F4 Thailand: Boys Over Flowers Ep 1 Part 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis F4 Thailand: Boys Over Flowers Episode 1 Part 1, Jika Kalian ingin melihat full recapnya tersedia lengkap di tulisan tulisan yang ini.

Foto : MkvDrama.Com

Gorya jalan di malam hari di stadion dengan diiringi sama narasinya Thyme yang intinya bilang kalo Gorya sudah mengubah dunianya jadi lebiih beerwarna. Habis itu Thyme datang dan menghampiri Gorya. Keduanya saling senyum.

SMA Kocher, Bangkok

Foto : MkvDrama.Com
Foto : MkvDrama.Com

Gorya sedang belajar di kelas. Mendadak seorang siswi pindahan menghampirinya dan ingin menjadi temannya. Sebelumnya Gorya memperingatkan Hana kalo ia adalah murid yang masuk ke SMA Kocher karena beasiswa dan menunjukkan anak-anak lain yang memang kaya, beda dengan dirinya.

Ternyata Hana memang ingin berteman dengannya. Ia bahkan berbagi bekal makanannya sama Gorya. Sebagai murid pindahan, Hana pun meminta kiat dari Gorya selaku murid yang sudah lebih dulu bersekolah di sana. Gorya langsunng menyinggung tentang sebuah permaianan yang dilakukan oleh F4. Jadi tiap ada anak yang bermasalah sama F4 akan mendapat kartu merah di lokernya dan anak-anak lain bisa dengan bebas melakukan apa saja pada murid tersebut. Tapi nggak boleh ada kamera, artinya nggak boleh ada yang merekam.

Foto : MkvDrama.Com

Pada saat yang sama ada seorang siswa yang mendapat kartu merah di dalam lokernnya. Seketika semua siswa jadi antusias buat merundung murid tersebut dan membuatnya sekana itu adalah sebuah kecelakaan.

Dan yang Hana herankan, apa kabar para gurunya? Gorya memberitahu kalo para guru nggak ada yang berani melawannya. Bahkan direktur juga enggak. Akhirnya murid itu digiring ke sebuah stadion yang sudah nggak terpakai. Di sanalah satu-satunya tempat yang nggak ada CCTV-nya.

Foto : MkvDrama.Com
Foto : MkvDrama.Com

Di tengah-tengah stadion, anak itu dipukulin dan nggak punya kesempatan buat melawan. Saat itulah Thyme, Kavin, Ren dan MJ (F4). Keempatnya duduk di sofa dengan santainya dan menyaksikan perundungan itu.

Gorya dan Hana datang dan juga melihatnya. Thyme membaca data murid tersebut dan kesalahannya adalah telah menngungkap apa yang terjadi di Kocher. Thyme menghampirinya sambil bawa ponselnya anak itu., Anak itu menekankan kalo apa yang Thyme dan teman-temannya lakukan itu salah. Ia punya buktinya dan itu nggak akan pernah hilang.

Dengan percaya dirinya Thyme menunjukkan ponsel anak itu dan satu persatu videonya ilang gitu aja. Thyme sesumbar ke anak itu kalo nggak ada yang sulit buat dia. Ternyata mereka menyewa orang ahli untuk menghapus semua video itu. Sambil senyum Thyme bilang ke anak itu kalo dia sudah tamat.

Foto : MkvDrama.Com
Foto : MkvDrama.Com

Thyme membuang ponsel anak itu lalu anak-anak lain melempar bola kertas ke arahnya. Anak itu kayak nggak terima dan memukul Thyme. Thyme terpancing lali membalasnya. Ren mendadak bangkit. Dia sempat melihat ke arah Gorya lalu pergi.

Anak itu menyampaikan protesnya ke anak-anak yang lain yang membiarkan permaiana itu berlangsung. Padahal kalo mereka bekerja sama, mereka bisa menghentikan hal itu. Mendadak kepala anak itu dilempar botol lalu dipukulin dan nggak ada yang nolongin. Tiba-tiba Thyme nyuruh mereka buat berhenti. Ia ngasih tahu anak itu kalo ia nggak nyuruuh mereka untuk merundungnya. Ia memberitahu tentang dunia yang sesungguhnya dimana orang-orang itu seperti akun anonim di dunia nyata.

