan kalo Thyme bukan orang yang mudah menyerah. Ia sudah melalui banyak hal untuk bersama Gorya. Mendadak Kavin nelpon dan mengabarkan kalo Thyme sudah sadar. Tapi ada sesuatu setelahnya.

Di rumah sakit Thyme duduk menghadap jendela.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Gorya dan Ren segera ke rumah sakit. Kamar Thyme dijaga sama pengawal dan nggak ada yang diijinkan masuk.

Di dalam ibu marah-marahin dokter terkait yang terjadi pada Thyme. Otaknya rusak parah. Jantungnya yang sempat berhenti mencegah peredaran darah menuju otak. Tia meminta maaf pada dokter dan bicara dengan ibunya. Thyme masih hidup saja sudah merupakan berkah. Mereka bisa mulai lagi. Jadi ingatan Thyme selama 4 tahun ini hilang.

Ibu lalu menghampiri Thyme dan meriksa berapa banyak yang Thyme ingat. Ia masih ingat Kavin, Ren dan MJ tapi nggak ingat sama Gorya. Ibu lalu berusaha untuk mempengaruhi Thyme untuk kembali ke dirinya yang lama.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Gorya dan yang lain masih di luar. Thyme didorong meninggalkan kamarnya dengan menggunakan kursi roda. Ren dan yang lain membantu Gorya melewati para pengawal sehingga mereka bisa bertemu. Dan yang terjadi sungguh membuat Gorya syok. Thyme nggak mengenalinya dan mengusirnya.

Setelah Thyme pergi, Tia menghampiri Gorya dan menjelaskan yang terjadi. Ibunya menghentikan pengobatan Thyme dan membawanya keluar. Ia menghapus Gorya dari hidup Thyme dan memulai kembali semuanya dari awal.

Foto : NODRAKOR.ICU

Ren dan yang lain berkumpul di tempatnya paman Ga dan membicarakan tentang Thyme. Paman Ga menyarankan agar Ren dan yang lain mencoba untuk bicara dengan THyme dan mengingatkannya pada Gorya. Tapi sayangnya nggak semudah itu. Thyme dijaga ketat dan nggak ada yang bisa menemuinya. Bahkan bibi Yu aja nggak dibolehin mengantar makanan. Selain itu Thyme juga dijauhkan dari media sosial.

Paman Ga menyesalkan sikap ibu Thyme yang kejam banget sama anak sendiri. Ia jadi mengkhawatirkan Gorya. Habis itu Gorya yang ada di balkon malah teriak kencang banget memaki Thyme yang sudah melupakannya.

Kaning menariknya masuk. Kavin dan MJ siap untuk membantunya.

Foto : NODRAKOR.ICU

Sementara itu Thyme yang diminta ibu untuk mengurus sebuah dokumen melakukannya dengan baik. Thyme ingin menemui teman-teman F4-nya tapi nggak diijinin sama ibu. Dan kalo Thyme bisa melakukan yang terbaik maka dalam sebulan ibu akan memberikan Parama grup padanya.

Di luar sekretaris ibu mau mengantarkan obatnya Thyme. Nggak tahu apa yang ibunya pikirkan, ibu malah membuang obat Thyme.

Foto : NODRAKOR.ICU

Dari kamarnya Thyme melihat ibunya pergi. Setelahnya ia melihat kain panjang. Gorya mendadak muncul dan menutup mulutnya. Sebelumnya Kavin dan yang lain sudah merancang penyusupan itu. Bahkan para pelayan juga turut membantu. Tujuannya adalah untuk mengembalikan ingatan Thyme.

