F4 Thailand: Boys Over Flowers Ep 14

Tentangsinopsis.com – Sinopsis F4 Thailand: Boys Over Flowers Episode 14, Jika Kalian ingin melihat full recapnya tersedia lengkap di tulisan tulisan yang ini. Episode sebelumnya.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Gorya berusaha untuk menghentikan orang-orang itu menghancurkan rumahnya tapi percuma. Mereka hanya melaksanakan perintah. Tapi perintah siapa? Sekretarisnya ibunya Thyme datang dan memberitahu kalo tanah itu milik keluarga Paramaanantra sekarang. Jadi ibunya Thyme sudah membeli tanah itu secara sah.

Ibunya Thyme lalu nelpon Gorya dan memintanya bertemu untuk bernegoisasi. Thyme yang sebelumnya dikasih tahu bibi Yu mendadak hadir dan mengambil ponsel Gorya. Ia menekankan kalo Gorya nggak akan pernah bernegoisasi sama ibu. Ibu berusaha untuk mempengaruhi Thyme kalo seperti inilah dunia orang dewasa. Nggak berbeda dengan permainan kartu merah yang sering Thyme lakukan. Dan sekarang ibu sedang memberi kartu merah ke Gorya. Kalo Thyme nggak suka, ibu menantangnya untuk menghentikannya.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Thyme bersama teman-teman F4-nya dan melampiaskan kekesalannya dengan bermain golf di dalam ruangan. MJ pikir ibu Thyme seperti itu karena Thyme punya pacar. Tapi menurutnya itu sudah keterlaluan. Ren menunjukkan hal lain. Grup Parama akan memeperluas bisnisnya dan ibu Thyme ingin agar Thyme mulai bekerja. Thyme sendiri masih belum menginginkannya.

Kavin ditelpon sama keluarganya dan diminta pulang. Ia pikir ibu Thyme juga mengawasi mereka dan ingin menjauhkan mereka dari Thyme. MJ menyarankan agar Thyme menemani Gorya. Thyme memberitahu kalo Gorya ingin bersama Kaning. Ren mengatakan kalo mereka siap untuk membantu Thyme. Tinggal bilang aja.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Baik paman Ga maupun Kaning sama-sama kesal dengan apa yang dilakukan ibunya Thyme. Dan meski begitu, Gorya merasa yakin kalo apa yang ibunya Thyme lakukan nggak akan bisa memisahkan dirinya dan Thyme. Paman Ga lalu membawa Gorya ke sebuah ruangan yang sudah nggak ia butuhkan. Gorya bisa tinggal disana. Selain itu paman Ga juga akan memberinya uang setiap bulan. Bagi paman Ga, Gorya bukan hanya pegawainya, tapi juga keluarganya.

Thyme dan yang lain mendadak datang. Mereka membawa beberapa perabotan dan mengaku siap untuk membantu Gorya. Bersama-sama mereka merubah ruangan itu menjadi sebuah kamar.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Selanjutnya Thyme membantu Gorya menjemur pakaian. Untuk sementara ia akan tinggal bersama Ren karena berpikir nggak bisa bicara dengan ibunya. Gorya meminta agar Thyme jangan terlalu memaksakan diri kalo memang itu terlalu berat. Thyme meminta agar mulai sekarang Gorya jangan berjuang sendirian lagi. Gorya setuju. Ia akan menelpon Thyme setiap waktu. Ia lalu bertanya-tanya apa suatu hari ibunya akan merestui hubungan mereka?

Thyme nggak bisa menjanjikan. Tapi selama mereka bersama, nggak peduli selama apapun itu, mereka pasti bisa melewatinya. Lihat nanti siapa yang akan menyerah duluan, ia apa ibu. Gorya berterima kasih pada Thyme. Sepanjang hari ia merasa sangat putus asa. Tapi saat mereka bersama, itu memberinya kekuatan. Thyme menawarkan untuk memberikan dukungan lagi. Gorya paham kemana arahnya dan memukul Thyme tapi Thyme bilang kalo ia hanya ingin menggodanya. Tahunya Gorya juga mau melakukannya. Dan saat mereka mau berciuman malah diganggu sama MJ dan yang lain.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Beberapa hari berlalu. Selama ini Thyme selalu menemani Gorya dan senantiasa menguatkannya.

Bibi Yu nyuruh para pelayan untuk mengemasi pakaian Thyme tanpa sepengetahuan ibunya. Siapa sangka mereka malah ketahuan. Akibatnya bibi Yu langsung dipecat saat itu juga.

Gorya sedang membersihkan nama toko dengan tangga dan hampir jatuh. Beruntung Thyme datang dan menangkapnya. Ia menggantikan Gorya dan memberikan jaketnya pada Gorya. Ternyada di sakunya ada minuman buat Gorya. Dari pacarmu. Tumben ejaannya bener. Setelah Gorya masuk, mendadak bibi Yu nelpon dan minta waktu Thyme untuk bicara dengannya. Ternyata bibi Yu ada di seberang jalan sambil bawa koper. Ia dipecat.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Thyme ke tempatnya Ren setelah bicara dengan bibi Yu dan cerita kalo ibunya sudah memecatnya. Ren berpikir kalo ibu Thyme bisa melakukan apapun agar Thyme menyerah. Thyme lalu ditelpon seseorang.

