Extraordinay Attorney Woo Ep 11

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Extraordinary Attorney Woo Episode 11 , Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini yuk. Episode sebelumnya here.

Di sebuah rumah judi beberapa orang berjudi dengan bermain kartu. Sementara itu di tempat lain, pak Shin, pak Yun dan pak Park mencocokkan lotre yang mereka beli. Setelah semua angka di sebutkan ternyata totre yang mereka beli menang hadiah utama. Ketiganya merasa senang dan berpelukan penuh syukur.

Kasus 11 Pak Garam, Nona Lada dan Pengacara Kecap asin

Paginya Youngwu menunggu Junho di dekat pintu masuk. Ia hanya ingin melihatnya makanya nggak memanggilnya. Junho melihatnya dan menyapanya. Youngwu bilang ia bisa melihat meja Junho dari ruangannya. Api hari ini dia nggak ada makanya ia menunggunya di pintu masuk.

Myungsuk menelponnya dan memintanya naik untuk rapat. Usai telponan, Junho merasa kalo Youngwu mau pergi. Youngwu mengiyakan dan meninggalkannya.

Di dalam lift, Youngwu bertemu dengan Han Daepyo. Han Daepyo bertanya apa semuanya lancar? Youngwu mengaku punya kecemasan tapi itu masalah pribadi dan ia nggak bisa memberitahunya. Sebagai daepyunim, Han Daepyo ingin membantu maasalah karyawannya. Dan ternyata kecemasannya Youngwu adalah tentang ciuman. Gimana caranya ciuman dan bernafas sekaligus. Dih Han Daepyo jadi nggak enak sendiri dengar kecemasan Youngwu. Jadi nyesel dah tanya…

Setelah turun dari lift, mereka melihat pak Shin yang sedang menggendong istrinya. Han Daepyo bingung lihatnya dan merasa kalo firma hukumnya agak aneh.

Ternyata pak Shin adalah klien mereka. Ia menggendong istrinya karena hak sepatunya patah. Setelah duduk, Myungsuk memuji sikap pak Shin dan menyamakannya dengan Bebek Mandarin. Youngwu memberitahu kalo bebek Mandarin itu nggak setia. Selama masa kawin, bebek jantan membantu bebek betina membangun sarang. Tapi begitu masa kawin selesai, mereka meninggalkan bebek betina membesarkan anak-anak mereka dan mencari bebek betina lain.

Dih suasana jadi nggak enak. Myungsuk lanjut membicarakan tentang kasus. Jadi sebelumnya pak Shin dan dua temannya mengumpulkan uang untuk membeli tiket lotre dan sepakat akan membagi 3 kalo salah satu dari mereka menang. Nggak nyangka ternyata mereka beneran menang. Sayangnya manusia menjadi b#doh saat berhadapan dengan uang. Temannya yang menang lotre tersebut nggak mau membaginya. Ia sudah mendatangi rumahnya tapi dia nggak mau mengakui kesepakaan mereka.

Myungsuk bertanya lebih lanjut tentang kesepakatan itu dan ternyata nggak ada bukti tertulis atau rekaman jadi kemungkinan akan sulit untuk memenangkannya. Ia lalu menanyakan gimana pak Shin bisa bertemu dengan temannya itu. Ternyata mereka adalah teman berjudi. Dan tiket lotre itu dibeli dari uang taruhan berjudi. Myungsuk mengaakan kalo mereka nggak bisa melakukannya karena itu ilegal. Mereka berjudi dan uang itu dari berjudi.

Pak Shin mengatakan kalo ia akan bilang sama temannya yang nggak dapat kalo mereka membelinya bukan dari uang taruhan. Youngwu langsung melarang. Berbohong di pengadilan itu nggak boleh. Istri pak SShin memohon agar mereka membantunya. Ia memberitahu kalo suaminya adalah orang yang baik. Ia berjudi bukan karena ingin tapi karena terpaksa. Ia memberitahu kalo setelah menikah suaminya membuka usaha rental tapi kemudian ditipu. Mereka hidup dari ia berjualan gimbab. Mereka nggak punya rumah dan selalu hidup berpindah-pindah. Ia bahkan mengungkit hubungan jauhnya dengan Myungsuk, kalo Myungsuk adalah putra kenalan bibi ketiganya. Ia memohon karena baginya itu adalah kesempatannya untuk mendapatkan 1,4 miliar untuk membeli rumah.