Thyme dan teman-temannya pergi setelahnya. Sebelumnya Kavin berpesan agar anak itu keluar hidup-hidup.

Foto : MkvDrama.Com

Gorya kayak geram banget lihat itu semua. Tapi ia juga nggak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya ia berlari ke atap dan meneriakkan apa yang tadi ditahannya. Setelahnya ia merasa sedikit lega lalu pergi dari sana. Tanpa ia sadari, ternyata ada orang lain di sana. Dan orang itu adalah Ren. Dia bangun setelah Gorya pergi. Kayak lagi bangun tidur.

Foto : MkvDrama.Com

Gorya bekerja di sebuah toko bunga bersama temannya, Kaning. Paman Ga melihatnya nggak semangat dan memberinya makanan manis. Gorya mau mengeluhkan yang terjadi saat di sekolah tadi tapi malah dijejelin makanan sama Kaning. Kaning lalu nyuruh Gorya untuk tersenyum. Selama Gorya pinndah ke Kocher, ia melihat kalo Gorya selalu murung. Ia memintanya untuk membiasakan diri. Gorya sendiri seperti merasa nggak bisa memahaminya.

Paman Ga yang kayak nggak yakin dengan apa yang Gorya katakan mencarii F4 di internet. Dan F4 yang tertulis di sana sama sekali beda dengan F4 yang Gorya katakan.

Foto : MkvDrama.Com

paman Ga lalu membaca apa yang ia temukan. Yang pertama, Thyme, Akira Paramaanantra, pewaris tampan Grup Parama, perusahaan real estat nomor satu di Thailand. Dia putra tunggal Roselyn Paramaanantra. Dengan gaya kerennya dan banyak uang, para wanita pasti jatuh cinta kepadanya. Dia pandai dalam olahraga dan sekolah. Dia sempurna.

Tapi Gorya bilang dia pasti menyuap agar nilainya bagus. Dia menghabiskan hari-harinya dengan bermain, nggak masuk kelas. Dia mungkin pandai berolahraga. Dia kejam.

Foto : MkvDrama.Com

Lanjut ke F yang kedua. MJ. Methas Jarustiwa dan penampilan pria nakalnya yang keren. Keluarganya adalah salah satu pemilik terbesar tempat hiburan dan ruang acara. Ia bisa ditemui di tempat mewah.

Tapi kata Gorya. nggak hanya tempat mewah. Keluarganya melakukan banyak bisnis mencurigakan. Dia punya pengawal. Dia mafia.

Foto : MkvDrama.Com

Paman membacakan yang selanjutnya lagi. Kavin, Taemiyaklin Kittiyangkul. Pewaris salah satu keluarga tertua di Thailand. Anggota keluarganya adalah pejabat tinggi pemerintah, berbisnis dalam ekspor barang-barang Thailand.

Kaning juga melihat ig Kavin. Dia seperti anggota kerajaan. Gorya melarang Kaning melihatnya karena dia hidung belang. Siswi di sekolah setuju dia buaya darat.

Kavin sendiri sedang bersama 2 gadis dan langsung meninggalkan mereka setelah mendapat telpon.

Foto : MkvDrama.Com

Paman Ga membacakan yang terakhir. Ren. Renrawin Aira, pewaris pusat kesehatan nomor satu di Thailand. Dia tampak seperti pria tampan, pendiam, dingin, dan misterius.

Kaning juga melihat ig Ren dan berpikir kalo dia terlihat paling independen dari semuanya. Dia hanya mengunggah gambar dan pemandangan.

Foto : MkvDrama.Com

Untuk Ren, Gorya nggak bisa berkata-kata. ingat saat Ren melihatnya saat di sekolah tadi. Dia memang beda dari yang lain. Paman sama Kaning kayak sudah menemukan Unicorn. Gorya sih nggak peduli. Kenyataan kalo mereka membentuk grup dan nggak saling menghentikan itu salah. Mereka sumber perundungan di sekolah. Untuk bisa berkuasa, ia hanya perlu cukup uang dan menyumbang.