Kavin dan MJ menemui Gorya dan memberitahu rekening bank Thyme dibekukan. Di depan ada beberapa orang yang mau menghancurkan toko dan ayahnya Kaning mendadak dipecat.

Ren menanyakan apa yang akan Thyme lakukan. Thyme ingat pesan yang disampaikan bibi Yu agar ia jangan goyah.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Nggak mau orang-orang yang disayanginya tersangkut masalah, Gorya pun pergi menemui ibu Thyme. Ia menjanjikan akan keluar dari hidup Thyme asalkan ibu mau mengembalikan nyawa semua orang yang ia sayangi. Ibu memuji keputusan yang Gorya ambil.

Gorya melanjutkan kalo meski ia kalah tapi Thyme akan menang. Ia mengungkit kalo ibu seperti Thyme dulu. Seseorang yang ingin selalu menang nggak peduli gimanapun caranya. Tapi Thyme yang sekarag beda. Dia sudah bertemu banyak orang dan mempelajari banyak hal. Ia nggak akan mau menjalankan bisnis seperti yang ibu lakukan. Dan meski mereka nggak bisa bersama, Thyme nggak akan bisa mencintai ibu.

Ibu memuji apa yang Gorya lakukan yang telah mengubah Thyme. Tapi ada sesuatu yang ingin ia sampaikan yang secara nggak langsung akan berpengaruh pada Thyme. Ibu lalu melihat ke arah berkas yang ada di atas meja.

Selanjutnya Gorya meninggalkan rumah Thyme. Thyme nelpon dari tadi tapi nggak dijawab. Mendadak Gorya nelpon dan memintanya untuk menemuinya.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Mereka ketemu di menara jam. Thyme sangat mengkhawatirkan Gorya tapi Gorya bilang nggak papa. Ia memberitahu kalo ia bilang ke ibunya kalo Thyme nggak bisa menerima apa yang sudah ibunya lakukan dan ibunya mengerti. Thyme lega mendengarnya dan memeluk Gorya. Gorya melepaskan pelukannya dan ngajakin Thyme untuk jalan-jalan dengannya sebelum gelap.

Hari itu keduanya bersenang-senang. Thyme dan Gorya nampak bahagis. Malamnya keduanya bicara membahas masa depan. Thyme ingin di masa depan nanti ia akan memimpin Parama Group dengan Gorya di sampingnya dan ia nggak akan melakukan apa yang ibunya lakukan. Ia tahu kalo itu nggak mudah, tapi ia nggak akan menyerah.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Apa yang Thyme pikirkan sudah bisa ditebak oleh ibunya. Tapi dunia nggak senaif yang Thyme pikirkan. Mereka punya banyak musuh yang bisa menghancurkannya kapanpun.

Gorya ragu ibunya Thyme akan mengijinkannya. Thyme juga yakin kalo ibunya nggak akan setuju. Tapi ia akan pensiun dan saat itulah Thyme sudah siap. Dengan dukungan F4 dan Gorya.

Sambil jalan THyme memperkirakan waktunya. Mungkin 15 sampai 20 tahun. Ia minta Gorya untuk memberinya waktu dan semuanya akan lebih stabil saat itu. Gorya hanya diam. Ia ingat apa yang ibunya Thyme katakan sebelumnya kalo waktu nggak bisa menunggu Thyme. Ia lalu menunjukkan sebuah berkas yang Thyme bahkan nggak tahu.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Thyme membuyarkan lamunan Gorya. Hujan mendadak turun. Thyme mengajak Gorya untuk berteduh tapi Gorya malah tetap di tempatnya. Tiba-tiba ia minta putus. Thyme pikir itu karena ibunya tapi Gorya membantah. Ia berbohong bilang kalo ibunya memberinya sebuah cek dengan nilai yang sangat besar. Kenyataannya yang ibu Thyme tunjukkan adalah hasil tes medis kalo ibu menderita kanker stadium akhir.

Ibu minta Gorya untuk menyakiti Thyme agar Thyme bisa kembali ke dirinya yang lama. Agar ia bisa mengatasi semua masalah saat ibu nggak ada.

Thyme nggak mempercayai apa yang Gorya katakan dan meyakini pasti ada hal yang Gorya sembunyikan darinya. Gorya yang ia kenal nggak akan mengembil sepeserpun uang dari ibunya. Gorya menekankan kalo yang Thyme lihat itu bukan dirinya. Sejak awal mereka ketemu, ia melakukan semuanya hanya dengan tujuan agar Thyme melihatnya. Ia berpura-pura mencintainya dan bertahan dengan semuanya sampai merelakan rumahnya dihancurkan agar bisa mendapatkan lebih banyak. Makin ia kalah, makin banyak yang bisa ia dapatkan.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Mendengarnya membuat Thyme syok. Ia masih nggak bisa percaya dan maksa Gorya untuk bilang kalo semua itu bohong. Gorya kekeuh dengan pendiriannya. Thyme lalu menanyakan berapa banyak yang ibunya berikan dan akan memberinya lebih banyak lagi. Gorya meremehkan kalo Thyme hanya anak kecil yang nggak bisa mengatur orang. Ia memintanya untuk menjadi dewasa.