Youngwu makan di tempatnya Minsik malam harinya dan diceritain kencannya Minsik sama Suyeon yang kabur saat kencan. Geurami pikir itu karena leluconnya. Suyeon kan seorang pengacara, harusnya Minsik melontarkan lelucon tentang pengacara dan bukannya tentang makanan. Minsik membenarkan dan mencobanya. Youngwu mencernanya dulu dan tertawa setelah memahaminya.

Suyeon masih di kantor padahal sudah malam. Jonggwon menelpon dan memintanya keluar karena ia ada di depan kantornya. Suyeon keluar dan dikaasih dua benda yang ada di belakang punggungnya. Yang pertama minuman herbal yang Jonggwon buat sendiri dan yang satu lagi bunga marigold. Arti dari bunga itu adalah “Kebahagiaan yang pasti akan datang”. Suyeon terharu menerimanya.

Pak Shin mengajak Youngwu ke tempat judi. Di sana mereka bertemu dengan Choi Dahye yang membuat kopi. Mereka lalu bicara dengan asbak, orang yang mengurus masalah kecil. Benar Asbak ingat tentang lotre itu dan bahkan juga mendengar perjanjiannya. Mereka lalu memintanya untuk bersaksi di pengadilan. Byonggil, nama Asbak itu nggak mau karena takut tempat judinya akan ditutup. Pak Shin menawarkan akan mmberinya banyak uang.

Youngwu melarang keras dan menyebut pasal yang mengaturnya. Pak Shin kesal banget karena Youngwu nggak bisa fleksibel dikit. Ia lalu memohon ke Byonggil dan bilang akan membalas budinya.

Di kantor Junho yang sedang bekerja dikasih tahu rekannya kalo Yooungwu terus melihatnya dari tirai ruangannya. Awalnya Junho kaget. Tapi habis itu dia tersenyum. Ia lalu menghampiri ruangan Youngwu tapi malah diajak bicara sama rekannya. Sambil bicara ia melletakkan tangannya di kaca jendela Youngwu. Youngwu mengeluarkan tangannya melewati tirai dan meletakkannya di balik tangan Junho. Ih gini doang kayak manis banget ya…

Sidang pertama kasus lotre dimulai. Pengacara pihak tergugat menganggap kalo perjanjian itu nggak sah karena nggak da bukti tertulis. Sementara pihak penggugat, Myungsuk mengatakan kalo perjanjian secara lisan juga adalah perjanjian yang sah. Selanjutnya pengacara pihak tergugat mengatakan kalo nggak ada kejelasan hadiah di peringkat keberapa yang harus dibagi karena pihak penggugat juga memenangkan lotre peringkat ke lima.

Pak Shin dan temannya terpancing dan membuat keributan akan membagi kemenangannya yang hanya 5000 won. Hakim menyudahi dan meminta mereka untuk tenang. Mereka diminta untuk meghadirkan saksi. Myungsuk sudah mengatakan akan menghadirkan saksi tapi Junho lalu datang dan memberitahu kalo saksi mereka nggak bisa datang. Ternyata dia adalah imigran gelap dan kabur karena takut dideportasi.

Myungsuk lalu bilang ke hakim kalo saksinya berhalangan hadir dan akan menghadirkan saksi lainnya.

Sampai di luar Myungsuk bertanya apa nggak ada saksi lain? Pak Park malah bilang kalo ia akan membayar saksi. Youngwu langsung melarang. Pak Shin menenangkan kalo mereka pasti akan menemukannya karena saat itu ada banyak orang di sana. Setelah pak Park dan pak Shin pergi, Myungsuk nyuruh Youngwu untuk menemukan materi lain yang berkaitan dengan kasus itu.