Paman Ga juga jadi menyadari kalo orang jahat tetap aja jahat meski mereka tampan. Paman dan Kaning sama-sama berpesan ke Gorya agar jangan melakukan apapun. Mereka tahu kalo Gorya nggak akan bisa diam, kayak pas Kaning atau toko menghadapi masalah. Ia selalu datang untuk membantu. Tapi masalah itu berbeda. Kalo nggak ada yang bisa menghentikannya, maka dia juga enggak. Dih Gorya malah bilang kalo ia akan berhenti kalo nggak bisa melakukannya.

Foto : MkvDrama.Com
Foto : MkvDrama.Com
Foto : MkvDrama.Com

Sesampainya di rumah, ayah, ibu dan adik Gorya senang banget Gorya bisa sekolah di Kocher. Ibu sedih melihat sepatu Gorya yang sudah usang dan khawatir kalo dia diejek sama temannya. Gorya menenangkan kalo itu juga masih bisa dipakai. Selain itu mereka juga nggak punya uang buat beli yang baru.

Sedih banget deh lihatnya. Ayah habis beli iga bebek panggang tapi ternyata cuman tulangnya aja. Ayah, ibu sama adiknya Gorya bangga banget karena ia bis sekolah di sana. Ibu bisa membanggakannya ke tetangga dan adiknya yang nggak pernah bisa jadi juara hanya bisa membanggakannya ke teman-temannya.

Ibu minta Gorya untuk berahan di sana dan nggak perlu cemas mikirin keuangan. Sekolah di sana akan menjadi ppinntu masuk ke kelas atas dan investasi buat masa depannya. Mereka semua bisa berkorban untuk hidupnya agar jadi lebih baik. Ih dah serius juga, ibu malah berharap Gorya bisa dekat sama pria kaya yang ada di sana.

Gorya menyudahi dan ngajak mereka untuk makan. Saat yang lain mulai makan, Gorya melihat gambar Mira, orang yang membuatnya ingin bersekolah di Kocher untuk mengejar impiannya. Tapi sekolah di sana nggak seindah yang diharapkannya.

Foto : MkvDrama.Com

Di kantin Gorya yang habis melihat video Mira lalu melihat sekitar. Ada F4 di atas. Nggak nyangka kalo ia akan jadi bagian dari mereka. Hana datang dan duduk di sebelahnya. Sama kayak Gorya, Mira juga salah satu alasan dirinnya bersekolah di sana. Dia adalah idolanya.

Melihat wajah lesu Gorya, Hana pikir Gorya masih teringat tentang perundungan kemarin. Ia sendiri juga kurang menyukainya. Dan ia berterima kasih karena Gorya sudah memperingatkannya kemarin. Kalo enggak, ia mungkin akan membantu dan malah jadi kena masalah.

Foto : MkvDrama.Com
Foto : MkvDrama.Com

Keduanya lalu sepakat untuk hanya fokus pada tugas dan tetap diam sampai kelulusan. Ih baru aja bangkit, Hana nggak sengaja menabrak Thyme dan membuat makanannya jatuh ke sepatunya Thyme. Ih Thyme malah menganggap kalo Hana sedang berusaha untuk meggodanya. Hana meminta maaf dan berniat untuk membersihkannya atau ia akan membelikannya yang baru. Tapi Thyme bilang sepatunya dipesan khusus dari Paris dan Hana nggak akan mampu membelinya.

Hana menjanjikakn akan melakukan apapun untuk menebus kesalahannya. Anak-anak malah mengusulkan agar Hana menj#lat sepatu Thyme. Thyme juga bilang kalo ia akan memaafkan Hana kalo ia mau melakukannya.

Foto : MkvDrama.Com
Foto : MkvDrama.Com

Gorya yang merasa kesal akan sikap Thyme akhirnya menggebrak meja dan menghentikannya. Ia menghadap Thyme dan memintanya untuk memaafkan temannya. Ia menunjukkan kalo temannya nggak sengaja melakukannya. Thyme malah menganggap kalo Gorya sedang memerintahnya. Gorya membantahnya. Ia hanya…

Akhirnya Thyme bersedia untuk melepaskan Hana sesuai perkataan Gorya. Sebelum pergi, Thyme sempat berbisik ke Hana kalo dia beruntung punya teman yang sangat baik.

Foto : MkvDrama.Com

Gorya yang selama ini sudah bertahan selama berbulan-bulan akhirnya mendapat kartu merah di dalam lokernya.

Bersambung…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like