Gorya menunjukkan foto-fotonya bersama Thyme dan memberitahu kalo ia adalah pacarnya. Ia juga menunjukkan boneka beruang yang Thyme berikan saat mereka kencan dulu dan menceritakan apa yang Thyme lakukan ke pacarnya Kaning untuk membelanya. Untuk lebih meyakinkan THyme, Gorya pun menunjukkan kue buatannya dan obrolan mereka. Thyme suka mengiriminya banyak stiker dan akan marah kalo ia telat balasnya.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Thyme sama sekali nggak mempercayainya. Semuanya bisa direkayasa. Ia juga merasa kalo ia nggak pernah mengirimkan semua pesan itu. Ternyata sebelumnya ibu sudah memperingatkannya tentang orang-orang seperti Gorya. Ia memanggil pengawal dan minta Gorya diusir. Gorya menarik Thyme agar nggak melakukannya dan malah didorong sama Thyme.

Gorya yang nggak bisa bersabar lagi menendang Thyme lalu menarik kerahnya seperti dulu dan memarahinya. Sekilas ingatan itu muncul. Thyme yang berusaha untuk mengingatnya malah jadi sakit kepala. Gorya yang ingin THyme kembali ingat padanya mendesak Thyme untuk menyebutkan apa yang sebenarnya diingatnya.

Ibu Thyme mendadak muncul dan menarik Gorya. Ternyata ia kembali karena ada dokumen yang hilang.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Gorya diseret keluar. Ibu menemui Gorya dan memarahinya yang sudah melukai Thyme. Gorya membalikkan kalo ibulah yang sudah menyakiti Thyme dengan nggak memperdulikan perasaannya. Ibu mengubah Thyme menjadi apa yang diinginkannya. Gorya memperingatkan kalo Thyme bukan bonekanya tapi darah dagingnya. Ia kasihan pada THyme yang punya ibu egois kayak ibu.

Ibu murka dan menampar Gorya. Menurutnya yang dilakukannya adalah yang terbaik untuk Thyme. Ia lalu nyuruh pengawal untuk menutup pintu gerbang dan nggak memperbolehkan Gorya untuk masuk.

Gorya terdiam setelahnya. Kavin dan yang lain dikasih kabar sama bibi Yu tentang Gorya. Malam datang. Gorya yang kehujanan nggak bergerak sedikitpun dari tempatnya. Tia yang melihatnya dari kamarnya merasa khawatir.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Dokter meriksa Thyme dan kue dari Gorya membuat Thyme merasa kesal karena nggak bisa mengingatnya. Sementara itu Tia berusaha bicara dengan ibunya agar nggak membiarkan Gorya seperti itu.

Akhirnya ibu menemui Gorya. Bukan menyerah tapi untuk memperingatkannya kalo ia nggak akan membiarkannya menemui Thyme. Pun Gorya nggak mau memaksa lagi. Ia justru memposisikan diri di tempat ibu. Ia sangat menyayangi Thyme dan ingin Thyme menjadi pemimpin Parama Group. Tapi satu hal yang ibu lupakan, kebahagiaan Thyme.

Apa yang Gorya katakan sama seperti yang Tia harapkan. Kebahagiaan Thyme seperti yang Thyme inginkan.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Gorya memberitahu kalo Thyme nggak menginginkan kekuasaan dan uang dari ibu, tapi cinta. Ibu membantahnya. Ia tahu kalo yang Thyme inginkan sejak kecil adalah menjadi pemimpin Parama Grup. Gorya membeberkan kalo Thyme pikir dengan menjadi pemimpin Parama Grup akan membuat ibu bangga dan melihatnya. Ia lalu mengungkit kisah meja makan Thyme yang terasa sepi, nggak ada gelak tawa dan semua orang duduk berjauhan. Ia membandingkan dengan saat Thyme makan bersama keluarganya.