Youngwu lembur malam ini. Ia melakukan panggilan video dengan Junho. Junho sendiri sedang memmbaca buku di kamarnya. Saat Youngwu menelpon. Ia sedikit panik lalu merapikan rambutnya, matanya, baru setelah itu menjawabnya. Ih Youngwu terlalu dekat dengan ponselnya sehingga Junho nggak bisa melihatnya dengan jelas. Youngwu lalu menjauhkannya seperti yang Junho katakan. Rupanya Youngwu menelpon hanya untuk melihat wajahnya. Dan setelah Youngwu sudah melihatnya, ia pun mau mematikannya.

Junho menahan dan memberitahu kalo ia sebagai penerima telpon juga punya perasaan. Ada baiknya Youngwu bertanya dulu padanya apa ia mau menutup telponnya? Youngwu beneran menanyakannya dan sambil senyum Junho menjawab enggak. Mereka lalu kembali mengobrol. Youngwu mengatakan lelucon yang ia dengar dari Minsik dan Geurami. Junho yang sudah pernah mendengarnya bisa menebaknya dengan mudah. Menyenangkan saat melakukannya bersama Youngw.

Youngwu lalu mengatakan kalo ia merasa aneh. Junho bukan paus tapi selalu muncul di pikirannya. Ia mengatakan baru kali ini ia merasakannya. Junho terdiam. Youngwu merasa malu lalu menutup telponnya.

Dalam sidang selanjutnya pengacara pihak tergugat masih berpegang pada perjanjian yang dinilainya nggak sah. Sedang pihak penggugat menghadirkan saksi lain yaitu Choi Dahye. Ia menjual kopi di sana. Malam itu ia bertanya pada Jonggwon yang mau pergi membeli lotre untuk meja yang ditempati pak Shin dan teman-temannya. Jonggwon juga bilang kalo mereka akan membagi sama rata kalo nanti menag.

Pak Yun langsung berdiri dan bilang kalo Choi Dahye bohong. Ia juga bilang kalo Choi Dahye punya hubungan dengan pak Shin. Pengacaranya menenangkan dan memintanya kembali duduk. Diam-diam pak Shin membentuk hati dengan jarinya dan terlihat sama Youngwu.

Minwu masih mencari tahu tentang Tae Sumi. Ia bahkan menyandingkan foto Youngwu dengan Tae Sumi.

Youngwu pulang dan menemui ayah yang sedang membaca apa yang Tae Sumi berikan. Ayah bertanya apa ada hal yang Youngwu ingin ia berikan? Apa Youngwu membutuhkan konselor atau dokter yang secara khusus merawatnya? Youngwu memikirkannya. Ia lalu mengiyakan. Ia lalu menyebutkan kesulitannya saat bekerja dan membutuhkan ahli untuk memberikan saran untuknya.

Mendengarnya membuat ayah sedih. Ia lalu nyuruh Youngwu untuk istirahat di atas.

Tibalah saatnya putusan sidang. Hakim memutuskan kalo uang hadiah dari lotre harus dibagi 3. Dan biaya persidangan ditanggung oleh tergugat. Pak Shin nangis dan menghampiri istrinya yang juga menangis. Ia berterima kasih karena bu Sung sudah menafkahinya dan anak-anak selama beberapa tahun terakhir.

Di hari lainnya pak Shin menemui Youngwu di ruangannya. Ia memberinya kupon belanja tapi Youngwu menolaknya. Pak Shin lalu memberinya gimbab dari restoran istrinya. Setelah memberikannya pak Shin nggak langsung pergi. Ia bertanya kalo ia bercerai apa ia harus membagi hadiah lotre? Youngwu memberitahu kalo yang dibagi adalah harta bersama, sedang lotre adalah keberuntungan seseorang dan nggak harus dibagi.

Saat makan siang Youngwu menemui Suyeon bersama Junho dan bertanya tentang ciri orang yang mau bercerai. Ia menyebutkan tentang yeng dikatakan pak Shin dan ia yang memberi hati dengan jarinya ke wanita yang bukan istrinya. Suyeon sudah bisa menebak kalo itu adalah pak Shin tapi Youngwu nggak bisa menjawabnya karena itu adalah rahasia kliennya.

Suyeon lalu menggantinya dengan pak Garam, bu Lada dan pengacara Kecap asin. Pengacara kecap asin ingin memberitahu bu Lada tapi ia nggak bisa karena bu Lada bukanlah kliennya. Youngwu lalu melihat kotak gimbab dari bu Sung.