Thyme yang merasa sangat sakit bertanya apa Gorya pernah melihatnya sebagai orang biasa? Sesaat Gorya teringat kebersamaannya dengan Thyme. Ia melepas kalung dari Thyme dan mengembalikannya sambil bilang kalo ia nggak akan melihat Thyme kalo ia hanya orang biasa. Thyme menampik tangan Gorya sampai kalung itu terlempar di dekat sakuran air dan pergi.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Selanjutnya Gorya pergi dengan naik kereta. Bibi Yu menemukannya. Ia menyayangkan keputusan Gorya. Yang ia tahu Gorya bukan orang yang mudah menyerah. Ia akan terus berjuang. Gorya hanya diam. Sebelum naik kereta, bibi Yu meyakinkan kalo ia akan selalu menunggu Gorya.

Di dalam kereta, tanpa sengaja Gorya menjatuhkan sebuah kotak saat membuka tasnya. Jadi malam itu ia kembali untuk mengambil kalungnya yang masuk ke saluran air. Ia membuka kotaknya dan ada kalung itu di dalamnya. Jadi ia menemukannya.

Sekretaris ibu datang dan melapor kalo Gorya pergi ke propinsi lain dan Thyme mengatakan kalo ia siap untuk bekerja di Singapura. Ibu tersenyum puas. Ia membakas laporan medisnya sambil bertanya-tanya apa yang akan terjadi setelah ini. Sementara itu Thyme mengemasi kopernya. Ren dan yang lain kecewa dengan keadaan sedang Kaning merasa sangat sedih setelah ditinggalkan oleh Gorya.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Satu tahun telah berlalu. Jane dan yang lain sudah berada di tahun terakhir. Sementara itu, F4 yangmasih sering ketemu hanya Kavin dan MJ.

Toko bunga paman Ga semakin berkembang dan bahkan sudah punya cabang. Kavin dan MJ menghadiahinya sebuah mobil. Paman Ga sangat senang dengan hadiahnya tapi rasanya agak berlebihan. Rupanya Kavin memilih mobil karena sebelumnya Kaning suka mengeluh sakit punggung kalo mengantar barang. MJ mengajak paman Ga untuk masuk dengan alasan ada semut di tenggorokannya.

Kaning kembali teringat Gorya. Ia menyesal nggak pernah nanya orang tuanya ada di propinsi mana. Kavin menenangkan kalo mereka akan menemukannya.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Ren berkeliling Thailand untuk mencari Gorya. Dalam pencariannya ia melihat berita tentang Parama grup yang sahamnya turun. Thyme sebagai wakil CEO diharapkan mampi mengatasi krisis yang terjadi.

Thyme sedang melakukan rapat. Tampak ibu sangat puas dengan keputusan yang Thyme buat yang secara nggak langsung sama dengan yang ibu harapkan. Tia menemuinya di ruangannya seusai rapat. Bedadengan ibu, Tia menyesalkan Thyme yang memutuskan kerjasama gitu aja hanyakarena sebuah kesalahan kecil. Kakak sendiri lebih suka saat Thyme masih bersama dengan Gorya. Sejauh ini semua orang sedang mencari Gorya tapi apa yang Thyme lakukan?

Thyme marah dan menggebrak meja. Ia sudah membuat keputusan. Ibu mendadak datang dengan sekretarisnya dan meminta Thyme untuk melangkah maju. Dua hari lagi mereka akan bertemu dengan perusahaan Sichen. Ia punya tugas besar untuknya.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Ren sampai di tempatnya menginap. MJ nelpon dan menanyakan keberadaannya. Keduanya sama-sama mencari Gorya. MJ minta Ren untuk kembali dan meyakinkan kalo mereka akan menemukan Gorya suatu hari nanti.

Setelah telponan, secara nggak sengaja Ren yang sedang melihat berita di tv melihat Gorya.

Dalam rapatnya, karena suatu hal Parama Grup yang diwakili oleh Thyme menyampaikan pemutusan kontrak dengan Sichen grup tanpa perlu membayar ganti rugi. Sichen nggak terima dan berniat untuk menggugat mereka semua. Ibu Thyme menantangnya untuk melakukannya dan menyalahkan ketidakkompeten Sichen sendiri. Nggak tahu kenapa Thyme hanya terdiam melihat kemarahan Sichen.

Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU
Foto : NODRAKOR.ICU

Setelahnya Thyme mencuci wajahnya. Sesaat ia teringat Gorya. Dan saat Gorya memutuskannya, membuatnya kembali merasa marah. Ia lalu kembali ke ruangannya. Ada Ren yang menunggunya di sana. Ren memberikan foto wawancara yang terlihat Gorya di belakangnya. Ie memberitahu THyme kalo ia tahu Gorya ada di mana.

Kita lalu dikasih lihat Gorya sedang ada di atas sampan di sungai.

Bersambung…

1 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like