Gorya akan menerima kalo dia nggak dibolehin untuk bertemu dengan Thyme selamanya. Tapi ia ingin meminta ibu untuk janji akan selalu membuat Thyme tersenyum seperti saat bersamanya. Saat itulah ibu ingat kalo THyme nggak pernah tersenyum saat berhadapan dengannya. Beda saat ia menghapus foto Thyme saat bersama Gorya. Dalam foto itu Thyme tersenyum lebar menandakan kalo ia sangat bahagia.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Thyme mendadak muncul. Ia memarahi Gorya yang seakan sangat memahaminya. Ia bahkan sesumbar kalo impiannya adalah berada di puncak. Gorya memberitahu kalo ia memang mengenal Thyme. Thyme makin marah dan menarik kerah Gorya. Katanya semua orang yang mengenalnya nggak akan berani membantahnya. Gorya nangis minta Thyme kembali seperti dulu tapi kata-kata Thyme semakin menyakitkan.

Akhirnya Gorya menyerah. Ia yang nggak bisa lagi mengubah Thyme hanya bisa mendoakannya yang terbaik karena ia mencantainya. Perlahan Gorya pun berbalik dan pergi. Setelahnya tangan Thyme malah gemetar dan kepalanya sakit. Ia mengajak ibu untuk masuk.

Hujan mendadak berhenti. Bintang jatuh muncul. Kaning menutup toko bunga dan memanjatkan doa. Kavin percaya kalo bintang jatuh akan mengabulkan doanya, tapi Ren lebih percaya pada manusia.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Thyme terhenti setelah menemukan kalung Gorya. Perlahan ingatannya kembali. Ibu yang sepertinya melunak nyuruh sekretarisnya untuk membukakan pintu. Thyme bangkit dan berlari keluar. Ia menunjukkan kalung itu ke Gorya dan ingat kalo ia pernah memakaikannya. Dikiranya Gorya memaksanya untuk memakaikannya. Gorya membantahnya dan memberitahhu kalo mereka pasangan. Thyme nggak percaya. Ia bahkan belum pernah ciuman.

Mendadak Thyme batuk-batuk. Gorya menariknya untuk minum obat. Thyme nggak mau karena ia hanya minum obat resep dari dokter tapi Gorya terus memaksanya. Itu malah membuat Thyme ingat kalo Gorya sering memukulnya. Gorya menarik Thyme dalam pangkuannya dan meminumkan obat.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Thyme ingat semuanya. Gorya memberikan ciuman pertamanya. Ini juga bukan pertama kalinya ia tidur di pangkuannya Gorya. Gorya malah ingatnya saat di tangga darurat sedang Thyme ingatnya di sofa rumahnya. Lah itu kan pas mereka ciuman.

Gorya lega karena Thyme sudah mengingat semuanya. Lah Thyme-nya malah nangis. Ia marah pada dirinya sendiri karena sudah menyakiti Gorya lagi. Ia juga berterima kasih pada Gorya. Gorya tersenyum dan mengejeknya. Cengeng!

Foto : NODRAKOR.ICU

Gorya dan keluarganya kembali ke Bangkok dan tinggal di tempatnya paman Ga karena rumah mereka sedang direnovasi. Hari ini adalah hari terakhir Gorya ujian. Ayah membeli bebek panggang untuk merayakannya (tapi tulangnya doang). Sejak hari itu Tyhme pergi ke Amerika untuk menjadi pemimpin Parama grup yang lebih baik. Kepergian Thyme selama 4 tahun membuat Gorya merasa kesepian. Tapi saat melihat wawancaranya di tv sudah cukup mengobati rasa rindunya.

Ibu dan Tia juga melihat wawancara Thyme. Ibu jadi menyesal nggak mengajarkan lebih banyak bahasa Thailand pada Thyme saat kecil dulu.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Di luar ada Kavin dan MJ yang selalu mengantar dan menjemputnya ke sekolah. Siapa lagi yang nyuruh kalo bukan Thyme. Dan di hari terakhir ia berangkat sekolah ini, ia ingin berangkat sendiri. Sebelumnya Kavin dan MJ memastikan kalo Gorya juga akan datang ke pesta dansa nanti. Ternyata mereka juga diundang sama kepala sekolah untuk hadir.