Youngwu lalu menemui Myungsuk. Ia malah dimarahi karena mau ngasih tahu bu Sung. Ia mengingatkan kalo klien mereka adalah pak Shin dan bukannya bu Sung. Youngwu lalu melihat gimbab bu Sung yang Myungsuk makan. Ia membicarakan isiannya yang nggak seperti gimbab ayahnya. Ia lalu bertanya nggak akan melanggar hukum kalo ia ke sana untuk membeli gimbab.

Selanjutnya ia pergi ke sana dengan Junho. Sebelum sampai mereka melihat pakShin bertengkar dengan bu Sung. Bu Sung melarang pak Shin dan mengingatkan kalo mereka punya dua anak. Pak Shin nggak peduli. Ia mengamuk dengan melempar bahan makanan kemudian pergi. Di luar ia bertemu dengan Choi Dahye dan pergi sambil berangkulan.

Youngwu dan Junho masuk dan menanyakan keadaan bu Sung. Bu Sung mengenali mereka sebagai pengacara dari Hanbada. Ia lalu memberitahu kalo suaminya mau membeli mobil padahal mereka sudah sepakat mau membeli rumah. Youngwu lalu melihat berita tentang paus di tv. Ia lalu mengatakan kalo ia bukan datang sebagai pengacara tapi sebagai pelanggan dan minta disiapkan gimbab tahu goreng. Bu Sung memperingatkan kalo semua bahan sudah berserakan dan Youngwu nggak masalah kalo harus menunggu.

Sambil nunggu Youngwu cerita tentang pak Garam, bu Lada dan pengacara kecap asin. Bu Song merasa cerita itu tentang dirinya dan suaminya tapi Youngwu membantah. Bu Sung memberitahu kalo suainya itu orang baik. Ia memberitahu kalo ia sudah janji akan memberikan semua hadiah padanya. Youngwu nyuruh Junho untuk bertanya pada bu Lada apa ia punya buktinya?

Lah mana ada pasangan suami istri yang melakukan hal itu? Youngwu lalu nyuruh Junho untuk bilang ke Bu Lada untuk mencari buktinya.

Suyeon sedang makan malam bersama Jonggwon. Katanya ia nggak suka lotre tapi sudah memenangkan lotre. Dan baginya Suyeon adalah lotre baginya. Suyeon tersenyum mendengarnya. Dan saat Jonggwon ke toilet, seorang wanita menemuinya. Ia adalah seorang dokter. Ia memberitahu kalo Jonggwon mengincar wanita karir, memanfaatkan perasaannya untuk mengambil uangnya. Seperti Suyeon, ia juga mendapat bunga dan minuman herbal dengan banyak bahan.

Jonggwon kembali. Wanita itu menghampirinya dan mengungkap kebohongannya kalo Jonggwon bilang bekerja di laut. Ia meminta unagnya 50 juta won untuk operasi ayahnya. Suyeon kesal dan meminta minuman paling mahal sama karyawan restoran dan bilang kalo Jonggwon yang akan membayarnya. Jonggwon minta Suyeon untuk menemuinya hari Rabu dan ia akan menjelaskannya. Suyeon mengabaikannya. Ia berjalan pergi sambil minum minuman paling mahal sambil menahan sakit.

Bu Sung datang ke Hanbada dan bicara dengan Youngu dan Myungsuk. Suaminya meminta cerai. Ia memukulnya dan datang ke kedai setiap hari untuk mengganggu usahanya. Bahkan saat anak sulungnya menghentikannya, suaminya malah memukul anaknya sendiri. Myungsuk menyesalkan padahal saat pertama kali datang pak Shin bahkan menggendongnya. Bu Sung sendiri nggak bisa menahannya lagi. Ia bertanya apa ia akan mendapatkan sebagian hadiah uangnya? Ia mengungkit apa yang Youngwu katakan sebelumnya untuk mendapatkan bukti, ..

Lah Myungsuk heran. Youngwu emberi kode agar bu Sung nggak mengatakannya. Bu Sung lalu mengatakan kalo ia punya pelanggan yang seorang pengacara dan ia menyarankannya untuk mencari bukti. Ia pun menelpon suaminya dan merekamnya untuk menjadikannya bukti tapi sepertinya suaminya sudah mengetahuinya dan berpura-pura b#doh. Dan kedatangannya adalah untuk meminta mereka menjadi pengacaranya.

Myungsuk mengatakan kalo mereka nggak bisa melakukannya mengingat pak Shin adalah klien mereka dan kasus ini berhubungan dengan kasus yang sebelumnya. Sebagai gantinya ia akan mengenalkannya dengan pengacara lain yang juga handal. Bu Sung sangat menyambut baik. Bu Sung lalu bertanya tentang kemungkinan menangnya. Myungsuk nggak bisa menjawabnya dan minta bu Sung untuk bertanya pada pengacaranya. Tapi menurut pendapat pribadinya, lebih baik bu Sung fokus untuk mendapatkan tunjangan dan tunjangan anak.

Junho dan Youngwu mengantar bu Sung pulang. Mereka juga mau membeli gimbab tahu gorengnya. Di seberang ada pak Shin. Kata Bu Sung pak Shin datang untuk mendapatkan cap surat cerai. Bu Sung yang nggak mau terjadi keributan bilang kalo lebih baik mereka menghindarinya. Junho lalu mengajak bu Sung untuk ke mobilnya. Pak Shin mau mengejar dan naik mobil. Baru aja jalan mendadak sebuah truk menabraknya dan menyeretnya jauh.

Bu Sung syok melihatnya dan langsung mendekat. Junho mengejarnya dan menahannya. Ia lalu melihat Youngwu juga syok. Ia menangis sambil menepuk-nepuk telinganya. Junho berlari mendekatinya lalu memeluknya sambil menenangkan. Youngwu ketakutan dan memintanya untuk memeluknya lebih erat dan lebih erat lagi.

Beberapa hari kemudian

Junho mengantar Youngwu pulang seperti biasa. Mereka membicarakan bu Sung yang hari ini datang ke Hanbada. Ia mendapatkan sisa 1,1 miliar won sisa dari hadiah lotre dan 300 juta won dari kecelakaan pak Shin karena masih berstatus istrinya. Junho lega uang itu kembali pada pemiliknya. Youngwu juga berterima kasih karena Junho sudah memeluknya saat ia melihat kematian pak Shin. Ia memberitahu kalo bagi penyandang autis, kecemasan bisa hilang bila tekanan diberikan kepada tubuh selama kelebihan sensoris.

Ternyata Junho sudah mengetahuinya. Ia memberitahu kalo di Perancis, orang autis memiliki kursi peluk. Setelah dijelaskan, Youngwu juga jadi ingin membelinya. Junho pikir Youngwu nggak perlu membelinya karena ia bisa memberikan pelukan itu. Ih Youngwu tersenyum malu. Junho lalu mendekat dan mereka pun berciuman.

Di atas ayah yang mau membuang sampah kaget lihat anak perempuannya ciuman sama pria di depan rumah.

Minwu menemui Tae Sumi di ruangannya dan menyampaikan keinginannya untuk bekerja di Taesan. Tae Sumi menanggapinya dengan santai dan menyuruhnya kembali tahun depan dan ia akan mengingat namanya. Minwu lalu menyinggung tahun saat Tae Sumi cuti kuliah dan pergi ke luar negeri tapi nggak ada catatan tentang itu. Dan di tahun itu juga Youngwu lahir. Ia memberitahu kalo ia bekerja di Hanbada bersama Youngwu.

Tae Sumi memberitahu kalo mengetahui rahasia orang lain saja nggak cukup. Ia juga harus punya kemampuan. Ia lalu nyuruh Minwu untuk membuat Youngwu keluar dari Hanbada. Nggak peduli dipecat atau mengundurkan diri. Kalo ia bisa melakukannya maka ia akan bekerja di Taesan langsung di bawahnya.

Bersambung…

0 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like
Read More

Pachinko Ep 1

Tentangsinopsis.com – Sinopsis Pachinko Episode 1, Cara pintas untuk menemukan spoilers lengkapnya ada di tulisan yang ini. 1915Saat…