Sekolah menjadi lebih tenang sekarang, nggak ada lagi perundungan seperti dulu. Ren menemui Gorya yang ada di atap dan memberinya gaun dari Thyme. Sekalian ia menggambar Gorya untuk dijadikan hadiah pernikahan Mira bulan depan.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Hari ini pesta dansa akan diadakan tapi Gorya sekeluarga malah mau pindah. Ayah yang nggak kuat mengangkat barang terpaksa digantikan sama Gorya. Selain itu Gorya juga yang mengantar barang-barang.

Semua orang sudah hadir di pesta dansa tapi mobil Gorya malah terjebak di lubang. Ia, Glakao dan ibu bersama-sama mendorong mobilitu hingga akhirnya bisa melewati lubang. Ibu nyuruh Gorya untuk pergi ke pesta dansanya. Glakao melemparkan gaunnya dan malah jatuh ke lubang. Karena nggak ada waktu lagi, Gorya pun membiarkannya dan berlari menuju sekolah.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Sesampainya di sana sudah nggak ada siapapun, tempatnya sepi. Pesta dansa sudah berakhir. Ia yang terduduk menemukan kartu merah F4 yang menuntunnya menuju stadion. Sampai di depan ada Ren, Kavin dan MJ yang menunggunya. Katanya orang yang memberinya kartu merah itu ada di dalam. Mereka bertiga membawa Gorya masuk

Sebuah layar besar penuh bintang menyambut Gorya. Perlahan ia melangkah maju menghampirinya. Mendadak Thyme muncul di layar dan mengekuhkan Gorya yang datang terlambat. Ia juga nggak memakai gaun darinya. Gorya memberitahu kalo ia menjatuhkannya di lumpur. Thyme menertawakannya dan merasa kalo Gorya lebih cocok dengan seragam sekolahnya.

Thyme menyesalkan nggak bisa datang padahal hari ini adalah pesta dansa Gorya. Ia rasa Gorya pasti sedih. Gorya membantahnya tapi saat Thyme mendesak akhirnya ia mengakui kalo ia sedikit sedih. Tiba-tiba Ren dan yang lain muncul di dekat Thyme. Gorya terkejut. Ia pikir Thyme ada di Amerika.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Nggak lama kemudian Thyme dan yang lain datang. Gorya berbalik. Sampai mau nangis lihatnya. Thyme mengeluhkan gimana sulitnya mengosongkan jadwalnya. Ia menjentikkan jarinya dan menunjukkan kejutan yang sebenarnya. Seketika tempat itu menjadi sangat terang. Teman-teman berdatangan. Thyme meminta mereka untuk tetap tinggal, kalo enggak nggak akan jadi pesta dansa.

Mendadak Thyme jadi serius. Ia punya sesuatu yang mau ia bicarakan dengannya. Ia meminta maaf karena membuat Gorya menunggu lama dan memberitahu kalo ia sudah menyelesaikan semua pekerjaan di Amerika. Impiannya sudah tercapai dan ia sudah siap. Sekarang semuanya terserah pada Gorya. Thyme lalu berlutut. Ia nggak keberatan kalo Gorya mau kuliah dulu. Tapi jangan terlalu lama.

Baik Gorya dan yang lain berpikir kalo Thyme akan melamar, tapi tahunya mau mengikat tali sepatu doang.

Foto : NODRAKOR.ICU

Selanjutnya Gorya berdansa dengan MJ, Kavin dan Ren sambil mengingat masa lalu. Terakhir ia berdansa dengan Thyme.

MJ ngasih waktu 10 detik di surga. Selama 10 detik itu mereka bebas mau ngapain aja. Semuanya mulai menghitung mundur dan lampu dimatikan pada hitungan kesepuluh. Gorya tersenyum. Ia menarik Thyme lalu menciumnya.

T A M A T

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like
Oh My Boss Ep 8
Read More

Oh My Boss Ep 8

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Oh My Boss Episode 8, Jika Kalian mencari deretan lengkap dari recap-recap lakorn ini di…